sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Bagaimana Mendapatkan Band 9 dalam IELTS

IELTS adalah salah satu jenis tes kemampuan Bahasa Inggris untuk orang yang tinggal di negara yang bukan berbahasa Inggris yang ingin sekolah, bekerja, atau tinggal di UK, Kanada, Australia atau Selandia Baru. IELTS juga bisa digunakan untuk sekolah dan bekerja di Amerika. Setiap negara memiliki kebijakan dan aturannya masing-masing dalam IELTS.

Meskipun demikian, semuanya memiliki tingkat skor yang sama, yakni 0 sampai 9. Tingkat skor IELTS ini disebut dengan band. Band 7 sudah terhitung “good user” (pengguna yang baik) dan merupakan nilai minimal yang dibutuhkan oleh sebagian besar universitas yang ada di negara-negara yang telah disebutkan di atas.

Band 7 tentu saja baik, namun lebih baik lagi jika kita bisa mendapat nilai sempurna (band 9). Band 9 memang sulit didapat, tetapi tidak mustahil untuk meraihnya. Lalu, bagaimana cara mencetak nilai sempurna dalam IELTS? Penjelasan di bawah ini akan memberi tahu kita cara mendapatkan band 9 dalam IELTS. Mari kita simak penjelasannya.

Listening

Tes IELTS terbagi ke dalam empat bagian, yaitu tes listening (mendnegarkan), reading (membaca), writing (menulis), dan speaking (berbicara).

Untuk tes listening, kita harus menjawab pertanyaan berdasarkan audio yang kita dengarkan. Perlu diingat bahwa audio hanya akan diperdengarkan satu kali saja sehingga kita harus benar-benar menaruh perhatian ketika kita mendengarkannya. Di bawah ini ada beberapa tip saat mengerjakan bagian listening:

  • Jangan mencatat

Kita mungkin pernah mendengar saran dari orang lain untuk mencatat ketika kita sedang mendengarkan audio dalam tes listening agar kita tidak lupa informasi yang disampaikan oleh audionya. Cara ini keliru karena tes listening adalah untuk mengukur kemampuan mendengarkan kita, bukan untuk seberapa baik kita mengingat.

Selain itu, mencatat ketika mendengarkan bisa membuat fokus kita teralihkan. Kita bisa saja tertinggal informasi penting ketika kita sedang sibuk mencatat informasi lainnya. Catatan yang kita buat bisa juga membingungkan karena ketika mencatat kita biasanya hanya menuliskan kata atau frasa saja. Untuk itu, alih-alih mencatat, dengarkanlah audionya dengan saksama. Manfaatkan juga waktu singkat sebelum audionya dimulai untuk membaca pertanyaan.

  • Perhatikan tone pembicara dalam audio

Terkadang tone dan intonasi pembicara dalam audio bisa membantu kita untuk mencari tahu jawabannya. Pembicara terkadang akan menekankan dan berbicara lebih jelas ketika ia sedang mengucapkan jawaban. Sebaliknya, apabila pembicara berbicara cepat, jawaban tidak akan ada dalam pembicaraan tersebut. Tentu saja dibutuhkan latihan untuk memahami tone dan intonasi ini.

  • Dengarkan audio sampai selesai

Walaupun kita sudah menemukan jawabannya, kita harus tetap mendengarkan audio sampai selesai. Itu karena terkadang jawaban yang menurut kita benar akan direvisi di akhir audio.

  • Dengarkan berbagai rekaman

Sering-seringlah melatih kemampuan mendengarkan kita dengan mendengarkan berbagai contoh rekaman. Pembicara pada tes listening IELTS bisa beraksen Inggris, Australia, Kanada, Skotlandia, dan sebagainya. Untuk itu, kita disarankan untuk mendengarkan audio dengan berbagai aksen. Kita juga bisa melatih kemampuan mendengarkan kita dengan menonton film tanpa subtitle. Manfaatkan juga platform-platform di internet untuk membantu kita meningkatkan skil listening kita.

Reading

Tes reading pada IELTS adalah untuk mencari tahu kemampuan kita dalam memahami apa yang telah kita baca. Di bawah ini adalah beberapa tip dan trik yang bisa diikuti ketika mengerjakan soal reading dalam tes IELTS.

  • Membaca pertanyaan

Hal pertama yang harus kita lakukan ketika mengerjakan soal reading IELTS adalah membaca pertanyaannya. Membaca pertanyaan bisa memberikan kita petunjuk tentang apa yang akan dibicarakan dalam teksnya.

Sebenarnya tipe pertanyaan tes reading IELTS hanya ada 5 tipe. Empat tipenya berupa mencari informasi di dalam teks dan yang satunya adalah pemahaman tentang teksnya. Dengan membaca pertanyaannya terlebih dahulu kita bisa menentukan tipe pertanyaannya. Setelah mengetahui tipe pertanyaan, kita kemudian masuk ke langkah selanjutnya, yakni skimming teks.

  • Skim teks

Skimming adalah teknik membaca dengan cara membaca cepat teks untuk mencari tahu garis besar teks tersebut. Dengan skimming¸kita bisa menemukan inti dari sebuah teks tanpa membacanya secara keseluruhan. Melakukan skimming dalam tes reading IELTS akan menghemat waktu kita. Cara melakukan skim yang baik ketika membaca teks reading dalam IELTS, di antaranya adalah:

    • Baca judul
    • Baca dan pahami kalimat pertama dalam setiap paragraf
    • Baca kalimat terakhir setiap paragraf

Bacalah kalimatnya dengan pelan-pelan tanpa terburu-buru. Yang paling penting adalah kita memahami maksud dari kalimat-kalimat tersebut. Dengan hanya membaca judul, kalimat awal, dan kalimat akhir saja, kita akan mengetahui maksud keseluruhan teks. Teknik skimming ini sangat cocok terutama untuk menjawab jenis pertanyaan yang membutuhkan pemahaman kita akan teksnya. Sedangkan untuk 4 jenis teks lain, kita hanya butuh memahami 20% isi teksnya.

  • Gunakan petunjuk konteks (context clues)

Jangan panik ketika kita menemukan kata yang kita tidak tahu artinya. Gunakanlah konteks pada bacaannya untuk menebak arti kata tersebut.

Contoh:

Her writing is illegible. No one can read it.

Berdasarkan konteks pada teksnya, kita bisa tahu bahwa arti dari “illegible” adalah “tidak terbaca”

Contoh lain:

Mary is humble unlike her ostentatious sister.

Berdasarkan konteksnya, kita bisa tahu bahwa “ostentatious” adalah kebalikannya dari humble (rendah hati) yang artinya “berlagak”.

  • Perhatikan detail

Lihatlah teksnya dengan cermat. Beri perhatian lebih kepada kata dengan huruf kapital atau kata yang digarisbawahi, ditebalkan, atau dimiringkan karena kemungkinan besar kata-kata tersebut adalah kata penting. Perhatikan juga jika ada tabel, grafik, atau angka.

  • Jawablah semua pertanyaan

Jawablah semua pertanyaan walaupun kita tidak yakin akan jawaban kita. Ingatlah selalu bahwa jawaban salah tidak akan mengurangi nilai kita. Tulislah apapun yang menurut kita paling benar. Siapa tahu jawaban tersebut adalah memang jawaban yang benar.

Writing

Pada tes writing kita diberi waktu 60 menit untuk membuat dua jenis tulisan. Bagaimana caranya dalam waktu singkat ini kita bisa membuaat tulisan dengan skor band 9? Di bawah ini adalah tip and trik untuk melakukannya:

  • Perhatikan struktur

Tulisan yang baik adalah tulisan yang memiliki pembuka, isi, dan penutup. Begitu juga pada tulisan IELTS. Disarankan esai yang kita buat minimal memiliki 4-5 paragraf. Paragraf pertama adalah pembuka, kedua sampai ketiga atau keempat adalah isi, dan paragraf terakhir adalah penutup atau kesimpulan. Dengan struktur ini, tulisan kita akan lebih mengalir dan lebih enak dibaca.

  • Buatlah outline

Kita hanya diberi waktu 20 menit untuk mengerjakan task 1 dan 40 menit untuk mengerjakan task 2. Dalam waktu singkat ini, kita harus membuat dua tulisan berdasarkan pertanyaan yang diajukan. Untuk menghemat waktu, kita harus membuat outline tulisan kita terlebih dahulu. Membuat outline tidak akan menghabiskan waktu lebih dari 5 menit. Membuat outline juga akan memudahkan kita ketika kita membuat tulisannya sehingga akan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menulis. Mari kita lihat contoh outline:

Pertanyaan:

Some people think that formal education should start for children as early as possible, while others think that it should not start until 7 years of age.

Discuss both views and give your opinion.

Contoh outline:

Paragraf 1 (pembuka): Some people believe that children should begin their formal education as soon as possible. However, others disagree and think that the optimum time for them to commence it is when they are aged 7. I agree with the later opinion.

Paragraf 2 (alasan satu pihak): 1) the earlier a child starts to learn, the better their intelligence will be. 2) Children will learn to be competitive, independent, and motivated.

Paragraf 3 (alasan pihak lain dan opini sendiri): 1) over-burdening children with academic study leads to stress. 2) Focusing on play-based programs develops cognitive abilities most effectively.

Paragraf 4 (kesimpulan): Children should start school later because 1) they can learn through play-based activities, and 2) formal education at an early age leads to stress and does not guarantee to help them achieving higher grades long-term.

Dari outline tersebut, kita dapat mengembangkannya menjadi sebuah paragraf. Contoh outline paragraf dua yang dikembangkan:

“Those who argue for beginning earlier base this on several reasons. Firstly, they believe that the earlier a child starts to learn, the better their intelligence will be. This is because they will have a head-start over those starting later. Another reason is that children will learn to be competitive, independent, and motivated as they aim to get the best scores and to complete their homework. These are strong arguments in a world which these days rewards the highest achievers with the best jobs.”

(sumber: ieltsbuddy.com)

  • Periksa

Setelah selesai dan masih ada waktu tersisa, gunakanlah waktu tersebut untuk memeriksa ulang tulian kita. Pastikan tidak ada kesalahan tata bahasa dan ejaan. Pastikan juga apakah jumlah kata kita sudah memenuhi kriteria.

Speaking

Dalam tes speaking kita akan diberikan sebuah topik dan kita harus membuat cerita dari topik tersebut. Setelah topik diberikan, kita akan diberikan waktu untuk membuat outline apa saja yang akan kita katakan. Berikut adalah bebrapa tip dan trik dalam tes speaking:

  • Gunakan kata sederhana

Ingatlah bahwa tes speaking IELTS adalah untuk mengukur kemampuan berbicara Bahasa Inggris kita bukan kemampuan intelektual kita. Cara kita berbicara lebih penting dari apa yang kita bicarakan. Kita bahkan bisa mengarang cerita selama karangan kita tersebut berhubungan dengan topiknya.

Kita tidak perlu menggunakan kata-kata sulit atau struktur kalimat yang kompleks dalam tes speaking. Kosakata yang sederhana yang disusun dalam kalimat pendek pun, asalkan kita fasih ketika menyampaikannya, akan membantu kita meraih skor band 9.

  • Berbicara pelan

Banyak di antara kita yang berpikir bahwa semakin cepat seseorang berbicara semakin ia fasih dalam bahasa yang digunakannya. Padahal ini adalah pemikiran yang keliru. Buktinya, banyak orang yang pandai berbicara di depan umum (public speaking), berbicara pelan-pelan. Faktanya, berbicara pelan bisa membuat kita terdengar lebih percaya diri dan tenang. Selain itu, berbicara pelan juga memberikan waktu yang lebih lama bagi kita untuk memikirkan apa kata selanjutnya yang akan kita ucapkan. Dalam tes speaking IELTS, kecepatan tidak termasuk ke dalam kriteria penilaian. Yang dinilai dalam tes ini adalah kejelasan, keakuratan, serta kelancaran berbicara.

  • Perhatikan tone

Tone dan intonasi sangat penting ketika berbicara. Dengan menggunakan tone dan intonasi yang sesuai, pendengar akan lebih mudah menyerap apa yang kita ucapkan. Peletakan penekanan pada kata juga bisa membuat pendengar membayangkan cerita kita di dalam pikiran mereka lebih baik. Dengan ini, ia akan percaya bahwa kita adalah pembicara yang baik.

Demikianlah beberapa tip dan trik untuk mendapatkan band 9 dalam IELTS. Tentunya tip dan trik ini tidak akan berhasil tanpa latihan yang tekun. Oleh karena itu, jangan lupa untuk berlatih, berlatih, dan berlatih. Selamat berlatih dan good luck!

 

Cara Menulis Surat Informal (Informal Letter) dalam Bahasa Inggris
Apa Perbedaan TOEFL dan IELTS?
Bagaimana Mendapatkan Band 9 dalam IELTS
Cara Menulis Surat Formal (Formal Letter) dalam Bahasa Inggris
Cara Mendeskripsikan Pie Chart atau Diagram Lingkaran
Cara Menulis Overview dalam Bahasa Inggris
Cara Bercerita Mengenai Waktu Luang dan Hobi dalam Bahasa Inggris
Cara Menjelaskan Peta (Describe a Map) dalam Bahasa Inggris
Bagaimana Cara Melakukan Parafrase dalam Bahasa Inggris?
Cara Mendeskripsikan Hewan (Describe an Animal) dalam Bahasa Inggris