sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Contoh Kata/Kalimat Kritik Positif

Terkadang kita harus mengkritik perkataan atau perbuatan seseorang. Beberapa orang mungkin merasa kesulitan ketika akan mengkritik seseorang. Itu karena kritik bisa menyinggung atau membuat marah. Sebenarnya kritik itu bagus apabila positif dan membangun. Kritik juga bisa dimanfaatkan untuk menjadi bahan pembelajaran. Tentunya cara penyampaiannya pun harus dengan baik dan sopan agar orang yang dikritik bisa menerimanya.

Kali ini kita akan mempelajari beberapa frasa dalam bahasa Inggris yang bisa dipakai ketika menyampaikan kritik beserta dengan contohnya. Sebelum kita melihat frasanya, harus diingat bahwa gerak tubuh dan intonasi kita ketika menyampaikan kritik juga berpengaruh. Gunakanlah gerak tubuh dan intonasi sesantai dan sesopan mungkin agar kritik kita tidak menyinggung orang yang sedang kita kritik.

Mari kita langsung lihat saja frasa-frasanya di bawah ini:

  • I have to say…

“I have to say…” digunakan ketika kita akan mengatakan sesuatu yang bisa menyinggung seseorang utamanya karena mengandung kritik. Contoh:

    • I have to say that I found your work is not up to my expectations. (Saya harus katakan bahwa pekerjaan Anda tidak sesuai dengan ekspektasi saya)
    • I have to say that your cake is too sweet to my taste. (Saya harus katakan bahwa kuemu terlalu manis untukku)
  • I am bound to say…

“I am bound to say…” juga frasa untuk mengungkapkan kritik. Contoh:

    • I bound to say, your performance is not that impressive. (Saya harus katakan penampilan Anda tidak begitu mengesankan)
    • I bound to say that this event is a little dull. (Saya harus katakan bahwa acara ini agak membosankan)
  • With all due respect…

“With all due respect…” biasanya digunakan ketika kita tidak setuju dengan seseorang dan mengkritik seseorang. Frasa ini bisa menjadi frasa pengawal agar kita terdengar lebih sopan. Contoh:

    • With all due respect, I think your argument is invalid in this case. (Dengan segala hormat, menurut saya argumen Anda itu tidak valid dalam hal ini)
    • With all due respect, Mr. Robert, I think what you are saying is kind of nonsense. (Dengan segala hormat, Pak Robert, menurut saya apa yang bapak ucapkan itu agak tidak masuk akal)

Kita juga bisa menyingkat “with all due respect” dengan “with respect”. Contoh:

    • With respect, I think your argument is invalid in this case. (Dengan segala hormat, menurut saya argumen Anda itu tidak valid dalam hal ini)
    • With respect, Mr. Robert, I think what you are saying is kind of nonsense. (Dengan segala hormat, Pak Robert, menurut saya apa yang bapak ucapkan itu agak tidak masuk akal)
  • Don’t get me wrong

“Don’t get me wrong” adalah frasa yang digunakan ketika kita ingin memastikan bahwa orang yang sedang kita kritik memahami kritikan kita dengan benar. Contoh:

    • Don’t get me wrong, I do like your cooking, it’s just sometimes it is too salty for my liking. (Jangan salah paham, saya suka masakan Anda, hanya saja terkadang masakannya terlalu asin untuk selera saya)
    • Don’t get me wrong, your house is cozy, it’s just it needs more green touch. (Jangan salah paham, rumah Anda nyaman, hanya saja membutuhkan lebih banyak sentuhan hijau)
  • To be fair

“To be fair” adalah frasa lainnya ketika kita mengkritik seseorang. Frasa ini dipakai ketika kita ingin menyebutkan sisi positif dari orang yang sedang kita kritik. Contoh:

    • Your performance is so-so, to be fair, it is better than the last month’s performance. (Kinerja Anda biasa saja, namun itu lebih baik dari kinerja bulan lalu)
    • Your argument is a little unreasonable, to be fair, it is a great point for the other case. (Argumen Anda agak tidak masuk akal, namun itu adalah poin yang bagus untuk kasus yang lain)

Terdapat juga frasa serupa yang memiliki fungsi yang sama dnegan “to be fair”. Frasa tersebut, yakni “in all fairness” dan “to give someone their due”. Contoh:

    • Your performance is so-so, in all fairness, it is better than the last month’s performance. (Kinerja kamu biasa saja, namun itu lebih baik dari kinerja bulan lalu)
    • Your argument is a little unreasonable, to give you your due, it is a great point for the other case. (Argumen Anda agak tidak masuk akal, namun itu adalah poin yang bagus untuk kasus yang lain)
  • I am not sure I like…

“I am not sure I like…” adalah ungkapan keraguan untuk menunjukkan kritik kita secara langsung, tetapi terdengar lebih sopan. Contoh:

    • I am not sure I like this part. (Saya tidak yakin saya menyukai bagian ini)
    • I am not sure I like the way you convey our concept to the clients. (Saya tidak yakin saya menyukai cara Anda menyampaikan konsep kita ke klien)

Mengkritik positif juga bisa dengan cara halus dengan langsung memberikan saran tentang hal apa yang bisa diperbaiki. Berikut adalah beberapa frasa yang bisa mengungkapkan saran:

  • What do you think about…?

Frasa pertama untuk memberikan kritik halus dengan saran adalah “what do you think about” yang kemudian diikuti oleh saran kita. Contoh:

    • What do you think about adding some sugar? (Bagaimana jika ditambahkan gula?)
    • What do you think about removing this part? (Bagaimana jika bagian ini dihapus saja?)
  • I think it would be better if…

Frasa selanjutnya untuk memberikan kritik positif dengan memberikan saran adalah “I think it would be better if…”. Mari kita lihat contohnya:

    • I think it would be better if you don’t use that filter for the video. (Menurut saya akan lebih bagus jika Anda tidak menggunakan filter itu untuk videonya)
    • I think it would be better if you use a neutral color like white for this room. (Menurut saya akan lebih baik jika Anda menggunakan warna netral seperti putih untuk ruangan ini)
  • How about if you…?

Kita juga bisa memakai frasa “how about if you…” untuk mengkritik secara halus dengan memberikan saran. Contoh:

    • How about if you wear the black skirt instead of the red one? (Bagaimana jika Anda mengenakan rok warna hitam saja alih-alih warna merah?)
    • How about if you use Times New Roman font to make your report look more formal? (Bagaimana jika Anda menggunakan font Times New Roman untuk membuat laporan Anda terlihat lebih formal?)
  • Have you thought about…?

“Have you thought about…?” adalah cara yang halus untuk mengkritik dengan memberikan rekomendasi atau saran. Contoh:

    • Have you thought about adding some glittering effect to the picture? (Apakah terpikir untuk menambahkan efek berkilauan pada fotonya?)
    • Have you thought about changing the MSG with chicken broth? (Apakah terpikir untuk mengganti MSG dengan kaldu ayam?)
  • Maybe you could…

“Maybe you could…” adalah frasa lain untuk mengkritik dengan halus melalui saran. Contoh:

    • Maybe you could come a little earlier next time? (Mungkin Anda bisa datang lebih awal lain kali?)
    • Maybe you could discuss it with the marketing team for the next report? (Mungkin Anda bisa mendiskusikannya dengan tim pemasaran untuk laporan selanjutnya?)
  • I think you should…

“I think you should…” adalah frasa untuk memberikan saran yang bisa digunakan untuk menyampaikan kritik halus membangun. Contoh:

    • I think you should exercise more. (Menurut saya Anda harus lebih sering berolahraga)
    • I think you should not add artificial preservatives to your food. (Menurut saya Anda jangan menambahkan pengawet buatan ke makanan Anda)
  • You could improve this by…

“You could improve this by…” adalah frasa yang cukup direct atau langsung menyampaikan kritik yang membangun.  Gunakanlah gerund atau verb+ing setelah kata “by” pada frasa “you could improve this by…”. Contoh:

    • You could improve this by removing the subtitle. (Anda bisa memperbaikinya dengan menghapus subtitle-nya)
    • You could improve this by adding more salt. (Anda bisa memperbaikinya dengan menambahkan lebih banyak lagi garam)

Contoh

Di bawah ini adalah beberapa contoh kritik positif membangun dengan menggunakan frasa-frasa yang telah kita pelajari di atas.

Contoh 1:

I appreciate that you include me in your project group. However, don’t get me wrong, I like being in your group, it’s just I’ve noticed we still have many tasks to be done in the short time. So, I think we should be more organized and plan further ahead about what needs to be done and when. Maybe we should discuss this? That way, we can finish the project on time.

(Saya menghargai bahwa Anda telah menyertakan saya ke dalam kelompok proyek Anda. Akan tetapi, jangan salah paham, saya suka berada di kelompok Anda, hanya saja saya perhatikan masih banyak tugas yang harus kita lakukan dalam waktu yang singkat. Jadi, menurut saya kita harus lebih terorganisir dan merencanakan tentang apa yang harus dilakukan dan kapan. Mungkin kita harus mendiskusikan ini? Dengan begitu, kita bisa menyelesaikan proyeknya tepat waktu).

Contoh 2:

Your essay is good. I have to say that it is lacking in some explanation. You could improve this by adding a few more lines to elaborate the third point.

(Esai kamu bagus. Saya harus mengatakan bahwa esainya masih kurang penjelasan. Kamu bisa memperbaikinya dengan menambahkan beberapa kalimat untuk menjabarkan poin ketiga)

Contoh 3:

Jane, you are really a good roommate. With all due respect, I think you should wash the dishes immediately after you finish eating. You know, we cannot wait until the dishes piling up because they can attract ants, flies, and rats.

(Jane, kamu benar-benar teman sekamar yang baik. Dengan segala hormat, menurutku kamu harus mencuci piring kotor dengan segera setelah kamu selesai makan. Kamu tahu, kita tidak boleh menunggu piring kotornya menumpuk terlebih dahulu karena akan menarik semut, lalat, dan tikus)

Contoh 4:

What a great presentation! I like the way you deliver the points in concise manner. However, have you thought about adding some pictures to the slides? I think some pictures would make your presentation become more interesting.

(Presentasi yang sangat bagus! Saya suka cara Anda menyampaikan poin Anda secara singkat dan padat. Akan tetapi, apakah Anda terpikir untuk menambahkan beberapa gambar pada slide presentasi? Menurut saya beberapa gambar akan membuat presentasi Anda jadi lebih menarik).

 

Contoh Keluhan Pelanggan Hotel dan Responnya
Frasa/Kalimat yang Digunakan dalam Diskusi atau Debat
Contoh Percakapan Komplain Pelanggan Dan Responnya Dalam Bahasa Inggris
Kata, Kalimat, atau Ungkapan Bahasa Inggris untuk Mengekspresikan Selamat Tinggal
Contoh Dialog Singkat Mengenai Kisah Sukses dalam Bahasa Inggris
Contoh Kalimat Advice & Suggestion
Kalimat atau Kata Bahasa Inggris untuk Mengekspresikan Galau / Kegalauan
Pertanyaan atau Kalimat yang Sering Diucapkan di Tempat Hiburan Malam
Contoh-contoh “Intransitive Phrasal Verbs”
Apa Itu “Kata Seru” dan Contohnya dalam Bahasa Inggris