sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Percakapan Antara Arsitek dan Klien (Architect VS Client)

Ada banyak hal yang dibicarakan arsitek dan klien dalam Bahasa Inggris. Berikut adalah beberapa contohnya.

Conversation 1 – Planning A Design (merencanakan desain)

ArchIitect:Thank you for using our company to build your dream house” (terima kasih sudah memakai jasa kami untuk membangun rumah idamanmu)

Client: “Thank you accepting our project. We dont really have any idea about what kind of house that we wanted. We just want something small but spacious for us and our two boys” (terima kasih telah menerima projek saya. Kami tidak memiliki ide tentang rumah seperti apa yang kami inginkan. Kami hanya mau rumah kecil tapi luas untuk kami dan kedua anak kami)

Architect:I think a modern and  minimalist home will be a great option for you and your family” (saya pikir rumah modern dan minimalist adalah pilihan baik untuk Anda dan keluarga Anda)

Client: “Yes, we agree on that Idea. From my persepective we just want the basic thing our home” (Ya, kami setuju dengan ide tersebut, dari perspektif saya kami hanya menginginkan hal – hal mendasar)

Architect:Lets have a open house with no wall, that way you feel more spacious” (kita bisa membuat rumah yang terbuka dengan tanpa dinding jadi lebih lega”)

Client:Thanks for pointing that out to us. I think it’s a great idea and we want to have a kitchen that can be open to the backyard” (terima kasih untuk memberika ide itu. Saya pikir itu ide yang bagus dan kami juga ingin dapur yang bisa dibuka ke taman belakang”

Architect:“How would you feel if we install a glass rolling door to create more space?” (bagaimana perasaan Anda kalau kami memasang pintu gelas yang di dorong untuk membuat lebih banyak ruangan?)

Client:We love that idea” (kami menyukai ide itu)

Architect:Ok, we will contact you again with the design drawing” (baiklah, kami akan menghubungi Anda lagi dengan gambar desainnya)

Conversation 2 – Budgeting (pendanaan)

Architect:Before we close this meeting, I think we need to talk about how much budget do you have to the house?” (sebelum kita tutup pertemuan ini. Saya rasa kita perlu berbicara tentang berapa dana yang Anda miliki untuk rumah yang akan dibangun?).

Client: We have a tight budget, So, we expect error-free plans and please dont over spending on too much material that we dont need, don’t you agree? (kami memiliki dana yang terbatas. Jadi, kami berharap rencana tanpa eror dan tolong tidak membeli material bangunan secara berlebihan yang akhirnya tidak dipakai, apakah Anda setuju?)

Architect: Basically there is no such thing as the perfect plans. That is why it is crutial to have an on going communication so we and the home owner always at the same page (pada dasarnya tidak ada yang namanya rencana yang sempurna. Oleh karena itu sangat penting untuk mengadakan komunikasi secara berkelanjutan jadi kami dan pemilik rumah selalu memiliki pemahaman yang sama)

Client: That’s right. Thank you for always contact us for any important issue” (benar. Terima kasih untuk selalu menghubungi kami untuk hal – hal penting)

Architect:Ok, I will send you an email about the budgeting speculation. We try to have the best material with an affordable price. Just check it out and tell me if the proposal is around your budget or not” (ok, saya akan mengirimkan e-mail mengenai perkiraan dana. Kami coba untuk mendapatkan material terbaik dengan harga terjangkau. Periksalah dan kabari kalau proposalnya sesuai dengan budget yang Anda miliki atau tidak”

Client: That sound good to me. I will be waiting for that email. Thank you (kedengarannya bagus. Saya akan menunggu e – mail tersebut. Terima kasih)

Conversation 2 – Making Changes (membuat perubahan)

Architect:Hallo? Amanda? I think we should meet. There are some changes about the office design that we want to go over one more time” (Hallo? Amanda ? saya rasa kita harus bertemu. Ada beberapa perubahan pada desain kantor yang harus dibahas sekali lagi?).

Client: What seems to be the problem? (apa masalahnya?)

Architect: “ I think the kitchen need to be smaller, I have look at your office site and the measurement just doesnt adds – up (saya rasa dapurnya harus dibuat lebih kecil. Saya sudah melihat lokasi kantornya dan ukurannya tidak sesuai)

Client: “Ok, I am in Surabaya at the moment so I cant really meet you, now. Can you just send me the old desain and the new desain via e – mail? I will at them and tell you what I think? ( ok. Saya sedang ada di Surabaya jadi saya tidak bisa bertemu dengan Anda sekarang. Bisakan Anda mengirimkan desain lama dan baru melalui e – mail? Saya akan melihatnya dan memberikan pendapat saya nanti?)

Architect:Ok, I will send you an email about the changes” (ok, saya akan mengirimkan e-mail mengenai perubahannya)

Client:”Thank you so much” (terima kasih banyak)

Itulah beberapa percakapan antara Architect dan Client dalam Bahasa Inggris. Semoga Anda bisa memakainya sesuai dengan pemakaian yang tepat

 

Percakapan tentang Tujuan Hidup dalam Bahasa Inggris
Percakapan Mau Kirim Paket Barang di Agen Kurir Ekspedisi
Contoh Percakapan Inggris di Perpustakaan
Percakapan Telepon Bahasa Inggris: Menawarkan Kartu Kredit
Contoh Percakapan Membicarakan Pendidikan dalam Bahasa Inggris
Percakapan tentang Bertukar Resep Masakan dalam Bahasa Inggris
Contoh Percakapan Mengenai Buku dalam Bahasa Inggris
Percakapan Telepon: Meninggalkan Pesan di Voicemail
Kalimat atau Frasa yang Sering Digunakan untuk Mengungkapkan Perasaan
Contoh Percakapan Bahasa Inggris di Terminal