sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Perbedaan “IF I WAS” & “IF I WERE”

Dalam bahasa Inggris dikenal istilah conditional sentence atau kalimat pengandaian. Kalimat pengandaian adalah suatu kalimat yang dimaksudkan untuk mengandaikan sesuatu hal yang kondisinya memang belum terlaksana, tidak terlaksana, dan telah terlaksana. Pola kalimat pengandaian terdiri dari dua klausa yakni klausa bebas yang berperan sebagai induk kalimat dan klausa if sebagai anak kalimat yang ditandai dengan adanya pernyataan pengandaian.

Kalimat pengandaian terbagi menjadi tiga tipe yakni kalimat pengandaian tipe pertama, kalimat pengandaian tipe kedua, dan kalimat pengandaian tipe ketiga. Kalimat pengandaian tipe pertama berfungsi untuk mengungkapkan pengandaian yang mungkin saja terjadi. Pola kalimatnya adalah klausa if (dalam bentuk simple present tense, simple present continuous tense, dan present perfect tense) diikuti klausa bebas (dalam bentuk simple present tense atau simple future tense).

Kalimat pengandaian tipe kedua berfungsi untuk mengungkapkan suatu pengandaian yang pada kenyataannya tidak akan mungkin kejadian karena hal tersebut bertentangan dengan kenyataan yang ada saat ini. Kalimat pengandaian tipe kedua ini berpola klausa if (dalam bentuk simple past tense atau simple past continuous tense) diikuti klausa bebas (dimana klausa bebas ini terdapat kata would ataupun could).

Adapun kalimat pengandaian tipe ketiga atau yang terakhir adalah kalimat yang mengungkapkan suatu pengandaian yang memang tidak akan mungkin kejadian karena masa atau waktunya telah lewat. Kalimat pengandaian tipe ketiga ini biasanya digunakan untuk menyatakan suatu penyesalan di masa lalu. Polanya adalah klausa if (dalam bentuk simple past perfect tense) diikuti oleh klausa bebas (yang terdapat pola would + have + verb 3 didalamnya).

Namun pada kesempatan kali ini, kami tidak akan membahas keseluruhan tipe kalimat pengandaian. Kami hanya akan membahas kalimat pengandaian tipe kedua khususnya yang berpola ‘if I was’ dan ‘if I were’. Itupun kami khusus menekankan pada perbedaan antara ‘if I was’ dan ‘if I were’.

WAS DAN WERE

Sebelum membahas lebih detail mengenai perbedaan ‘if I was’ dan ‘if I were’. Pada dasarnya was dan were sama-sama menunjukkan waktu lampau. Perbedaannya terdapat pada penggunaan kata ganti (pronoun). Were dapat digunakan untuk semua kata ganti yakni i, you, we, they, he, she, dan it sedangkan was hanya untuk i, he, she, dan it.

Contoh kalimat :

  • He was my school mate in junior high school. (Dia adalah teman sekolahku di sekolah menengah pertama)
  • You were the smartest student in my class. (Kamu adalah siswa terpandai dikelasku)
  • I was ready to go. (Saya telah siap untuk pergi)

IF I WAS DAN IF I WERE

Dalam percakapan bahasa Inggris, seringkali kita menemukan kalimat yang menggunakan ‘if I was’ dan ‘if I were’. Perhatikan contoh di bawah ini :

  • If I was sleep earlier, I would not come late to school. (Jika saya tidur lebih awal, saya tidak akan datang terlambat ke sekolah)
  • If I were you, I would argue his statements. (Jika saya adalah kamu, saya akan mendebat pernyataan-pernyataannya)

Sepintas lalu, kedua kalimat di atas tidak ada perbedaan pola yang signifikan selain penggunaan was dan were didalamnya. Namun jika ditelaah lebih jauh, kedua kalimat tersebut memiliki perbedaan yang mendasar. Untuk itu mari perhatikan penjelasan di bawah ini dengan saksama.

IF I WAS

Kalimat yang menggunakan was didalamnya berarti hal ini menunjukkan adanya suatu fakta yang telah terjadi. Selain menyatakan suatu fakta, ‘if I was’ juga bisa berarti menyatakan opini. Atau pendapat. Hal ini mengapa was dianggap indicative mood (kata kerja yang fungsinya untuk pernyataan, penyanggahan dan pertanyaan). Kalimatnya tetap terkesan seolah-olah berandai-andai namun pada dasarnya hal tersebut telah terlaksana di masa lampau. Kalimatnya lebih merujuk ke pengandaian bahwa seandainya hal tersebut tidak terjadi di masa lampau.

Contoh kalimat :

  • If I was study harder, I would pass the exam without fail. (Jika saja aku belajar lebih giat, aku akan lulus ujian tersebut)

Catatan :

Kalimat tersebut dapat dimaknai bahwa fakta dia tidak belajar dengan giat sehingga dia gagal di ujian tersebut.

  • If he was sick, he would just lie down all day long. (Jika dia sakit, dia hanya akan berbaring seharian)

Catatan :

Kalimat ini dapat dimaknai bahwa jika dia sedang sakit, maka yang bisa dia lakukan seharian hanyalah tidur atau berbaring.

IF I WERE

Jika ‘if I was’ merujuk pada fakta atau opini, maka lain halnya dengan ‘if I were’. Were merupakan bagian dari subjunctive mood (kata kerja yang berfungsi untuk menyatakan adanya suatu kebutuhan, harapan, saran, dan pengandaian yang sebenarnya berbeda dengan kenyataan yang ada).

Oleh karena itu, saat suatu kalimat menggunakan were didalamnya, maka kalimat tersebut dapat dimaknai bahwa jika saja di waktu lalu dilakukan sesuatu seperti yang diandaikan, maka kemungkinannya saat ini / sekarang keadaannya akan berbeda. Jika diperhatikan maka seperti ada hubungan sebab akibat didalamnya.

Contoh kalimat :

  • If I were aware of exercising, I might be healthier than now (Jika saja saya lebih peduli dengan olahraga, saya mungkin akan lebih sehat daripada saat ini)

Catatan :

Kalimat ini dimaknai bahwa seandainya ia rajin berolahraga di masa lalu, mungkin saja kesehatannya akan lebih baik dibanding sekarang. Faktanya ini adalah pengandaian, karena kesehatannya sekarang tidak lebih baik.

  • If I were her, I would buy all those fancy bag (Jika saya adalah dia, saya akan membeli semua tas-tas mahal itu)

Catatan :

Kalimat ini dimaknai bahwa seandainya dia menjadi perempuan itu, maka dia akan membeli semua tas-tas mahal tersebut. Faktanya ini hanyalah pengandaian karena dia bukan perempuan yang dimaksud.

Demikianlah sedikit tentang perbedaan ‘if I was’ dan ‘’if I were’. Semoga bermanfaat dan selamat belajar.

 

Perbedaan Penggunaan Other dan Another dalam Bahasa Inggris
Perbedaan Penggunaan Just, Already, Still, Yet
Perbedaan “Life” dan “Live”
Perbedaan: Affect vs Effect
Perbedaan Maybe vs Perhaps
Perbedaan Will, Would, Shall, Should, dan Could
Perbedaan Necessity, Expectation, dan Obligation
Perbedaan Sebutan “Number”: Cardinal, Ordinal, Nominal
Perbedaan Makna Believe dan Trust dalam Bahasa Inggris
Perbedaan Guilt, Guilty, Shame, Blame, Fault, dan Remose