sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Penggunaan “am” dalam I am

Dalam mempelajari kaidah Bahasa Inggris, ada istilah yang sering didengar yaitu to be. Salah satunya adalah to be “am” yang akan dibahas lebih lanjut pada tulisan ini. Lebih lengkapnya langsung saja simak penjelasannya di bawah ini, ya!

Apa Itu To Be “am”

Sebelum membahas to be “am”, kita perlu memahami makna to be itu sendiri. To be adalah bagian dari susunan kaidah Bahasa Inggris yang baik dan benar, dimana berfungsi sebagai penghubung. To be digunakan untuk menghubungkan antara subjek dengan noun (kata benda) atau verb-ing (kata kerja yang sedang berlangsung).

Ada tiga to be dalam Bahasa Inggris, yaitu is, are, dan am. Kita akan berfokus pada to be yang terakhir, yaitu to be “am”. To be “am” hanya digunakan untuk subjek I (saya) dalam Bahasa Indonesia. Jadi susunan untuk kalimat yang menggunakan to be “am” adalah sebagai berikut:

I + am + noun (kata benda) / verb-ing (kata kerja ing)

Misalnya seperti pada contoh-contoh berikut:

  • I am a student (Saya adalah seorang murid)

Pada contoh diatas, I berfungsi sebagai subjek yang berarti saya. Noun atau kata benda yang menjelaskan subjek disini adalah student (murid). Subjek I dengan kata benda student dihubungkan oleh to be “am”.

  • I am eating rice (Saya sedang makan nasi)

Berbeda dari contoh sebelumnya, kalimat ini mengandung kata kerja yang sedang berlangsung atau verb-ing. Subjek I dijelaskan sedang melakukan suatu kegiatan, yaitu eating (makan). Untuk menghubungkan antara subjek dengan verb-ing tersebut digunakanlah to be “am”.

Susunan kalimat ini disebut sebagai present tense, atau kalimat yang menjelaskan kegiatan sedang berlangsung. Struktur inti dari present tense adalah subjek, to be, dan verb-ing. Kalimat ini menunjukkan bahwa kegiatan itu sedang dilakukan pada saat itu juga, atau sekarang juga.

Beberapa contoh penggunaan to be “am” lainnya:

  • I am hungry and want to eat something (Saya lapar dan mau makan sesuatu)
  • I am studying for exam tomorrow (Saya sedang belajar untuk ujian besok)
  • He told me that I am pretty (Dia bilang kalau saya cantik)

Penggunaan To Be “Am” dalam Kalimat Negatif

Selain dalam bentuk kalimat positif, to be “am” juga dapat digunakan dalam kalimat negatif. Prinsipnya mirip dengan kalimat positif, hanya tinggal menambahkan kata not dalam kalimat tersebut.

Berikut struktur penggunaan to be “am” dalam kalimat negatif:

I + am + not + noun/verb-ing

Agar lebih jelas dapat dilihat pada contoh di bawah ini:

  • I am not a coward (Saya bukan seorang pengecut)

Pada contoh tersebut, strukturnya mirip dengan contoh pada bagian sebelumnya. Namun ada perbedaan besar yaitu penambahan kata not (bukan) untuk menunjukkan kalimat negatif. Dalam kalimat tersebut, kata not juga berfungsi menjelaskan bahwa subjek bukanlah bersifat pengecut (coward).

  • I am not napping (Saya tidak sedang tidur)

Pada kalimat tersebut, kata not digunakan untuk menjelaskan bahwa subjek tidak sedang melakukan kegiatan, yaitu napping (tidur). Kalimat present tense ini menunjukkan sebagai kalimat negatif karena mencantumkan kata not setelah to be “am”.

Penggunaan To Be “Am” dalam Kalimat Introgatif

Bukan hanya pada kalimat positif dan negatif, to be “am” juga dapat digunakan dalam kalimat introgatif. Ciri khas dari kalimat introgatif adalah kalimat ini berbentuk pertanyaan dengan tanda tanya di ujung kalimat.

Berikut struktur penggunaan to be “am” dalam kalimat introgatif:

Am + I + noun/verb-ing?

Lebih jelasnya penggunaan to be “am” ini dapat dilihat dalam contoh-contoh berikut:

  • Am I a good student? (Apakah saya seorang murid yang baik?)

Pada contoh tersebut, to be “am” berperan untuk menanyakan keterikatan subjek dengan noun. To be “am” menanyakan apakah subjek I (saya) memiliki karakter sebagai good student (murid yang baik).

  • Am I ignoring you? (Apa aku sedang mengabaikan kamu?)

Contoh tersebut digunakan untuk kalimat introgatif yang memiliki bentuk present tense. To be “am” digunakan untuk menanyakan apakah subjek sedang melakukan kegiatan (verb-ing), yaitu ignoring (mengabaikan). You sendiri dalam kalimat ini berfungsi sebagai objek.

To Be “Am” Dalam Bentuk Lampau

Dalam kaidah Bahasa Inggris terdapat bentuk lampau dari kata atau kalimat, termasuk juga to be “am”. Pada kalimat lampau atau past tense, bentuk to be “am” menjadi “was”. Jadi, struktur kalimatnya menjadi seperti ini:

I + was + noun/verb-ing

Lebih jelasnya penggunaan to be “am” dalam bentuk lampau atau “was” dapat dilihat dalam contoh berikut:

  • I was a student, and I graduated from school last year (Saya dulu seorang murid, dan saya lulus dari sekolah tahun lalu)

Pada kalimat ini terdapat kata-kata yang menunjukkan bentuk lampau, yaitu was dan graduated. To be was menjelaskan bahwa dulunya subjek I adalah seorang murid, tapi sudah tidak lagi. Subjek I lulus dari sekolah tahun lalu sehingga statusnya bukan murid lagi.

  • I was eating when she came to my house yesterday (Aku sedang makan ketika dia datang ke rumahku kemarin)

To be was menunjukkan bahwa kegiatan yang sedang dilakukan terjadi di masa lampau, bukan masa sekarang. To be was menjelaskan bahwa subjek I sedang melakukan kegiatan eating (makan) di masa lalu, ditunjukkan dengan keterangan waktu yesterday (kemarin).

Demikianlah penjelasan mengenai to be “am” dan penggunaannya dalam kaidah Bahasa Inggris. Pastikan kamu menggunakan to be “am” ini dengan baik dan benar untuk menghindari kesalahan dari segi tata bahasa. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

Penggunaan “While” Dalam Kalimat
Penggunaan Must dan Should
Penggunaan “Gonna” dan “Wanna”
Arti Cringe dan Contoh Penggunaannya
Penggunaan Such and So
Penggunaan Kata “Each”
Contoh Penggunaan These
Penggunaan Istilah Mind Blowing dan Mind Boggling
Perbedaan Penggunaan ‘Spilled’ vs ‘Split’
Penggunaan “Because”, “Because Of,” dan “Due To “