sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Perbedaan Will dan Would dalam Bahasa Inggris

Ada perbedaan yang penting antara penggunaan will dan would. Tahu kapan harus menggunakan masing-masing kata dengan tepat adalah salah satu hal penting dalam menguasai Bahasa Inggris.

Baik will maupun would adalah auxiliary verbs yang juga dikenal sebagai modal verbs (kata kerja yang menunjukkan kemungkinan, ijin, permintaan, dan sebagainya.) Selain kedua kata ini, modal verbs juga termasuk: could, shall, might, may, can, ought to, dan must. Modal verbs tidak punya makna ketika berdiri sendiri, tapi ketika digabungkan dengan verb (kata kerja) lain, maka ia menjadi penekanan.

WILL

Will adalah pernyataan yang pasti, yang artinya ia digunakan ketika kamu yakin bahwa suatu hal akan terjadi atau dikerjakan di masa yang akan datang. Misalnya: “I will go to the vet tomorrow.” (“Saya akan pergi ke dokter hewan besok.”) Ketika kamu menggunakan kata will, maka kamu ataupun subjek yang akan melakukan sesuatu di masa yang akan datang sudah yakin akan melakukan hal tersebut.

Modal verb will juga bisa digunakan untuk menyatakan sebuah keputusan yang dibuat dengan cepat, janji, penawaran dan perkiraan yang kemungkinan besar akan terjadi. Misalnya:

  • “I think I will take my bike instead of walking.” (“Sepertinya saya akan naik sepeda saja daripada jalan kaki.”) – ini menunjukkan keputusan yang dibuat saat itu juga.
  • “I’ll wash the car tomorrow.” (“Saya akan mencuci mobil besok.”) – menyatakan janji.
  • “I will drive you home after dinner, if you want.” (“Saya akan mengantarmu pulang setelah makan malam, kalau kamu mau.”) – menyatakan penawaran.
  • “The sky is getting dark, I think it will rain.” (“Langitnya mulai gelap, sepertinya mau hujan.”) – menunjukkan perkiraan.

Will juga digunakan sebagai first conditional, yaitu kata yang digunakan untuk menunjukkan sebab-akibat dalam situasi yang sudah pasti dan tidak bisa dirubah. Misalnya:

  • “If you get your hand in the fire, it will be burned.” (“Kalau tanganmu kena api, maka akan terbakar.”)
  • “If you keep coming late to work, you will get in trouble.” (“Kalau kamu terus-terusan datang terlambat ke kantor, kamu akan kena masalah.”)
  • “If the rain falls hard the whole night, the sewer will overflow tomorrow.” (“Kalau hujan deras terus semalaman, selokannya akan meluap besok.”)
  • “If you don’t change the diaper, the baby will keep crying.” (“Kalau kamu tidak mengganti popoknya, bayi itu akan terus menangis.”)

Bentuk negatif dari will adalah will not atau biasa disingkat won’t.

WOULD

Would adalah modal verb dalam Bahasa Inggris yang memiliki banyak kegunaan, termasuk: undangan, permintaan, meminta ijin, dan pernyataan tentang pilihan dan membuat rencana atau pengaturan. Misalnya:

  • Would you like to come to my party on Saturday?” (“Apa kamu mau datang ke pestaku hari Sabtu nanti?”) – menyatakan sebuah undangan.
  • “Would you please send this letter for me?” (“Bisakah kamu mengeposkan surat ini untukku?”) – sebuah permintaan.
  • “Would you allow me to leave early today?” (“Apakah saya boleh pulang lebih awal hari ini?”) – meminta ijin.
  • “I would prefer to have soup for dinner.” (“Saya lebih pilih sup untuk makan malam.”) – menyatakan pilihan.
  • “If we could meet at the station, it would suit me well.” (“Kalau kita bisa bertemu di stasiun, itu lebih baik untukku.”) – menyatakan rencana atau pengaturan tentang sesuatu.

Would juga digunakan dalam second and third conditional statements, yang digunakan utuk membicarakan tentang situasi imajinatif atau kecil kemungkinannya untuk terjadi. Misalnya:

  • “If I had a passport, I would visit you in New York.” (“Kalau aku punya paspor, aku akan mengunjungimu di New York.”) – ini adalah second conditional statement, pengandaian atas situasi yang sedang terjadi saat sekarang.
  • “If I had known you would come to the event, I would have picked you up.” (“Kalau saja aku tahu kamu mau datang ke acara itu, aku pasti menjemput kamu.” – ini adalah third conditional statement, meyatakan bahwa suatu situasi yang telah lalu bisa berbeda keadaannya jika hal lain terjadi.

Would bisa menyatakan pilihan ketika menjadi frasa pasangan“would rather – than”, misalnya:

  • “I would rather be with you than playing soccer with my friends.” (“Aku lebih baik bersamamu daripada main sepak bola dengan teman-temanku.”)
  • “I’d rather lsoing an arm than losing you.” (“Lebih baik aku kehilangan satu lengan daripada kehilangan kamu.”)
  • “Jane would rather walk to the office than getting on a crowded bus.” (“Jane lebih memilih jalan kaki ke kantor daripada naik bis yang penuh sesak.”)
  • “He’d rather leave the company than being apart with his family.” (“Dia lebih memilih meninggalkan perusahaannya daripda harus berjauhan dengan keluarganya.”)

KESIMPULAN

  1. Baik will maupun would adalah auxiliary modal verbs yang menyatakan permintaan, kemungkinan, dan semacamnya.
  2. Will digunakan untuk membicarakan tentang sesuatu di masa depan yang sudah pasti akan terjadi.
  3. Will digunakan untuk menyatakan: keputusan yang dibuat dengan cepat, janji, penawaran, dan perkiraan yang kemungkinan besar akan terjadi.
  4. Would digunakan untuk menyatakan: undangan, permintaan, ijin, pilihan, dan pengaturan.
  5. Baik will maupun would bisa digunakan untuk conditional statements atau kalimat pengandaian.

 

Perbedaan Can I, Could I dan May I
Perbedaan Penggunaan Must, Have To, Should
Perbedaan Safe vs Save, Safe vs Secure, Safety vs Security, Fail Save vs Fail Secure
Perbedaan Penggunaan Few vs A Few vs Little vs A Little
Perbedaan Fill In dan Fill Out Beserta Contohnya
Perbedaan Inggris British (UK), Amerika (US), dan Australia (AU)
Perbedaan antara Still, Yet, dan Already dalam Bahasa Inggris
Perbedaan Erase, Remove, dan Delete
Perbedaan Gender dalam Bahasa Inggris
Perbedaan penggunaan akhiran S dan ‘S (Apostrope S)