sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Grammar Tenses: Apa itu Past Future Perfect Tense?

Kelompok past tense yang akan kita pelajari dalam artikel ini bernama past future perfect tense. Seperti kelompok pelajaran bahasa Inggris lainnya, past future perfect tense memiliki pengertiannya sendiri, yang menuntun kita pada contoh-contoh penerapannya dalam kalimat, percakapan, dan contoh soal serta pembahasannya dalam tes TOEFL atau tes-tes bahasa Inggris lainnya.

Supaya kita lebih memahami berbagai penerapan past future perfect tense demikian, mari kita simak terlebih dahulu penjelasannya pada poin di bawah ini.

Penjelasan Mengenai Past Future Perfect Tense

Sebuah past future perfect tense dapat menjelaskan antara sesuatu yang di masa lampau tidak terjadi atau tidak berhasil dilakukan, padahal sebenarnya bisa dilakukan atau terjadi.

Dalam hal ini, past future perfect tense dapat memiliki imbuhan “would”, “should”, atau “could”. Sama seperti kategori tense lainnya, past future perfect tense terbagi atas bentuk positive, negative, dan interrogative. Tabel berikut ini adalah penjabarannya:

Past Future Perfect Tense Komponen
Positive Subject + would/should/could have + verb 3, atau

Subject + would/should/could’ve + verb 3

Negative Subject + would/should/could have not + verb 3, atau

Subject + would/should/could’ve not + verb 3

Interrogative Would/should/could + subject + have + verb 3 + … ?

Kita akan melihat penggunaan past future perfect tense dalam kalimat, yang contoh-contohnya akan dijabarkan pada poin selanjutnya.

Contoh Penerapan Past Future Perfect Tense Dalam Kalimat

Kita akan belajar past future perfect tense melalui tiga contoh kalimat dalam poin ini. Panduan yang akan kita pakai untuk mempermudah pembelajaran adalah arti bahasa Indonesia, tanda bold pada past future perfect tense, garisbawah pada keterangan waktunya, sekaligus penjelasan di akhir tiap contoh kalimat. Berikut ini adalah tiga contoh kalimat yang akan kita pelajari bersama:

1. They would have gone to the pub by now (Mereka mungkin telah pergi ke diskotik saat ini).

Penjelasan: Bentuk positive pada kalimat past future perfect tense dengan komponen “would” ini menandakan kejadian “have gone” (sudah pergi, dari asal verb go”) dari “they” (mereka, subject) pada keterangan waktu “by now” (saat ini) tidak pernah benar-benar terjadi, termasuk di masa lalu.

2. We could have not caught the bus, if we were late (Kami mungkin tidak pernah dapat menaiki bisnya, kalau kami terlambat tadi).

Penjelasan: Adanya “not” pada komponen “could have not” dalam contoh kalimat past future perfect tense ini menandakan bentuk negative. Kalimat ini sendiri menjelaskan kejadian “caught” (menaiki, dari asal verb catch”) yang waktu itu bisa tidak dilakukan oleh “we” (kami, subject), namun sebenarnya tidak terjadi. Alasannya, kondisi “if we were late” (kalau kami terlambat tadi) tidak pernah terjadi.

3. Should we have moved the stone elsewhere? (Haruskah kami sudah memindahkan batunya di tempat lain?)

Penjelasan: Dalam contoh kalimat past future perfect tense yang berbentuk interrogative ini, kejadian “should have moved” ((se)harus(nya) sudah memindahkan, dari asal verb move”, pindah) ke “elsewhere” (tempat lain) dari “we” sebagai subject merupakan kejadian yang sudah berlalu, seharusnya terjadi, tetapi tidak terjadi karena tidak dilakukan.

Contoh Penerapan Past Future Perfect Tense Dalam Percakapan

Hampir sama seperti panduan contoh kalimat dalam poin sebelumnya, contoh percakapan yang terdapat dalam poin ini juga menggunakan arti bahasa Indonesia dalam tiap baris dialognya, bold pada past future perfect tense, dan garisbawah pada keterangan waktunya.

Selain ketiga panduan tersebut, learners sekalian juga dapat menyimak penjelasan lengkap pelajaran past future perfect tense setelah contoh percakapan berikut ini:

Rika: Would those people have been away from now?

(Rika: Mungkinkah orang-orang tersebut sudah telah pergi sekarang?)

Bell: Supposed to be. They could’ve ruined our meetings if they were still here!

(Bell: Seharusnya. Mereka dapat saja telah mengacaukan pertemuan kami kalau mereka tetap ada di sini!)

Rika: Glad to hear that. After all, they—I mean—those crazy fanboys—should’ve not known the whole strategies before it launches!

(Rika: Baguslah bila demikian. Lagipula, mereka—maksudku—fans yang gila itu—tidak seharusnya telah mengetahui strategi keseluruhannya sebelum diluncurkan!)

Millie: Were they? Well, we should compose new strategies then!

(Millie: Benarkah demikian? Kalau begitu, kita harus menyusun strategi baru!)

Jangan bingung dengan adanya komponen “would” dan “have been” (sudah (berada), dari asal verb be”) yang mengapit “those people” (orang-orang itu, subject) dalam baris pertama contoh percakapan, karena bentuk ini juga merupakan salah satu dari past future perfect tense.

Dari bentuk interrogative dalam dialog Rika tersebut, kita mengetahui orang-orang tersebut mungkin tidak pernah benar-benar pergi dari keterangan waktunya, yakni “from now” ((dari) sekarang).

Kemudian, melalui bentuk positive past future perfect tense dalam dialog Bell di baris kedua contoh percakapan di atas, kita belajar tentang 2 komponen, yakni “could’ve” dan verb 3-nya, yakni “ruined” (mengacaukan, dari asal verbruin”, kacau), yang melekat pada “they” sebagai subject.

Dalam ilustrasi tersebut, kejadian mengacaukan sebenarnya dapat “mereka” lakukan di masa lampau. Namun, karena kondisi “if they were still here” (kalau mereka tetap ada di sini) tidak terpenuhi, maka kejadian tersebut juga tidak pernah terjadi.

Selanjutnya, melalui bentuk negative past future perfect tense yang terdapat pada dialog Rika menjelang akhir percakapan, kita belajar mengidentifikasi subject, yakni “those crazy fanboys” (fans yang gila itu) sebagai orang yang sama dengan “they” dalam tindakan yang sudah seharusnya tidak terjadi di masa lampau, yakni “should’ve not known” (tidak seharusnya mengetahui, dari asal verb know”, tahu) hingga keterangan waktunya, yakni “before it launches” (sebelum diluncurkan).

Contoh Soal dan Pembahasan Past Future Perfect Tense Dalam Tes TOEFL Atau Tes-Tes Bahasa Inggris Sejenis

Seperti kebanyakan materi tense lainnya, past future perfect tense kerap muncul sebagai contoh soal yang meminta kita menentukan benar-salahnya sebuah kalimat soal. Kemunculan contoh soal past future perfect tense lainnya adalah melengkapi bagian kalimat percakapan yang rumpang.

Dua contoh soal yang terdapat dalam poin ini melukiskan wujud kemunculan past future perfect tense dalam tes-tes TOEFL atau penguji kecakapan bahasa Inggris yang serupa. Beserta arti bahasa Indonesia, tanda bold pada jawaban benar, dan pembahasan akan jawaban benarnya, kita akan bersama-sama menyimak contoh soal past future perfect tense berikut:

1. Mark this statement as true (T) or false (F):

I should have turned in 3 out of 10 results before noon. Answer: T

(1. Tandai pernyataan ini sebagai benar (B) atau salah (S):

Seharusnya aku sudah mengumpulkan 3 dari 10 hasil sebelum tengah hari. Jawaban: B)

Catatan:Before noon” (sebelum tengah hari) merupakan keterangan waktu yang dapat digunakan untuk banyak tense, termasuk past future perfect tense. Sementara itu, bentuk dasar past future perfect tense yang mengombinasikan “should have” dan “turned” (mengumpulkan, dari asal verb turn”, belok) benar dalam contoh kalimat soal. Karena itu, jawaban dari contoh soal nomor satu ini adalah “T” atau “True”.

2. A: Could they have entered the building?

B: Indeed. They ____________ the building.

a. would have entered b. should have entered c. could have entered d. did have entered

(2. A: Mungkinkah mereka telah dapat memasuki bangunannya?

B: Bisa saja. Mereka _____________ bangunannya.

a. mungkin sudah memasuki b. seharusnya sudah memasuki c. bisa saja telah memasuki d. memang sudah memasuki)

Catatan: Bila menemui contoh soal seperti ini, selalu ingat untuk menyesuaikan pilihan jawaban dengan kalimat yang lebih lengkap. Karena pertanyaannya adalah “could”, maka kita harus memilih pilihan yang juga melibatkan “could”. Dari keempat pilihan jawaban yang ada, pilihan c. could have entered adalah yang melibatkan “could”. Karenanya, pilihan c itu yang harus kita pilih.

Setelah kini kita memahami past future perfect tense, mulai dari penjelasan umumnya hingga contoh-contoh penerapannya dalam kalimat dan percakapan serta contoh soal dan pembahasannya dalam tes TOEFL atau tes-tes bahasa Inggris serupa, kita akan bergerak pada pelajaran tense selanjutnya.

Masih tentang past tense, artikel tutorial bahasa Inggris selanjutnya akan membahas tentang past future tense. Terus ikuti artikel tutorial bahasa Inggris ke depan untuk mengetahui isi pelajarannya.

Artikel Lainnya

Grammar Tenses: Apa itu Simple Present Tense?
Grammar Tenses: Apa itu Simple Past Tense?
Grammar Tenses: Apa itu Simple Future Tense?
Grammar Tenses: Apa itu Present Perfect Tense?
Grammar Tenses: Apa itu Present Perfect Continuous Tense?
Grammar Tenses: Apa itu Present Continuous Tense?
Grammar Tenses: Apa itu Past Perfect Tense?
Grammar Tenses: Apa itu Past Perfect Continuous Tense?
Grammar Tenses: Apa itu Past Future Tense?
Grammar Tenses: Apa itu Past Future Perfect Tense?

 

Sentences: Apa itu Run-On Sentence?
Perfect Tense: Past Perfect vs Present Perfect vs Future Perfect
Grammar-Pronoun: Apa itu Demonstrative Pronoun?
Grammar: Apa itu Phrase (Frasa)?
Grammar-Pronoun: Mengenal Apa Itu Pronouns
Grammar: Apa itu Infinitive with To?
Grammar-Conjunction: Apa itu Subordinating Conjunction?
Figure of Speech: Apa itu Hyperbole?
Belajar Grammar Tes TOEFL: Struktur Kalimat Paralel
Grammar-Verb: Apa itu Intransitive Verb?


 
Perbedaan Gerund After Prepositions vs Gerund as Subject vs Gerund as Object
Apa itu Compound Sentence dalam Bahasa Inggris?
Perbedaan Noun dan Pronoun
Apa itu Conditional Sentences?
Perbedaan Action Verb, Transitive vs Intransitive Verbs
List Kata Kerja yang Diikuti Gerund dan Infinitive
39 Regular Verbs & Contoh Kalimatnya
33 Irregular Verbs & Contoh Kalimatnya
Apa itu Cause Effect?
Apa itu Conjunction? Coordinating, Correlative, Subordinating Conjunction?