sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Speaking TOEFL: Cara Menjawab dengan Cermat

Satu lagi bagian dari soal tes TOEFL yang perlu kalian kuasai, yaitu speaking. Soal kategori speaking akan menjadi bagian ketiga dari keseluruhan tes. Setelah reading dan listening, kamu akan mendapat jeda waktu istirahat sekitar 10 menit sebelum memulai kembali tes TOEFL dalam sesi speaking dan writing.

Waktu yang kamu miliki adalah 60 hingga 90 menit dan kamu diharuskan untuk menjawab 34 hingga 51 pertanyaan yang bervariasi. Secara garis besar ada 2 hal yang akan ditanyakan kepada kamu dalam soal speaking, yaitu untuk mengekspresikan opini pada topik familiar, dan yang kedua berbicara untuk menanggapi bacaan atau materi listening yang diberikan.

Biasanya dari beberapa materi yang akan menjadi pertanyaan dalam soal speaking, beberapa di antaranya mengharuskan kamu berinteraksi dengan orang dengan aksen yang tidak umum, seperti British English. Jika disajikan dalam bentuk listening, biasanya materi akan diputar selama 15 detik, dan kamu punya waktu 45 detik untuk menyampaikan respon. Contohnya adalah:

If friends from another country were going to spend holiday in your country, what city or place would you suggest they visit? Explain using details and examples.

Dalam soal ini, kamu dihadapkan pada situasi saat teman dari negara asing akan berkunjung ke Indonesia. Lalu kamu diberi pertanyaan kota dan tempat apa yang akan kamu rekomendasikan padanya? Selalu ingat kalimat yang diucapkan paling terakhir, yaitu explain using details and examples.

Artinya saat menjawab jangan lupa untuk memberikan contoh detil tempatnya. Tanpa perlu berlama-lama mencari jawaban, segera sampaikan yang terlintas di benak kamu. Misalnya kamu akan merekomendasikan daerah yang tidak bisa mereka temui di belahan bumi Barat. Kamu bisa menjawab:

“Unlike the climate and situation in your country, you will experience things that you never imagine before. Visit Flores in East Nusa Tenggara. You can do overland tour and allocate your time to hike and stay in Waerebo, one of UNESCO heritage awards in Indonesia. Stay with the locals in their triangle houses called Mbaru Niang. Then you can go to the beach in Komodo island. Experience the live aboard trip and feel the magnificent life 3 days floating and seeing beautiful things. You can also visit local village like Bajawa to know more about traditional culture. I bet you won’t regret the experience to Flores.

Selain contoh di atas, kamu juga akan dihadapkan pada pertanyaan dengan dua pilihan sikap. Dalam hal ini, kamu harus bisa memetakan dengan cepat dua pilihan tersebut, lengkap dengan argumen kenapa kamu memilih salah satunya. Berikut ini contoh pertanyaannya:

Some people enjoy taking risks while the others prefer to try new things. Others are not adventurous; they prefer to avoid danger and cautious all the time. While the others are adrenaline junkie, and like the challenge of new things. Which behavior do you think is better? Explain why.

Dalam menjawab soal semacam ini, kamu perlu memilih antara dua pilihan. Untuk membuatnya lebih mudah, posisikan dulu dirimu pada salah satu kutubnya. Misalnya kamu orang yang suka tantangan, artinya kamu akan memilih posisi kedua.

Sampaikan apa argumen yang mendasari pilihanmu, dan mengapa kamu menilai hal itu lebih baik. Sampaikan dalam kalimat pendek yang runtut dan tidak bertele-tele. Jabarkan opini yang kamu miliki. Berikut contoh jawaban yang bisa kamu utarakan:

Upon answering these two choices, actually there is no better or worse behavior. Both are fine. But I prefer being adventurous to cautious. Let me explain. As we live only once, I prefer the latter. I am the kind of person who prefer to try new things. I love challenge. Basically I do afraid of danger but by facing the danger we can be tougher. What doesn’t kill you makes you stronger, right? As a bonus, by being a kind of person who like to try new things, we prefer to get out of our comfort zone and get new knowledges and experiences. That are the things that will shape us to be a better person, eventually.

Dua contoh di atas adalah soal dalam Independent Speaking. Meski waktunya panjang, tak perlu mengalokasikan seluruh waktu yang ada untuk berbicara tanpa henti. Soal pertama menanyakan pendapatmu tentang hal penting dalam kehidupan pribadimu, sementara soal kedua seputar opini terhadap isu sosial penting.

Merumuskan jawabanmu dalam waktu 45 detik mungkin menjadi hal yang menantang, tapi itu mungkin dilakukan. Triknya adalah hemat penggunaan kata, rumuskan cara untuk mengekspresikan ide dengan cara sesederhana mungkin. Daripada berbicara “It is my respectful opinion that being adventurous people is preferable to be cautious all the time, for a number of reasons”, lebih baik menyampaikannya dalam kalimat lebih sederhana, seperti “I prefer being adventurous to cautious. Let me explain.”

Satu hal penting yang perlu kamu ingat adalah jangan sampai berlebihan dalam menjawab. Alokasikan waktu dengan bijak. Jika waktu masih ada, bukan berarti kamu masih harus terus berbicara hingga waktu habis. Hal ini hanya akan membuat opini yang kamu sampaikan melebar dan terlalu banyak hal yang tidak fokus dari penyampaianmu.

Sebaliknya, jangan juga bicara terlalu singkat. Pemaparan yang terlalu pendek mengesankan bahwa kamu belum menyampaikan seluruh jawaban yang diperlukan. Ada kesan yang muncul bahwa kamu terburu-buru dan merasa tegang. Jadi alokasikan waktu sebijak mungkin. Tak terlalu singkat, tak terlalu panjang.

Ingatlah bahwa speaking dengan terorganisir adalah hal yang penting. Ide harus tersampaikan dengan terstruktur. Dalam Integrated Speaking yang biasanya mewakili 4 dari 6 soal speaking, berbicaralah sekitar 50 hingga 55 detik saat menjawab. Dengan demikian kamu punya cadangan waktu beberapa detik jika pemaparanmu ternyata lebih panjang dari yang dibayangkan.

Respon di bawah 50 detik yang dikatakan dengan baik, akan menghasilkan skor yang bagus dalam TOEFL. Penggunaan kata-kata dan kalimat sederhana tidak hanya menghemat waktu, tapi juga membuat caramu berbicara terkesan lebih alami dan conversational. Jangan terlalu sederhana, tentu saja. Pastikan jawabanmu benar-benar menjawab pertanyaan lengkap dengan data pendukung. Bagaimana cara menguasai hal ini? Tentu saja dengan rajin berlatih.

Artikel Lainnya

Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 2)
Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 1)
Contoh Revisi TOEFL Integrated Speaking (PART 2)
Contoh Revisi TOEFL Integrated Speaking (PART 1)
Listening TOEFL: Asah Listening dan Pelafalan dengan “Minimal Pairs”
Speaking TOEFL: Latihan Soal Utarakan Pendapat
Speaking TOEFL: Formula “MEEM”
Speaking TOEFL: Formula Menjawab Speaking Task: “SEA”
Speaking TOEFL: Cara Pelafalan “W” dan “V” dan Tips “TLDNR”
Speaking TOEFL: Seni Diplomasi dalam Percakapan Bahasa Inggris

 

Tip TOEFL: Aturan Penggunaan Kata Penentu “The”
ReadingTOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 2)
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Belajar Sejarah (Part 1)
Reading TOEFL: Momen-momen Darurat dalam Reading
Tip TOEFL: “Text Insert” Asah Ketelitian dalam Menjawab Soal
Contoh Soal TOEFL Reading Comprehension: Dunia Binatang (Part 2)
Reading TOEFL: Sinonim Bahasa Inggris
Tip TOEFL: Frasa Sering Terucap: “Chances Are”
Belajar Reading TOEFL: Cara Gampang Jawab Reading Tes TOEFL
Reading TOEFL: Hati-hati Jebakan Jawaban Salah dalam Reading


 
Pertajam Kreativitas Lewat Kemampuan Parafrase
Tanda Baca Ellipsis dan Asterisk dalam Bahasa Inggris
Penggunaan Apostrophe dalam Kata Ganti Benda Kepemilikan
Berbagai Tanda Baca dalam Penulisan Bahasa Inggris Akademik
Latihan Tes TOEFL Lewat Video Games (PART 2)
Latihan Tes TOEFL Lewat Video Games (PART 1)
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Seni
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Mengenal Negara-negara
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Sosok Penting
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Health