sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Perbedaan Penggunaan Do, Be, dan Have

Mungkin tidak jarang dalam bahasa Inggris kamu melihat pola kalimat yang lebih kompleks dibandingkan dengan hanya sekadar subjek + predikat + objek.

Kalau dalam bahasa Indonesia biasanya perbedaannya bisa terlihat jelas, namun lain halnya dengan bahasa Inggris. Terlebih, bahasa Inggris bukan bahasa yang akrab sebagai bahasa utama kamu sehari-hari.

Dalam bahasa Inggris, ada perbedaan kapan auxiliary verbs seperti “do”, “be”, dan “have” digunakan. Dalam kalimat, fungsi mereka adalah sebagai kata kerja bantu.

Artinya adalah sebagai penjelas kata kerja utama. Dalam beberapa konteks, adanya auxiliary verbs tersebut berfungsi sebagai penanda kalimat atau mempertegas maknanya.

Lalu bagaimana menentukan apakah sebuah kalimat yang kamu buat perlu menggunakan kata kerja bantu atau tidak? Lagi-lagi itu akan menjadi hal yang familiar jika kamu banyak membaca dan mencoba berlatih. Untuk pertama, mari simak artikel kali ini yang akan membahas secara spesifik penggunaan kata kerja bantu “do”, “be”, dan “have”.

Mengenal Auxiliary Verbs

Adanya auxiliary verbs membantu membentuk berbagai macam kalimat, mood dari kalimat, dan lainnya. Seperti yang disebutkan di atas, ada 3 bentuk auxiliary verbs dalam bahasa Inggris yaitu “do”, “be”, dan “have”. Ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda dan punya fungsi yang berbeda pula.

Penggunaan “DO” Sebagai Auxiliary Verb

“Do” digunakan untuk menjelaskan dua hal yaitu:

  • Penekanan (emphasis)
  • Kalimat pertanyaan
  • Kalimat negatif

Contoh penggunaan “Do” sebagai auxiliary verb:

  • He did look tired

Dia benar-benar terlihat lelah, “do” dalam bentuk lampau “did”

  • I do love you

Aku benar-benar mencintaimu, dengan penekanan

  • Do you want a coffee?

Apakah kamu ingin minum kopi? Dalam hal ini, “do” digunakan untuk pertanyaan

  • I don’t like meat.

Saya tidak suka daging (bentuk kalimat negatif dengan menggunakan “do”)

  • Didn’t he know how to play football?

Tidak tahukah dia cara bermain sepakbola?

Penggunaan “BE” Sebagai Auxiliary Verb

Lain halnya dengan “Do” yang berfungsi sebagai penekanan, pertanyaan, hingga kalimat negatif, “Be” adalah bentuk kata kerja pelengkap continuous tenses dan kalimat pasif. Berikut contohnya:

  • She is reading a magazine.

Dia sedang membaca majalah, dalam hal ini “Be” yang digunakan adalah “is” karena mengikuti subjeknya yaitu “she”.

  • We were talking to them for ages.

Kami sudah mencoba bicara pada mereka sejak begitu lama. Dalam kalimat contoh kedua, kata “Be” yang digunakan adalah bentuk lampau dari “are” yaitu “were”.

  • Croatia was beaten by France in the final round of 2018 World Cup.

Kroasia dikalahkan Perancis di babak final Piala Dunia 2018. Sementara berbeda dengan contoh kalimat pertama dan kedua, kalimat ketiga adalah kalimat pasif. Dalam hal ini, formula yang digunakan adalah “Be” dan kata kerja (verb) bentuk ketiga yaitu was beaten.

Auxiliary verb atau kata kerja “Be” adalah yang paling familiar dalam bentuk teks atau percakapan sehari-hari, bahkan kalimat menjadi grammatically error jika tidak menggunakan “Be”.

Penggunaan “Have” Sebagai Auxiliary Verb

Kata bantu terakhir yang juga tak boleh dilewatkan adalah penggunaan “Have” sebagai auxiliary verb.

Jika sebelumnya sudah kita bahas bahwa “Do” berfungsi untuk penekanan, pertanyaan, dan negasi; lalu “Be” untuk continuous tense dan kalimat pasif, maka “Have” punya fungsi yang berbeda pula.

Secara spesifik, “Have” digunakan untuk membuat perfect tenses. Sebelumnya sudah pernah kita bahas tentang perbedaan has been, have been, dan had been. Semuanya adalah bagian dari perfect tenses.

Berikut contohnya ketika digunakan dalam kalimat:

  • The judge had asked her to speak up.

Hakim telah memintanya untuk berbicara. Kata “had” dalam kalimat di atas adalah bentuk lampau dari “had”. Artinya, kalimat di atas adalah past perfect tense.

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, “had” berarti “telah” dalam kalimat di atas. Sehingga penting sekali peran “had” sebagai kata bantu kerja dari “asked” yang menjelaskan kapan waktu kalimat tersebut diucapkan.

  • In two years, we will have established community gardens.

Dalam dua tahun, kami pasti telah membangun komunitas taman. Kata “have” dalam contoh kalimat yang kedua tidak berada dalam bentuk lampau. Mengapa?

Karena kata kerja dalam kalimat tersebut belum terjadi, masih dalam dua tahun ke depan berdasarkan kalimat keterangan waktu di bagian awal kalimat. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, “have” dalam kalimat di atas sama seperti “telah” namun untuk goal atau misi jangka panjang.

Kombinasi Tiga Auxiliary Verbs

Apakah mungkin untuk mengkombinasikan ketiga auxiliary verbs yang kita bahas di atas? Jawabannya adalah mungkin.

Bahkan beberapa kalimat bisa juga menambahkan kata kerja bantu modal dalam kalimatnya. Berikut contohnya:

  • The children should have slept (Anak-anak seharusnya sudah tidur), menggunakan modal berupa “should” dan primary berupa “have”.
  • The book has been read (Buku itu telah dibaca), primary berupa “has” dan “been” dalam bentuk passive-present perfect tense.
  • I have been driving for an hour (Aku sudah menyetir selama satu jam), kalimat present perfect continuous tense dengan kata bantu kerja primary “have” dan “been”.

Seluruh auxiliary verbs yang kita bahas dalam artikel ini punya peran penting untuk mengubah atau memodifikasi makna dari kata kerja utama. Jika tidak ada kata bantu tersebut, bisa jadi konteks kalimat bisa jauh berbeda dengan yang dimaksudkan.

Namun, hal yang membedakan kata kerja bantu (auxiliary verbs) dari kata kerja utama adalah tidak bisa berdiri sendiri. Jika kata kerja utama seperti ask, want, establish, speak, beat, like, dan lainnya tetap memiliki makna saat digunakan sendiri, namun kata kerja bantu “do”, “be”, dan “have” tidak memiliki makna.

Ketiga kata bantu yang kita bahas dalam artikel ini termasuk dalam primary. Memangnya ada yang lain selain ketiga kata bantu ini? Tentu saja iya.

Selain tiga yang primer ini, ada yang disebut dengan modal auxiliary verb. Semakin jelas kan perbedaan antara ketiga auxiliary verbs yang kita bahas dalam artikel kali ini? Jika ada tanggapan, jangan ragu tinggalkan komentar di bawah ya!

 

Perbedaan: Lend, Borrow, Owe
Perbedaan I Too, I Also, Me Too, dan Me Also
Kenali Perbedaan Prepositions & Conjunctions
Perbedaan: Compliment vs Complement
Perbedaan Gerund After Prepositions vs Gerund as Subject vs Gerund as Object
Perbedaan: Look, Look like, Look up, Look after, Look for, dan Look into
Perbedaan Proverb, Idiom, dan Expression
Perbedaan Breath dan Breathe
Perbedaan Who Cares, Who’s Care, Whom Care, Whose Care
Perbedaan: God, Gods, Goddess, Deity


 
Contoh Penggunaan Excuse Me, Pardon, & Please
Frasa/Kalimat Meminta, Memberi, dan Menolak Opini (Ask, Give, Refuse Opinion)
Arti dan Contoh Ironi (Irony) dalam Bahasa Inggris
Frasa atau Kalimat Certainty/Uncertainty (Yakin/Tidak Yakin)
Percakapan Memberi Nasihat atau Peringatan
Frasa untuk Mendeskripsikan Seseorang
Macam-macam Kata Tanya dalam Bahasa Inggris (8W+1H)
Apa itu Memo? Berikut Contoh Memo Bahasa Inggris
Contoh “Reference Letter” MENCARI KERJA
Contoh Surat Lamaran Kerja (Cover Letter) dalam Bahasa Inggris