sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Figure of Speech: Apa itu Hyperbole?

Pengertian Mengenai Hyperbole

Dalam sebuah kalimat tertulis maupun percakapan, hyperbole digunakan untuk memperkuat kesan dengan cara melebih-lebihkan.

Hasil hyperbole yang melebih-lebihkan ini sering membuat kalimat terbaca atau terdengar dengan lucu atau tidak perlu dianggap serius, “besar”, atau sebagainya.

Bila digabungkan dengan hal lain yang dijelaskan tidak menggunakan hyperbole sebagai figure of speech, maka hyperbole juga dapat menciptakan kesan yang kontras.

Kesan kontras yang dihasilkan dari penggabungan hal lain yang dijelaskan secara “biasa” ini kemudian akan meninggalkan kesan yang kuat pada pembacanya.

Contoh Penerapan Hyperbole Dalam Kalimat

Ada banyak contoh kalimat yang menerapkan hyperbole di dalamnya, dan empat contoh kalimat yang menjadi acuan pembelajaran kita dalam poin ini merupakan beberapa contohnya.

Masing-masing dari keempat contoh kalimat dalam poin ini dilengkapi panduan tambahan agar kita makin mudah mempelajari materi hyperbole.

Panduan tambahan untuk mengerti masing-masing contoh kalimat yang ada tersebut mencakup arti bahasa Indonesia, bold pada letak hyperbole, garisbawah pada hal-hal yang membantu menjelaskan hyperbole, dan penjelasan lebih jauh mengenai materi hyperbole sesudah masing-masing contoh kalimat di bawah ini:

1. It’s been ages since we didn’t meet! (Sudah bertahun-tahun kami tidak bertemu!)

Penjelasan: Kejadian “we didn’t meet” (kami tidak bertemu) sebenarnya tidak selama itu (“it’s been ages” atau sudah bertahun-tahun), tetapi hal tersebut dinyatakan, sehingga menjadi hyperbole yang tidak perlu dianggap “besar”.

2. It’s annoying to wait in eternity for my yet-to-be returned parcels (Menyebalkan untuk menunggu sampai ke kekekalan untuk parselku yang akan dikembalikan).

Penjelasan: Sebenarnya, kejadian menunggu tidak sampai “to wait in eternity” atau menunggu sampai ke kekekalan. Mungkin hanya beberapa jam, hari, atau minggu, untuk menunggu “my yet-to-be returned parcels” (parselku yang akan dikembalikan). Namun, adanya frasa tersebut dalam kalimat menjadi hyperbole yang terdengar lucu.

3. The clutch weighs a ton, but the bag is average (Dompetnya berberat satu ton, sementara tasnya biasa-biasa saja beratnya).

Penjelasan: Tidak mungkin ada “the clutch” (dompetnya) yang benar-benar berberat “a ton” atau satu ton, karena itu, “a ton” menjadi bagian hyperbole dalam contoh kalimat ini. Ketika “the bag” (tas, tidak spesifik merujuk pada tas jenis apa) dijelaskan sebagai biasa-biasa saja (“is average”), ini menciptakan kesan tentang berat yang sangat berbeda (kontras) pada pembacanya.

4. He is so b that horses can’t defeat him, while she is not (Dia sangat kuat hingga kuda tidak dapat mengalahkannya, sementara dia tidak).

Penjelasan: Sebenarnya, kekuatan “he” (dia) tidak sekuat sampai “horses can’t defeat him” (kuda tidak dapat mengalahkannya) secara literal. Namun, karena ada frasa itulah, bagian itu menjadi hyperbole. Adanya kontras “she is not” (dia tidak) menciptakan kesan perbandingan kekuatan yang berbeda jauh.

Contoh Penerapan Hyperbole Dalam Percakapan

Contoh percakapan acuan yang akan kita pelajari ini mengandungi arti bahasa Indonesia di setiap baris percakapannya, sehingga kita diharapkan dapat lebih mengerti contoh percakapan yang ada.

Selain itu, ada pula tanda bold pada bagian hyperbole dan garisbawah pada hal-hal yang membantu penjelasan hyperbole yang memudahkan kita dalam tiap baris percakapan yang mengandungi hyperbole.

Setelah menyimak contoh percakapan di bawah ini, kita pun dapat mempelajari hyperbole lebih jauh lagi:

Ciara: Have you ever heard about Sasha? She’s so powerful that she can rock the mountain.

(Ciara: Apakah kamu pernah mendengar soal Sasha? Dia begitu kuat sampai-sampai bisa menggoncangkan gunung.)

Random Fangirl 1: Is she that b? Wow… Woe is me, who am just an average Jane!

(Fans Perempuan Acak 1: Apakah dia begitu kuat? Wah, kasihan ya, aku, yang hanya orang biasa!)

Ciara: Not stopping there, her brain is the size of a giant! Let us compare those with normal people

(Ciara: Tidak berhenti sampai di sana, otaknya berukuran raksasa pula! Bandingkan dengan orang biasa…)

Bell: *investigating the room * I have million better things to do. Bye.

(Bell: *menginvestigasi ruangannya* Aku punya semiliaran hal-hal bagus lainnya yang bisa dilakukan. Sampai jumpa.)

Ungkapan hyperbole dapat kita lihat pertama-tama dalam baris terakhir contoh percakapan, yakni “million better things to do” (semiliaran hal-hal (yang lebih) bagus lainnya yang bisa dilakukan).

Sebenarnya, hal-hal yang dapat dilakukan tidak sebanyak itu, sehingga menjadi ungkapan hyperbole yang tidak perlu “dibesar-besarkan”.

Ungkapan hyperbole lainnya yang dapat kita tangkap dari contoh percakapan di atas terletak pada baris pertama, yakni “she can rock the mountain” ((dia) bisa menggoncangkan gunung).

Kekuatan dari Sasha sendiri tidak mungkin sekuat yang dapat menggoncangkan gunung secara literal, sehingga ungkapan hyperbole tersebut menjadi ungkapan yang terdengar lucu atau tidak perlu dianggap serius.

Bentuk hyperbole pada baris pertama dapat berdiri sendiri maupun menyambung dengan perbandingan pada baris kedua, yakni “who am just an average Jane” (yang hanya orang biasa).

Jadi, bila kekuatan yang “dilebih-lebihkan” dari Sasha tersebut dibandingkan dengan kekuatan Fans Perempuan Acak 1 yang biasa-biasa saja, maka kesan kontrasnya perbandingan kekuatan akan berbeda jauh terlepas dari betul-betul jauh atau tidaknya.

Perbandingan yang sama juga tercermin pada baris ketiga contoh percakapan, yakni otak (atau kepandaian) Sasha yang “the size of a giant” (berukuran raksasa) dibandingkan “normal people” (orang biasa).

Bila dikatakan “normal”, maka itu benar-benar biasa, rata-rata, atau semacamnya. Bila dibandingkan dengan bentuk hyperbole yang mengisyaratkan kepandaian “raksasa” (padahal belum tentu seukuran raksasa), maka kesan perbedaan tingkat kepandaiannya begitu terasa.

Contoh Soal dan Pembahasan Hyperbole Dalam Tes TOEFL Maupun Tes-Tes Bahasa Inggris Sejenis

Pengujian materi hyperbole dalam tes TOEFL maupun tes-tes lain yang menguji kemampuan berbahasa Inggris kemungkinan dapat muncul sebagai contoh soal yang meminta kita mengisi bagian kalimat yang rumpang dengan kata dalam kurung sebagai pemandu.

Selain itu, materi hyperbole juga dapat muncul sebagai contoh soal yang mengharuskan kita untuk menentukan benar-salahnya sebuah kalimat contoh soal.

Kedua contoh soal yang terdapat pada poin ini merupakan contoh wujud kemunculan materi hyperbole dalam tes TOEFL maupun tes-tes bahasa Inggris yang sejenis.

Tidak hanya arti bahasa Indonesianya saja yang dapat kita pelajari, kita pun berkesempatan mempelajari jawaban benarnya dalam bold dan pembahasan mengenai jawaban benar dari masing-masing contoh soal di bawah ini:

1. I have _______ (ton) homework that I can’t attend today’s class.

a. many b. much c. tons of d. a ton

(1. Aku memiliki _________ (ton) pekerjaan rumah sehingga aku tidak dapat menghadiri kelas hari ini.

a. banyak b. banyak c. berton-ton banyaknya d. satu ton)

Catatan: Kata kunci dalam kurung adalah “ton”, sehingga kita dapat mengeliminasi dua pilihan salah yang sama sekali tidak mengandungi “ton”, yakni pilihan a dan b. Pilihan d juga kurang tepat, karena “a ton” pada pilihan d tidak dilengkapi dengan “of” di belakangnya. Karena itu, jawaban paling benar untuk melengkapi bagian rumpang kalimat contoh soal pertama ini adalah c. tons of.

2. Mark this statement as true (T) or false (F):

This motorcycle goes faster than light speeds. Answer: T

(2. Tandai pernyataan ini sebagai benar (B) atau salah (S):

Sepeda motor ini lebih cepat dari kecepatan cahaya. Jawaban: B)

Catatan: Selalu ingat tentang “melebih-lebihkan” bila menghubungkan tentang hyperbole. Jangan hanya “faster” (lebih cepat), namun buat frasa lain yang greget, seperti “light speeds” (kecepatan cahaya) pada kalimat contoh soal kedua ini. Karena semua susunan hyperbole itu benar, jawaban dari contoh soal kedua ini adalah “T” atau “True”.

Demikianlah hal-hal yang dapat kita pelajari dari hyperbole. Materi tutorial bahasa Inggris selanjutnya juga tidak jauh dari kategori majas pada hyperbole, yakni metaphor.

Seperti apa keunikan materi metaphor? Yuk, terus simak dan ikuti artikel tutorial bahasa Inggris dari kami yang selanjutnya!

 

Grammar-Adjective: Apa itu Degree of Comparison?
Pidato Bahasa Inggris: Dampak Buruk Teknologi Kekinian (Negative Effects of Technology)
Sentence: Apa itu Positive Sentence (Kalimat Positif)?
Grammar Tenses: Apa itu Present Perfect Tense?
Preposition (Preposisi dalam Bahasa Inggris)
Grammar-Adjective: Apa itu Nominal Adjectives?
Grammar-Adverb: Apa itu Superlative Adverb?
Aturan Menggabung Kalimat Bahasa Inggris (Jenis Struktur Kalimat)
Grammar: Apa itu Infinitive with To?
Grammar-Noun: Apa itu Proper Noun?


 
Apa itu Cause Effect?
Perbedaan Kalimat Imperative Vs Exclamatory
Apa itu Syntax?
Figure of Speech: Simile
Figure of Speech: Apa itu Metaphor?
Figure of Speech: Apa itu Hyperbole?
English Spelling
Parts of Speech (The Eight Parts of Speech)
Four Sentence Types (Jenis-Jenis Kalimat)
Grammar-Verb: Apa itu Subjunctive Verb?