sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Apa Itu Participle Phrase?

Bahasa Inggris adalah bahasa asing yang paling penting untuk dipelajari dan dikuasai oleh semua orang di era modern ini. Akan tetapi, seringkali yang menghambat pembelajaran orang adalah berbagai macam aturan tata bahasa yang terdengar rumit dan menyulitkan. Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir karena di sini Anda akan belajar bagaimana cara untuk mengerti tata bahasa Prancis yang rumit dengan cara yang mudah.

Salah satu peraturan yang cukup sulit untuk dimengerti pada umumnya adalah participle phrase atau frasa partisip. Pada umumnya, frasa partisip akan dimulai dengan sebuah partisip masa kini atau masa lampau. Jika partisipnya masa kini, maka akhirannya adalah -ing. Sedangkan jika partisipnya berada di masa lampau, maka akhirannya adalah –ed­. Akan tetapi, ada bentuk partisip masa lampau yang tidak beraturan dan akan berakhir dengan berbagai macam bentuk.

Frasa Partisip dengan Objek atau Pengubah

Pada umumnya, semua frasa akan membutuhkan dua atau lebih dari dua kosakata. Oleh karena itu, sebuah frasa partisip biasanya akan memiliki objek atau pengubah yang melengkapi ide yang ingin disampaikan. Berikut ini adalah beberapa contohnya

  • Walking down the street alone in the middle of the night (Berjalan di jalanan sendirian pada tengah malam)
  • Felt my hands being carressed by you while I was sleeping (Merasakan tangan saya dielus oleh Anda ketika saya tidur)
  • Dugged up a hole on my backyard to bury all of my old junks (Menggali lubang di halaman belakang saya untuk menimbun semua sampah lama yang saya miliki)
  • Draining the water from my washing machine (Membuang air dari mesin cuci yang saya miliki)
  • Brushed my long hair after I took a shower (Menyisir rambut panjang saya setelah saya mandi)
  • Caring for you is the most noble thing that I could ever do in my life (Memperdulikan Anda adalah hal yang paling mulia yang bisa saya lakukan dalam seumur hidup saya)
  • Counting on the days until I could meet you again (Menghitung hari hingga saya dapat bertemu Anda lagi)

Frasa Partisip Sebagai Adjektiva

Semua frasa partisip selalu berfungsi sebagai adjektiva dalam sebuah kalimat lengkap. Frasa partisip ini berguna untuk menambahkan deskripsi pada sebuah kalimat tersebut. Karena berfungsi sebagai adjektiva, maka jelas bahwa frasa partisip akan berada setelah nomina atau kata benda dalam sebuah kalimat. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan frasa partisip sebagai adjektiva dalam sebuah kalimat bahasa Inggris beserta terjemahannya.

  • The guy going up the stairs is the landlord of this old building where I live (Sang pria yang sedang menaiki anak tangga adalah pemilik bangunan tua tempat saya tinggal ini)
  • The fire died down quickly once the firefighters arrived to the scene of the crime (Apinya mati dengan cepat setelah para pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian perkara)
  • Dying from hunger, we angrily waited for our meal at the restaurant (Sekarat karena kelaparan, kami dengan amarah menunggu makanan kami di restoran)
  • Dead since a long time ago, Albert Einstein is still being held as one of the most prominent scientist of the century (Telah meninggal sejak lama, Albert Einstein masih dianggap sebagai salah satu ahli sains paling penting di abad ini)
  • Winning an award for best album, Mariah Carey give thanks to her fans and family for always supporting her (Memenangkan penghargaan untuk album terbaik, Mariah Carey berterima kasih kepada para penggemarnya dan keluarganya karena telah selalu mendukungnya)
  • Hiking up the mountain every weekend, the members of this hiking community has been active for the last 5 years (Mendaki gunung setiap akhir pekan, para anggota komunitas mendaki ini telah aktif selama 5 tahun terakhir)

Frasa Partisip Tidak Sama dengan Frasa Gerund

Frasa gerund dan frasa partisip seringkali tertukar hanya karena keduanya sering dimulai dengan kata kerja yang berakhiran dengan –ing. Akan tetapi, kedua frasa ini memiliki perbedaan yang sangat jelas dengan melihat fungsinya dalam sebuah kalimat. Frasa gerund akan selalu bertindak sebagai nomina atau kata benda dalam sebuah kalimat, biasanya kata benda ini juga berfungsi sebagai subjek kalimat. Sedangkan frasa partisip akan selalu berfungsi sebagai adjektiva dalam sebuah kalimat yang selalu berada setelah nomina atau kata benda.

Sebagai contohnya, perhatikan kedua kalimat di bawah ini:

  • Dancing under the moonlight, Claire seems so happy and beautiful on that night (Menari di bawah cahaya bulan, Claire terlihat begitu senang dan cantik pada malam itu)
  • Dancing under the moonlight is the most favorite activity of Claire (Menari di bawah cahaya bulan adalah aktivitas yang paling disukai Claire)
  • Dapat dilihat dari kedua kalimat tersebut, kalimat yang pertama menggunakan frasa partisip karena berfungsi sebagai adjektiva yang menjelaskan Claire. Sedangkan pada kalimat yang kedua, yang digunakan adalah frasa gerund karena merupakan kata benda atau nomina yang berfungsi sebagai subjek dalam kalimat tersebut.

Penekanan Frasa Partisip yang Benar

Ketika frasa partisip digunakan untuk memperkenalkan klausa utamanya, maka frasa partisip pasti akan berada di awal kalimat. Untuk menekankan frasa partisip dalam bentuk ini, Anda harus memisahkan frasa partisip dari klausa utama dengan menggunakan koma. Agar lebih mudah dimengerti, berikut ini adalah beberapa contoh frasa partisip yang digunakan untuk memperkenalkan klausa utama.

  • Shining under the spotlight, her makeup is flawless thanks to the new product by Maybelline (Bersinar di bawah lampu sorot, riasan wajahnya tidak ada cacat berkat produk baru dari Maybelline)
  • Cried all night in her bedroom, her eyes seems all puffy and red this morning (Telah menangis semalaman di dalam kamarnya, matanya terlihat bengkak semua dan memerah pagi ini)
  • Drinking a soda on backstage, she tries to calm her nerves before getting on the stage (Meminum soda di belakang panggung, dia berusaha untuk menenangkan kecemasannya sebelum naik ke atas panggung)
  • Driving with the utmost confidence,he stroll down around town in his new car (Berkendara dengan kepercayaan diri paling tinggi, dia berjalan-jalan keliling kota dengan menggunakan mobil barunya)
  • Trying to fit in, I drank too much alcohol last night that I’m still feeling very dizzy now  (Berusaha untuk menyesuaikan diri, saya telah meminum terlalu banyak alkohol semalam sehingga saya masih merasa sangat pusing saat ini)

Selain digunakan untuk memperkenalkan klausa utama, frasa partisip juga dapat digunakan untuk menyimpulkan atau menutup klausa utama. Dalam hal ini, maka jelas bahwa frasa partisip akan berada di akhir kalimat dan berguna untuk menjelaskan kosakata yang berada di depannya. Penggunaan frasa partisip seperti ini tidak memerlukan penekanan tertentu untuk menyambungkan dua bagian dalam kalimat tersebut. Sebagai contohnya, berikut ini adalah sejumlah kalimat yang menggunakan frasa partisip untuk mengakhiri klausa utama.

  • Mariah wear a red beautiful dress bought by her husband the week before for this ceremony (Mariah menggunakan gaun merah yang indah yang dibelikan oleh suaminya seminggu sebelum perayaan ini)
  • I am lending him a book describing the theory of feminism for the exam (Saya meminjamkannya sebuah buku yang menjelaskan teori feminisme untuk ujian)
  • He is driving his car painted black with white lightning strikes on the side (Dia mengendarai mobilnya yang dicat hitam dengan kilatan petir berwarna putih di bagian sampingnya)
  • They are listening to the music downloaded the day before to accompany this trip (Mereka mendengarkan musik yang telah diunduh sehari sebelumnya untuk menemani perjalanan ini)
  • Deandra is talking to the boy wearing a white shirt and blue jeans (Deandra sedang berbicara kepada anak laki-laki yang mengenakan baju putih dan jeans biru)
  • Everyone is looking at the new girl walking into the math class (Semua orang memperhatikan sang gadis baru yang berjalan memasuki kelas matematika)

Akan tetapi, ketika frasa partisip digunakan untuk mengakhiri klausa utama dan mengubah atau menjelaskan sebuah kata atau nomina yang tidak berada tepat sebelumnya, maka akan perlu menggunakan koma. Sebagai contohnya, frasa partisip yang berada di akhir kalimat yang ingin digunakan untuk menjelaskan subjek yang berada di awal kalimat, maka harus ada koma sebelum frasa partisip tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa contoh kalimat yang menggunakan frasa partisip di akhir kalimat untuk menjelaskan nomina atau kata benda yang berada di depan kalimat.

  • Audrey doesn’t want to go the party anymore, having been bullied by the whole class before (Audrey tidak ingin pergi ke pesta lagi, ia telah dirundung oleh seluruh murid di kelasnya sebelumnya)
  • She locked herself up in her room, crying silently into the pillow because her boyfriend has just dumped her for another girl (Dia mengunci diri sendiri di dalam kamar tidurnya, menangis tanpa suara di atas bantalnya karena kekasihnya baru saja memutuskannya untuk gadis lain)
  • My husband felt his eyes tearing up a little bit, hearing the confession of our daughter about the state of her life at school (Suami saya merasakan matanya berlinang sedikit, mendengar pengakuan dari anak perempuan kami mengenai keadaan kehidupannya di sekolah)
  • My heart stopped a bit, seeing you walking on the other side of the street with another girl in your hand (Jantung saya berhenti berdegup sejenak, melihat Anda berjalan di sisi lain jalanan bersama gadis lain di dalam rangkulan Anda)
  • I panicked for a second, thinking that I have deleted all of the files on my computer (Saya panik untuk sesaat, berpikir bahwa saya telah menghapuskan semua file yang ada di komputer saya)

Penempatan Frasa Partisip yang Benar

Jangan pernah salah menempatkan frasa partisip dalam sebuah kalimat atau bahkan menggantungnya begitu saja tanpa ada nomina atau kata benda yang ingin ia jelaskan. Ingat bahwa frasa partisip berguna untuk adjektiva yang menjelaskan sebuah kosakata sebelumnya. Sehingga artinya frasa partisip harus selalu berada di sebelah nomina atau kata benda yang ingin dijelaskan atau diberi keterangan.

Jika ada jarak yang terlalu jauh antara frasa partisip dengan nomina yang ingin ia jelaskan, maka artinya tidak akan sampai atau bahkan akan berubah. Terlebih lagi jika frasa partisip digunakan dalam sebuah kalimat yang tidak memiliki nomina yang ingin dijelaskan oleh frasa tersebut, maka jelas frasa partisip akan menjadi tidak berguna.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah sejumlah contoh penempatan frasa partisip yang benar dalam sebuah kalimat bahasa Inggris beserta terjemahannya.

  • Laughing with happiness, the girl said thank you to the boy for telling his joke (Tertawa dengan bahagia, sang gadis mengatakan terima kasih kepada sang anak laki-laki karena telah mengatakan leluconnya)
  • Running down the street, they try to race each other to the mall downtown (Berlari di jalanan, mereka berusaha untuk balapan dengan satu sama lain ke mall yang ada di pusat kota)
  • Watching the horror movie in the theatre, she got both of her eyes closed the whole time (Menonton film horor di bioskop, dia menutup kedua matanya sepanjang durasi tersebut)
  • Listening to pop music, he decided that he would become a famous singer in the future (Mendengarkan musik pop, dia memutuskan bahwa ia akan menjadi penyanyi terkenal di masa depan)
  • Wearing the same shirt from two days ago, he got mocked by other students for not having a lot of clothing variations (Mengenakan baju yang sama dari dua hari yang lalu, dia diejek oleh murid lainnya karena tidak memiliki banyak variasi pakaian)

Itulah dia penjelasan lengkap mengenai apa itu participle phrase atau frasa partisip dan bagaimana cara penggunaannya dalam sebuah kalimat berbahasa Inggris. Semoga pelajaran kali ini dapat membantu Anda dalam menggunakan bahasa Inggris sehari-hari.

 

Comparative Only Adjective
Grammar Tenses: Apa itu Past Continuous Tense?
Parts of Speech (The Eight Parts of Speech)
Grammar-Noun: Apa itu Countable Noun?
Grammar-Adverb: Apa itu Amplifiers Adverb?
Clauses: Apa itu Adjective Clause?
Grammar-Noun: Common Noun vs Proper Noun
Apa itu Question Tags?
Apa itu Sentence Modifier?
Grammar-Comparison Adverb: Comparative vs Superlative