sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Grammar-Adverb: Apa itu Downtoners Adverb?

Tahukah, wahai learners? Bukan hanya materi tutorial bahasa Inggris dalam artikel ini yang sama-sama tergabung dalam kelompok adverbs. Kelompok downtoners adverb yang akan kita pelajari pada artikel ini juga terkait dengan kelompok adverbs sebelumnya, yakni amplifiers adverb.

Kita akan membahas penjelasan mengenai downtoners adverb terlebih dahulu. Setelah poin pembahasan di bawah ini, kita akan bergerak pada contoh-contoh penerapan downtoners adverb dalam kalimat, percakapan, dan contoh soal serta pembahasannya dalam tes TOEFL atau tes-tes bahasa Inggris yang sejenis.

Penjelasan Mengenai Downtoners Adverb

Kalau amplifiers adverb dalam artikel sebelumnya berfungsi untuk memperkuat kesan, menyatakan kepastian, atau menunjukkan ketepatan “sesuatu yang bisa diukur”, downtoners adverb ini adalah lawan dari amplifiers adverb.

Jadi, secara umum, fungsi downtoners adverb adalah memperlemah kekuatan frasa atau kata yang mengikutinya. Orang menggunakan downtoners adverb untuk menyatakan ketidakpastian konsekuensi atau sesuatu, atau menunjukkan perkiraan atau sesuatu yang belum pasti secara waktu, tempat, atau apapun yang bisa diukur.

Dalam bahasa sehari-hari, downtoners adverb disebut juga “vague language” (bahasa yang ambigu). Poin selanjutnya akan membawa kita pada contoh-contoh penerapan downtoners adverb atau vague language ini dalam kalimat.

Contoh Penerapan Downtoners Adverb dalam Kalimat

Berbagai kalimat contoh di bawah ini akan memperlihatkan pada kita penggunaan downtoners adverb dalam kalimat yang berbeda-beda.

Seperti biasa, yang di-bold adalah downtoners adverb, dan yang digarisbawahi adalah kata atau frasa yang dipengaruhi oleh downtoners adverb. Ada juga arti dan penjelasan untuk tiap kalimat yang ada. Para learners, siapkan diri kalian melihat contoh-contoh penerapannya dalam kalimat berikut ini:

1. Maybe he’s still away from home (Mungkin dia masih di luar rumah).

Penjelasan:Maybe” (mungkin) merupakan downtoners adverb yang paling sering digunakan. Penempatannya pun fleksibel, bisa di depan, tengah, atau di belakang. Dalam contoh kalimat ini, “maybe” digunakan untuk menjelaskan kemungkinan keadaan “still away from home” (masih di luar rumah).

2. Their works are actually pretty good (Pekerjaan mereka sebenarnya lumayan bagus).

Penjelasan:Pretty” (lumayan) sebagai downtoners adverb di sini menjelaskan adjective good” (baik, bagus, atau memuaskan). Dalam contoh kalimat ini, “their works” (pekerjaan mereka) tidak bagus banget, tapi paling tidak sudah memenuhi syarat minimal dan mungkin lebih sedikit di atasnya.

3. I think it’s a little between 5 to 6 P.M. now (Kira-kira sekarang pukul 5 hingga 6-an malam lewat sedikit).

Penjelasan:A little” (sedikit, sedikit lewat, atau lewat sedikit) sebagai downtoners adverb di sini menjelaskan keadaan waktu “now” (sekarang) yang “between 5 to 6 P.M.” (antara pukul 5 hingga 6-an malam). Tidak pasti kapan waktu atau jamnya, tetapi contoh kalimat ini menyatakan waktunya antara pukul 5 hingga 6-an malam, tidak kurang dan tidak lebih.

Demikian pelajaran yang dapat kita ambil dari penerapan downtoners adverb dalam contoh-contoh kalimat. Dalam poin berikutnya, kita akan bersiap untuk belajar contoh-contoh penerapan downtoners adverb dalam percakapan.

Contoh Penerapan Downtoners Adverb dalam Percakapan

Bagi anak “jaman now”, downtoners adverb sering diidentikkan dengan mem-PHP orang. Meski ada benarnya, downtoners adverb tidak harus terkait dengan PHP atau “Pemberi Harapan Palsu”.

Contoh percakapan di bawah ini memperlihatkan berbagai situasi penggunaan downtoners adverb yang diberi tanda bold. Untuk memudahkan learners sekalian dalam belajar, contoh percakapan di bawah ini juga menyertakan arti untuk tiap baris dialog yang terucap:

System Bot: The train will be approaching Platform D in approximately 3 minutes more. (Kereta akan menuju Platform D dalam kira-kira 3 menit lagi.)

Nate: I think it is pretty close now. (Aku kira sudah dekat waktunya.)

Will: Yeah, let’s go. Else, we might miss the show… Hey, where’s that Kacung guy?! (Ya, ayo pergi. Kalau tidak, mungkin kita akan kelewatan menonton pertunjukkannya… Hei, mana orang yang namanya Kacung itu?!)

Nate: Never mind about him. Maybe he’s still dating out there, or maybe he’s playing with his daughter… Who knows? (Tak usah memusingkannya. Mungkin dia masih berkencan di luar sana, atau mungkin dia masih bermain dengan anak perempuannya… Siapa tahu?)

Will: Yeah, you’re right. Let’s go! (Ya, kamu benar. Ayo, kita pergi!)

Dari contoh percakapan di atas, setidaknya ada 3 pelajaran downtoners adverb yang dapat kita ambil. Ketiganya memiliki variasi yang unik, sehingga kita dapat belajar lebih dari downtoners adverb ini.

Pertama, downtoners adverb approximately” (sekitar, kira-kira) sering digunakan untuk mengira-ngira waktu atau ukuran yang belum pasti, seperti “3 minutes more” (3 menit lagi) yang bisa lebih cepat, bisa tepat 3 menit, atau bisa lebih lambat. “Approximately” bisa ditambah dengan preposition semacam “in”, sehingga menjadi “in approximately”.

Kedua, downtoners adverb pretty” (cukup, lumayan) digunakan untuk menjelaskan adjective close” (dekat). Meskipun dekat dalam contoh percakapan itu terkait dengan waktu yang ditunjukkan System Bot (Robot Sistem), ungkapan “close” menggambarkan karakteristik waktu yang ada, jadi yang digunakan downtoners adverb pretty” yang menjelaskan adjective.

Ketiga, ada “might” dan “maybe” (mungkin saja atau mungkin) yang digunakan untuk menjelaskan kemungkinan konsekuensi. Beberapa contoh konsekuensi dalam percakapan adalah, “miss the show” (kelewatan menonton pertunjukannya), “still dating out there” (masih berkencan atau berpacaran di luar sana), dan “playing with his daughter” (bermain dengan anak perempuannya).

Maybe” dalam percakapan sendiri dapat digunakan berkali-kali untuk menjelaskan kemungkinan yang berbeda. Namun, supaya tidak membuat pendengar bosan, alangkah baiknya kita membatasi penggunaan “maybe” tidak lebih dari 3 kali dalam satu kalimat percakapan. Setelah itu, tambahkan “or” (atau) pada “maybe” yang terakhir, lalu akhiri dengan konsekuensi lain yang mungkin terjadi.

Itulah beberapa hal yang dapat kita terapkan mengenai downtoners adverb dalam percakapan. Berikutnya, kita akan melihat bagaimana downtoners adverb muncul dalam contoh-contoh soal tes TOEFL atau tes bahasa Inggris sejenis dengan disertai pembahasan tiap contohnya.

Contoh Soal dan Pembahasan Downtoners Adverb dalam Tes TOEFL Atau Tes-Tes Bahasa Inggris Serupa

Mengingat downtoners adverb masih “saudaraan” dengan amplifiers adverb, maka downtoners adverb dijumpai dalam tes-tes bahasa Inggris bernuansa U.S. semacam TOEFL, TOEIC, dan sejenisnya. Jenis soalnya pun kurang lebih sama dengan amplifiers adverb.

Pertama, downtoners adverb muncul dalam contoh soal pilihan ganda untuk melengkapi bagian yang rumpang sesuai kata dalam kurung. Kedua, downtoners adverb juga bisa muncul dalam contoh soal written expression yang mengharuskan kita untuk memilih jawaban yang salah.

Agar lebih jelas, baiklah kita melihat pada kedua contoh soal di bawah ini, beserta jawabannya yang benar dalam bold. Setelah itu, kita akan melihat pembahasan mengapa jawaban ter-bold tersebut adalah jawaban yang benar.

1. If he knew what I am doing, he’d ______ (maybe) sue me!

a. probably         b. maybe       c. possible        d. definitely

(1. Kalau dia tahu yang aku lakukan, dia ___________ akan melaporkanku!

a. mungkin        b. mungkin         c. mungkin saja        d. pasti)

Catatan: Jawaban d pasti salah, karena kata yang dikurung adalah “maybe” untuk menyatakan sesuatu yang tidak pasti, sementara jawaban d menandakan kepastian. Jawaban b salah karena dalam pilihan ganda semacam ini, kita diharapkan menjawab beda dari yang ada dalam kurung, namun tetap relevan. Jawaban c juga salah, karena “possible” adalah verb biasa, padahal yang kita perlukan adalah adverb atau yang berakhiran “-ly”. Karena itu, jawaban yang benar adalah a. probably.

2. Choose the wrong answer:

It occurred maybe on last Saturday at 19:30 P.M. There were approximately 3 people involved.

A        B        C        D

(2. Pilih jawaban yang salah:

Itu terjadi mungkin Sabtu kemarin pada pukul 19:30. Ada kira-kira 3 orang yang terlibat.)

A        B        C        D

Catatan: Pilihan jawaban a dan c bisa kita lewati karena semuanya tepat. Pilihan d juga bukan pilihan yang bisa kita pilih, karena “3 people” (3 orang) terkait bilangan atau hitung-hitungan. Jadi, pilihan yang benar adalah b. maybe, karena yang benar adalah “around” atau yang sejenisnya untuk menunjukkan perkiraan hari dan waktu.

Kini, kita sudah belajar serba-serbi downtoners adverb. Pelajaran selanjutnya masih terkait dengan amplifiers adverb yang telah kita pelajari sebelumnya.

Ingin lebih fasih berbahasa Inggris? Atau, ingin melanjutkan pembelajaran mengenai kelompok adverbs yang unik? Yuk, simak terus artikel tutorial bahasa Inggris dari kami.

Artikel Lainnya

Grammar-Adverb: Apa itu Time Adverb?
Grammar-Adverb: Apa itu Superlative Adverb?
Grammar-Adverb: Apa itu Purpose Adverb?
Grammar-Adverb: Apa itu Place Adverb?
Grammar-Adverb: Apa itu Manner Adverb?
Grammar-Adverb: Apa itu Frequency Adverb?
Grammar-Adverb: Apa itu Emphasizers Adverb?
Grammar-Adverb: Apa itu Downtoners Adverb?
Grammar-Adverb: Apa itu Amplifiers Adverb?
Grammar-Adverb: Apa itu Comparative Adverb?

 

Grammar-Noun: Apa itu Common Noun?
Grammar Tenses: Apa itu Past Future Perfect Tense?
Grammar Tenses: Apa itu Past Perfect Continuous Tense?
Grammar-Verb: Apa itu Full Verb (Kata Kerja Penuh)?
Grammar-Pronoun: Apa itu Interrogative Pronoun?
Sentence: Apa itu Negative Sentence (Kalimat Negatif)?
Grammar Tenses: Apa itu Future Perfect Continuous Tense?
Grammar: Apa itu Compound Sentence?
Grammar-Adjective: Mengenal Apa itu Predicative Adjectives
Grammar-Conjunction: Apa itu Adverbial Conjunctions (Conjunctive Adverbs)?


 
Apa itu Phrasal Verbs?
Kenali Perbedaan Prepositions & Conjunctions
Mencerna Perbedaan Infinitive dan Gerund
Perbedaan Simple Past & Past Participle
Daftar Phrasal Verbs yang Sering Dipakai
Perbedaan Gerund After Prepositions vs Gerund as Subject vs Gerund as Object
Apa itu Compound Sentence dalam Bahasa Inggris?
Perbedaan Noun dan Pronoun
Apa itu Conditional Sentences?
Perbedaan Action Verb, Transitive vs Intransitive Verbs