sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Grammar-Verb: Perbedaan Active vs Passive Voice (Kalimat Aktif & Pasif)

Seringkali kita tidak sadar telah menggunakan bentuk pasif dalam penulisan suatu kalimat Bahasa Inggris.

Sama halnya dengan Bahasa Indonesia, bentuk pasif justru dapat melemahkan prosa dan terkadang menghilangkan informasi penting dalam suatu kalimat.

Ditambah, penulis akan nampak tidak yakin dengan ide yang ia coba kemukakan melalui kalimat tersebut.

Meski penulisan kalimat pasif cukup dihindari, terutama di kalangan akademisi, bukan berarti bentuk kalimat pasif tidak penting dan diperlukan. Itulah mengapa penulisan draft dan revisi merupakan hal yang penting bagi seorang penulis, karena saat menemukan bentuk kalimat pasif dalam tulisannya, mereka dapat mempertimbangkan apakah penulisan tersebut sudah tepat dan sesuai dengan tujuan kalimat atau belum.

Di sini kami akan mencoba membantu Anda untuk memahami bagaimana membentuk struktur kalimat aktif dan pasif. Simak terus tulisan ini.

Active Voice

ACTIVE VOICE memiliki ciri yakni subjek dalam kalimatlah yang melakukan pekerjaan/aksi.

  • The teacher is comparing our final projects.
  • I was taking my little sister to school.
  • Future employees need great interpersonal skill to work in this company.
  • He should write the final paper.

Active voice kerap digunakan untuk memfokuskan perhatian pembaca pada subjek/pelaku, bukan pada objeknya. Misal:

  • Jenny pursues the scholarships to study abroad relentlessly. (ACTIVE VOICE)
  • The scholarships to study abroad were pursued relentlessly. (PASSIVE VOICE)

Kalimat pertama menunjukkan bahwa penulis berfokus pada subjek (Jenny) yang mengejar beasiswa tanpa henti.

Sedangkan kalimat kedua akan tepat digunakan bila penulis ingin memfokuskan perhatian pembaca pada beasiswa (objek), atau fakta bahwa beasiswa tersebut dikejar tanpa henti.

Active voice juga digunakan agar pembaca tahu siapa/apa yang sedang melakukan/mengatakan sesuatu dalam suatu kalimat atau bacaan. Misal:

  • When the American troops dropped the bombs on Japan, they inadvertently killed many innocent civilians, too. (ACTIVE VOICE)
  • When the bombs were dropped on Japan, many innocent civilians were killed inadvertently. (PASSIVE VOICE)

Kalimat pertama atau bentuk aktif akan lebih tepat digunakan bila penulis ingin menekankan tentara Amerika sebagai pelaku/subjek, tidak hanya apa yang mereka lakukan.

Kalimat kedua atau bentuk pasif akan lebih tepat digunakan bila penulis berpikir bahwa pembaca tidak perlu mengetahui siapa pelaku/subjek dalam kalimat tersebut. 

Passive Voice

PASSIVE VOICE memiliki ciri yakni subjek dalam kalimat yang dikenai pekerjaan/aksi. Letak subjek/pelaku biasanya berpindah ke akhir kalimat dan didahului oleh by, terkadang subjek bahkan dihilangkan bila dianggap tidak penting atau tidak diketahui.

Kata kerja yang digunakan dalam kalimat harus menggunakan salah satu bentuk be (is/am/are/was/were) yang diikuti dengan past participle.

  • Our final projects are compared by the teacher.
  • My little sister was being taken to school by me.
  • Great interpersonal skill is needed to work in this company.
  • The final paper should be written by him.

Kata kerja yang diikuti oleh objek dapat diubah ke dalam bentuk kalimat pasif. Namun, ada beberapa kata kerja yang tidak dapat diubah ke dalam bentuk pasif, antara lain come, exist, happen, seem, dan sleep.

Passive voice digunakan saat penulis ingin lebih berfokus pada:

1. Proses

  • Next, a smidgeon of salt and pepper were added to the soup batch.
  • The house is being painted in monochrome theme.

2. Objek

  • The reason was explained to the children of why they parents got divorced.
  • The visitors were shown a collection of old money.

3. Menggabungkan ide-ide dari klausa/kalimat yang berbeda dengan lebih jelas

  • When interviewing for a new job, try not to fidgeting. Small habits like that are often observed by employers to judge your character.
  • My big brother told me I can do it. Learning how to use Linux operating system could be done by installing and using it all together.

–> lebih lanjut Active Verb

–> lebih lanjut Passive Voice

Verbs

Artikel Lainnya

33 Irregular Verbs & Contoh Kalimatnya
Verb: Apa itu Present Participle?
Verb: Apa itu Main Verb + Auxiliary Verb?
Grammar-Verb: Apa itu Modal Verb?
Grammar-Verb: Apa itu Active Verb (Kalimat Aktif)?
Grammar-Verb: Apa itu Linking Verb?
Grammar-Verb: Apa itu Light Verb?
Grammar-Verb: Apa itu Irregular Verb (Kata Kerja tak Beraturan)?
Grammar-Verb: Apa itu Infinitive Verb?
Grammar-Verb: Apa itu Indicative Verb?

 

Grammar-Verb: Perbedaan Auxiliary Verbs vs Light Verbs
Grammar-Adverb: Emphasizers, Amplifiers, Downtoners (Intensifier Adverbs)
Quantifier: Count vs Non Count, Large vs Small, Measurement, Comparative
Mencerna Perbedaan Infinitive dan Gerund
Future Tense: Simple Future vs Future Continuous
Figure of Speech: Apa itu Hyperbole?
Grammar Tenses: Apa itu Past Continuous Tense?
Grammar-Clauses: Apa itu Adverb Clause?
Grammar-Verb: Apa itu Regular Verb (Kata Kerja Beraturan)?
Grammar Tenses: Apa itu Simple Present Tense?


 
Apa Itu Collective Noun?
Verb Tenses: Berbeda Waktu, Berbeda Pula Kata Kerjanya
Mengenal Lebih Jauh “Simple Past Tense”
Adverb of Frequency: Always, Usually, Often, Sometimes, Never
Apa itu Phrasal Verbs?
Kenali Perbedaan Prepositions & Conjunctions
Perbedaan Simple Past & Past Participle
Daftar Phrasal Verbs yang Sering Dipakai
Perbedaan Gerund After Prepositions vs Gerund as Subject vs Gerund as Object
Apa itu Compound Sentence dalam Bahasa Inggris?