sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Perbedaan Phrase, Clause, Sentence

Phrase (frasa), clause (klausa), dan sentence (kalimat) adalah tiga hal yang berbeda. Akan tetapi, karena ketiganya terlihat memiliki karakteristik yang sama, tidak mengherankan jika cukup banyak English learners yang kesulitan membedakan ketiganya. Mempelajari perbedaan ketiganya bisa membantu kita semua untuk lebih memahami tata bahasa (grammar) Bahasa Inggris. Selain itu, mengetahui perbedaan phrase, clause, dan sentence juga bisa membantu meningkatkan kemampuan menulis (writing) Bahasa Inggris kita. Itulah mengapa pada kesempatan kali ini kita akan melihat pembahasan tentang perbedaan phrase, clause, dan sentence. Berikut adalah pembahasannya:

Phrase (Frasa)

Phrase adalah gabungan kata yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak memiliki subjek atau verb (kata kerja). Karena frasa tidak memiliki subjek atau kata kerja, maka biasanya arti dari sebuah frasa tidaklah lengkap dan terkadang tidak masuk akal. Contoh:

  • At the hospital. (Di rumah sakit)
  • A beautiful red rose. (Sekuntum bunga mawar merah yang indah)
  • With Jack. (Dengan Jack)
  • Playing basketball. (Bermain basket)

Jika berdiri sendiri, arti frasa memang tidak lengkap. Itulah mengapa untuk mengetahu arti lengkapnya dan arti yang lebih masuk akal, sebuah frasa harus berada dalam sebuah kalimat. Contoh (yang digarisbawahi adalah frasa):

  • I work at the hospital. (Saya bekerja di rumah sakit)
  • There’s a beautiful red rose. (Ada sekuntum bunga mawar merah yang indah)
  • I played with Jack. (Saya bermain dengan Jack)
  • I love playing basketball. (Saya suka bermain basket)

Ada 7 macam frasa dalam Bahasa Inggris. Berikut adalah pembahasan tentang ketujuh jenis frasanya:

1. Noun Phrase

Noun phrase adalah jenis frasa yang terdiri dari kata benda (noun) dan satu atau lebih modifier yang memodifikasinya. Contoh:

  • The lost cat. (Kucing yang hilang) –> cat adalah kata benda, the dan lost adalah modifier dari cat
  • Big abandoned houses. (Rumah-rumah besar yang diterlantarkan) –> houses adalah kata benda, big dan abandoned adalah modifier dari houses

2. Verb Phrase

Verb phrase adalah frasa yang terdiri dari kata kerja utama dan auxiliary verb (kata kerja bantu) dalam suatu kalimat. Contoh (Yang digarisbawahi adalah verb phrase):

  • We have been waiting for hours. (Kami telah menunggu selama berjam-jam) –> waiting (wait) adalah kata kerja utama dan have been adalah kata kerja bantu
  • Nina is reading a novel. (Nina sedang membaca novel) –> reading (read) adalah kata kerja utama dan is adalah kata kerja bantu

3. Prepositional Phrase

Prepositional phrase ialah frasa yang diawali oleh preposisi yang kemudian diikuti oleh kata benda (noun), kata ganti (pronoun), atau frasa kata benda (noun phrase). Contoh:

  • On the table. (Di atas meja) –> on adalah preposisi, the table adalah frasa kata benda
  • Without her. (Tanpanya) –> without adalah preposisi, her adalah kata ganti
  • At sea. (Di laut) –> at adalah preposisi, sea adalah kata benda

4. Infinitive Phrase

Infinitive phrase adalah noun phrase atau prepositional phrase yang diawali oleh infinitive verb. Infinitive verb itu sendiri adalah verb atau kata kerja yang diawali dengan to (misal: to read, to sleep, to watch, dll). Contoh:

  • To make mango puddings. (Untuk membuat puding mangga) –> to make adalah infinitive verb. Mango puddings adalah noun phrase
  • To sleep in a tent. (Untuk tidur di dalam tenda) –> to sleep adalah infinitive verb. In a tent adalah prepositional phrase

5. Gerund Phrase

Gerund phrase adalah noun phrase atau prepositional phrase yang diawali oleh gerund. Gerund adalah verb+ing atau kata kerja + akhiran ing (misal: reading, sleeping, watching, dll). Contoh:

  • Writing an essay. (Menulis esai) –> writing adalah an essay adalah noun phrase
  • Performing on the stage. (Tampil di atas panggung) –> performing adalah On the stage adalah prepositional phrase

6. Participle Phrase

Participle phrase adalah frasa yang diawali dengan past atau present participle. Past participle adalah kata kerja bentuk ke-3 atau v3, sedangkan present participle adalah kata kerja dengan akhiran –ing. Contoh (yang digarisbawahi adalah participle phrase):

  • Telling the truth, she can’t hold her tears. (Mengatakan yang sebenarnya, dia tidak bisa menahan tangisnya)
  • This toy is made in Japan. (Mainan ini dibuat di Jepang)

Lalu apa bedanya gerund phrase dan participle phrase yang menggunakan present participle? Gerund phrase bertindak sebagai noun, sedangkan participle phrase bertindak sebagai kata sifat. Contoh:

  • Performing on the stage is his dream. (Tampil di atas panggung adalah impiannya) –> gerund phrase
  • Performing on the stage, he sang his heart out. (Tampil di atas panggung, dia bernyanyi dengan penuh semangat) –> participle phrase

7. Absolute Phrase

Absolute phrase adalah frasa yang memodifikasi kalimat. Frasa ini berfungsi untuk memberikan detail pada sebuah kalimat. Absolute phrase bisa diletakkan di depan, di tengah, atau di akhir kalimat dengan menyentumkan koma untuk memisahkannya dengan kalimat utama. Contoh:

  • His voice quivering, the new student introduced himself in front of the class. (Suaranya gemetar, murid baru itu memperkenalkan dirinya di depan kelas) –> absolute phrase terletak di awal kalimat
  • The new student, his voice quivering, introduced himself in front of the class. (Murid baru itu, suaranya gemetar, memperkenalkan dirinya di depan kelas) –> absolute phrase terletak di tengah kalimat
  • The new student introduced himself in front of the class, his voice quivering. (Murid baru itu memperkenalkan dirinya di depan kelas, suaranya gemetar) –> absolute phrase terletak di akhir kalimat

Itulah jenis-jenis frasa dalam Bahasa Inggris. Pada intinya, frasa adalah sekelompok kata tanpa subjek atau kata kerja.

Clause (Klausa)

Sama seperti phrase, clause juga merupakan gabungan kata. Bedanya dengan phrase, clause mengandung subjek dan verb (kata kerja) atau modal di dalamnya. Contoh:

  • The baby smiled. (Bayinya tersenyum)
  • While we keep (Sementara kita terus menang)
  • Bobby goes to school by bicycle. (Bobby pergi ke sekolah naik sepeda)
  • Tina and Edward will get married next month. (Tina dan Edward akan menikah bulan depan)

Keterangan: yang digarisbawahi adalah subjek dan yang ditebalkan adalah verb atau modal.

Ada dua jenis clause dalam Bahasa Inggris, yakni independent clause (induk kalimat) dan dependent clause (anak kalimat). Mari kita lihat penjelasan lebih detailnya di bawah ini:

1. Independent Clause (induk kalimat)

Independent clause, dikenal juga dengan sebutan main clause, bisa disebut sebagai kalimat. Hal itu dikarenakan tidak hanya mengandung subjek dan kata kerja, jenis klausa ini juga memiliki arti yang lengkap dan masuk akal. Dengan kata lain, kita bisa mengerti artinya tanpa membutuhkan konteks atau kalimat. Contoh:

  • My stomach hurt. (Perut saya sakit)
  • Dona is my sister. (Dona adalah saudari saya)
  • It was raining hard. (Hujan turun deras)
  • Budi returned the book late. (Budi telat mengembalikan buku)
  • He lives in a small house. (Dia tinggal di rumah kecil)

2. Dependent Clause (Anak Kalimat)

Dependent clause atau subordinate clause sama seperti independent clause, yakni kelompok kata yang mengandung subjek dan kata kerja. Bedanya, dependent clause diawali oleh subordinating conjunction (misal: because, after, before, since, while, whereas, although, so, but, or, dsb) atau relative pronoun (who, whom, whose, that, which, when, where). Dependent clause tidak menyampaikan arti yang lengkap, sehingga klausa ini bukan termasuk kalimat. Contoh:

  • After I ate rujak. (Setelah saya makan rujak)
  • Whom I love the most. (Yang paling saya cintai)
  • When we got there. (Ketika kita sampai di sana)
  • So that he had to pay the fine. (Jadi dia harus membayar denda)
  • Even though he’s rich. (Walaupun dia kaya)

Untuk membentuk kalimat yang utuh, dependent clause membutuhkan independent clause. Dependent clause bisa diletakkan di depan atau di belakang independent clause. Jika diletakkan di depan, gunakan koma setelahnya. Contoh:

  • My stomach hurt after I ate rujak. (Perut saya sakit setelah saya memakan rujak)
  • Dona is my sister whom I love the most. (Dona adalah saudari saya yang paling saya cintai)
  • When we got there, it was raining hard. (Ketika kita sampai di sana, hujan turun deras)
  • Budi returned the book late, so that he had to pay the fine. (Budi telat mengembalikan buku, jadi dia harus membayar denda)
  • Even though he’s rich, he lives in a small house. (Walaupun dia kaya, dia tinggal di rumah kecil)

Sentence (Kalimat)

Sentence atau kalimat adalah gabungan kata yang memiliki subjek dan verb (kata kerja). Satu kalimat bisa terdiri dari satu atau lebih klausa dan frasa. Sekelompok kata bisa disebut sebagai kalimat selama terdapat subjek dan kata kerja. Contoh (Yang digarisbawahi adalah subjek dan yang ditebalkan adalah kata kerja):

  • We laughed. (Kami tertawa)
  • A cat stole the fish. (Seekor kucing mencuri ikannya)
  • Someday I will buy a really big house with an indoor swimming pool. (Suatu hari saya akan membeli sebuah rumah besar dengan kolam renang di dalam)
  • The man whose coat is grey is my father. (Pria yang mantelnya berwarna abu adalah ayah saya)
  • Mira couldn’t arrive on time because the flight got delayed. (Mira tidak bisa tiba tepat waktu karena penerbangannya ditunda)

Ada berbagai pola kalimat Bahasa Inggris yang bisa kita ikuti. Namun, keempat pola kalimat berikut ini adalah pola dasarnya:

1. S + V

Subject + verb. Contoh:

  • She cried. (Dia menangis)
  • We run. (Kami berlari)

2. S + V + DO

Subject + verb + direct object. Contoh: He is making fried rice. (Dia sedang memasak nasi goreng) –> is making termasuk verb yang mana is adalah auxiliary verb (kata kerja bantu)

3. S + V + IO + DO

Subject + verb + indirect object + direct object. Contoh: My brother gave me a present. (Saudara saya memberikan saya hadiah)

4. Adjunct

Adjunct adalah pelengkap kalimat yang bisa diletakkan di akhir, di tengah, atau di awal kalimat. Adjunct dikenal juga dengan sebutan adverb. Contoh:

  • We’re going to the beach next week. (Kita akan pergi ke pantai minggu depan). –> pola kalimat: s + v + do + adjunct
  • Unfortunately, we didn’t make it on time. (Sayangnya, kita tidak datang tepat waktu) –> pola kalimat: adjunct + s + v + adjunct
  • She often teaches me Spanish. (Dia sering mengajarkan saya Bahasa Spanyol) –> pola kalimat: s + adjunct + v + io + do

Sebenarnya masih banyak lagi pola kalimat lainnya. Kita akan pelajari pola tersebut di lain waktu. Sekarang, mari kita pahami terlebih dahulu pola kalimat di atas.

Demikianlah penjelasan tentang perbedaan phrase, clause, dan sentence dalam Bahasa Inggris. Semoga artikel ini bisa membantu kita semua memahami ketiganya.

 

Perbedaan Just dan Only
Perbedaan Most dan Most Of
Quantifier: Perbedaan Many, Much dan A Lot Of
Perbedaan: Well-Off vs Better-Off vs Better Of
Perbedaan Penggunaan Do vs Be dalam Kalimat Tanya
Perbedaan Action Verb, Transitive vs Intransitive Verbs
Perbedaan When vs While
Perbedaan Say, Tell, Talk, & Speak
Perbedaan Wake, Waken, Awake, dan Awaken
Perbedaan antara Still, Yet, dan Already dalam Bahasa Inggris