sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Speaking TOEFL: Make it Simple, Jawab dengan Sederhana

Ada begitu banyak jurus yang bisa kamu aplikasikan saat sedang mengerjakan speaking dalam tes TOEFL. Tiap dari jurus dan strategi itu bisa kamu pilah dan tentukan mana yang paling sesuai dengan karakter gaya berbicara kamu.

Berbeda dengan reading, writing, dan listening, saat mengerjakan speaking adalah saat kemampuan kamu berbicara dalam lingkungan formal diuji. Ini sangat berkaitan dengan karakter dan gaya kamu.

Lalu bagaimana cara yang universal dan sebaiknya dipahami oleh semua test-takers saat menghadapi speaking tes TOEFL? Artikel kali ini akan mengupas tuntas jurus yang layak kamu gunakan, yaitu: make it simple.

Fokus utama kita kali ini adalah independent speaking. Hal terpenting dalam independent speaking adalah bagaimana kamu memberikan respon yang seimbang. Kalimat yang kamu sampaikan haruslah lengkap untuk mendapat skor yang baik, namun tetap sederhana sehingga cukup disampaikan hanya dalam waktu 45 detik. Triknya adalah angkat satu poin utama dan ungkapkan satu atau dua argumen pendukung.

Pilih Klaim yang Bisa Dijelaskan dengan Simple

Apapun pertanyaan yang diberikan dalam speaking tes TOEFL, yang terpenting adalah temukan jawaban yang sederhana dan mudah dipertahankan. Untuk mendapat gambaran bagaimana sebuah jawaban sederhana bisa memudahkan kamu, simak contoh berikut ini:

Some people think it is very important to have social interactions with neighbors. Others feel it is not important for neighbors to know each other. Which do you agree with, and why?

Saat akan menjawab pertanyaan independent speaking, tentu sangat besar keinginan untuk menjawab layaknya sedang berbincang sehari-hari, yaitu menyatakan apa yang kamu rasakan. Tapi dalam tes TOEFL, kamu hanya punya waktu 45 detik untuk bicara. Ingat juga bahwa kamu tidak sedang benar-benar berbincang dengan seseorang. Jadi lebih baik sampaikan opini kamu dalam versi sederhana. Bahkan kamu juga bisa memilih pendapat yang berbeda dengan suara hatimu, jika memang itu adalah yang termudah untuk dijelaskan.

Contoh jawaban dari pertanyaan di atas:

  • Versi opini pribadi: I actually believe that interacting with neighbors isn’t so important.

Namun ketika hal ini disampaikan, perlu alasan-alasan personal yang rumit dan sulit dijelaskan. Bahkan bisa jadi perlu waktu lebih dari 45 detik untuk menjelaskan pendapat personal yang kamu miliki. Mungkin alasan kamu karena saudara dan orang-orang terdekat tidak tinggal dekat dengan rumah sehingga tidak perlu membangun hubungan dekat dengan para tetangga. Atau bisa jadi argumen kamu adalah sosialisasi sudah dirasa cukup dengan teman-teman di sekolah atau rekan kerja, dan tidak ada banyak waktu untuk mengenal satu persatu orang yang tinggal dekat dengan kita.

  • Versi simple: Interacting with neighbors is important because it makes your neighborhood a b and safe community. Neighbors are the one who can give us help during unexpected emergency.

Dalam jawaban sederhana di atas, sebenarnya bukan benar-benar opini kamu pribadi. Tapi kenyataan bahwa lebih mudah untuk menjelaskan sisi pendapat ini membuat kamu sah-sah saja memilihnya.

Satu Opini dengan Sedikit Detil

Dalam waktu 45 detik, pada dasarnya opini kamu berkisar tentang satu kalimat panjang. Atau dua kalimat pendek. Contoh jawaban yang ringkas adalah sebagai berikut:

I believe that interacting with your neighbors is important, because it turns your neighborhood into a b and safe community.

Itu adalah kalimat pembuka dari jawaban independent speaking milikmu. Tambahkan satu atau dua poin yang lebih spesifik untuk menguatkan opini kamu. Satu hingga dua poin itu bisa diutarakan dalam 4 atau 5 kalimat singkat. Dalam kalimat di bawah ini, test-taker menambahkan contoh kasus untuk memperkuat argumennya. Contohnya adalah:

When neighbors know each other’s needs and struggles, they can help each other. For example, if you know that your neighbor’s car is broken down, you can drive your neighbor to work until the car is fixed. And a neighborhood where people interact a lot is safer too. When a neighbor is in danger, neighbors who talk are more likely to notice the danger and react to it. If you visit your neighbors regularly, you will notice if they injure themselves and can’t come to te door, or if their kitchen is on fire.

Kalimat di atas akan cukup diutarakan dalam waktu 40 hingga 45 detik. Argumen kamu telah tersampaikan dengan lengkap dan argumentatif. Durasi itu bisa berbeda-beda bagi tiap orang, tergantung pada kecepatan dan gaya berbicara. Jika kamu berbicara dengan gaya dan tempo cepat, mungkin kalimat di atas akan selesai dalam waktu 38 detik. Kamu masih punya waktu untuk menambahkan satu kalimat yang mendukung pendapat kamu. Seperti yang pernah kita bahas dalam artikel sebelumnya, itulah gunanya penting untuk berlatih dan merekam jawaban kamu agar tahu berapa lama waktu yang kamu perlukan untuk menyampaikan pendapat.

Sampaikan Counter-Argument

Counter-argument adalah pendapat yang berlawanan dengan opini kamu. Hal ini disampaikan untuk mempertegas kelebihan dari pendapat yang kamu kemukakan. Lewat counter-argument, kamu bisa menggambarkan bahwa pendapat yang lain tidak lebih baik dari pendapat kamu. Contohnya adalah:

When neighbors don’t know each other, they have less support when they face problems, and less help when they face danger.

Buat Outline

Secara garis besar jawaban di atas dirumuskan dari outline sebagai berikut:

  1. Ide utama: interact with neighbors = ber, safer community
  2. Kelebihan: neighbors know/ help with each other’s troubles
  3. Keamanan: know when neighbors are in danger or threatened
  4. Tanpa interaksi = weak, more danger

Jadi ada 1 ide utama dengan 2 detil pendukung, dan juga 1 fakta kontradiktif yang mendukung argumen kamu. Semua bisa disampaikan dalam waktu 45 detik.

Artikel Lainnya

Listening TOEFL: Asah Listening dan Pelafalan dengan “Minimal Pairs”
Speaking TOEFL: Latihan Soal Utarakan Pendapat
Speaking TOEFL: Formula “MEEM”
Speaking TOEFL: Formula Menjawab Speaking Task: “SEA”
Speaking TOEFL: Cara Pelafalan “W” dan “V” dan Tips “TLDNR”
Speaking TOEFL: Seni Diplomasi dalam Percakapan Bahasa Inggris
Speaking TOEFL: Tongue Twister, Berlatih Bicara Bahasa Inggris
Speaking TOEFL: Make it Simple, Jawab dengan Sederhana
Speaking TOEFL: Sampaikan Pendapat dalam Speaking
Speaking TOEFL: Kenali Kata Pengantar

 

Tip TOEFL: “Text Insert” Asah Ketelitian dalam Menjawab Soal
Listening TOEFL: Pertajam Kemampuan Listening Lewat Dialog Film
Writing TOEFL: Contoh Essay Kurang Berdasar
Tip TOEFL: Apakah Belajar TOEFL Bermanfaat di Kehidupan Nyata?
Speaking TOEFL: Mengenal Idiom
Tip TOEFL: Kiat menghadapi Tes TOEFL, Persiapan Menentukan Prestasi!
Tip TOEFL: 8 Hal Penting yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Tes TOEFL
Belajar Grammar Tes TOEFL: Struktur Kalimat Paralel
Tip Umum TOEFL: Cara Mempersiapkan Tes TOEFL bagi Orang Sibuk
Reading TOEFL: Jenis Pertanyaan dalam Reading, Kategorisasi


 


Sederet Mobile

http://mobile.sederet.com


Tip TOEFL: Susunan String of Adjectives sebagai Penjelas Kata Benda
Tip TOEFL: Kamus Mini Phrasal Verbs
Tip Writing TOEFL: Penggunaan “Koma” dalam Bahasa Inggris
Writing TOEFL: 4 Langkah Membuat Essay yang Terorganisir
ReadingTOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 2)
Reading TOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 1)
Reading TOEFL: Konteks Reading dari Berita Entertainment
Reading TOEFL: Momen-momen Darurat dalam Reading
Reading TOEFL: Temukan Tokoh Utamanya untuk Mengetahui Maknanya
Listening TOEFL: Belajar Listening dari Subtitles dan Transkrip