sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Writing TOEFL: 4 Langkah Membuat Essay yang Terorganisir

Sudah tahukah kamu cara terbaik untuk membuat essay yang terstruktur? Ya, tentu dengan terlebih dahulu membuat kerangka atau outline apa yang akan kamu tuliskan. Namun dalam tes TOEFL, ada satu hal yang bisa jadi membuat kamu kesulitan menulis essay yang terorganisir dengan baik.

Biasanya hal ini terjadi pada para test-takers saat mengerjakan tugas independent writing tes TOEFL mereka. Mengapa? Karena waktu yang tersedia untuk membuat kerangka tulisan atau pre-writing sangat minim. Kamu hanya punya waktu 30 menit untuk menyelesaikan sesi ini, sehingga rentan luput mengoreksi atau memeriksa ulang kesalahan struktur dalam tulisan.

Dalam artikel kali ini, kami telah merangkum 4 langkah untuk membuat essay tes TOEFL yang terorganisir. Hal ini bisa kamu lakukan setelah selesai menulis essay.

Berikut ini 4 langkah yang bisa kamu terapkan:

  1. Baca sekali lagi essay yang telah kamu tulis, dan buat outline dari struktur tulisan kamu
  2. Perhatikan outline yang telah kamu buat. Identifikasi ide atau pemikiran yang terkesan keluar dari kerangka utama atau kurang lengkap. Mana ide yang ingin kamu buang sepenuhnya? Atau ada pemikiran penting yang lupa kamu tambahkan dalam tulisan? Dua hal ini perlu kamu tanyakan pada diri sendiri.
  3. Buat outline baru berdasarkan observasi yang telah kamu lakukan.
  4. Tulis ulang essay berdasarkan outline atau kerangka tulisan baru yang lebih terstruktur.

Contoh Essay

Itu tadi 4 langkah untuk membuat essay yang terorganisir. Agar kamu bisa lebih memahami langkah-langkah di atas, mari kita coba melihat contoh essay yang sangat perlu direvisi. Essay ini berisi tentang kehidupan di kampus. Di bawah ini adalah outline yang diterapkan dari tulisan My Awful ENG110 Essay:

Outline essay “College is Like a Long Journey on Foot”

Paragraf 1: Walking a lot in college

  1. Hard to park car on campus
  2. Buildings are big, need to be walked through
  3. Students don’t have car or can’t afford reliable car (poin ini seharusnya berada dekat dengan poin (A) karena sama-sama berbicara tentang mobil)
  4. Metaphoric similarities (metafora harusnya menggambarkan hal yang bersifat pengandaian, bukan kesamaan yang benar-benar terlihat nyata. Belum ada satupun paragraf yang benar-benar fokus pada metafora. Sehingga poin (D) bisa dihapus)

Paragraf 2: Time in a long foot-journey/ time in college

  1. College and long journey on foot both take all day
  2. Brushing teeth (menggosok gigi bukan benar-benar bagian penting dari perkuliahan atau long journey on foot)
  3. Breakfast (serupa dengan poin (B), sarapan juga bukan bagian penting dari perkuliahan)
  4. Morning and afternoon classes
  5. Dinner (bukan bagian dari long journey on foot)
  6. Homework
  7. Bed (bukan bagian dari long journey on foot)
  8. Feeling tired after a long foot journey or day at school (merasa lelah adalah sensasi. Kalimat ini bisa dipindah ke Paragraf 3 yang fokus pada sensasi. Pindahkan dari Paragraf 2)

Bagian yang bukan merupakan bagian dari long journey on foot yaitu (B) (C) (E) dan (G) sebaiknya dihapus.

Paragraf 3: Sensations in long foot journey or college

  1. Walking (sensasi merasakan berjalan kaki, mencium udara bebas)
  2. College (mendengar dentang jam di kampus, suara teman-teman, bunga musim semi dan aroma makanan)
  • Dalam dua poin di atas, poin (A) hanya menjelaskan tentang sensasi yang diraba dan dicium. Sementara poin (B) menjelaskan sensasi yang diraba, dicium, dan didengar. Agar senada, kamu perlu menambah sensasi dari indera penciuman pada poin (A) atau menghapus sensasi penciuman dari poin (B).
  • Paragraf ini fokus pada hal-hal fisik, seperti Paragraf 1. Untuk itu, letakkan Paragraf 1 dan 3 berdekatan.

Paragraf 4: Conclusion

  1. Walking
  2. Senses (perlu juga disebutkan waktunya, karena salah satu paragraf dalam essay ini fokus pada waktu)
  3. Reasons for walking and going to college (alasan mengapa seorang mahasiswa harus berjalan ke kampus adalah hal yang sangat penting, dan belum ada dalam tubuh essay)
  • Essay ini menambahkan kesimpulan atau conclusion namun tidak memiliki latar belakang atau Tambahkan introduction agar essay kian terstruktur)

Outline Baru

Dari analisis di atas, maka akan diperoleh outline baru:

Revisi outline essay “College is Like a Long Journey on Foot”

Paragraf 1: Introduction

  1. Physical similarities (baik berjalan kaki dan kehidupan sebagai mahasiswa melibatkan aktivitas berjalan kaki)
  2. Time similarities (keduanya memakan banyak waktu)

Paragraf 2: Walking a lot in college

  1. Hard to park car on campus
  2. Students don’t have car or can’t afford reliable car
  3. Buildings are big, need to be walked through

Paragraf 3: Sensations in long foot journey/ college

  1. Walking (mendengar langkah kaki, mencium aroma tanah dan udara bebas)
  2. College (mendengar dentang jam kampus, suara teman-teman, bunga musim semi, dan mencium aroma makanan)

Paragraf 4: Time in a long foot-journey/ time in college

  1. College and a long journey on foot both take all day (fokus pada waktu yang diperlukan untuk 2 aktivitas ini)
  2. Morning and afternoon classes (fokus pada sesi kelas pagi dan sore hari)
  3. Evening homework (menjelaskan aktivitas yang dilakukan saat malam hari tiba)

Paragraf 5: Conclusion

  1. Walking
  2. Senses
  3. Time

Dari outline baru di atas, ide demi ide tersampaikan dalam susunan yang logis. Setelah kamu memiliki outline baru, saatnya untuk menulis ulang essay yang kamu punya. Kamu bisa menyimak tulisan baru di tautan ini: College Essay Rewrite

Merevisi tulisan dengan cara ini akan membuat kamu kian peka dengan permasalahan struktur dalam menulis essay. Teruslah berlatih 4 langkah ini sesering mungkin sehingga kamu bisa mengidentifikasi kesalahan dalam tulisan. Dengan demikian, kamu bisa mengubah struktur dan menuangkan ide penting dalam essay dengan cepat dan efektif.

Artikel Lainnya

Tip Writing TOEFL: Penggunaan “Koma” dalam Bahasa Inggris
Writing TOEFL: 4 Langkah Membuat Essay yang Terorganisir
Writing: 15 Latihan Soal Independent Essay dalam Writing
Writing TOEFL: Belajar Conditional Lewat Lagu Populer
Writing TOEFL: Membuat Jawaban Writing yang Runtut dan Mengalir
Writing TOEFL: Variasi Kalimat, Cara “Mempercantik” Essay Writing
Writing TOEFL: Etika Kutipan dan Parafrase
Writing TOEFL: Struktur Paralel Lanjutan dalam Bahasa Inggris
Writing TOEFL: Kenali Topik dalam Writing
Writing TOEFL: Contoh Essay Kurang Berdasar

 

Writing TOEFL: Struktur dalam Menjawab Independent Essay
Reading TOEFL: Hati-hati Jebakan Jawaban Salah dalam Reading
Writing TOEFL: 10 Kiat Menjawab Soal Writing
Tip TOEFL: Frasa Sering Terucap: “Chances Are”
Tip TOEFL: Kiat menghadapi Tes TOEFL, Persiapan Menentukan Prestasi!
Tip TOEFL: Belajar TOEFL dari Komunitas Kekinian? Bisa!
Soal Listening TOEFL: Pertanyaan Menjebak Attitude Questions
Penggunaan Apostrophe dalam Kata Ganti Benda Kepemilikan
Tip Umum TOEFL: Cara Mempersiapkan Tes TOEFL bagi Orang Sibuk
Listening TOEFL: Masalah Psikologis yang Muncul saat Hadapi Tes Listening


 
Pertajam Kreativitas Lewat Kemampuan Parafrase
Tanda Baca Ellipsis dan Asterisk dalam Bahasa Inggris
Berbagai Tanda Baca dalam Penulisan Bahasa Inggris Akademik
Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 2)
Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 1)
Contoh Revisi TOEFL Integrated Speaking (PART 2)
Contoh Revisi TOEFL Integrated Speaking (PART 1)
Latihan Tes TOEFL Lewat Video Games (PART 2)
Latihan Tes TOEFL Lewat Video Games (PART 1)
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Seni