sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Grammar-Verb: Apa itu Intransitive Verb?

Kata Kerja Intransitif

Kalau learners cermati beberapa artikel sebelumnya, maka learners mungkin mengamati kemunculan kata kerja atau verb yang berkali-kali. Sebenarnya, verb ini juga bagian dari kelompok grammar, termasuk transitive verb dan intransitive verb.

Sebelum menyimak contoh-contoh penerapan intransitive verb dalam kalimat, percakapan, dan contoh soal maupun pembahasannya dalam tes TOEFL atau tes-tes bahasa Inggris lainnya, ada baiknya kita menyimak penjelasan tentang intransitive verb di bawah ini:

Penjelasan Mengenai Intransitive Verb

Intransitive verb adalah verb dalam kalimat atau percakapan yang tidak perlu ditambahi objek di belakangnya untuk dapat membentuk makna kalimat tulis atau baris percakapan yang utuh.

Sebagai gantinya, berbagai macam keterangan, seperti keterangan waktu, tempat, orang, cara, dan sebagainya, terkadang menjadi pelengkap dari intransitive verb.

Beberapa contoh intransitive verb adalah “arrive”, “sneeze”, “lie”, “sit”, dan sebagainya. Beberapa verb juga dapat fleksibel sebagai intransitive verb maupun verb berobjek biasa, seperti “eat” atau “run”.

Agar learners sekalian lebih fokus belajar, kita membatasi pembahasan contoh penerapan kalimat maupun percakapan dari verb tersebut pada intransitive verb saja.

Sebagai awal dari pelajaran contoh penerapan, kita akan mulai melihat contoh penerapan intransitive verb dalam kalimat. Mari, kita simak poin di bawah ini untuk mengetahui contoh-contohnya dalam kalimat.

Contoh Penerapan Intransitive Verb Dalam Kalimat

Berbagai contoh kalimat yang terdapat pada poin ini telah dilengkapi dengan arti bahasa Indonesianya, sehingga kita lebih mudah belajar. Bold pada intransitive verb juga digunakan untuk membuat kita melihat dengan jelas intransitive verb yang akan kita pelajari.

Sementara itu, garisbawah digunakan pada berbagai macam keterangan setelah intransitive verb.

Setelah masing-masing contoh kalimat berikut ini, kita juga berkesempatan untuk melihat penjelasan pelajaran intransitive verb-nya:

1. I feel anxious upon knowing that my cat dies (Aku merasa tegang setelah mengetahui kucingku mati).

Penjelasan: Lihat contoh kalimat ini? Tidak ada kata atau frasa apapun lagi setelah “dies” (mati), mengingat “dies” merupakan salah satu intransitive verb. Oh, ya, jangan lupa, intransitive verb juga dapat ditambahi huruf “s” atau imbuhan “-es”, seperti “dies” pada contoh kalimat ini yang berasal dari “die” (mati) ditambah imbuhan “-es”.

2. She said to me that she wanted to leave (Dia mengatakan padaku bahwa dia ingin keluar).

Penjelasan: Sebenarnya, “leave” (meninggalkan atau keluar) dalam contoh kalimat ini dapat menjadi verb berobjek atau intransitive verb. Namun, karena sudah tidak ada kata atau frasa apapun lagi di belakangnya, jadilah “leave” ini intransitive verb.

3. My sister sneezed when we were at that icy place (Saudara perempuanku bersin ketika kami berada pada tempat yang sedingin es itu).

Penjelasan: Modifikasi intransitive verb juga dapat melibatkan verb 2 atau bentuk past, seperti “sneezed” (bersin) dari kata “sneeze” (bersin) dalam contoh kalimat ini. Selain itu, keterangan yang digunakan adalah keterangan waktu, yang ditunjukkan dengan awalan “when” (kapan) pada “when we were at that icy place” (ketika kami berada pada tempat yang sedingin es itu).

Demikian contoh kalimat ber-intransitive verb yang dapat kita jadikan acuan. Selanjutnya, kami akan mengajak learners sekalian untuk melihat contoh penerapan intransitive verb dalam percakapan.

Contoh Penerapan Intransitive Verbs Dalam Percakapan

Sama dengan panduan yang terdapat pada poin contoh kalimat sebelumnya, bold pada contoh percakapan dalam poin ini digunakan untuk menandai intransitive verb, sementara garisbawah digunakan untuk menandai berbagai macam keterangan setelah intransitive verb. Kedua panduan ini berjalan bersama dengan arti yang terdapat pada tiap baris percakapan.

Tidak sampai di situ saja, penjelasan juga tersedia di akhir contoh percakapan. Ingin belajar lebih soal intransitive verbs? Simak dulu, yuk, contoh percakapannya berikut ini:

Rika: The lamps have died. We have to get inside sooner!

(Rika: Lampunya sudah mati. Kita harus masuk dalam lebih cepat!)

Pia: Whoa…?! That’s too soon! Too bad, I actually want to eat now

(Pia: Waah…?! Itu terlalu cepat! Sayang sekali, padahal sekarang aku mau makan….)

Rika: Forget about that! I’m sure those so-called supporters will arrive.

(Rika: Lupakan itu! Aku yakin orang-orang yang namanya suporter itu akan datang.)

Millie: But how come? They were already arrested by the police, right?

(Millie: Tetapi bagaimana bisa? Mereka sudah ditangkap polisi, ‘kan?)

Rika: They attack their victims while the surroundings are dark. Let’s go inside!

(Rika: Mereka menyerang mangsa mereka selagi sekeliling gelap. Ayo masuk!)

Pelajaran pertama yang dapat kita ambil dari contoh percakapan di atas adalah “arrive” (tiba) yang sudah pasti merupakan intransitive verb, karena di belakangnya sudah tidak ada kata atau frasa apapun lagi.

Hal yang sama juga berlaku untuk “have died” (sudah mati) yang berasal dari “die” dalam kalimat pertama dialog Rika yang pertama.

Now” (sekarang) merupakan salah satu keterangan waktu yang dapat membelakangi intransitive verb, seperti “eat” (makan) yang terdapat pada dialog Pia di bagian awal atau baris kedua keseluruhan dialog.

Selain itu, keterangan orang semacam “by the police” ((oleh) polisi) juga dapat membelakangi intransitive verb semacam “arrested” (ditangkap, dari asal kata “arrest” atau tangkap), seperti pada dialog Millie satu-satunya.

Satu lagi, meskipun “attack” (menyerang) dapat juga menjadi intransitive verb, “attack” dalam contoh kalimat ini tidak demikian, karena ada “the victims” (korban atau mangsa (mereka)) sebagai objeknya. Kalau tidak ada “the victims”, barulah “attack” bisa menjadi intransitive verb.

Kini, setelah mengetahui penjelasan dan contoh-contoh penerapan intransitive verb dalam kalimat maupun percakapan, kita akan lanjutkan dengan membahas contoh soal sekaligus pembahasan jawaban intransitive verb dalam tes TOEFL atau tes-tes bahasa Inggris yang serupa.

Contoh Soal dan Pembahasan Intransitive Verb Dalam Tes TOEFL Atau Tes-Tes Bahasa Inggris yang Serupa

Dalam tes TOEFL atau tes-tes bahasa Inggris sejenis, intransitive verb kerap muncul dalam soal parafrase kalimat. Variasi lain yang dapat kita jumpai dalam soal intransitive verb adalah melengkapi bagian percakapan yang rumpang dengan pilihan yang benar.

Ilustrasi atau dua contoh soal di bawah ini menggambarkan 2 variasi soal intransitive verb yang dapat kita jumpai dalam tes TOEFL atau tes-tes bahasa Inggris sejenis. Selain mengetahui jawaban yang benar lewat tanda bold, kita juga berkesempatan melihat pembahasan untuk mengetahui mengapa jawaban dari contoh-contoh soal di bawah ini benar:

1. Change this following sentence structure:

He has gotten drunk before he went to the arena.

Answer: Prior to getting to the arena, he has already gotten drunk.

(1. Ubahlah struktur kalimat berikut ini:

Dia sudah mabuk sebelum dia pergi ke arena.

Jawaban: Sebelum pergi ke arena, dia sudah mabuk terlebih dahulu.)

Catatan: Ini adalah salah satu contoh soal tes yang menguji pemahaman mengenai intransitive verb, karena instruksi soalnya tidak langsung menunjuk pada intransitive verb.

Namun demikian, “drunk” (mabuk, dari “drink” yang berarti minum) adalah intransitive verb-nya, sementara “before he went to the arena” (sebelum dia pergi ke arena) adalah keterangan waktunya.

Untuk menjawab soal parafrase struktur semacam ini, hal termudah yang dapat kita lakukan pertama-tama membalik keterangan waktu dengan klausa kalimat lainnya, yakni “he has gotten drunk” (dia sudah mabuk). Persamaan “before” adalah “prior to”, dan “prior to” diikuti dengan verb+ing. Selain itu, setelah “has” boleh juga ditambahi “already” untuk memperkuat posisi. Selain itu, konteks arti kalimat tidak boleh berubah, karena namanya juga soal parafrase struktur.

2. A: Hello! Have you done your homework?

B: I doubt so. I _______ crazily beforehand.

a. cough      b. coughed       c. have coughed       d. had coughed

(2. A: Halo! Apakah kamu sudah mengerjakan PR-mu?

B: Kayaknya enggak. Aku _______ gila-gilaan sebelumnya.

a. batuk       b. waktu itu batuk       c. sudah batuk       d. dulu sudah batuk)

Catatan: Pilihan a tidak mungkin dipilih, karena konteks percakapannya membicarakan hal yang sudah berlalu. Pilihan d juga tidak mungkin kita pilih, karena keterangan “beforehand” (sebelumnya) tidak jauh dari yang terjadi saat ini. Pilihan c baru benar bila keterangan waktunya melibatkan saat ini, atau “(and) until now”, karena itu juga merupakan pilihan yang salah. Jadi, pilihan yang harus kita pilih adalah b. coughed.

Sudah paham soal intransitive verbs? Tidak terlalu sulit, bukan?

Selanjutnya, kami akan mengajak learners sekalian untuk membahas hal yang berbeda, namun masih dalam kelompok grammar. Itu adalah pelajaran tentang passive voice. Ingin tahu seperti apa pelajarannya? Simak saja artikel tutorial bahasa Inggris selanjutnya dari kami, wahai learners!

Verbs

 

Grammar-Verb: Apa itu Full Verb (Kata Kerja Penuh)?
Grammar Tenses: Apa itu Future Continuous Tense?
Grammar-Adverb: Apa itu Adverbs?
Grammar Tenses: Apa itu Past Future Continuous Tense?
Grammar: Apa Itu Determiner?
Grammar-Verb: Apa itu Transitive Verb?
Grammar Tenses: Apa itu Past Future Perfect Tense?
Grammar: Apa itu Prepositional Phrase?
Grammar-Phrases: Apa itu Adjective Phrases?
Verb -ing: Apa itu Gerund?


 
Apa Itu Collective Noun?
Verb Tenses: Berbeda Waktu, Berbeda Pula Kata Kerjanya
Mengenal Lebih Jauh “Simple Past Tense”
Adverb of Frequency: Always, Usually, Often, Sometimes, Never
Apa itu Phrasal Verbs?
Kenali Perbedaan Prepositions & Conjunctions
Mencerna Perbedaan Infinitive dan Gerund
Perbedaan Simple Past & Past Participle
Daftar Phrasal Verbs yang Sering Dipakai
Perbedaan Gerund After Prepositions vs Gerund as Subject vs Gerund as Object