sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 1)

Setelah sebelumnya kita belajar membuat pemaparan Integrated Speaking yang ringkas dengan cara transkrip dan menulis ulang (re-write), kita akan mencoba mengulas materi yang lain. Ingat, pilihan kata dan konten sangat penting dalam memaparkan rangkuman kamu di Integrated Speaking yang durasinya sangat singkat.

Kali ini, topiknya adalah tentang metode mengingat yaitu implicit memory. Istilah tersebut mengacu pada cara kerja otak yang mengingat kejadian di sekitar kita tanpa persetujuan siapapun.

Topik ini diambil dari Test 3 dalam Official TOEFL iBT Tests, Volume 1 (http://magoosh.com/toefl/2013/official-toefl-ibt-tests-book-review/). Mari kita langsung menyimak contohnya:

Integrated Speaking (Sebelum Revisi)

“The reading defines the term of (the concept of) implicit memory as a non-conscious method of memorizing. It means that our brain memorizes the events around us without our permission.”

“The speaker illustrates this point with an example. He said that in a test we install a billboard in a busy highway. Our billboard shows a car picture and its name which was Panther.  Then, we ask the driver who commute in that highway if you notice that.  Majority of them said no.

But then we ask them what is the name of an animal which start with the letter P, majority of drivers said panther. This example clearly shows the unconscious method of memorizing.”

Integrated Speaking (Versi Revisi)

“The passage defines “implicit memory” as an unconscious way to memorize something. In the process, our brain recalls things without any conscious knowledge.”

“The speaker illustrates this concept with an interesting example. There was a psychological test where a billboard was put on a busy highway. The billboard showed a picture of a brand name car called the Panther. After they drove the highway, commuters were asked if they remembered the billboard ad. Some commuters said they didn’t remember seeing that.

But when these commuters were asked to name an animal starting with the letter P, the majority of them said “panther.” This example clearly shows implicit memory at work, because the drivers could remember the panther even if they didn’t consciously remember the billboard.”

Perbandingan Integrated Speaking

Secara hati-hati dan seksama, perhatikan 2 versi di atas. Apa perubahan yang ada dari versi pertama? Setelah menemukan perbedaannya, cari tahu mengapa revisi itu perlu dilakukan? Lalu dari perubahan, apa yang bisa kamu pelajari dari penggunaan bahasa Inggris efektif dalam Integrated Speaking? Berikut ini rangkumannya:

Paragraf 1 (Kalimat Pertama)

  • Teks original:

The reading defines the term of (the concept of) implicit memory as a non-conscious method of memorizing.

  • Revisi:

The passage defines “implicit memory” as an unconscious way to memorize something.

  • Catatan:

Ada pengulangan kata bermakna sama dalam kalimat di atas, yaitu “term” dan “concept”. Biasanya hal ini terjadi karena test-taker ragu menggunakan kata yang tepat. Jika kamu menghadapi situasi semacam ini, strateginya adalah hindari sepenuhnya, jangan gunakan salah satu dari kata-kata tersebut.

Selain itu, dalam revisi kata “implicit memory” dituliskan dalam tanda kutip. Dalam bahasa tutur, penggunaan tanda petik adalah dengan memberi jeda sebelum mengucapkan kata-kata dalam tanda petik.

Kata “non-conscious” juga diubah menjadi “unconscious”, yang terus digunakan dalam paragraf berikutnya. Revisi ini tepat karena kata “unconscious” lebih umum dalam istilah akademis psikologi.

Paragraf 1 (Kalimat Kedua)

  • Teks original:

It means that our brain memorizes the events around us without our permission.

  • Revisi:

In the process, our brain recalls things without any conscious knowledge.

  • Catatan:

Dalam revisi kedua ini, “without our permission” adalah frasa yang terlalu berlebihan terkesan negatif. Pada soal, speaker menggunakan frasa ini sebagai bentuk kritik atas periklanan atau advertising yang dipaksakan, mengacu pada pengalaman psikologis dalam iklan billboard.

Frasa bermakna negatif ini bahkan bukan bagian dari fokus pembicaraan. Dosen dalam materi soal tidak mempermasalahkan iklan yang dipasakan.

Menurutnya, hanya kemungkinan iklan billboard komersil bukan iklan untuk produk sebenarnya. Tidak ada orang dalam eksperimen yang membuktikan bahwa mereka tanpa sadar ingin membeli mobil baru hanya lewat melihat iklan billboard.

Setelah melihat revisi dari paragraf pertama, terlihat bagaimana penggunaan frasa dan pemaparan konsep memegang peranan penting dalam Integrated Speaking.

Salah memilih istilah atau term yang digunakan saat kamu berbicara di Integrated Speaking bisa menciptakan persepsi yang salah dari orang yang mendengarnya.

Dan ingat juga, pilihlah kata yang umum dan banyak digunakan dalam lingkungan akademis berbahasa Inggris.

Semakin umum dan logis kata yang kamu gunakan, akan membuat tim penilai mudah memahami argumen yang kamu paparkan.

Hal lain yang juga kerap ditemui saat kamu akan memaparkan pendapat adalah pemilihan kata.

Kadang ada dua pilihan kata yang kamu ragukan. Jika hal ini terjadi, tinggalkan saja pilihan yang meragukan tersebut.

Bisa jadi jika kamu memaksakan menggunakan kata meski ragu-ragu, justru akan mengubah keseluruhan makna dari argumen yang kamu gunakan. Ingat, kamu hanya punya waktu beberapa detik untuk menjawab Integrated Speaking.

Jangan habiskan waktu untuk mencari kata yang tepat. Manfaatkan dengan secepat mungkin mencari frasa lain yang lebih tepat, dan paling penting: logis.

Selain penjelasan di atas, masih ada lanjutan paragraf kedua yang bisa kamu jadikan panduan saat nanti menghadapi sesi speaking dalam tes TOEFL. Lengkapnya akan kita ulas tuntas di artikel selanjutnya. Jangan ke mana-mana, ya!

Artikel Lainnya

Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 2)
Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 1)
Contoh Revisi TOEFL Integrated Speaking (PART 2)
Contoh Revisi TOEFL Integrated Speaking (PART 1)
Listening TOEFL: Asah Listening dan Pelafalan dengan “Minimal Pairs”
Speaking TOEFL: Latihan Soal Utarakan Pendapat
Speaking TOEFL: Formula “MEEM”
Speaking TOEFL: Formula Menjawab Speaking Task: “SEA”
Speaking TOEFL: Cara Pelafalan “W” dan “V” dan Tips “TLDNR”
Speaking TOEFL: Seni Diplomasi dalam Percakapan Bahasa Inggris

 

Contoh Soal Listening TOEFL: Short Talks (Part 1)
Contoh Soal TOEFL Reading Comprehension: Dunia Binatang (Part 2)
Listening TOEFL: Yang Dilakukan Saat Luput Pahami Kata dalam Listening
Writing TOEFL: Etika Kutipan dan Parafrase
Writing: 15 Latihan Soal Independent Essay dalam Writing
Writing TOEFL: Mencari Ide Menulis
Tip TOEFL: Frasa Sering Terucap: “Chances Are”
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Sosok Penting
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Health
Writing TOEFL: Struktur Paralel Lanjutan dalam Bahasa Inggris


 
Pertajam Kreativitas Lewat Kemampuan Parafrase
Tanda Baca Ellipsis dan Asterisk dalam Bahasa Inggris
Penggunaan Apostrophe dalam Kata Ganti Benda Kepemilikan
Berbagai Tanda Baca dalam Penulisan Bahasa Inggris Akademik
Latihan Tes TOEFL Lewat Video Games (PART 2)
Latihan Tes TOEFL Lewat Video Games (PART 1)
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Seni
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Mengenal Negara-negara
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Petakan Isu Formal
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Biology Class