sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Apa Itu Correlative Conjunction?

Dalam grammar (tata bahasa) bahasa Inggris, kita kenal istilah correlative conjunction. Correlative conjunction merupakan sekelompok kata yang berpasangan dan berfungsi untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya.

Bentuk kata berpasangan ini pasti pernah kita dengar. Seperti both and (keduanya dan), either or (dua-duanya), neither nor (tidak keduanya), serta not only but also (tidak hanya tapi juga). Yang termasuk ke dalam correlative conjunction sebenarnya ada banyak. Tapi keempat contoh tadi yang paling sering kita temukan atau dengarkan sehari-hari.

Untuk lebih memahami tentang correlative conjunction, ada baiknya kita simak bersama artikel kali ini yang akan membahas mengenai apa itu correlative conjunction. Di sini Anda akan menemukan bentuk correlative conjunction lainnya selain contoh-contoh di atas. Dan untuk lebih menguasainya, pastikan untuk mempraktekkannya sesering mungkin dalam kehidupan sehari-hari.

CORRELATIVE CONJUNCTION

  1. Both … and

Digunakan jika dua elemen penting yang berada dalam kalimat memiliki tingkat kepentingan yang sama.

Contoh kalimat:

    • Your room is both clean and neat. (Kamarmu bersih dan rapi)
    • Both you and I are beautiful. (Kamu dan aku cantik)
  1. Either … or

Digunakan untuk menyarankan sebuah pilihan di antara dua pilihan.

Contoh kalimat:

    • Either Bella or William must clean the house. (Antara Bella atau William yang harus membersihkan rumah)
    • Either you will order it online or you will eat it in the restaurant. (Antara kamu pesan makanan tersebut secara daring atau kamu makan langsung di restoran)
  1. Neither … nor

Digunakan untuk menolak.

Contoh kalimat:

    • She is neither a dancer nor an actress. (Dia bukan penari ataupun aktris)
    • Neither Bella nor William has come to this house. (Bella dan William tidak datang ke rumah ini)
  1. Not only … but also

Digunakan untuk menunjukkan elemen tambahan yang penting dalam sebuah kalimat yang digunakan untuk mengindikasikan kelebihan saat disatukan dengan elemen pertama.

Contoh kalimat:

    • Not only do I love badminton, but I also play it since I was a kid. (Saya tidak hanya mencintai bulu tangkis, tapi juga saya memainkannya sejak saya masih kecil)
    • He not only wrote the song but also sang his own song. (Dia tidak hanya menulis lagu tapi juga menyanyikan lagu ciptaannya sendiri)
  1. So … as

Digunakan untuk membandingkan sesuatu hal.

Contoh kalimat:

Her drawing isn’t so bad as theirs. (Gambarnya tidak terlalu seperti gambar mereka)

  1. Whether … or

Digunakan sebagai konjungsi untuk menunjukkan dua pilihan berbeda dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat:

    • I don’t know whether she is taking plane or a ship to go to Bali. (Saya tidak tahu apakah dia naik pesawat atau naik kapal ke Bali)
    • You have to eat your medicine, whether or not you want to. (Kamu harus memakan obatmu, terserah apakah kamu mau atau tidak)
  1. As … as

Digunakan untuk membandingkan hal-hal dengan porsi yang sama.

Contoh kalimat:

    • She can cook as good as I do. (Dia bisa memasak sebaik saya)
    • He can drive the car as good as his father does. (Dia bisa mengemudi mobil sebaik ayahnya)
  1. As much … as

Digunakan untuk menyatakan bahwa dua hal sama jumlah atau tingkatannya.

Contoh kalimat:

She likes to cook as much as she likes to exercise. (Dia suka memasak sebesar rasa sukanya akan berolahraga)

  1. No sooner … than

Digunakan untuk mengindikasikan bahwa dua kejadian terjadi secara simultan atau dalam waktu yang hampir bersamaan.

Contoh kalimat:

No sooner had she left the school than it started to rain. (Tidak lama setelah dia meninggalkan sekolah hujan pun turun)

  1. Rather … than

Digunakan untuk mengindikasikan negasi sebagai pilihan yang berlawanan.

Contoh kalimat:

I’d rather play badminton than walking in the park. (Saya lebih memilih bermain bulu tangkis daripada berjalan-jalan di taman)

  1. If … then

Merupakan suatu bentuk pengandaian.

Contoh kalimat:

If that’s your decision, then I’m not going to be worry. (Jika itu adalah keputusanmu, maka saya tidak akan merasa khawatir)

  1. Hardly … when

Digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu telah terjadi dan sesuatu lainnya terjadi tidak lama kemudian.

Contoh kalimat:

I had hardly drink my coffee, when he called my name. (Saya belum sempat meminum kopiku, saat dia memanggil namaku)

  1. Scarcely … when

Digunakan untuk menyatakan bahwa suatu hal terjadi tidak lama setelah terjadinya suatu hal lain.

Contoh kalimat:

Scarcely had he eaten his food when his mom passed out. (Dia belum sempat makan makanannya saat ibunya pingsan)

  1. Just as … so …

Digunakan untuk menghubungkan dua frasa yang memiliki tema yang hampir sama atau yang merujuk pada hal yang hampir sama. Frasa ini digunakan untuk menunjukkan korespondensi antara dua frasa atau dua kata.

Contoh kalimat:

Just as I love eating, so do I love to cook. (Seperti halnya saya suka makan, begitu juga saya suka memasak)

  1. Such … that

Digunakan untuk menjelaskan hasil atau menjelaskan pendapat tentang suatu hal.

Contoh kalimat:

She is such a great chef that many people want to taste her cook. (Dia adalah koki yang sangat hebat sehingga banyak orang yang ingin mencicipi masakannya)

  1. So … that

Digunakan untuk membicarakan tentang tujuan atau alasan.

Contoh kalimat:

He is so kind that everyone loves him. (Dia sangat baik sehingga setiap orang menyayanginya)

Artikel Lainnya

Apa Itu Correlative Conjunction?
Grammar-Conjunction: Apa itu Subordinating Conjunction?
Grammar-Conjunction: Apa itu Correlative Conjunction?
Grammar-Conjunction: Apa itu Coordinating Conjunction?
Grammar-Conjunction: Apa itu Adverbial Conjunctions (Conjunctive Adverbs)?

 

Grammar Tenses: Apa itu Past Perfect Tense?
Perbedaan Simple Past & Past Participle
Grammar-Adverb: Apa itu Time Adverb?
Grammar Tenses: Apa itu Present Perfect Continuous Tense?
Apa itu Indefinite Pronouns?
Kesalahan Umum dalam Grammar Bahasa Inggris
Gerund Sebagai Objek
Phrases: Apa itu Verb Phrase?
Grammar Tenses: Apa itu Past Future Perfect Continuous Tense?
Grammar-Adjective: Nominal Adjectives – Part 2