sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Grammar-Noun: Apa itu Uncountable Noun?

Kata Benda tak Dapat Dihitung

Kalau melihat judulnya sekilas, mungkin learners sekalian langsung teringat dengan pelajaran bahasa Inggris lalu yang juga mengenai kelompok noun. Ya, uncountable noun yang akan kita pelajari dalam artikel ini memiliki keterkaitan dengan countable noun pada artikel sebelumnya.

Bila kita melihat penjelasan mengenainya dalam poin di bawah ini, kita akan melihat lebih lengkap mengenai serba-serbi keunikan uncountable noun. Bukan hanya itu, kita pun berkesempatan memahami contoh penerapannya dalam kalimat, percakapan, dan contoh soal serta pembahasannya dalam tes TOEFL atau tes-tes kecakapan bahasa Inggris lain yang sejenis.

Penjelasan Mengenai Uncountable Noun

Bila countable noun merupakan noun apapun yang dapat ditafsirkan jumlahnya dalam bentuk angka, maka uncountable noun adalah sebaliknya, yakni noun apapun yang tidak dapat ditafsirkan jumlahnya dalam bentuk angka. Ini karena uncountable noun berbentuk ide atau kualitas tak terlihat, tak berbentuk, atau terlalu kecil dari sebuah objek.

Karena tidak dapat ditafsirkan jumlahnya itulah, untuk membatasi artinya, uncountable noun seperti “research”, “rice”, “water”, “milk”, “flour”, dan lain-lain dilengkapi dengan quantifier much”, “some”, “a large number of”, “a lot/a little”, atau semacamnya, atau satuan tertentu seperti “a cup (of)”, “a handful”, dan sebagainya, bila ada dalam kalimat atau percakapan. Satu lagi, uncountable noun biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan, “how much?

Untuk mulai belajar contoh penerapannya, kita akan melihat penerapan uncountable noun dalam contoh kalimat terlebih dahulu. Hal ini akan dijelaskan secara lebih rinci dalam poin selanjutnya dari artikel ini.

Contoh Penerapan Uncountable Noun Dalam Kalimat

Supaya lebih mudah untuk learners sekalian dalam mempelajari uncountable noun, kami telah mem-bold uncountable noun dan menggarisbawahi quantifier atau satuan yang melekat pada tiap uncountable noun dalam contoh kalimat yang terdapat pada poin ini.

Tambahannya, learners juga dapat melihat arti bahasa Indonesia pada tiap contoh kalimat untuk mengatasi kebingungan learners dalam belajar, dan penjelasan uncountable noun di akhir tiap contoh kalimat berikut ini:

1. Their team has conducted much research on that subject (Tim mereka telah melakukan banyak penelitian untuk subyek itu).

Penjelasan:Research” (penelitian) dalam contoh kalimat ini termasuk uncountable noun, karena berbentuk ide yang tidak terlihat. Karena penelitiannya mungkin dilakukan banyak kali, maka quantifier-nya adalah “much” (banyak).

2. Have you had some rice for today? (Apakah kamu masih memiliki persediaan nasi untuk hari ini?)

Penjelasan: Contoh kalimat ini istimewa, karena benar-benar memperlihatkan “rice” (nasi) sebagai uncountable noun. Tidak hanya wujud nasi yang terlalu kecil untuk dinyatakan dalam bilangan, sehingga disebut uncountable noun.

Quantifier-nya sendiri, yakni “some” (beberapa) langsung menyatu dengan nasi sebagai objek karena memang tidak bisa ditafsirkan dalam angka. Ini menandakan porsi nasinya “masuk akal” dalam konteks contoh kalimat ini.

3. I’d like a cup of tea, please (Aku ingin secangkir teh, ya).

Penjelasan: Ada kalanya uncountable noun, seperti “tea” (teh) hadir dengan quantifier berbentuk satuan, seperti “a cup (of)” (secangkir) yang terdapat pada contoh kalimat ini. Fungsinya adalah untuk membatasi teh, cairan tidak berbentuk tetap dan tidak dapat dinyatakan dalam bilangan bila berdiri sendiri, sehingga memiliki kesan yang “dapat diukur”.

Pelajaran uncountable noun yang terdapat dalam contoh kalimat di atas juga berlaku untuk contoh percakapan. Untuk mempelajari penerapan uncountable noun dalam percakapan, langsung simak saja, yuk, poin berikutnya dari artikel ini.

Contoh Penerapan Uncountable Noun Dalam Percakapan

Sama seperti poin sebelumnya tentang contoh penerapan uncountable noun dalam kalimat, panduan yang digunakan untuk membantu learners memahami contoh percakapan dalam poin ini adalah bold untuk uncountable noun dan garisbawah untuk quantifier atau satuan yang ada sebelum uncountable noun.

Kedua panduan tersebut berada sebagai pembantu arti bahasa Indonesia pada tiap baris dialog dalam contoh percakapan pada poin ini. Setelah menyimak contoh percakapan di bawah ini sampai selesai, kita pun berkesempatan memperoleh penjelasan pelajaran uncountable noun-nya:

Cook Teacher: Class, today we’re going to make a milk pudding.

(Guru Masak: Hari ini, kita akan belajar membuat sebuah puding susu.)

Millie: (Milk pudding?! Yay, my favorite!)

(Millie: (Puding susu?! Hore, favoritku!))

Cook Teacher: First of all, we need two cups of milk and a handful of flour

(Guru Masak: Pertama-tama, kita membutuhkan 2 cangkir susu dan satu genggam tepung…)

Rina: *whispering to Millie while demonstrating the teacher’s instruction* Millie, do you have some powder to garnish the pudding?

(Rina: *berbisik pada Millie sambil melakukan yang guru masak ajarkan* Millie, apa kamu punya bubuk untuk menghias pudingnya?)

Millie: *whispers back to Rina* A bit of advice for you: Milk is great with more milk!

(Millie: *berbisik kembali pada Rina* Sedikit nasehat untukmu: Susu lebih baik bersaman dengan susu!)

Dari contoh percakapan di atas, pelajaran uncountable noun dapat kita lihat pada “milk” (susu) yang tak berbentuk, sehingga termasuk uncountable noun. Ada juga “flour” (tepung) dan “powder” (bubuk) sebagai substansi yang terlalu kecil untuk dihitung, sehingga juga termasuk uncountable noun. Selain itu, “advice” (nasehat) merupakan ide atau sesuatu yang tidak terlihat langsung, serta karenanya, juga menjadi uncountable noun dalam contoh percakapan di atas.

Semua uncountable noun tersebut disertai dengan satuan dan quantifier. Satuan seperti “two cups (of)” (dua cangkir (dari)) pada “milk” digunakan sehingga susu yang tak berbentuk dan tidak bisa dihitung itu memiliki kesan dapat dihitung atau diukur. Hal yang sama juga berlaku untuk “a handful (of)” (segenggam (dari)) pada “flour”, sehingga tepung yang partikelnya terlalu kecil untuk dihitung itu menjadi lebih mudah diukur.

Di sisi lain, quantifier seperti “some” pada “powder” dan “a bit (of)” (sedikit (dari)) pada “advice” juga memiliki fungsi yang mirip dengan satuan. Meski tidak jelas berapa persisnya takarannya, setidaknya adanya quantifier membuat uncountable noun yang melekat padanya lebih mudah dibayangkan dalam bilangan tertentu atau menciptakan kesan lebih mudah diukur.

Contoh Soal dan Pembahasan Uncountable Noun Dalam Tes TOEFL Atau Tes-Tes Bahasa Inggris Sejenis

Uncountable noun memiliki jenis kemunculan yang hampir sama dengan countable noun sebagai soal dalam tes TOEFL atau tes-tes bahasa Inggris sejenis. Jadi, sebagaimana countable noun, uncountable noun muncul sebagai tipe soal yang meminta kita merampungkan bagian kalimat yang rumpang dan memilih kalimat yang salah bersamaan dengan quantifier atau satuannya.

Kedua variasi kemunculan soal uncountable noun tersebut dapat kita lihat pada contoh soal yang ada dalam poin ini. Selain contoh soalnya, kita juga berkesempatan melihat arti bahasa Indonesianya, bold pada jawaban yang benar, dan pembahasan dari jawaban benar dari tiap-tiap contoh soal di bawah ini:

1. She uses a lot of ______ to make her desserts taste sweeter.

a. sugar      b. flour     c. egg      d. cream

(1. Dia menggunakan banyak _______ untuk membuat hidangan penutupnya terasa lebih manis.

a. gula      b. tepung      c. telur      d. krim)

Catatan: Kita eliminasi dahulu 2 pilihan yang jelas salah dalam contoh soal ini, yakni pilihan b dan c. Pilihan d hanya benar bila di depannya ada keterangan “sweet” menjadi “sweet cream”, karena tidak semua krim rasanya manis, jadi pilihan itu juga salah. Karena itu, kita harus memilih pilihan a (“sugar”) untuk contoh soal pertama ini.

2. Which of these following sentences are wrong?

a. This project requires a ton of creativity.
b. Please bring me just a pinch of salt.
c. There is still much work to be done this day.
d. We pay many money for that entertaining toy.

(2. Kalimat yang mana di bawah ini yang salah?

a. Proyek ini membutuhkan banyak kreativitas.
b. Tolong bawakanku garam sejumput saja.
c. Masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan hari ini.
d. Kami membayar banyak uang untuk mainan yang menghibur itu.)

Catatan:A ton” pada pilihan a adalah parafrase dari “a lot of”, “a great deal of”, dan sebagainya yang memang diperuntukkan untuk “creativity” yang adalah uncountable noun, jadi pilihan a adalah kalimat yang benar. “A pinch (of)” pada pilihan b adalah kata ganti satuan dari “a little (bit)”, yang juga benar untuk mendampingi “salt” sebagai uncountable noun, sehingga kita tidak bisa memilih pilihan tersebut.

Much work” pada pilihan c juga tepat, karena “work” sendiri adalah uncountable noun yang harus disertai dengan “much” sebagai quantifier. Jadi, jawaban yang harus learners pilih untuk contoh kalimat ini adalah pilihan d.

Hingga artikel ini, setidaknya kita telah mengetahui tentang serba-serbi kelompok noun dalam pelajaran bahasa Inggris, termasuk uncountable noun dalam artikel ini.

Jadi, kita akan membahas hal yang berbeda dalam artikel selanjutnya, yakni demonstrative pronoun yang termasuk kelompok pronoun. Wah, seperti apa itu, ya? Simak saja artikel tutorial bahasa Inggris dari kami yang selanjutnya, learners!

Noun

Artikel Lainnya

Grammar-Noun: Apa itu Uncountable Noun?
Grammar-Noun: Apa itu Proper Noun?
Grammar-Noun: Apa itu Countable Noun?
Grammar-Noun: Apa itu Concrete Noun?
Grammar-Noun: Apa itu Compound Noun?
Grammar-Noun: Apa itu Common Noun?
Grammar-Noun: Apa itu Collective Noun?
Grammar-Noun: Apa itu Abstract Noun?
Grammar-Noun: Compound vs Collective Noun
Grammar-Noun: Concrete vs Abstract Noun

 

Grammar-Adjective: Predicative Adjectives – Part 2
Kenali Perbedaan Prepositions & Conjunctions
Grammar-Conjunction: Apa itu Correlative Conjunction?
Perbedaan Noun dan Pronoun
Sentences: Apa itu Compound Complex Sentence?
Sentence: Apa itu Positive Sentence (Kalimat Positif)?
Clauses: Apa itu Adjective Clause?
Sentences: Apa itu Run-On Sentence?
Grammar: Apa itu Object?
Figure of Speech: Apa itu Hyperbole?


 
Apa Itu Collective Noun?
Verb Tenses: Berbeda Waktu, Berbeda Pula Kata Kerjanya
Mengenal Lebih Jauh “Simple Past Tense”
Adverb of Frequency: Always, Usually, Often, Sometimes, Never
Apa itu Phrasal Verbs?
Mencerna Perbedaan Infinitive dan Gerund
Perbedaan Simple Past & Past Participle
Daftar Phrasal Verbs yang Sering Dipakai
Perbedaan Gerund After Prepositions vs Gerund as Subject vs Gerund as Object
Apa itu Compound Sentence dalam Bahasa Inggris?