sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Speaking TOEFL: Strategi Speaking TOEFL, Jurus 100 Kata

Kapan kamu terbiasa menggunakan jumlah kata sebagai acuan? Tentu sebagian besar terbiasa menggunakan word count saat mengerjakan writing dalam tes TOEFL. Tapi jangan salah, ternyata jumlah kata juga penting untuk diketahui saat berbicara dalam speaking TOEFL iBT.

Ya, itulah topik utama yang akan kita bahas dalam artikel ini, bagaimana strategi mendapatkan skor tinggi dalam speaking tes TOEFL lewat jurus 100 kata. Tentu klaim ini bukan asal-asalan, tapi berdasarkan observasi dalam sesi Integrated Speaking dari banyak test-takers. Garis besar utama yang perlu kamu pegang adalah beri jawaban dengan panjang kira-kira 100 kata.

Untuk siapa strategi ini efektif? Tentu saja untuk test-takers yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi utama mereka. Atau bagi mereka yang sedikit lemah dalam hal melafalkan intonasi saat berbicara bahasa Inggris.

Kamu tahu kan, ada begitu banyak aksen bahasa Inggris yang berbeda-beda. Tiap negara punya intonasi dan aksen yang berbeda satu sama lain. Jadi untuk kamu yang tidak menguasai aksen dan intonasi, bicaralah dengan perlahan dan jelas agar kalimat demi kalimat yang kamu ucapkan tetap bisa dipahami.

Tentu bukan terlalu pelan hingga terkesan dibuat-buat, hanya saja sedikit lebih perlahan dibandingkan dengan orang yang memang menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya 100 kata dengan tempo perlahan perlu waktu 60 detik untuk dilafakkan.

Tentu bukan persis 100, sekitar 90 hingga 110 kata akan lebih efektif.

Cara Menghitung Kata Saat Speaking?

Lalu pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana bisa kita menghitung kata saat sedang berbicara? Mustahil kita menghitung kata demi kata. Jika itu yang kamu lakukan, justru membuyarkan konsentrasi dan membuang waktumu. Berbeda halnya dengan saat kamu menulis jawaban dalam sesi writing. Berapa jumlah kata yang sudah kamu tulis akan dengan mudah tertulis dalam program word counter.

Untuk bisa menguasai cara menghitung kata saat speaking, saat berlatih kamu perlu menuliskan respon yang diberikan. Jadi buatlah catatan apa yang akan kamu ucapkan saat sedang berlatih. Tenang, kamu tidak perlu repot-repot merekam suaramu dan menulis transkrip setiap kali berlatih.

Caranya cukup sederhana, tuliskan apa yang akan kamu sampaikan dalam speaking. Lalu hitung ada berapa kata dalam catatanmu. Kamu bisa melakukannya lewat word count dalam Microsot Word atau lewat aplikasi catatan lainnya. Jika belum terbiasa, seringkali jumlah kata melebihi batas 110. Ini umum karena biasanya catatan pertama akan cenderung bertele-tele dan kurang ringkas.

Lalu apa yang perlu dilakukan? Edit catatanmu dan buat lebih singkat. Cari kata atau detil yang tidak terlalu penting. Lewat cara ini kamu pasti bisa menghemat hingga 20 kata. Berikut ini beberapa pedoman kunci dalam menerapkan jurus 100 kata:

1. 90-110 Kata Bukan Aturan Utama

Tidak masalah jika jumlah kata yang kamu ucapkan kurang dari 90 atau justru lebih dari 100 kata. Itu hanya rentang aman dan efektif saat seseorang menjawab pertanyaan speaking tes TOEFL. Yang perlu kamu ingat adalah jangan sampai kurang dari 90 kata justru membuat penjelasan kamu terlalu singkat; dan jangan pula terlalu berlebihan hingga membosankan dan keluar dari topik utama.

2. Manfaat Kalimat Efektif

Ada begitu banyak manfaat menggunakan kalimat efektif. Bukan hanya saat kamu menulis essay untuk writing tes TOEFL, tapi juga bermanfaat saat kamu berbicara karena bisa semakin jelas dan teratur. Dengan menggunakan kalimat efektif, artinya grammar yang digunakan juga kian sederhana. Kalimat pendek dan menekan kemungkinan adanya kesalahan struktur grammar.

3. Hilangkan Detil Tak Perlu

Lewat jurus 100 kata ini pula, detil-detil yang kurang sinkron dengan ide utama bisa dihilangkan. Kadangkala saat menuangkan apa yang di pikiran dalam bentuk tulisan atau kata-kata, seluruh informasi ingin dituangkan. Padahal penilai tidak butuh semua itu. Yang mereka perlukan adalah jawaban yang jelas dan tegas terhadap pertanyaan yang mereka ajukan. Skor speaking bisa jadi kurang memuaskan jika ada kesalahan konstruksi kalimat atau bahkan paragraf. Simak contoh berikut ini:

I was listening to Spotify in my phone when the news about Presidential Election in US came up, interrupting my time (21 words)

Kalimat di atas bisa dipersingkat menjadi:

I was listening to Spotify when Presidential Election’s news came up. So interrupting. (13 words)

Kalimat kedua menghilangkan kata “in my phone” karena mendengarkan aplikasi sharing lagu Spotify tentu didengarkan di ponsel. Lalu kalimat paralel dipersingkat dengan memecahnya menjadi dua kalimat. Kalimat kedua singkat namun tetap menunjukkan apa yang dirasakan oleh orang yang sedang berbicara.

4. Berlaku Bagi Non-Native Speaker

Seperti yang dibahas di bagian awal artikel ini, kemampuan untuk mengurangi kata dan merangkum kalimat efektif sangat cocok untuk sebagian orang. Metode ini bisa digunakan oleh test-takers yang cara pelafalannya sukar dipahami saat berbicara dengan tempo cepat. Seringkali kegagalan dalam mendapat skor memuaskan speaking tes TOEFL terjadi karena test-takers berbicara terlalu cepat, tegang, hingga membuat penilai sulit memahami apa yang disampaikan olehnya.

Kemampuan untuk membuang kata yang tidak perlu ini berguna untuk banyak hal, termasuk writing dan speaking. Dengan sering berlatih, kamu akan mengetahui pola dan cara berbicaramu, lengkap dengan berapa kata yang biasanya kamu perlukan. Kamu bisa tahu seberapa banyak yang harus kamu ucapkan untuk mencapai 100 kata. Kuncinya adalah terus berlatih.

Namun jika kamu memiliki kemampuan untuk berbicara layaknya native speaker dalam tempo dan intonasi yang cepat, kamu tidak harus mengikuti jurus 100 kata ini. Biasanya para native speakers yang berbicara dengan tempo cepat akan berbicara lebih banyak kata dalam waktu 60 detik.

Mereka juga tahu betul intonasi yang diperlukan untuk penekanan pada bagian tertentu kalimat, selaras dan justru menambah mudah orang mengerti apa yang mereka bicarakan. Mereka juga lebih ekspresif sehingga apa yang dikatakan bisa dipahami dengan lebih mudah. Di luar itu semua, jika kamu tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi utama, jurus 100 kata ini bisa jadi amunisi tambahan kamu untuk mendapatkan skor bagus dalam speaking tes TOEFL. Selamat berlatih!

Artikel Lainnya

Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 2)
Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 1)
Contoh Revisi TOEFL Integrated Speaking (PART 2)
Contoh Revisi TOEFL Integrated Speaking (PART 1)
Listening TOEFL: Asah Listening dan Pelafalan dengan “Minimal Pairs”
Speaking TOEFL: Latihan Soal Utarakan Pendapat
Speaking TOEFL: Formula “MEEM”
Speaking TOEFL: Formula Menjawab Speaking Task: “SEA”
Speaking TOEFL: Cara Pelafalan “W” dan “V” dan Tips “TLDNR”
Speaking TOEFL: Seni Diplomasi dalam Percakapan Bahasa Inggris

 

Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Belajar Sejarah (Part 1)
Contoh Soal TOEFL Reading Comprehension: Dunia Binatang (Part 1)
Writing TOEFL: Belajar Conditional Lewat Lagu Populer
Tip TOEFL: Mengenal Prefixes “OUT-“ dan “RE-“
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Belajar Sejarah (Part 2)
Reading TOEFL: Sinonim Bahasa Inggris
Reading TOEFL: Hati-hati Jebakan Jawaban Salah dalam Reading
Tip TOEFL: “Text Insert” Asah Ketelitian dalam Menjawab Soal
Tip TOEFL: Berapa Lama Masa Berlaku Skor TOEFL?
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Belajar Sejarah (Part 3)


 
Pertajam Kreativitas Lewat Kemampuan Parafrase
Tanda Baca Ellipsis dan Asterisk dalam Bahasa Inggris
Penggunaan Apostrophe dalam Kata Ganti Benda Kepemilikan
Berbagai Tanda Baca dalam Penulisan Bahasa Inggris Akademik
Latihan Tes TOEFL Lewat Video Games (PART 2)
Latihan Tes TOEFL Lewat Video Games (PART 1)
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Seni
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Mengenal Negara-negara
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Sosok Penting
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Health