sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Menggabungkan Dua Kalimat Lewat “Participle”

Menulis kalimat dalam bahasa Inggris selalu menarik dan menyenangkan. Tak percaya? Kali ini kita akan berkenalan dengan konsep “participle” yang ada dalam bahasa Inggris. Mungkin banyak yang belum familiar dengan konsep ini. Namun dengan membaca artikel ini hingga tuntas, tentu kamu akan tahu apa yang dimaksud dengan participle.

Participle, Gabungan Dua Kalimat

Pada dasarnya, participle bisa dibuat ketika ada dua kalimat dengan subjek yang serupa. Dengan participle, akan dihasilkan kalimat ketiga dengan konsep yang berbeda. Proses menggabungkan dua kalimat sederhana menjadi kalimat baru disebut juga dengan synthesis.

Lihat contoh kalimat berikut ini:

Kalimat 1: The thief heard a noise.

Kalimat 2: The thief ran away.

Kalimat baru: Hearing a noise, the thief ran away.

Dari contoh kalimat di atas, terlihat bagaimana dua subjek yang sama yaitu “the thief” dilebur menjadi satu kali disebut, ditambah dengan participle dengan format “+ing”.

Participle bisa berlaku untuk kalimat present dan past. Perbedaannya adalah pada formatnya. Present participle menggunakan format “+ing” sedangkan past menggunakan format “+ed” dan semacamnya.

Contoh Penggunaan Participle

Setelah mengetahui secara singkat pemahaman akan participle, berikut ini beberapa contoh penggunaannya dalam kalimat. Perhatikan perbedaannya ya!

  • The boy saw a snake. He screamed. (Anak laki-laki itu melihat ular. Dia berteriak)

Seeing a snake, the boy screamed. (Melihat ular, anak laki-laki itu berteriak)

  • She worked hard. She won the first prize. (Dia bekerja keras. Dia mendapatkan hadiah utama)

Having worked hard, she won the first prize. (Setelah bekerja keras, dia mendapatkan hadiah utama)

  • The merchant jumped on his horce. He rode to the market. (Saudagar itu melompat ke kudanya. Dia mengendarainya ke arah pasar)

Jumping on his horse, the merchant rode to the market. (Melompat ke kudanya, sang saudagar menuju ke pasar)

  • The thief cut through the padlock. He opened the wooden door. (Maling itu memotong gembok. Dia membuka pintu kayu)

Cutting through the padlock, the thief opened the wooden door. (Memotong gembok, maling itu membuka pintu kayu)

  • He disguised himself as a cleaner. He entered the bank. (Dia menyamar sebagai tenaga kebersihan. Dia masuk ke dalam bank)

Having disguised himself as a cleaner, he entered the bank. (Menyamar sebagai tenaga kebersihan, dia masuk ke dalam bank)

  • She drove as quickly as possible. She arrived just in time. (Dia menyetir secepat mungkin. Dia sampai tepat waktu)

Driving as quickly as possible, she arrived just in time. (Menyetir secepat mungkin, dia sampai tepat waktu)

  • The pilot banked sharply. He managed to avoid the buildings. (Sang pilot berbelok tajam. Dia sempat menghindari gedung-gedung)

Banking sharply, the pilot managed to avoid the buildings. (Membelok tajam, sang pilot sempat menghindari gedung-gedung)

  • The lightning flashed vividly. It struck the church steeple. (Lampu itu berkedip cepat. Lampu itu mengenai menara gereja)

Flashing vividly, the lightning struck the church steeple. (Berkedip cepat, lampu itu mengenai menara gereja)

  • The car was damaged in the accident. It needed a new door. (Mobil itu rusak dalam sebuah kecelaaan, Mobil itu perlu pintu baru)

Damaged in the accident, the car needed a new door. (Rusak akibat sebuah kecelakaan, mobil itu perlu pintu baru)

  • The boat was tossed up and down. It developed a leak. (Kapal terombang-ambing atas bawah. Kapal itu mulai bocor)

Tossed up and down, the boat developed a leak. (Terombang-ambing atas bawah, kapal itu mulai bocor)

  • I was impressed by the team. I stayed for the whole match. (Saya terkesan dengan tim ini. Saya betah menonton hingga pertandingan usai)

Impressed by the team, I stayed for the whole match. (Terkesan dengan tim itu, aku menonton hingga pertandingan usai)

  • She was pleased with her present. She gave him a hug. (Dia senang dengan hadiah untuknya. Dia memeluk sang pria)

Pleased with her present, she gave him a hug. (Senang dengan hadiah yang diterimanya, dia memeluk pria itu)

  • He stood by the table. He was examining some papers. (Dia berdiri dekat meja. Dia memeriksa beberapa tulisan)

He stood by the table examining some papers (Dia berdiri dekat meja memeriksa beberapa tulisan)

Dari beberapa contoh di atas, terlihat bahwa participle memegang peranan penting dalam memastikan bahwa kalimat terlihat lebih ringkas tanpa harus mengulang-ulang subjek yang sama dalam sebuah kalimat yang berurutan.

Disebut juga dengan bentuk turunan dari kata kerja dalam bahasa Inggris, participle bisa digunakan sesuai dengan konteks waktu diucapkan. Contohnya:

  • Present Participle

Digunakan dalam kalimat continuous tense dan biasanya berupa verb+ing.

  • Past Participle

Biasanya digunakan dalam kalimat lampau atau pasif. Kata kerjanya adalah bentuk ketiga dengan akhiran –ed untuk kata kerja beraturan. Sedangkan untuk kata kerja tidak beraturan, biasanya diberi akhiran –t, -en, atau –n.

Fungsi Participle

Ada beberapa fungsi yang berbeda dari sebuah participle dalam bahasa Inggris, di antaranya:

  • Kata Kerja

Participle bisa menjadi kata kerja ketika digunakan dalam konteks kalimat present atau past. Dalam sebuah kalimat, participle memegang peran utama sebagai tindakan yang dilakukan oleh subjek.

  • Kata Sifat

Selain kata kerja, participle juga bisa menjadi kata sifat atau adjective. Biasanya jika hal ini yang terjadi, maka akan diletakkan sebelum kata benda (noun).

Tak hanya itu, participle juga bisa digunakan untuk menjelaskan perasaan seseorang seperti “I am bored” (saya merasa bosan), “It is a boring book” (buku itu membosankan) dalam konteks past participle.

Sementara untuk present participle, juga bisa menjadi kata yang menjelaskan perasaan seperti dalam kata “falling leaves” (daun berguguran) dan “boring books” (buku membosankan).

Bagaimana, sudah familiar dengan konsep participle, bukan? Tentu saja, karena hal ini lazim digunakan dalam bahasa Inggris, juga dalam bahasa Indonesia sekalipun.

Membiasakan diri untuk menggunakan participle tidak hanya akan membuat tulisan menjadi lebih ringkas dan jelas, tapi juga menambah kemahiran kamu dalam merangkai kata berbahasa Inggris.

 

Kalimat Ucapan Selamat Pernikahan dalam Bahasa Inggris beserta Terjemahannya
Cara Membuat Kalimat tentang Kemampuan (Ability) dalam Bahasa Inggris
Four Sentence Types (Jenis-Jenis Kalimat)
Kata, Kalimat, atau Ungkapan Bahasa Inggris untuk Mengekspresikan Kekaguman
Ungkapan Suka & Tidak Suka (Showing Like and Dislike)
Kata, Kalimat, atau Ungkapan untuk Menggambarkan Kebahagiaan dalam Bahasa Inggris
Daftar Adverb of Time dan Contoh Kalimatnya
Kalimat Tidak Sopan Bahasa Inggris yang Tidak Sengaja Diucapkan Non-Native
Aturan Menggabung Kalimat Bahasa Inggris (Jenis Struktur Kalimat)
Cara Membuat Kalimat Meminta Izin (Permission) dalam Bahasa Inggris