sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Reading TOEFL: Kata Kerja Ukur dalam Reading

Sesi reading dalam tes TOEFL akan berlangsung selama 60 hingga 80 menit. Dalam waktu yang disediakan tersebut, kamu akan diberi bahan bacaan sebanyak 3 hingga 4 buah. Artinya, ada waktu 20 menit untuk membaca menyeluruh serta menjawab pertanyaan yang mengikutinya.

Tujuannya tentu saja untuk mengetahui kemampuan interpretasi kamu di bidang penulisan akademik. Artikel kali ini akan membahas tentang bacaan dalam reading tes TOEFL, secara spesifik yaitu mengenal kata benda ukur yang biasa tercantum dalam bahan bacaan tes TOEFL. Mari kita mulai dengan membahas lebih lanjut tentang kata benda berikut ini.

Mengenal Kata Benda Ukur

Pada dasarnya kata benda ukur adalah kata benda yang menjelaskan sebuah unit ukur terkait kuantitas. Bukan hanya dalam bahasa Inggris, kata benda ukur atau noun of measurement selalu ada di setiap bahasa yang digunakan warga dunia untuk berkomunikasi. Kata benda ukur menjadi standar yang kerap digunakan saat kita ingin menjelaskan ukuran sebuah hal, entah itu yang bisa dihitung maupun yang tidak. Contohnya sebagai berikut:

Teacher, I have a number of questions related to the lessons you taught us this morning.

Kata “number” dalam kalimat yang disampaikan murid kepada gurunya di atas menunjukkan sebuah kata benda ukur. Lewat kata itu, murid ingin menyampaikan seberapa banyak pertanyaan yang ingin dia ketahui jawabannya. Percakapan lain yang mungkin muncul dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

Excuse me, I’m doing grocery shopping right now. Can you help me to measure the weight of fruits I took?

Percakapan di atas biasa terdengar dari seorang pelanggan yang memerlukan bantuan penjaga supermarket untuk menimbang buah yang telah dibelinya. Dalam kalimat di atas, kata “weight” adalah kata benda ukur yang menjelaskan seberapa banyak buah yang perlu kamu bayar di kasir.

Dari dua contoh di atas, bisa disimpulkan bahwa “number” hanya mengacu pada kata kerja yang bisa dihitung atau countable nouns. Artinya jumlah barang yang dibicarakan bisa dihitung dengan parameter angka. Contoh lain kata benda ukur yang juga mengacu pada bilangan tertentu adalah “dozen” yang berarti selusin atau 12.

Hati-hati jangan sampai tertukar, ya. Kata “dozen” hanya bisa mengacu pada benda yang bisa dihitung, seperti telur. Tidak bisa digunakan untuk menyebut benda yang tidak bisa dihitung seperti air. Selain itu, kata benda ukur “group” bisa digunakan saat kamu ingin menghitung sekawanan hewan di kebun binatang. Namun kamu tidak bisa menggunakan kata “group” saat akan menjelaskan udara, karena udara adalah kata benda yang tidak bisa dihitung.

Ada juga kata benda ukur yang hanya bisa digunakan untuk mengukur kata benda yang bisa dihitung, namun hanya dalam situasi tertentu. Contohnya kata “weight” dan “length” bisa menjelaskan kata benda tunggal. Misalnya dalam kalimat:

A new panda cub was born in weight of 10 kilograms.”

A pencil with length of 16 centimeters.

Namun hal ini tidak bisa diaplikasikan jika mengacu pada benda yang jamak, seperti “the group of pandas” atau “a box of pencils”.

Selain contoh kata benda ukur di atas, kamu juga perlu mengenal beberapa kata benda ukur yang bisa diaplikasikan pada dua situasi, baik kata benda yang bisa dihitung maupun tidak bisa dihitung. Kata “quantity” bisa menjelaskan dua hal sekaligus seperti “quantity of apples” (bisa dihitung/ countable) atau “quantity of apple juice” (tidak bisa dihitung/ uncountable).

Selain itu, ada juga kata benda ukur yaitu “amount”. Penggunaan kata ini bisa mengacu pada kedua benda, seperti “amount of cars” (bisa dihitung/ countable) atau “amount of car fuel” (tidak bisa dihitung/ uncountable).

Mengukur Benda Tak Terlihat

Akan lain halnya jika kita berbicara tentang pengukuran bagi kata benda yang tidak terlihat dan tidak bisa disentuh. Dalam kondisi ini, kata benda ukur bisa digunakan untuk menggambarkan kata kerja countable maupun non-countable.

Contohnya adalah untuk mengukur “volume”, sebuah kata benda yang tidak terlihat. Ada banyak parameter yang bisa digambarkan hanya dengan kata “volume”:

  • A plastic basket that can hold a volume of 1.000 square centimeters
  • The volume of this theater is too loud

Berikut ini contoh paragraf yang menggunakan kata benda ukur “volume” untuk menggambarkan kuantitas:

One must be careful not to come too close to the most powerful of cicadas, whose sound, if heard from just outside the human ear, is known to cause long-term or irreversible physical damage. That intense volume is paired with an uncanny ability to maintain the signature song.

Dari paragraf di atas, kamu harus paham betul kata benda apa yang dijelaskan lewat kata “volume”. Kalimat pertama sangat menjebak karena ada begitu banyak kata benda di dalamnya. Bisa jadi kamu terjebak untuk mengira “volume” menjelaskan tentang cicadas, sound, atau damage.

Namun bila kamu banyak berlatih tentang kata benda ukur, maka kamu bisa tahu bahwa kata “volume” di atas mengacu pada sound atau suara keras yang dihasilkan cicada. Dengan memahami kata benda ukur tambahan, kamu punya amunisi penting untuk memahami dengan tepat materi bacaan reading saat mengerjakan tes TOEFL.

Ingat, pemahaman tentang kata benda ukur adalah kemampuan yang sangat penting dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Jadi pastikan kamu sering berlatih sehingga tidak terjebak dalam mencari tahu kata benda apa yang dimaksud dalam sebuah kata benda ukur.

Artikel Lainnya

Reading TOEFL: Jenis Pertanyaan dalam Reading, Kategorisasi
ReadingTOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 2)
Reading TOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 1)
Reading TOEFL: Konteks Reading dari Berita Entertainment
Reading TOEFL: Momen-momen Darurat dalam Reading
Reading TOEFL: Temukan Tokoh Utamanya untuk Mengetahui Maknanya
Reading TOEFL: Informasi Tambahan dan Kesimpulan
Reading TOEFL: Hati-hati Jebakan Jawaban Salah dalam Reading
Reading TOEFL: Contoh Pertanyaan Sinonim dan Kesimpulan
Reading TOEFL: Kata Kerja Ukur dalam Reading

 

Tip TOEFL: Preposisi Waktu dalam Bahasa Inggris
Speaking TOEFL: Latihan Speaking TOEFL dalam 45 Detik
Writing TOEFL: Struktur dalam Menjawab Independent Essay
Listening TOEFL: Yang Dilakukan Saat Luput Pahami Kata dalam Listening
Tip TOEFL: Kiat menghadapi Tes TOEFL, Persiapan Menentukan Prestasi!
Listening TOEFL: Masalah Psikologis yang Muncul saat Hadapi Tes Listening
Speaking TOEFL: Formula “MEEM”
Listening TOEFL: Pertajam Kemampuan Listening Lewat Dialog Film
Tip TOEFL: “Text Insert” Asah Ketelitian dalam Menjawab Soal
Tip TOEFL: Kamus Mini Phrasal Verbs


 


Sederet Mobile

http://mobile.sederet.com


Tip TOEFL: Susunan String of Adjectives sebagai Penjelas Kata Benda
Tip Writing TOEFL: Penggunaan “Koma” dalam Bahasa Inggris
Writing TOEFL: 4 Langkah Membuat Essay yang Terorganisir
Listening TOEFL: Belajar Listening dari Subtitles dan Transkrip
Listening TOEFL: Asah Listening dan Pelafalan dengan “Minimal Pairs”
Speaking TOEFL: Latihan Soal Utarakan Pendapat
Speaking TOEFL: Formula Menjawab Speaking Task: “SEA”
Speaking TOEFL: Cara Pelafalan “W” dan “V” dan Tips “TLDNR”
Speaking TOEFL: Seni Diplomasi dalam Percakapan Bahasa Inggris
Speaking TOEFL: Tongue Twister, Berlatih Bicara Bahasa Inggris