sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Contoh Percakapan Membicarakan Pendidikan dalam Bahasa Inggris

Education atau pendidikan adalah salah satu aspek penting di dalam kehidupan. Untuk itu, tidak heran jika pendidikan sering menjadi sebuah topik dalam suatu percakapan. Kali ini, kita akan melihat beberapa contoh percakapan singkat dalam bahasa Inggris mengenai pendidikan. Berikut ini adalah percakapannya:

Percakapan 1

Agus: What are you going to do after graduate? (Apa yang akan kamu lakukan setelah lulus?)

Rita: I’m going to continue studying for a master’s degree. How about you? (Aku akan melanjutkan kuliah S2. Bagaimana dengan kamu?)

Agus: I’m going to find a job as soon as I graduate. (Aku akan mencari kerja segera setelah lulus)

Rita: Good luck. (Semoga beruntung)

Agus: Thanks. Anyway, why are you planning to continue studying instead of finding a job? (Terima kasih. Ngomong-ngomong, mengapa kamu berencana untuk melanjutkan kuliah alih-alih mencari kerja?)

Rita: Because education is very important aspect to me. It can help me to open more doors of opportunities. (Karena pendidikan adalah aspek terpenting bagiku. Pendidikan dapat membantuku membuka lebih banyak pintu kesempatan)

Agus: What opportunities are they? (Kesempatan macam apa itu?

Rita: The opportunities to get better job to secure my future. (Kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik agar masa depanku terjamin)

Agus: Are you sure about that? There are some people with master’s degree that are having difficulty to find a job because of their lack experience of work. (Kamu yakin tentang itu? Ada beberapa orang yang memiliki gelar S2 yang kesulitan mencari pekerjaan karena kurangnya pengalaman kerja)

Rita: It’s very unfortunate, but as I said earlier, education opens more opportunities. There are many companies and institutions which will hire people with higher educational background even without work experience. All we need to do is that only to keep trying until we get what we want. Besides, there is nothing wrong to keep studying. I believe knowledge that we obtain from studying in college will really useful for us. (Memang sangat disayangkan, tapi seperti yang telah kusebutkan tadi, pendidikan membuka lebih banyak kesempatan. Banyak perusahaan dan institusi yang akan menerima orang-orang dengan latar pendidikan yang tinggi meskipun tanpa pengalaman kerja. Yang harus kita lakukan hanyalah terus mencoba sampai kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Lagi pula, tidak ada salahnya untuk terus belajar. Aku percaya ilmu yang kita dapatkan dari kuliah akan berguna bagi kita)

Agus: I get your points, and I agree that education is very important. But for me, if we can get a job after we graduate, why bother going back to school? I mean, in the end, after going back to school, we still have to get a job, don’t we? (Aku mengerti maksudmu, dan aku setuju bahwa pendidikan itu sangat penting. Namun bagiku, jika kita bisa mendapatkan pekerjaan  setelah lulus, kenapa repot-repot kembali kuliah lagi? Maksudku, pada akhirnya setelah kuliah lagi, kita harus mendapatkan pekerjaan juga, kan?)

Rita: Yes, that is right, but every person has different opinion towards this matter, and I already stated mine. (Ya, itu memang benar, tetapi setiap orang memiliki pendapat yang berbeda mengenai hal ini, dan aku telah mengungkapkan pendapatku)

Agus: Yeah, you’re right. (Ya, kamu benar)

Percakapan 2

Yesi: I heard that you’re going to study abroad. Is that true? (Aku dengar kamu akan sekolah di luar negeri. Apakah itu benar?)

Risma: Yes, it is. (Ya, itu benar)

Yesi: Do you get a scholarship? (Apakah kamu mendapatkan beasiswa?)

Risma: No, but I chose a university without tuition fees, and thankfully I got admitted there. (Tidak, tapi aku memilih universitas tanpa biaya kuliah, dan puji syukur aku diterima di sana)

Yesi: Congratulations, Risma. (Selamat, Risma)

Risma: Thanks. I actually lost hope to study abroad because I had failed to get a scholarship. You know, it was impossible to study in foreign country for me since I don’t have much money. However, a friend told me the information about this university in Germany that would accept international student for free. (Terima kasih. Sebenarnya aku putus asa untuk sekolah di luar negeri karena aku gagal untuk mendapatkan beasiswa. Kamu tahu, mustahil untukku untuk kuliah di negara asing karena aku tidak mempunyai uang yang banyak. Namun, seorang teman memberitahuku informasi tentang universitas di Jerman yang menerima mahasiswa internasional tanpa biaya)

Yesi: Oh, I didn’t know such university existed. How about your living expenses? Are you going to find a part time job as well? (Oh, aku tidak tahu universitas macam itu ada. Bagaimana dengan biaya hidupmu? Apakah kamu akan mencari pekerjaan paruh waktu?)

Risma: The University has this part-time job program for students. I’m definitely going to enroll for the program. (Universitasnya mempunyai program kerja paruh waktu untuk para mahasiswa. Aku pastinya akan mendaftar untuk programnnya)

Yesi: Nice. I wish you the best of luck. (Bagus. Semoga kamu beruntung)

Risma: Thank you. (Terima kasih)

Percakapan 3

Beni: Hello, Adit. How are you? (Halo, Adit. Bagaimana kabarmu?)

Adit: Hi, Beni. I’m fine. You? (Hey, Beni. Aku baik-baik saja. Kamu?)

Beni: I’m fine as always. I still can’t believe you finally graduated from Stanford. (Aku baik-baik saja seperti biasa. Aku masih tidap percaya akhirnya kamu lulus dari Stanford)

Adit: Actually, me too. I couldn’t believe I made it. (Sebenarnya, aku juga. Aku juga tidak percaya aku berhasil lulus)

Beni: How did it feel to study at Stanford? (Bagaimana rasanya kuliah di Stanford?)

Adit: It was tough, but I really enjoyed it. I experienced new things and met new friends from various backgrounds. (Itu sulit, tapi aku menikmatinya. Aku mengalami hal-hal baru dan bertemu dengan teman baru dari berbagai latar belakang)

Beni: Good for you. I’m really curious about differences between studying in Indonesia and abroad. (Bagus untukmu. Aku sangat penasaran tentang perbedaan antara kuliah di Indonesia dan di luar negeri)

Adit: Well, in my experience, the learning styles of those two are different. In Indonesia, the students are accustomed to just sit and listen to the lectures, while in America, since interactive learning techniques are used there, the students interact more in class through group discussions or seminar. (Berdasarkan pengalamanku, gaya belajar di Indonesia dan di luar negeri itu berbeda. Di Indonesia, mahasiswa sudah terbiasa untuk hanya duduk dan mendengarkan dosen, sedangkan di Amerika, karena teknik belajar interaktif diterapkan di sana, para mahasiswa interaksi lebih banyak di kelas melalui diskusi grup atau seminar)

Beni: I see. Which one do you prefer, Indonesian or American learning style? (Aku mengerti. Kamu lebih suka yang mana, gaya belajar Indonesia atau Amerika?)

Adit: I prefer the American one because it’s more fun and effective to stimulate students to think critically and actively participate in class activities. (Aku lebih suka gaya belajar Amerika karena lebih menyenangkan dan efektif untuk memicu mahasiswa untuk berpikir kritis dan berpartisipasi secara aktif di kelas)

Beni: Interesting! Is it possible to apply American learning style in our country? (Menarik! Apakah mungkin untuk menerapkan gaya belajar Amerika di negara kita?)

Adit: I think it’s not impossible applying that learning style in here, but it will be a long journey until the students getting used to the new learning style. (Menurutku tidak mustahil untuk menerapkan gaya belajar itu di sini, tetapi akan menjadi perjalanan panjang sampai para murid terbiasa dengan gaya belajar yang baru)

Beni: Totally agree. (Setuju sekali)

Demikianlah beberapa contoh percakapan dalam bahasa inggris mengenai pendidikan. Sekarang, mari kita coba untuk membacanya kembali untuk melatih kemampuan berbicara bahasa Inggris kita.

 

Pertanyaan atau Kalimat yang Sering Diucapkan di Tempat Hiburan Malam
Percakapan Inggris tentang Game di Handphone
Percakapan Perkenalan dengan Siswa Baru (Conversation at School)
Berbicara tentang Pendidikan dalam Bahasa Inggris
Percakapan Membeli Mobil Bekas dalam Bahasa Inggris
Percakapan Inggris Menyewa Kendaraan di Tempat Wisata
Contoh Percakapan Menolak Janji (Refusing an Appointment)
Percakapan Membuat Reservasi Hotel di Tempat (Check-in on the Spot)
Percakapan Marketing Presentasi Produk
Percakapan Inggris Sehari-hari di Rumah


 
Contoh Percakapan Membicarakan Website dalam Bahasa Inggris
Contoh Percakapan tentang Travel dalam Bahasa Inggris
Contoh Percakapan Membicarakan Pendidikan dalam Bahasa Inggris
Contoh Percakapan Membicarakan Buku dalam Bahasa Inggris
Percakapan Inggris: Membuat Janji Bimbingan Skripsi Lewat Telepon dengan Dosen
Percakapan Inggris: Keadaan Darurat Menelepon Pemadam Kebakaran
Percakapan Inggris Guru dan Murid: Protes Tentang Nilai
Contoh Percakapan di Kedai Kopi Starbucks dalam Bahasa Inggris
Contoh Percakapan dengan Teman Lama dalam Bahasa Inggris
Contoh Percakapan di Money Changer Mau Menukar Uang dalam Bahasa Inggris