sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Cara Mudah Bercerita dalam Bahasa Inggris

Bercerita mungkin adalah hal yang biasa bagi banyak orang. Namun lain halnya dengan orang-orang yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi utama, maka bercerita dalam bahasa Inggris bisa jadi hal yang memberikan tantangan tersendiri.

Jangan ragu dan jangan takut, bercerita – apapun bahasanya – adalah hal yang menyenangkan dan bisa kamu lakukan. Topik dalam artikel hari ini adalah menjelaskan cara untuk bercerita atau menuangkan memori dengan cara bercerita. Menarik, bukan?

Bercerita, Mengulang Memori

Pada dasarnya bercerita adalah menuangkan memori yang ada dalam benak kita ke dalam bentuk kalimat-kalimat runtut yang bisa dimengerti oleh orang lain. Itu sebabnya sering kali bercerita akan menggunakan kalimat dalam bentuk lampau atau past tense.

Contoh pertanyaan tentang memori adalah:

  • “What did you do when you were a kid?”

Pertanyaan ini meminta kamu untuk mengingat kembali jauh ke masa saat masih kecil. Tentu saja, yang digunakan adalah format kalimat past tense atau lampau. Contohnya dengan menggunakan kalimat:

    • When I was a kid, I played video game everyday (Saat masih kecil, saya bermain video game setiap hari)
    • When I was kid, I fought a lot with my sister (Saat masih kecil, saya sering bertengkar dengan kakak saya)
    • When I was a kid, I always wanted to eat candy (Saat masih kecil, saya selalu ingin makan permen)
  • “Do you remember when…” / “Do you remember the time…”

Sementara pertanyaan ini digunakan untuk recall memori dengan orang lain yang menjalani hal menarik bersama dengan kamu. Ekspresi ini digunakan untuk mengawali mengenang kenangan bersama tersebut, diikuti dengan detil-detil lainnya.

Format jawabannya bisa berupa:

    • Yeah, I remember when…
    • I liked (noun phrase)
    • I don’t really remember…

“Used to” and “would”

Berikutnya adalah format pertanyaan dan jawaban yang digunakan antara lawan bicara yang sama-sama menggunakan format kalimat lampau atau past tense. Berikut contohnya:

  • “Do you remember how we used to talk?” (Ingatkah kamu bagaimana kita ngobrol)
  • “We would stay on the phone from night till dawn.” (Kita bisa tahan telepon semalaman hingga pagi)

Kata “used to” bisa digunakan kapanpun, tapi tidak dengan “would”. Kata “would” hanya digunakan untuk mengikuti kalimat lampau yang sudah ada sebelumnya.

Kata Transisi

Selain format kalimat yang digunakan, hal yang tak kalah penting adalah menggunakan kata transisi atau kata hubung yang tepat saat bercerita. Sama seperti tulisan, dalam sebuah cerita tentu ada bagian awal, isi, dan penutup. Setiap dari bagian tersebut memiliki format kata hubung yang berlainan.

Memulai Cerita

Untuk bagian awal cerita, bisa dimulai dengan kata transisi seperti:

  • Firstly,
  • First of all,
  • To start of with,

Bagian Isi Cerita

  • Then,
  • After that,
  • Next,

Interupsi

Bagian interupsi ini adalah drama yang menarik dan membuat orang lain semakin tertarik untuk mendengar kelanjutan dari cerita kamu. Ini adalah hal yang paling menonjol dari keseluruhan cerita.

  • Suddenly,
  • Unexpectedly,

Penutup

Bagian akhir dari cerita ini adalah penutup dari cerita yang menunjukkan bagaimana akhir dari seluruh cerita.

  • Finally,
  • Eventually,
  • In the end,

Dengan cara ini, kamu telah menghubungkan apa yang ada dalam pikiran kamu dengan mereka yang mendengarkan. Berbeda dengan contoh di atas yang sama-sama mengenang memori bersama, kali ini analogi kita adalah hal yang hanya dialami oleh orang yang bercerita.

Pastikan ide kamu tersusun degnan runtut dan dikemas secara sederhana. Namun ingat, tetap jangan lupakan sisi dramatis dari cerita tersebut. Dengan menggunakan kata transisi di atas, maka pendengar akan lebih mudah memahaminya.

Kalimat Apa yang Digunakan?

Ketika bercerita, format kalimat yang paling umum digunakan adalah kalimat lampau atau past tense. Namun tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan format kalimat lain, seperti:

  • Present Tense

Kalimat ini biasanya digunakan ketika melontarkan lelucon. Lebih umum menggunakan kalimat dengan format present tense. Hal yang sama juga digunakan untuk menceritakan hal yang begitu dramatis. Contohnya saat menjelaskan sebuah adegan dalam film:

“She walks to the room and the door behind her shuts!”

Dalam kalimat di atas terlihat bagaimana cerita berlangsung dengan dramatis sehingga digunakan kata dalam format present tense.

  • Past Simple

Bentuk kalimat past simple digunakan saat menceritakan sebuah kisah secara berurutan seperti contoh sebelumnya. Tentu saja dengan menggunakan kata transisi yang saling berkaitan. Contohnya:

“I packed my bags, I doubled check the situation, and I called the cab.”

“I removed my cloth from the closet, I gave it to the laundry, and I picked it up in the next morning.”

Dari kalimat di atas, terlihat bagaimana orang tersebut berbicara dalam format kronologi yang mudah dimengerti oleh orang lain, bahwa hal itu terjadi di waktu sebelumnya.

  • Past Continuous

Kapan hal ini digunakan? Saat memberikan latar belakang dari sebuah cerita. Contohnya:

“The sun was shining bright. We were driving down the motorway, and then suddenly there was a dog under a car!”

Dari contoh di atas, kamu memberikan latar belakang dan memperlihatkan tahapan dalam sebuah cerita, itu sebabnya yang digunakan adalah past-continuous form.

Pilihan Diksi

Jangan lupa bedakan bercerita dengan menuturkan sebuah pelajaran. Gunakan pilihan diksi atau kata-kata yang menarik bahkan dramatis. Contohnya gunakan kata seperti “amazing”, “fantastic”, “terrifying”, dan banyak lagi yang bisa digunakan saat bercerita.

Semakin kuat pilihan kata yang digunakan, akan semakin menarik cerita yang kamu sampaikan. Lama-lama orang akan menanti cerita dari kamu karena cara bercerita yang jauh dari kata membosankan.

Satu lagi hal yang tidak kalah penting adalah mengeluarkan ekspresi yang sesuai ketika sedang bercerita. Ketika tegang, seru, sedih, senang, atau lainnya, jangan ragu untuk berekspresi untuk membangun mood di antara orang yang mendengarkan.

Mudah bukan? Jika masih terkendala dengan pemahaman bahasa Inggris yang terbatas, sering-seringlah berdialog dengan orang yang biasa berbahasa Inggris untuk melatih kepercayaan diri dan menambah perbendaharaan kata kamu. Good luck to that!

 

Introducing Conversation: Percakapan Memperkenalkan Teman ke Teman Lainnya
Percakapan Turis dan Pemandu Wisata (Tourist Guide Conversation)
Percakapan Bahasa Inggris di Pesawat dengan Pramugari
Percakapan di Optik (Toko Kacamata): Periksa Mata dalam Bahasa Inggris
Pertanyaan dan Kalimat yang Sering Diucapkan di Stasiun Kereta Api
Percakapan Inggris: Menyangkal Sebuah Fakta (Denying Conversation)
Percakapan Izin Tidak Masuk Kerja karena Sakit dalam Bahasa Inggris
Contoh Percakapan Komplain dalam Bahasa Inggris
Pertanyaan saat Ngobrol dengan Gebetan dalam Bahasa Inggris
Percakapan Marketing Presentasi Produk