sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Writing TOEFL: Contoh Essay Kurang Berdasar

Selain mengetahui cara menulis essay yang tepat saat menjawab writing tes TOEFL, hal lain yang juga penting untuk diingat adalah mengetahui ciri-ciri essay yang kurang berdasar dalam tes TOEFL.

Kurang berdasar dalam hal ini artinya adalah argumen yang kamu tuliskan tidak memiliki fakta mendukung. Biasanya tulisan yang seperti ini ide dasarnya sangat bagus, namun tidak didukung dengan data-data yang sesuai dengan argumen.

Berikut ini kami telah merangkum contoh tulisan dari magoosh.com, contoh sebuah essay yang tidak didukung dengan data lengkap dan konkret. Paragraf pertama mostly good, namun argumen dalam paragraf kedua tidak dilengkapi dengan fakta-fakta yang mendukung.

Justru paragraf tersebut menimbulkan pertanyaan baru, yang muncul karena argumen dalam paragraf tidak lengkap. Coba simak cotoh tulisan berikut ini dan cari tahu mana yang terasa janggal. Kamu bisa mencocokkannya dengan penjelasan yang ada di bagian akhir artikel ini.

Question:

Some students prefer to focus at one topic at a time, whil others prefer to study many different subjects at once. Would you rather take a semester of classes in the same subject or a semester of classes in different subjects? Explain your choice, using specific reasons and examples.

Dari pertanyaan di atas, kamu diminta untuk memposisikan diri sebagai seorang mahasiswa yang akan mengambil kelas di semester berikutnya. Ada dua pilihan dalam soal; memilih kelas dengan mata kuliah yang serupa atau justru yang berbeda-beda?

Jangan lupa perhatikan akhir kalimat yang dicetak dengan huruf tebal. Jelaskan pilihanmu lengkap dengan alasan spesifik dan contohnya. Di bawah ini adalah contoh jawaban yang kurang dilengkapi dengan data pendukung pada paragraf kedua:

Answer:

Perhaps the most noticeable feature of a modern liberal arts education is diversity. Students at universities and community colleges alike are asked to meet “general education” requirements where they study many different subjects and not just the subject of their chosen field. Usually, this means studying several different subjects at the same time. In my opinion, this isn’t the best approach. I think it’s better to study just one subject each semester. If you are studying two or more very different subjects at the same time, each subject will be a distraction from the other subject.

For example, suppose that one semester, a student takes an advanced college math course and an introductory art class so that they can learn how to paint. Advanced math and art techniques are both sophisticated, challenging subjects. The only way to master either subject is to think about it all the time. But when you’re thinking about art, you can’t think about math. And when you’re in math class, visual design is irrelevant. So the two subjects compete, and it’s hard to study either one sufficiently.

On the other hand, if you focus a semester’s worth of classes on just one subject, you can really master that subject. Imagine taking advanced algebra, geometry, statistics, and logic all in one semester. You’ll use a lot of the same math skills in every class, just in different ways. At the end of the semester, you could have a very deep understanding of math. A similar effect could happen if you spent one semester taking classes in painting, drawing, graphic design, and art history. By focusing only on different aspects of art for a term, you have a good chance of deeply understanding art by the end of the semester.

Analisis Jawaban

Sudah membaca jawaban yang tertera di atas? Penulis menganalogikan dua pilihan mata kuliah yaitu matematika dan seni. Pemaparan dimulai dengan latar belakang situasi perkuliahan yaitu syarat bagi seorang mahasiswa untuk mengambil beberapa mata kuliah berbeda di waktu bersamaan.

Penulis merasa pendekatan ini tidak sesuai, dan menurutnya lebih baik hanya fokus pada satu mata kuliah di tiap semester. Jika lebih dari itu, mata kuliah satu lainnya akan mengalihkan konsentrasi.

Di paragraf pertama, penulis memaparkan kelebihan dari fokus pada satu topik dalam satu semester. Menurutnya, matematika dan seni adalah dua subjek yang tidak relevan.

Dan cara untuk menguasai salah satu materi dengan baik adalah dengan fokus pada pelajaran itu sepanjang semester. Terlebih baik matematika dan seni memerlukan porsi konsentrasi yang sama-sama besar.

Di paragraf kedua, penulis menyebutkan bahwa jika fokus pada satu materi saja, di akhir semester kamu akan mendapat pemahaman yang sangat mendalam tentang mata kuliah tersebut.

Jika mengambil matematika, kamu bisa memahami aljabar, geometri, statistik, dan logika berhitung. Jika kamu memilih seni, kamu bisa menguasai melukis, menggambar, desain grafis, hingga sejarah seni.

Sebenarnya tulisan di atas bukan jawaban yang buruk. Namun paragraf kedua menimbulkan beberapa pertanyaan baru yang tidak terjawab. Klaimnya membingungkan karena tidak didukung dengan data yang detil. Berikut ini beberapa pertanyaan baru yang tidak terjawab dalam paragraf kedua:

  • Mengapa harus memikirkan tentang matematika atau seni sepanjang semester untuk memahaminya?
  • Mengapa mustahil untuk mempelajari matematika dan seni di waktu bersamaan?
  • Ada argumen jelas bahwa matematika dan seni adalah dua hal yang berkaitan karena matematika mengandung geometri dan proporsi, dua hal yang juga digunakan dalam ilmu desain visual. Lalu mengapa penulis tidak memasukkan logika berpikir ini dan menganggap bahwa matematika dan seni adalah dua hal yang sama sekali tidak berhubungan satu sama lain?

Bagaimana Cara Memperbaiki?

Untuk merivisi essay di atas, kamu harus memberikan tiga jawaban detil atas pertanyaan-pertanyaan baru yang muncul. Artinya paragraf kedua akan menjadi lebih panjang atau kamu perlu menambah paragraf baru.

Ada solusi lain yang bisa jadi lebih efektif: ganti paragraf yang tidak didukung data kuat, tulis kembali paragraf dengan argumen yang berbeda.

Hindari opini yang tidak berdasar, seperti mempelajari matematika atau seni sepanjang semester. Tentu tidak perlu 100 persen memikirkannya sepanjang semester.

Akan lebih logis jika kamu menyebutkan bahwa keduanya memerlukan waktu dan porsi belajar yang tidak sedikit. Bila perlu tambahkan data berapa detil waktu yang diperlukan.

Namun argumen di atas bisa juga dibantah karena waktu untuk seorang mahasiswa menguasai sebuah subjek bisa berbeda-beda tergantung kemampuan mereka.

Lebih baik tidak usah menggunakan argumen yang masih relatif. Kamu bisa berpegang pada argumen bahwa matematika dan seni berbeda, yang bisa dihubungkan dengan penutup paragraf tentang keuntungan mengambil semester dengan mata kuliah yang lebih fokus.

Dengan demikian kamu perlu mengingat bahwa argumen yang kamu sebutkan dalam writing tes TOEFL harus berdasar dan logis.

Artikel Lainnya

Tip Writing TOEFL: Penggunaan “Koma” dalam Bahasa Inggris
Writing TOEFL: 4 Langkah Membuat Essay yang Terorganisir
Writing: 15 Latihan Soal Independent Essay dalam Writing
Writing TOEFL: Belajar Conditional Lewat Lagu Populer
Writing TOEFL: Membuat Jawaban Writing yang Runtut dan Mengalir
Writing TOEFL: Variasi Kalimat, Cara “Mempercantik” Essay Writing
Writing TOEFL: Etika Kutipan dan Parafrase
Writing TOEFL: Struktur Paralel Lanjutan dalam Bahasa Inggris
Writing TOEFL: Kenali Topik dalam Writing
Writing TOEFL: Contoh Essay Kurang Berdasar

 

Speaking TOEFL: Latihan Soal Utarakan Pendapat
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Petakan Isu Formal
Tip TOEFL: Berapa Lama Waktu untuk Belajar TOEFL?
Tip Umum TOEFL: Cara Mempersiapkan Tes TOEFL bagi Orang Sibuk
Reading TOEFL: Contoh Pertanyaan Sinonim dan Kesimpulan
Belajar Tes Reading TOEFL: Detail Questions
Tip TOEFL: Aturan Penggunaan Kata Penentu “The”
Tip TOEFL: “Text Insert” Asah Ketelitian dalam Menjawab Soal
Reading TOEFL: Temukan Tokoh Utamanya untuk Mengetahui Maknanya
Writing Tip: Menulis Email yang Bagus dalam Bahasa Inggris


 
Pertajam Kreativitas Lewat Kemampuan Parafrase
Tanda Baca Ellipsis dan Asterisk dalam Bahasa Inggris
Penggunaan Apostrophe dalam Kata Ganti Benda Kepemilikan
Berbagai Tanda Baca dalam Penulisan Bahasa Inggris Akademik
Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 2)
Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 1)
Contoh Revisi TOEFL Integrated Speaking (PART 2)
Contoh Revisi TOEFL Integrated Speaking (PART 1)
Latihan Tes TOEFL Lewat Video Games (PART 2)
Latihan Tes TOEFL Lewat Video Games (PART 1)