sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 2)

Masih berbicara tentang materi tes TOEFL Integrated Speaking, kali ini kita masih akan mencari tahu bagaimana trik belajar logika dalam materi speaking bertema “implicit memory”.

Mengapa logika penting? Karena hanya hal inilah yang menjadi penyambung apakah ide yang ada dalam kepala kamu bisa diterima dan dipahami sepenuhnya oleh lawan bicara.

Jika tidak ada logika dalam argumen yang kamu paparkan, bisa jadi orang yang mendengarkan, atau dalam hal ini tim penilai tes TOEFL, justru akan mendapat persepsi yang berbeda atau salah paham.

Dalam artikel sebelumnya, kita sudah membahas tentang soal Integrated Speaking yang mengangkat topik tentang “implicit memory” dalam penggunaan advertising atau industri periklanan.

Kita telah mengupas tentang paragraf pertama dan bagaimana perbedaan antara kalimat sebelum dan sesudah direvisi. Nah, ini saatnya membahas tentang paragraf selanjutnya.

Kita akan mengupas bagian inti dari pemaparan test-taker, lengkap dengan analisis tentang perubahan dan perbandingannya. Mari kita simak:

Paragraf 2 (Kalimat Pertama)

  • Teks original:

“The speaker illustrates this point with an example.”

  • Revisi:

“The speaker illustrates this concept with an interesting example.”

  • Catatan:

Penggunaan kata “concept” tentu sedikit lebih baik dibandingkan dengan “point”, karena hal ini mengacu pada sebuah kumpulan ide, bukan hanya sebuah kata. Dalam narasi dan audio dari dosen yang diperdengarkan, implicit memory jelas adalah sebuah konsep, bukan hanya ide tunggal yang dangkal.

Perbedaan yang paling terlihat dari kalimat pertama paragraf 2 adalah tambahan kata “interesting”. Apa dampak yang terasa dari penambahan kata tersebut? Penuturannya menjadi lebih natural dan terasa seperti sebuah percakapan seutuhnya.

Paragraf 2 (Kalimat Kedua)

  • Teks original:

“He said that in a test we install a billboard in a busy highway.”

  • Revisi:

“There was a psychological test where a billboard was put on a busy highway.”

  • Catatan:

Dalam Integrated Speaking, tentu kamu ingin membuat penuturan kamu sesederhana mungkin. Dalam waktu 60 detik, kamu akan berusaha untuk menyampaikan informasi. Namun ada kasus langka yang mengharuskan kata-kata menjadi lebih rumit.

Dalam hal ini adalah eksperimen yang dilakukan dosen, perlu dijelaskan dengan detil agar pendengar tahu apa yang sedang terjadi. Untuk membuat kalimat ini lebih jelas, ditambahkan informasi ekstra, bahwa tes tersebut adalah “psychological test”.

Kata-kata “he said” pun diganti dengan “there was” untuk memperjelas bahwa eksperimen tersebut benar-benar terjadi dan sudah dilakukan, bukan hanya skenario dari imajinasi dosen.

Paragraf 2 (Kalimat Ketiga)

  • Teks original”

“Our billboard shows a car picture and its name which was Panther.”

  • Revisi:

“The billboard showed a picture of a brand name car called the Panther.”

  • Catatan:

Apa yang berbeda dari revisi di atas? Sama halnya seperti kalimat kedua dalam paragraf 2, kalimat ketiga ini membutuhkan data yang lebih detil. Dalam kalimat revisi, Panther dijelaskan sebagai merek dagang sebuah mobil, bukan hanya satu buah mobil.

Ada juga revisi grammar dari kata “our billboard” yang terkesan hipotetis menjadi “the billboard” yang terdengar layaknya iklan yang benar-benar terjadi.

Lalu revisi terakhir adalah kata “shows” yang diubah menjadi “showed” karena kejadian seputar pemasangan billboard itu telah terjadi di masa lampau.

Paragraf 2 (Kalimat Keempat)

  • Teks original:

“Then, we ask the driver who commute in that highway if you notice that.”

  • Revisi:

“After they drove the highway, commuters were asked if they remembered the billboard ad.”

  • Catatan:

Lagi-lagi, penggunaan kalimat lampau dalam teks original membuatnya terdengar hipotetis, padahal hal ini menjelaskan kejadian yang benar-benar terjadi.

Kata “after” di awal aklimat kedua memberi makna lebih kuat tentang kejadian fakta dan rentetannya. Tak lupa kata kerja lampau juga ditambahkan untuk menandai eksperimen ini sebagai hal yang benar-benar terjadi di masa lampau.

Paragraf 2 (Kalimat Kelima)

  • Teks original:

“Majority of them said no.”

  • Revisi:

“Some commuters said they didn’t remember seeing that.”

  • Catatan:

Dalam hal ini, revisi cukup besar dilakukan karena teks original mencantumkan informasi yang tidak akurat. Dalam soal, Profesor mengindikasikan bahwa beberapa pengendara tidak mengingat iklan billboard tesebut. Bukan berarti Profesor berkata bahwa mayoritas pengendara tidak mengingatnya.

Paragraf 2 (Kalimat Keenam)

  • Teks original:

“But then we ask them what is the name of an animal which start with the letter P, majority of drivers said panther.”

  • Revisi:

“But when these commuters were asked to name an animal starting with the letter P, the majority of them said “panther”.

  • Catatan:

Kata “majority” yang digunakan dalam teks original sudah benar, karena merujuk pada kelompok pengendara yang tidak ingat melihat billboard. Menurut Profesor, sebagian besar pengendara menyebut “panther” saat ditanya tentang binatang berawalan “P”.

Lalu masalah lainnya adalah dalam kalimat ini, lagi-lagi eksperimen terdengar hipotetis. Mengapa? Karena ada kata “we” dan kata kerja present yaitu “ask”.

Namun dalam kalimat revisi yang menggunakan kata kerja lampau “were asked”, jelas bahwa eksperimen ini sudah rampung dilakukan.

Paragraf 2 (Kalimat Ketujuh)

  • Teks original:

“This example clearly shows the unconscious method of memorizing.”

  • Revisi:

“This example clearly shows implicit memory at work.”

  • Catatan:

Versi original adalah kesimpulan yang bisa diterima. Namun versi yang telah direvisi menegaskan kesimpulan dengan mengutarakan kembali kata kunci dalam essay ini, yaitu “implicit memory.”

Harus diakui memang Integrated Speaking bisa menjadi lebih rumit jika sudah melibatkan artikel tentang topik akademis. Banyak informasi yang belum tentu familiar bagi para test-takers.

Yang perlu kamu lakukan adalah tetap berpegangan pada informasi yang akurat, gunakan grammar yang tepat, dan pilihan kata yang tepat. Bagaimana cara menguasai hal tersebut?

Tentu dengan banyak berlatih dan merevisi respon dalam Integrated Speaking, seperti yang ada dalam artikel ini dan artikel sebelumnya. Selamat berlatih!

Artikel Lainnya

Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 2)
Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 1)
Contoh Revisi TOEFL Integrated Speaking (PART 2)
Contoh Revisi TOEFL Integrated Speaking (PART 1)
Listening TOEFL: Asah Listening dan Pelafalan dengan “Minimal Pairs”
Speaking TOEFL: Latihan Soal Utarakan Pendapat
Speaking TOEFL: Formula “MEEM”
Speaking TOEFL: Formula Menjawab Speaking Task: “SEA”
Speaking TOEFL: Cara Pelafalan “W” dan “V” dan Tips “TLDNR”
Speaking TOEFL: Seni Diplomasi dalam Percakapan Bahasa Inggris

 

Contoh Soal Listening TOEFL: Long Discussions
Tip TOEFL: Kiat menghadapi Tes TOEFL, Persiapan Menentukan Prestasi!
Tip TOEFL: Berapa Lama Waktu untuk Belajar TOEFL?
Tip Writing TOEFL: Penggunaan “Koma” dalam Bahasa Inggris
Tip TOEFL: Supaya Tidak Kehabisan Waktu saat Kerjakan Tes TOEFL
Contoh Soal TOEFL Reading Comprehension: “Asal Mula Grammar”
Belajar Listening TOEFL: 8 Jurus Menguasai Listening Secara Cepat
Contoh Soal Listening TOEFL: Percakapan Sehari-hari
Speaking TOEFL: Latihan Menulis 100 Kata Sebelum Speaking
Reading TOEFL: Hati-hati Jebakan Jawaban Salah dalam Reading


 
Pertajam Kreativitas Lewat Kemampuan Parafrase
Tanda Baca Ellipsis dan Asterisk dalam Bahasa Inggris
Penggunaan Apostrophe dalam Kata Ganti Benda Kepemilikan
Berbagai Tanda Baca dalam Penulisan Bahasa Inggris Akademik
Latihan Tes TOEFL Lewat Video Games (PART 2)
Latihan Tes TOEFL Lewat Video Games (PART 1)
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Seni
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Mengenal Negara-negara
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Sosok Penting
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Health