sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Apa itu Conditional Sentences?

Pernah mengenal tentang conditional sentences? Jika bahasa Inggris bukan merupakan bahasa komunikasi utama yang kamu gunakan, maka wajar jika masih ada sedikit kebingungan terkait dengan conditional sentences.

Pada dasarnya, conditional sentences adalahkalimat yang membahas tentang faktor atau situasi hypothetical dengan konsekuensinya. Dalam bahasa Indonesia, conditional sentences disebut juga dengan “kalimat pengandaian”.

Melihat format dari kalimat ini terjadi dari faktor dan konsekuensinya, maka format conditional sentences akan menjadi:

“If-clause + main clause”

Kedua bagian dari conditional sentences tersebut pasti ada karena memberikan kontradiksi sebuah kejadian dalam satu kalimat utuh. “If-clause” disebut juga dengan conditional clause, sementara “main clause” merupakan kalimat yang memaparkan konsekuensinya.

Tipe Conditional Sentences

Terdapat empat tipe conditional sentences dalam bahasa Inggris. Setiap tipe atau jenis kalimat menunjukkan tingkat kemungkinan atau probabilitas yang berbeda-beda dalam situasi tertentu.

Tipe-tipe dari conditional sentences adalah:

1. ZERO CONDITIONAL SENTENCES

Memaparkan penjelasan secara umum atau sebab-akibat yang sudah lazim. Dalam zero conditional sentences, yang digunakan adalah bentuk kalimat present tense. Dalam kalimat “if-clause” bisa digunakan kata “if” maupun “when” karena sama-sama bermakna. Zero conditional sentences hanya digunakan jika hasil konsekuensinya benar-benar pasti.

Contoh:

  • If you don’t brush your teeth, you get cavities.
  • When people smoke cigarettes, their health suffers.

2. FIRST CONDITIONAL SENTENCES

Digunakan saat ingin memaparkan situasi yang konsekuensinya belum tentu terjadi atau masih kemungkinan terjadi di masa yang akan datang.

Bentuk kalimat yang digunakan adalah simple present tense di bagian “if clause”, dan konsekuensi menggunakan future tense dengan kata “will” di dalamnya.

Contohnya adalah:

  • If you rest, you will feel better.
  • If you set your mind to a goal, you will eventually achieve it.
  • If it rains, I will stay at home.
  • If he gives her chocolate, she will be happy.
  • If it doesn’t rain, we will go to the library.

3. SECOND CONDITIONAL SENTENCES

Sementara second conditional sentences berguna untuk menunjukkan konsekuensi yang benar-benar tidak masuk akal atau tidak realistis.

Bisa dibilang main clause dalam second conditional sentences tidak mungkin terjadi. Formatnya adalah menggunakan simple past tense dalam “if-clause” dan auxiliary modal verb seperti “could”, “should”, “would”, “might” di bagian “main clause”.

Penggunaan auxiliary modal verb ini menggambarkan betapa mustahilnya konsekuensi yang digunakan dalam kalimat.

Berikut contohnya:

  • If I inherited a billion dollars, I would travel to the moon.
  • If I owned a zoo, I might let people interact with the animals more.
  • If I were you, I would continue my study.
  • If I had time, I would go with you.
  • If she met her mother, she would be very happy.

4. THIRD CONDITIONAL SENTENCES

Kalimat pengandaian yang ketiga digunakan untuk menjelaskan hal lain yang bisa terjadi andai saja kejadian sebelumnya berbeda. Jadi konsekuensi yang digambarkan adalah hal yang nyaris terjadi namun tidak jadi karena ada beda faktor pemicu.

Dalam third conditional sentences, digunakan past perfect di bagian “if-clause” seperti (had + past participle). Sementara “main clause” menggunakan format modal auxiliary (would, could, should, dll) + have + past participle untuk menggambarkan situasi yang “mungkin” saja terjadi.

Berikut contoh yang bisa kamu simak:

  • If you had told me you needed a ride, I would have left earlier.
  • If I had cleaned the house, I could have gone to the movies.
  • If she hadn’t taken the course, she wouldn’t have gotten the scholarship.
  • If I had locked the car, the thief wouldn’t have stolen my car.
  • Had I locked the car, the thief wouldn’t have stolen my car.

Dua contoh terakhir dari third conditional sentences di atas adalah sama, yaitu bentuk inversi dengan menghilangkan “if”.

Contoh lainnya dengan bentuk inversi:

  • If my parents had been in Edinburgh, I would have visited them every day.
  • Had my parents been in Edinburgh, I would have visited them every day.

Penggunaan Conditional Sentences

Lalu kapan conditional sentences ini digunakan? Biasanya hal ini digunakan untuk memaparkan sebuah fakta, sebab-akibat dalam sebuah situasi.

Tapi penting juga untuk diingat bahwa ada perkecualian dalam penggunaan conditional sentences, yaitu:

  • Simple future yang seharusnya digunakan hanya dalam “main clause”. Kecuali jika “if-clause” terjadi setelah kejadian di dalam main clause”. Contohnya adalah:
    • If aspirin will ease my headache, I will take a couple tonight
  • Penggunaan “were to” dalam “if-clause” juga bisa terjadi saat konsekuensi yang dibicarakan sangat mustahil atau tidak diharapkan.Dalam hal ini, “were to” digunakan untuk menjelaskan skenario hypothetical di masa kini, akan datang, dan masa lalu.Simak contohnya:
    • If I were to be sick, I would miss another day of work.
    • If she were to be late again, she would have to have a conference with the manager.
    • If the rent were to have been a penny more, they would not have been able to pay it.

Hal menarik lain saat membahas tentang conditional sentences adalah penggunaan tanda baca atau punctuations. Caranya sangat sederhana dan tentu sudah sering kamu lihat, contohnya adalah penggunaan koma dan tanpa koma dalam contoh kalimat seperti:

  • If I’d had time, I would have cleaned the house.
  • I would have cleaned the house if I’d had time.

Bagaimana, mudah bukan penggunaan conditional sentences dalam bahasa Inggris? Yang terpenting adalah mengetahui tipe mana conditional sentences yang digunakan, dan menerapkan rumus penulisan yang tepat sesuai dengan struktur grammar.

Setiap tipe dari conditional sentences punya maknanya tersendiri, terlepas dari perbedaan struktur yang digunakan. Sama saja seperti kalimat-kalimat pengandaian dalam bahasa Indonesia, berbeda kondisi akan berbeda pula kalimat conditional yang digunakan.

Ciri-cirinya saat kamu menemukan conditional sentences adalah dengan mengetahui kalimat yang membentuknya, lengkap dengan kata hubung hingga tanda baca. Semoga penjelasan ini bisa membantu, ya!

 

Sentences: Apa itu Imperative Sentence (Kalimat Perintah)?
Slang Words: Bahasa Gaulnya Bahasa Inggris
Sentences: Apa itu Compound Complex Sentence?
Apa itu Conditional Sentences?
Sentences: Apa itu Run-On Sentence?
Apa itu Compound Sentence dalam Bahasa Inggris?
Sentences: Apa itu Parenthetical Expressions?
Pengandaian dalam Bahasa Inggris (Conditional)
Writing TOEFL: Belajar Conditional Lewat Lagu Populer


 
Apa Itu Collective Noun?
Verb Tenses: Berbeda Waktu, Berbeda Pula Kata Kerjanya
Mengenal Lebih Jauh “Simple Past Tense”
Adverb of Frequency: Always, Usually, Often, Sometimes, Never
Apa itu Phrasal Verbs?
Kenali Perbedaan Prepositions & Conjunctions
Mencerna Perbedaan Infinitive dan Gerund
Perbedaan Simple Past & Past Participle
Daftar Phrasal Verbs yang Sering Dipakai
Perbedaan Gerund After Prepositions vs Gerund as Subject vs Gerund as Object