sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Penggunaan Kata “Being”

“Being” adalah bentuk ing dari “to be”. “Being” bisa digunakan untuk mendeskripsikan kondisi, situasi, karakteristik, dan fitur sesuatu atau seseorang. “Being” juga bisa diartikan sebagai “menjadi” dalam bahasa Indonesia.

Lalu, bagaimana cara menggunakan “being” dalam kalimat? Penjelasan di bawah ini akan memberi tahu kita cara menggunakannya. Penjelasan ini juga akan memberikan contoh penggunaan “being” untuk memudahkan kita mempelajarinya. Mari langsung saja kita lihat penjelasannya:

Being + adjective

Penggunaan being pertama adalah sebelum adjective (kata sifat) pada kalimat berbentuk progressive atau continuous. Pada kalimat ini, being berfungsi untuk mendeskripsikan aksi atau perbuatan yang sedang berlangsung. Contoh:

  • Why is Tina being so cruel? (Mengapa Tina jahat sekali?) –> progressive
  • Why is Tina so cruel? (Mengapa Tina jahat sekali?)

Pada kalimat 1), sifat asli Tina tidak jahat, dia jahat hanya ketika kalimat tersebut diucapkan. Tidak setiap hari dia berbuat jahat. Sedangkan pada kalimat 2), jahat adalah sifat asli Tina. Dia setiap hari berbuat jahat. “Being” pada kalimat 1) berfungsi untuk menunjukkan situasi yang sedang berlangsung.

Contoh lain penggunaan being + adjective pada kalimat progressive:

  • I am glad that the kids are being polite around the guests. (Saya lega bahwa anak-anak sopan berada di dekat para tamu)
  • Diana is not sure if John likes her or he is just being nice to her. (Diana tidak yakin apakah John menyukainya atau dia hanya baik saja kepadanya)
  • What is wrong with you? You are being mean to us? (Ada apa denganmu? Kamu jahat pada kami)
  • Fox was unfair. He was being nice only to students with good scores. (Pak Fox tidak adil. Dia baik hanya kepada siswa yang nilainya bagus saja)

Keterangan: kita tidak boleh menggunakan being sebelum adjective yang tekait dengan perasaan (misal: happy, sad, upset, mad, dsb). Contoh:

  • Wrong: I am being mad at you right now. (Salah: aku marah padamu)
  • Right: I am mad at you right now. (Benar: aku marah padamu)

Being + past participle

Kita lebih mengenal past participle sebagai V3 atau kata kerja bentuk ketiga. Being yang diikuti oleh past participle digunakan dalam kalimat present dan past continuous tenses berbentuk pasif. Contoh:

  • Kalimat aktif: They are repairing my car. (Mereka sedang memperbaiki mobil saya)
  • Kalimat pasif: My car is being repaired (by them). (Mobil saya sedang diperbaiki [oleh mereka])

Keterangan: pelaku pada kalimat pasif biasanya sering tidak dicantumkan dalam kalimat

Contoh lain:

  • Mike is being grounded by his parents for playing video games for too long. (Mike sedang dihukum oleh orangtuanya karena bermain video gim terlalu lama)
  • The clothes are being ironed. (Pakaiannya sedang disetrika)
  • A novel was being read. (Sebuah novel sedang dibaca)
  • Whenever I am walking alone in this street, I feel like I am being followed. (Setiap kali saya berjalan sendirian di jalan ini, saya merasa seperti saya sedang diikuti)

Being in participle clauses

Penggunaan being selanjutnya adalah untuk menggantikan kata because, as, dan since. Struktur kalimat seperti ini biasanya lebih sering digunakan pada tulisan formal atau literatur.

Mari kita lihat contoh di bawah ini untuk membuat kita lebih paham:

Because he is the youngest in the family, Jack often gets special treatment from his parents. (Karena dia adalah anak terakhir di keluarga, Jack sering mendapatkan perlakukan spesial dari orangtuanya)

Contoh kalimat di atas adalah contoh participle clause yang menggunakan kata “because”. Sekarang mari kita ubah kata “because” tersebut dengan “being”:

Being the youngest in the family, Jack often get special treatment from his parents. (Menjadi anak terakhir di keluarga, Jack sering mendapatkan perlakuan spesial dari orangtuanya)

Contoh lain:

  • Being a parent for years, Jessica knows how to handle children very well. (Menjadi orangtua selama bertahun-tahun, Jessica tahu bagaimana cara mengatasi anak-anak dengan baik)
  • Being born and growing up in Manila, Michelle can speak Tagalog and English fluently. (Lahir dan besar di Manila, Michelle bisa berbicara bahasa Tagalog dan bahasa Inggris dengan fasih)
  • Being VIP members, they are allowed to use any gym facilities anytime they want. (Menjadi anggota VIP, mereka boleh menggunakan fasilitas kabugaran kapan saja mereka mau)
  • Being beautiful and tall, she is often mistaken as a model. (Cantik dan tinggi, dia sering dikira sebagai seorang model)
  • Being students, they can get all students’ benefits and offers at the bookstore. (Menjadi pelajar, mereka bisa mendapatkan semua keuntungan dan tawaran pelajar di toko buku)

Being as a gerund

Gerund adalah noun (kata benda) yang terbentuk dengan cara menambahkan akhiran –ing pada verb (kata kerja). Being adalah bentuk gerund dari kata kerja be. Di bawah ini adalah bebera contoh penggunaan being sebagai gerund:

  • I like being a sister to one younger brother. (Saya suka menjadi kakak dari satu adik laki-laki)
  • My cat loves being playful when I am around. (Kucing saya suka bermain jika ada saya)
  • Being a doctor is not easy. (Menjadi seorang dokter tidaklah mudah)
  • Being with you is everything I need. (Bersamamu adalah segalanya yang aku butuhkan)
  • Do you enjoy being a writer? (Apakah kamu suka menjadi seorang penulis?)

 

Penggunaan “Because”, “Because Of,” dan “Due To “
Penggunaan Might
Penggunaan Due to vs Because of
Frasa/Kata/Kalimat untuk Customer Service (Useful Phrases for Customer Service)
Kata-kata Untuk Meminta Maaf (Selain “Sorry”)
Grammar-Verb: Perbedaan Active vs Passive Voice (Kalimat Aktif & Pasif)
Figure of Speech: Apa itu Hyperbole?
Verb: Apa itu Present Participle?
Perbedaan Penggunaan Just, Already, Still, Yet
Contoh Kata Kerja Imperatif