sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Percakapan Bahasa Inggris: Belajar Kelompok

Belajar kelompok adalah sebuah kegiatan yang tidak asing di telinga murid ataupun mahasiswa. Sering kali, belajar sendirian hanya akan menimbulkan kebingungan dan tanpa kawan untuk membahasnya, murid tidak akan bisa mengerti pelajaran yang harus dilaluinya. Oleh karena itu, sering sekali ditemukan murid ataupun mahasiswa yang belajar kelompok hanya agar memiliki teman berdiskusi jika ada sesuatu yang kurang mereka mengerti.

Dalam menjalankan belajar kelompok, tentu saja akan terjadi komunikasi di dalamnya. Pada dasarnya pasti mengenai apa yang dimengerti dan tidak dimengerti dan selebihnya merupakan diskusi bersama. Lantas bagaimana dengan obrolan saat belajar kelompok dengan bahasa Inggris? Apakah akan tetap sama?

Berikut ini adalah contoh percakapan belajar kelompok yang menggunakan bahasa Inggris.

A: What do you guys want to start studying right now? (Apa yang ingin kalian pelajari sekarang?)

B: What about history? I am really stuck with the latest chapter. (Bagaimana jika sejarah? Aku sangat buntu dengan bab terakhir)

C: What was the latest chapter about again? Was it the World War II? (Bab yang terakhir itu tentang apa ya? Apakah tentang Perang Dunia Kedua?)

D: No, that was the chapter before that. We are already on chapter 6 now, it is about the Cold War. (Bukan, itu ada di bab sebelumnya. Kita sekarang sudah di bab keenam. Ini tentang Perang Dingin)

C: Oh, you are right. It’s about the Cold War between United States with the Russia. What do you not understand fully? (Oh, kau benar. Ini tentang Perang Dingin antara Amerika Serikat dengan Rusia. Apa yang tidak kau mengerti sepenuhnya?)

B: I just don’t understand about the divide between all these other countries in the world. I mean, the one who is at a Cold War with each other is only the United States and the Russia. But why is there other countries involved? (Aku hanya tidak mengerti mengenai pembagian antara semua negara lainnya di dunia. Maksudku, yang sedang berada di Perang Dingin dengan satu sama lain hanyalah Amerika Serikat dan Rusia. Namun kenapa ada negara-negara lain yang terlibat?)

A: Well, during those times, it was very important to know and confess about your political side. The world then was divided by two political side, the Russian block and the United States block. The other countries were then forced to choose one side if they want to gain an diplomatic advantage. Meanwhile, third world countries such as Indonesia decided to not side with any of them and started a No Block movement along with the other third world countries. (Ya, pada masa itu, sangat penting untuk tahu dan menyatakan sisi politiknya. Dunia pada saat itu terbagi menjadi dua sisi politik, blok Rusia dan blok Amerika Serikat. Negara-negara yang lain terpaksa untuk memilih satu sisi jika mereka ingin mendapatkan keuntungan diplomatis. Sementara itu, negara-negara berkembang seperti Indonesia memutuskan untuk tidak berpihak pada keduanya dan memulai pergerakan Non Blok bersama dengan negara-negara dunia ketiga lainnya)

D: You know, I think that was a really smart move on Indonesia’s part. To be able to stand in the middle, in the gray area. Instead of choosing one side explicitly and in the end they have to face the consequences like Cuba did. (Kau tahu, menurutku itu langkah yang sangat pintar yang dilakukan oleh Indonesia. Untuk bisa berdiri di tengah-tengah, di area yang abu-abu. Daripada memilih satu pihak secara eksplisit dan pada akhirnya mereka harus menghadapi konsekuensinya seperti yang terjadi pada Kuba)

C: Oh, I understand now. Thank you guys! (Oh, aku mengerti sekarang. Terima kasih, kalian!)

A: No problem. Do you have any other question now? Maybe the others? (Tidak masalah. Apakah kau punya pertanyaan lain sekarang? Mungkin yang lainnya?)

C: No. It is all clear to me now. (Tidak. Semuanya sudah jelas untukku sekarang)

B: Me too. No question from me. (Aku juga. Tidak ada pertanyaan dariku)

D: Me neither. (Aku juga tidak ada pertanyaan)

A: Alright then, shall we go to the next subject? What about mathematics? (Baiklah kalau begitu, apakah kita bisa berlanjut ke mata pelajaran selanjutnya? Bagaimana jika matematika?)

B: Honestly, I don’t think any of us are smart enough to finish it. (Sejujurnya, aku merasa tidak ada satupun di antara kita yang cukup pintar untuk menyelesaikannya)

D: We should at least try a little bit. (Kita sebaiknya setidaknya mencoba sedikit)

C: You’re right. Actually, I have already made a few numbers of the questions at my own house. If you guys want to copy it, go ahead. (Kau benar. Sebenarnya, aku sudah menjawab beberapa nomor soal sendiri di rumahku. Jika kalian ingin menyalinnya, silakan)

B: Are you sure? Oh my God thank you so much. (Apakah kau yakin? Ya ampun, terima kasih banyak)

C: Anytime! (Kapanpun!)

Itulah dia contoh percakapan dalam bahasa Inggris saat sedang belajar kelompok. Semoga contoh percakapan satu ini dapat membantu Anda ke depannya dalam mempelajari bahasa Inggris dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.

 

Cara Mudah Bercerita dalam Bahasa Inggris
Percakapan Izin Tidak Masuk Kelas Karena Sakit dalam Bahasa Inggris
Berbicara tentang Keluarga dalam Bahasa Inggris
Contoh Percakapan Wawancara Kerja Sebagai Staf Admin dalam Bahasa Inggris
Dialog Memberi dan Menanggapi Suatu Berita
Percakapan di Bioskop: Mau Membeli Pop Corn dalam Bahasa Inggris
Percakapan Memberi Nasihat atau Peringatan dalam Bahasa Inggris
Percakapan Bahasa Inggris Mengajukan Ujian Susulan
Contoh Percakapan Sederhana untuk Anak-Anak
Percakapan Mengundang Pesta Ulang Tahun (Inviting Conversation)