sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Perbedaan Was dan Were dalam Bahasa Inggris

Baik was maupun were adalah past tense (bentuk lampau) dari kata kerja to be. Kata kerja ini cukup membingungkan karena termasuk irregular verb dan sering digunakan, jadi sangat penting untuk tahu cara penggunaannya yang tepat dalam kalimat. Verb ini juga agak menyulitkan bagi orang Indonesia yang dalam bahasanya tidak ada kata kerja semacam ini.

Bentuk was dan were

Seperti yang sudah disebutkan diatas, was dan were adalah bentuk lampau, tapi penggunaannya berbeda. Was digunakan untuk first person singular (orang pertama tunggal) – I, dan third person singular (orang ketiga tunggal) – he, she, it. Were digunakan untuk second person singular and plural (orang kedua tunggal dan jamak) – you, your, yours – juga first and third person plural (orang pertama dan ketiga jamak) – we, they.

Berikut ringkasannya:

Singular = I was, You were, He was, She was, It was
Plural = We were, You were, They were

Berikut contoh-contohnya:

  • I was watching TV when he called last night. (Saya sedang menonton TV waktu dia menelepon tadi malam.)
  • You were there when the robbery happened. (Kamu ada disana waktu perampokan itu terjadi.)
  • He was getting ready for work this morning. (Dia sedang bersiap-siap berangkat kerja tadi pagi.)
  • She was crying in her room. (Dia menangis di kamarnya.)
  • It was a good movie we watched last week. (Film yang kita tonton minggu lalu itu bagus.)
  • We were in the stadium during the match. (Kami ada di dalam stadion selama pertandingan berlangsung.)
  • They were gone together with the money. (Mereka menghilang bersama dengan uangnya.)
  • My socks were put in this part of the drawer while yours were in that part. (Kaos kakiku diletakkan di bagian laci yang ini, sementara punyamu di sebelah sana.)

Penggunaan was dan were

Selain penggunaan sebagai bentuk lampau dari to be, ada juga penggunaan lain dari were yang disebut subjunctive mood, yaitu suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang tidak nyata atau pengandaian. Kata kerja ini dibangun dari frasa I were, he were, she were, it were, dan sebagainya. Bentuk ini sering digunakan saat kita mengharapkan sesuatu. Misalnya:

  • I wish I were rich. (Seandainya saja aku kaya.)
  • I wish it were raining right now. (Seandainya saja hujan turun saat ini.)
  • If I were taller, I could be in the basketball team. (Kalau saja akau lebih tinggi, aku bisa masuk tim bola basket.)
  • I wish I weren’t so shy. (Seandainya saja aku tidak pemalu begini.)
  • She acts as if she were a celebrity. (Dia bertingkah seolah-olah dia adalah selebriti.)
  • If Jane were not married, I would ask her out. (Kalau saja Jane belum menikah, aku akan mengajaknya pergi.)
  • John gambles as if he were a millionaire. (John berjudi seolah-olah dia punya banyak uang.)
  • They wish they were in New York. (Mereka berharap ada di New York saat ini.)
  • The criminals wish they were running free. (Para penjahat itu berharap sekarang mereka bebas berkeliaran di luar.)

Semua kalimat diatas menggunakan kata kerja were karena menyatakan sesuatu yang tidak nyata dan secara realita tidak terjadi. Semuanya melibatkan subjunctive mood yang berlaku untuk berandai-andai.

Bisa dilihat dari semua contoh diatas bahwa was tidak bisa digunakan dalam subjunctive mood karena was hanya berlaku untuk pernyataan yang didasari realita dan fakta – selain bentuk lampau dari to be. Contoh-contoh penggunaan was adalah:

  • When I was in college, I wanted to be a writer. (Waktu aku masih kuliah, aku ingin jadi penulis.)
  • She was my childhood neighbor. (Dia tetanggaku waktu aku masih anak-anak.)
  • Last week, I was swimming with my friends. (Minggu lalu, aku berenang bersama teman-temanku.)
  • I swear my phone was on the table when I went to the toilet. (Sumpah, ponselku tadi ada di meja waktu aku pergi ke toilet.)
  • The winter was too extreme, so they decided to leave until it was over. (Musim dinginnya terlalu ekstrim, jadi mereka memutuskan untuk pergi dulu sampai musim dingin berakhir.)

Kesimpulan

Was dan were, walau keduanya sama-sama bentuk lampau dari to be, digunakan secara berbeda dalam kalimat. Karena cukup sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, maka perlu dipahami cara pemakaian keduanya secara tepat.

Was digunakan untuk bentuk lampau (past) dari to be  pada orang pertama dan ketiga tunggal (I, he, she, it) – bentuk present dari was adalah am dan is. Was selalu digunakan untuk kalimat yang berdasarkan fakta, bukan pengandaian.

Were digunakan untuk bentuk lampau (past) dari to be pada orang kedua tunggal dan jamak (you, your, yours) juga orang pertama dan ketiga jamak (we, they) – bentuk present dari were adalah are. Were juga digunakan dalam subjunctive mood atau kata kerja pengandaian untuk menyampaikan sesuatu yang tidak nyata atau hanya keinginan. Kata if dan wish biasanya mendahului subjunctive mood.

Cara terbaik untuk bisa menggunakan was dan were secara tepat adalah dengan sering berlatih menulis kalimat-kalimat dengan kedua kata ini selain juga membaca pengaplikasiannya di buku-buku berbahasa Inggris.

 

Perbedaan Very, Too, & Enough
Perbedaan Penggunaan Another, Other, Others, dan the Other
Perbedaan: A lot of vs Lots of
Perbedaan Penggunaan Conjunctions dalam Bahasa Inggris
Perbedaan Bahasa Inggris Kuno vs Bahasa Inggris Modern
Perbedaan Penggunaan Little dan A Little dalam Bahasa Inggris
Perbedaan Who dan Whom dalam Bahasa Inggris
Perbedaan Who dan Whom
Perbedaan Penggunaan Whose, Who’s dan Whom
Perbedaan Noun dan Pronoun