sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Listening TOEFL: Yang Dilakukan Saat Luput Pahami Kata dalam Listening

Berkutat selama berjam-jam melihat deretan kata demi kata dalam bahasa Inggris memang bukan hal sepele. Terlebih jika kamu bukan berasal dari lingkungan yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi utama.

Tentu ada kalanya kamu merasa tidak memahami sebuah kata saat mengerjakan soal reading, atau yang dikenal dengan vocabulary road blocks.

Dalam artikel sebelumnya sudah dibahas strategi mengatasi hal ini, yaitu dengan memahami paragraf secara keseluruhan, bukan kata per kata.

Nah dalam artikel kali ini, kita akan membahas tentang apa yang harus dilakukan saat luput memahami sebuah kata dalam listening tes TOEFL. Ingat, rumus pertama adalah jangan sampai sebuah kata itu menjadi penghalang dan memperlambat laju kamu dalam mengerjakan tes TOEFL.

Waktu terus berjalan tanpa terasa. Jangan sampai terjebak dalam sebuah kata yang sama sekali tidak pernah terlintas dalam benak kamu, ya!

Hindari Distraksi saat Listening

Sangat wajar jika kamu luput mendengar sebuah kata saat sedang mendengarkan listening comprehension. Jangan sampai kata-kata yang sulit didengar dengan jelas ini justru mendistraksi konsentrasimu, ya!

Sekali kamu merasa teralihkan dengan sebuah kata, seluruh rangkaian listening tes TOEFL akan berantakan karena kamu tidak bisa mengikuti dengan baik. Tetaplah fokus pada hal yang kamu pahami dan beri perhatian pada seluruh makna yang ada dalam percakapan.

Untuk mencoba tes kemampuan listening kamu, dalam tautan https://soundcloud.com/david-recine-1/interview-with-john-chambers-cisco-executive-at-davos-world-economic-forum-january-2016 ada wawancara yang kemungkinan besar kamu akan melewatkan beberapa kata atau frasa.

Tautan tersebut berisi wawancara antara seorang reporter dengan Chairman Eksekutif CISCO John Chambers dalam acara World Economic Forum di Davos tahun 2016.

Coba dengarkan baik-baik contoh percakapan di atas. Kedua speakers berbicara dengan sangat jelas, namun aksen bahasa Inggris yang mereka ucapkan sedikit asing. Reporter yang mewawancarai John Chambers berasal dari Australia, sementara Chambers beraksen Amerika Selatan.

Tentu kamu tahu kan, aksen Amerika bagian selatan jauh berbeda dengan aksen Amerika bagian Utara yang sudah kerap kali kita dengar.

Setelah selesai mendengarkan tautan di atas, kamu bisa mencatat bagian yang luput dan mencocokkannya dengan transkrip berikut ini: https://s3.amazonaws.com/magoosh.resources/MagooshWEFDavosJohnChambersInterview.pdf

Tentu bukan latihan namanya jika tidak diikuti dengan rangkaian pertanyaan yang berkaitan dengan wawancara di atas.

Contoh Pertanyaan

Coba jawab beberapa pertanyaan berikut untuk menguji seberapa paham kamu dengan wawancara tersebut. Berikut ini contoh soal komprehensifnya:

1. What concerns about China does the interviewer mention?

Pertanyaan ini mengacu pada bagian pembuka yang diucapkan oleh reporter sebelum memulai wawancara. Konflik yang menjadi bahasan utama bersama John Chambers adalah situasi perekonomian China yang mulai melemah dan menggentarkan beberapa investor.

2. What does John Chambers think about these China-related fears? And what reasons does he give for his opinion?

Pertanyaan kedua merujuk pada jawaban pertama Chambers atas pertanyaan reporter. Jika kamu mengikuti listening dengan teliti, maka kamu bisa tahu bahwa Chambers yakin bahwa pelemahan ekonomi ini hanya sementara. Keyakinan ini berasal dari pengalamannya untuk mulai berinvestasi di China sejak tahun 1995, jauh sebelum investor lain terpikir untuk melakukannya. Ditambah lagi dengan pemerintah, komunitas bisnis, dan warga Cina yang memiliki kesamaan visi misi.

3. John Chambers compares Cisco to other similar companies. What does he say in his comparisons? (Bonus: What are the specific companies he compares Cisco to?)

Tiap pertanyaan dalam listening pasti bersifat detil, dan menuntut kamu untuk menyebutkan hal-hal yang tidak boleh salah seperti nama subjek. Dalam hal ini, Chambers menyebutkan top companies dalam jawaban ketiganya yaitu IBM, HP, Oracle, dan Microsoft. Dalam perbandingannya, Chambers menyebutkan bahwa dirinya sangat optimis dengan masa depan Cisco, berbekal dari pencapaian selama beberapa tahun terakhir. Dalam paragraf ini Chambers banyak menyebutkan angka dan nama perusahaan sehingga kamu harus ekstra detil dalam mendengarkan.

4. Chambers mentions fiscal quarters where Cisco had no growth. How does he explain this lack of growth?

Masih terkait dengan pertanyaan sebelumnya, jawaban dari pertanyaan ini adalah quiet period sehingga angka penjualan di tahun 2015 hingga 2016 cenderung stagnan. Strategi ini diterapkan Chambers untuk menerapkan strategi baru untuk masa depan perusahaan.

5. What does Chambers regret about his past business activities in China?

Jawaban dari pertanyaan ini terletak di bagian akhir wawancara saat Chambers menjelaskan dalam kalimat pertamanya, “I regret that I didn’t formed a tighter partnership with key Chinese companies earlier in the cycle.” Menurut Chambers memilih partner yang strategis adalah salah satu kunci untuk mendatangkan keuntungan maksimal.

Dari latihan soal tentang perusahaan IT Cisco di atas, tentu ada kalanya kamu melewatkan satu hingga dua kata saat mendengarkan speakers berbicara. Hal ini wajar, terlebih jika kamu merasa asing dengan dunia IT.

Untuk itu yang perlu dilakukan saat kamu melewatkan satu kata saat listening tes TOEFL adalah tetap fokus dan jangan sampai konsentrasi kamu buyar hanya karena sebuah kata. Abaikan kata tersebut, dan buat kesimpulan yang selaras dari kalimat-kalimat yang mengikutinya.

Jika memang kamu melewatkan salah satu subjek seperti nama perusahaan yang disebutkan oleh John Chambers, cukup sebutkan beberapa nama perusahaan yang sempat terekam dalam ingatanmu. Dengan cara ini, paling tidak kamu masih bisa memberikan poin yang penting.

Jika kamu bingung antara dua ejaan nama perusahaan, kaitkan dengan kata kunci “top IT companies” untuk membantu kamu mengetahui perusahaan apa yang disebutkan. Bagaimana agar kamu bisa tahu hal itu? Tentu saja dengan memperkaya wawasan sehingga banyak hal di luar konteks tes TOEFL yang bisa membantu kamu dalam menjawab soal.

Artikel Lainnya

Contoh Soal Listening TOEFL: Monolog Panjang
Contoh Soal Listening TOEFL: Long Discussions
Contoh Soal Listening TOEFL: Short Talks (Part 2)
Contoh Soal Listening TOEFL: Short Talks (Part 1)
Contoh Soal Listening TOEFL: With The Professor
Contoh Soal Listening TOEFL: Percakapan di Kampus (Part 2)
Contoh Soal Listening TOEFL: Percakapan di Kampus (Part 1)
Contoh Soal Listening TOEFL: Animals
Contoh Soal Listening TOEFL: Informal Chit-chat
Contoh Soal Listening TOEFL: Percakapan Sehari-hari

 

Tip TOEFL: Besok Mau Tes TOEFL? Ini 10 Tips Jitu Buat Kamu
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression tentang Animals
Belajar Grammar Tes TOEFL: Struktur Kalimat Paralel
Kata, Kalimat, atau Ungkapan yang Mengekspresikan Terima Kasih dan Rasa Syukur
35 Kata Adjective dan Contoh Kalimatnya
Speaking TOEFL: Latihan Soal Utarakan Pendapat
Listening TOEFL: Belajar Listening dari Subtitles dan Transkrip
Speaking TOEFL: Strategi Speaking TOEFL, Jurus 100 Kata
ReadingTOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 2)
Tip TOEFL: Ketika Sistem Sebuah Negara Mempengaruhi Skor TOEFL


 
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Seni
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Mengenal Negara-negara
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Sosok Penting
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Health
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Petakan Isu Formal
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Biology Class
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Belajar Sejarah (Part 3)
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Belajar Sejarah (Part 2)
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Belajar Sejarah (Part 1)
Contoh Soal TOEFL Reading Comprehension & Vocabulary