sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Penggunaan Must dan Should

“Must” dan “should” adalah modal verbs atau singkatnya modals dalam bahasa Inggris. Kedua modals ini memiliki arti yang sama jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, yakni “harus”.

Walaupun memiliki arti yang sama, “must” dan “should” bukanlah sinonim atau persamaan kata dari satu sama lainnya. Oleh karena itu, kita tidak bisa menggunakan keduanya untuk saling menggantikan.

Lalu, apa perbedaan “must” dan “should” dan bagaimana cara menggunakan keduanya di dalam kalimat? Mari kita cari tahu melalui penjelasan di bawah ini:

Must

“Must” berfungsi untuk expressing obligation atau menyatakan keharusan/ kewajiban. Keharusan yang menggunakan “must” harus dipatuhi. Jika tidak dipatuhi, biasanya akan ada konsekuensi yang harus kita tanggung. Contoh:

  • We must follow the rules. (Kita harus mengikuti aturan)
  • When driving in Japan, we must drive on the left. (Ketika Berkendara di Jepang, kita harus berkendara di sebelah kiri jalan)
  • You must finish the project by this Friday, or you will get fired. (Kamu harus menyelesaikan proyeknya sebelum hari Jumat ini, atau kamu akan dipecat)
  • We must study really hard, otherwise we will fail the exam. (Kita harus belajar dengan giat, jika tidak kita tidak akan lulus ujian)
  • Children under 15 must be accompanied by an adult. (Anak-anak di bawah 15 tahun harus ditemani orang dewasa)

Selain itu, “must” juga bisa dipakai untuk membuat asumsi dari fakta yang ada. Mari kita lihat contoh-contoh di bawah ini untuk lebih jelasnya:

Fakta: She lives in a big house and has five cars. (Dia tinggal di rumah yang besar dan punya lima buah mobil)

Asumsi: She must be very rich. (Dia pasti sangat kaya)

Contoh lain:

  • He knows a lot about Diana. He must be very close to her. (Dia tahu banyak tentang Diana. Dia pasti sangat dekat dengannya)
  • You must be from Germany because you can speak German very well. (Kamu pasti berasal dari Jerman karena kamu bisa berbicara bahasa Jerman dengan sangat baik)
  • Tom rejected my call. He must be in a meeting. (Tom menolak panggilanku. Dia pasti sedang rapat)

“Must” juga digunakan untuk mengundang atau mendorong orang lain melakukan sesuatu. Contoh:

  • You must come and visit us soon. (Kamu harus datang dan kunjungi kami segera mungkin)
  • You must watch this movie. (Kamu harus menonton film ini)
  • You definitely must try Restaurant X’s new menu. It’s really tasty. You won’t regret it. (Kamu benar-benar harus mencoba menu baru Restoran X. Rasanya enak. Kamu tidak akan menyesal)
  • I heard Nintendo just released a new game. We must try playing it. (Aku dengar Nintendo meluncurkan permainan baru. Kita harus mencoba memainkannya)
  • We must go camping together sometime. (Kita harus pergi berkemah bersama kapan-kapan)

Should

Fungsi “should” pertama adalah untuk memberikan saran atau rekomendasi. Contoh:

  • When you go to Bandung, you should visit Bosscha Observatory. (Ketika kamu ke Bandung, kamu harus mengunjungi Observatorium Bosscha)
  • You should pay attention more to your son. (Kamu harus lebih memperhatikan anakmu)
  • You should get a haircut. (Kamu harus potong rambut)
  • I think you should practice more on your dance move. (Menurut saya kamu harus lebih sering melatih gerakan tarimu)
  • I think we should ask her first. (Menurutku kita harus menanyakannya dahulu)

Mari perhatikan dua kalimat memberikan saran di bawah ini dengan menggunakan “should” dan “must”:

  • You should watch this movie. (Kamu harus menonton film ini)
  • You must watch this movie. (Kamu harus menonton film ini)

Dua kalimat di atas memberikan saran. Bedanya, kalimat dengan menggunakan “should” memberikan saran dengan biasa saja, sedangkan kalimat dengan “must” memberikan saran dengan lebih kuat dan antusias. Dengan kata lain, saran yang disampaikan dnegan menggunakan “must” terdengar lebih kuat dibandingkan dengan saran yang menggunakan “should”.

Sama seperti “must”, “should” juga bisa digunakan untuk menyampaikan kewajiban atau keharusan. Hanya saja, kewajiban yang disampaikan dengan menggunakan “should” tidak akan terdengar sekuat ketika kita menyampaikannya dengan menggunakan “must”. Contoh:

  • Guests should never bring food and drink from outside. (Tamu tidak boleh membawa makanan dan minuman dari luar)
  • Students should wear the school uniforms at school. (Siswa harus mengenakan seragam sekolah di sekolah)
  • You should return the book on time. (Kamu harus mengembalikan buku tepat waktu)
  • We should be at work before eight. (Kita harus ada di kantor sebelum pukul delapan)
  • We should buy the ticket first. (Kita harus membeli tiket terlebih dahulu)

“Should” pada semua contoh di atas bisa diganti dengan “must”. Namun, keharusan dalam semua kalimat tersebut akan terdengar menjadi lebih kuat.

Fungsi “should” selanjutnya yaitu untuk mengekspresikan ekspektasi atau sesuatu yang diharapkan sudah atau akan terjadi. Contoh:

  • The mail should arrive this week. (Suratnya seharusnya akan tiba minggu ini)
  • Mika should have arrived in Paris yesterday. (Mika seharusnya sudah tiba di Paris kemarin)
  • They should be at home by now. (Mereka seharusnya ada di rumah sekarang)
  • We have prepared everything. It should be fine tomorrow. (Kita sudah menyiapkan segalanya. Besok seharusnya baik-baik saja)
  • John should know the news by now. (John seharusnya sudah tahu kabarnya sekarang)

 

Contoh Soal TOEFL Reading Comprehension: “Asal Mula Grammar”
Penggunaan Must dan Should
Phrasal Prepositions
Grammar-Noun: Apa itu Compound Noun?
Grammar: Apa itu Object?
Membuat Kalimat Tanya dengan Menggunakan What, Which, When, dan Where
Grammar-Adverb: Apa itu Adverbs?
Penggunaan “That”
Apa Itu Linking Verb?
Penggunaan Kata “However”