sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Speaking TOEFL: Latihan Menulis 100 Kata Sebelum Speaking

Setelah sebelumnya membahas tentang jurus 100 kata bagi test-takers yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi sehari-hari, kini saatnya membahas langsung berikut contohnya.

Ya, dalam artikel ini akan diberikan contoh catatan kasar yang belum dipersingkat, dibandingkan dengan yang sudah dibuat lebih ringkas dengan panduan jurus 100 kata yang pernah kita bahas di artikel sebelumnya.

Mengapa penting untuk mengetahui contoh konkret jurus 100 kata ini? Agar kamu bisa tahu pasti perbedaan sebelum dan sesudah diterapkan strategi ini. Kadangkala tidak mudah untuk mendeteksi bahwa kamu sudah berbicara terlalu banyak atau justru terlalu sedikit dalam suatu sesi speaking tes TOEFL.

Lain halnya dengan saat kamu menuliskan jawaban dalam writing yang bisa diketahui dengan mudah berapa jumlah kata yang sudah kamu tuliskan. Sebagai panduan, berikut ini contoh transkrip jawaban speaking pertanyaan dalam buku Official TOEFL iBT Tests Volume 1, yang dituliskan seorang test-taker sebelum dipersingkat:

The male student’s problem is that he has left his course schedule at his dorm, and he does not know where the classroom number is for his psychology class. The woman at the information desk gives him two solutions.

First he might check out a computer in the neighboring building and search but the student said that he could be late to do so.

The second option, says the woman, since psychology class is in one of three big lecture halls in her building, he might check out easily each floor in the building, where there is only big hall each. But the man said that because it is his first time for the class and meeting the professor, it will be an embarrassing moment to look inside each class and find his class.

I prefer the first solution because even though he is already late for the psychology class, he can simply search in university computer to find out, and even can get the whole day schedule which he is already missing. Also, when by locating the class by computer he does not need to ask anybody where the class is and there will be less confusion and embarrassment for him. I do not like the second class, because searching three big hall one by one is very confusing and odd to do.

Panjang dari transkrip di atas adalah 225 kata. Angka ini dua kali dari batas maksimal jurus 100 kata. Untuk mempersingkat transkrip, ada beberapa prinsip yang harus diperhitungkan:

  • Rangkuman harus lebih sederhana dibandingkan dengan sumber bacaan asli
  • Jika ada detil yang tidak terlalu penting mendukung topik utama, singkirkan
  • Jangan pernah sampaikan detil yang sudah tersirat
  • Sebisa mungkin, gunakan kata hubung untuk menggabungkan kalimat majemuk menjadi kalimat tunggal
  • Buang informasi berulang

Setelah melihat 5 panduan tersebut, berikut ini versi revisi dari transkrip di atas yang sudah disingkat menjadi 111 kata:

The male student doesn’t have his class schedule, so he doesn’t know the room number of his psychology class. A woman suggests two solutions to him.

(Kalimat keterangan tentang jadwal yang tertinggal di asrama. Kata-kata “left his course schedule” dan “doesn’t know where the classroom” dipersingkat menjadi “doesn’t have his class schedule” sehingga lebih singkat tanpa mengurangi makna utamanya).

First, he could check his schedule in the student center, but that could cause him to be late.

Second, the psychology class is always held in a large lecture hall. He could check each big hall in the building, but that could be embarrassing.

(Pada bagian ini, kata keterangan subjek seperti “says the woman” dan “the man said” dibuang karena tidak perlu. Cukup sampaikan dua solusi yang disampaikan, lengkap dengan konsekuensinya).

I prefer the first solution because even if he’s a little late, the university computer will have the answer, and he could check his whole schedule. Also, he could locate his class without having to talk to anyone or be embarrassed.

(Paragraf terakhir sekaligus penutup menyatakan pilihan atas 2 solusi yang ditawarkan. Dengan tegas paragraf ini menekankan bahwa pilihan pertama lebih baik dibandingkan dengan pilihan kedua yang lebih merepotkan. Ditambah lagi dengan mengecek jadwal ke komputer kampus, dia bisa tahu seluruh jadwalnya hari itu.

Apa yang Salah?

Apa yang salah dari kalimat transkrip awal? Pada bagian itu, seluruh dampak positif dan negatif dari 2 solusi yang ada dituturkan dengan bertele-tele. Kata kerja seperti “searching three big hall one by one” dan “which he is already missing” hingga “ask anybody where the class is and there will be less confusion” adalah contoh kalimat-kalimat redundant yang hanya mengulang fakta yang telah dipaparkan sebelumnya.

Terbukti dengan membuang kata-kata atau kalimat yang mengulang dan tidak perlu, dihasilkan transkrip yang lebih singkat. Tentu lebih mudah memahami kalimat dengan struktur demikian dibandingkan dengan yang terlalu panjang seperti contoh pertama.

Membiasakan diri untuk menulis dan berbicara dengan jurus 100 kata tidak hanya akan mendekatkan kamu dengan skor TOEFL maksimal. Lebih dari itu, hal ini akan terus terpakai dalam aktivitas akademismu kelak.

Mengerjakan tugas, menulis jurnal, presentasi di depan kelas, hingga diskusi dan debat bersama dalam kelompok akan lebih efektif jika kamu menggunakan kalimat-kalimat singkat, efektif, dan mudah dipahami. Jadi biasakan diri untuk tidak boros kata dan mengurangi repetisi kalimat agar kamu mengenal pola terbaik dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Artikel Lainnya

Listening TOEFL: Asah Listening dan Pelafalan dengan “Minimal Pairs”
Speaking TOEFL: Latihan Soal Utarakan Pendapat
Speaking TOEFL: Formula “MEEM”
Speaking TOEFL: Formula Menjawab Speaking Task: “SEA”
Speaking TOEFL: Cara Pelafalan “W” dan “V” dan Tips “TLDNR”
Speaking TOEFL: Seni Diplomasi dalam Percakapan Bahasa Inggris
Speaking TOEFL: Tongue Twister, Berlatih Bicara Bahasa Inggris
Speaking TOEFL: Make it Simple, Jawab dengan Sederhana
Speaking TOEFL: Sampaikan Pendapat dalam Speaking
Speaking TOEFL: Kenali Kata Pengantar

 

Speaking TOEFL: Cara Menjawab dengan Cermat
Writing TOEFL: Etika Kutipan dan Parafrase
Listening TOEFL: Yang Dilakukan Saat Luput Pahami Kata dalam Listening
Reading TOEFL: Konteks Reading dari Berita Entertainment
Belajar Listening TOEFL: 8 Jurus Menguasai Listening Secara Cepat
Contoh Soal Listening TOEFL: Short Talks (Part 1)
Writing Tip: Menulis Email yang Bagus dalam Bahasa Inggris
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Health
Reading TOEFL: Contoh Pertanyaan Sinonim dan Kesimpulan
Tip TOEFL: Mengenal Prefixes “OUT-“ dan “RE-“


 
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Seni
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Mengenal Negara-negara
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Sosok Penting
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Petakan Isu Formal
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Biology Class
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Belajar Sejarah (Part 3)
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Belajar Sejarah (Part 2)
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression: Belajar Sejarah (Part 1)
Contoh Soal TOEFL Structure & Written Expression tentang Animals
Contoh Soal TOEFL Reading Comprehension & Vocabulary