sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Apa itu Ethos, Pathos, Logos dalam Persuasive Writing

Di era globalisasi saat ini akses komunikasi menjadi terbuka seluas-luasnya tanpa terhambat oleh ruang dan waktu. Social media menjadi platform komunikasi yang krusial diberbagai segi kehidupan masa kini. Melalui media social, kita bisa membangun relasi, menjalankan bisnis, mengembangkan diri dan masih banyak lagi. Untuk bisa memperoleh manfaat yang maksimal dari media social tersebut para penggunanya harus mampu membangun konten yang persuasive. Artinya, konten yang kita buat dapat mendorong atau mengajak seseorang untuk mengikuti keinginan kita. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah lewat tulisan.

Tulisan yang persuasive bukan hanya penting digunakan dalam membuat konten media social. Ini juga penting saat kita membuat tulisan yang bersifat ilmiah. Penelitian ilmiah adalah aktifitas social yang berpusat untuk menjawab pertanyaan serta memberikan solusi dari suatu masalah. Solusi yang kita tawarkan harus bisa diterima oleh orang lain, dan bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk perkembangan penelitian dimasa depan. Dengan kata lain, tulisan yang kita miliki harus bisa diterima pada masa kini walaupun nanti bisa saja berubah dimasa depan.

Oleh karena itu untuk menjadi penulis yang sukses, kamu harus bisa menguasai teknik menulis persuasive. Tulisan yang persuasif harus memiliki 3 pilar utama,  ethos, logos dan pathos. Ketiga unsur ini bersumber pada ide dari Zaman Yunani Kuno yang dibawa oleh Aristoteles. Secara singkat, ethos dapat diartikan sebagai kredibilitas, pathos adalah emosi dan logos adalah logika. Bagaimana cara menerapkan ketiga pilar tersebut dalam tulisan? Mari kita bedah satu persatu.

ETHOS

Dalam Bahasa Yunani, ethos berarti sikap akan sesuatu hal, kepribadian serta karakter. Sebelum mulai menulis, coba pikirkan telebih dahulu apakah anda orang yang dapat dipercaya? Apakah para pembaca dapat mempercayai apa yang anda tulis? Gagasan utama dalam ethos adlah kredibilitas. Tetapi kredibitas itu tidak melekat pada diri penulis, melainkan pada presepsi khalayak tentang si penulis. Jadi anda harus membangun kredibitilitas anda dulu. Berikut cara yang dapat anda lakukan

  • Being an Expert (jadilah ahli)

Menjadi kompeten dan ahli di bidang yang anda lakoni adalah hal yang sangat penting, orang akan mempercayai anda jika memiliki kemampuan dibidang tersebut. Ini merupakan fondasi awal untuk membentuk kredibitilitas anda.

  • Build a Personal Branding (bangun merek pribadi)

Saat anda telah menjadi ahli dalam bidang anda, langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah menunjukan pada orang lain kompetensi anda. Jika keahlian anda semakin dikenal maka kredibitas anda akan semakin diakui. Cara membangun personal branding adalah dengan membuat blog, buku atau bekerja sama dengan media agar tulisan anda bisa dinikmati dan dikenal oleh khalayak ramai. Jadi pastikan bahwa khalayak tahu keahlianmu dengan mempromosikan dirimu.

LOGOS

Secara etimologi Yunani, logos berarti buah pikran yang diungkapkan dalam perkataan dan bersifat nalar sesuai logika. Logos menarik sisi rasional dari manusia, sehingga untuk menerapkan logos, kita harus membentuk argument yang logis. Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mengembangkan logos pada tulisan anda.

  • Make it Understandable (Buatlah dimengerti)

Bahasa yang sederhana menjadi kunci artikel yang bagus. Dengan menggunakan bahas yang simple, argument yang anda bagikan bisa langsung ditangkap oleh pembaca. Angka, grafik, data-data penting lainnya harus disusun sedemikian rupa, misalnya mengunakan tampilan visual agar mudah dimengerti.

  • Make it Logic

Pastikan argument yang anda tulis bisa dinalar oleh pembaca. Tulisan anda haruslah masuk akal dan beralasan. Ini mungkin sulit, terutama jika kamu memiliki banyak ide yang semuanya ingin kamu masukan dalam tulisanmu. Tetapi jika kamu membuat poin gambaran besar tentang tulisanmu dan menempatkannya pada struktur yang tepat, semuanya akan menjadi lebih mudah.

  • Make it Specific

Argumen yang akan kamu sampaikan harus didasari fakta dan contoh nyata yang bisa lebih mudah diterima oleh para pembaca. Kamu bisa menyisipkan data statistic yang berasal dari sumber yang terpecaya, menambahkan bukti nyata seperti gambar pendukung. Atau bahkan menambahkan contoh kasus, agar para pembaca bisa mengerti. Mancantumkan sumber bacaan juga dapat meningkatkan kualitas tulisanmu lho.

PANTHOS

Dari segi bahasa panthos adalah emosi. Suatu tulisan dapat dikatakan persuasive apabila berhasil membawa emosi pembaca sehingga larut dan berempati pada argument yang kita tulis. Jadi pembaca bukan hanya sekedar memahami tetapi juga merasakan emosi yang tertuang dalam tulisan kamu. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan pathos. Misalnya :

  • Choose emotional points and topics (Menggunakan kata dan topik yang emosional)

Kamu bisa memulai tulisan dengan menggunakan kata yang membakar emosi atau semangat para pembaca. Misalnya dengan kata “Beat your social anxiety (kalahkan kecemasan sosialmu), daripada harus mengatakan “learn how to public speaking (belajar cara berbicara di depan umum)

  • Use analogies and metaphos (Menggunakan analogi dan metafora)

Gaya bahasa yang imajinatif dapat membuat pembaca menjadi lebih tertarik untuk membaca tulisan kamu lho. Penggunaan kata metafora seperti “He light up my life”, tentu lebih menarik daripada “he make me happy”, padahal arti keduanya sama yaitu dia membuatku bahagia

  • Using humour (Penggunaan humor)

Menggunakan humor akan membuat para pembaca lebih tertarik dan tidak bosan untuk menyelesaikan artikerl atau tulisan yang kamu buat.

Ethos, logos dan panthos merupakan hal penting yang sulit dipisahkan. Sulit menentukan mana yang terpenting dari ketiganya. Saat hanya menggunakan salah satu, misanya logos, maka tulisan akan kurang berdampak pada pembaca. Jadi, pastikan menguasai dan menggunakan ketiga pendekatan retorikal ini secara tepat agar tulisanmu menjadi lebih persuasif dikalangan pembaca yaa.

 

Apa itu Ethos, Pathos, Logos dalam Persuasive Writing