sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Percakapan Bahasa Inggris: Kacung dan Fasilitas First Classnya

Ilustrasi Percakapan Kacung Dalam “First Class Seating” Ini Memiliki 3 Poin Penting Bahasa Inggris, Penasaran Apa Saja?

Kita sudah melihat interaksi trio wisatawan dengan fasilitas dalam pesawat (termasuk makannya juga) dalam kursi ekonomi pada contoh percakapan dalam artikel lampau. Dalam artikel ini, kita akan menyambung langsung dengan Kacung yang berinteraksi dengan fasilitas dan makanan pada pesawat yang sama, namun dengan jenis kursi yang lebih prestisius.

Ya, itulah “First Class seat / seating”. Kondisinya dapat kita lihat pada contoh percakapan berikut ini, diikuti dengan 3 poin bahasa Inggris yang berhubungan dengan contoh percakapan di bawah ini sebagai berikut:

Kacung: *looks meticulously on his laptop’s battery* (30% remaining… Time to plug-in it) *grabs his laptop’s charger and plug that into the seat’s socket*

(Kacung: *melihat secara hati-hati pada baterai laptopnya* ((Baterainya) tinggal 30%… Waktunya dicas, nih…) *mengambil cas laptopnya dan mencolokkannya ke soket tempat duduknya*)

A complete stranger: *pops out into Kacung’s large in-flight monitor* Hello there! Whoops, sorry, it seems that I pressed the wrong channel…. Bye! But, you’re attractive, so…

(Seseorang Tak Dikenal: *tiba-tiba muncul dalam monitor penerbangan Kacung yang besar* Halo! Eh, maaf, sepertinya aku salah sambung… Dadah! Tapi, kamu ganteng, jadinya…)

Kacung: (None of your business, lady…) *turns off the monitor and begins reading and ticking the extensive lists of appetizers, main courses, desserts, alcoholic, and non- alcoholic drinks*

(Kacung: (Bukan urusanmu, non…) *langsung mematikan monitor komputernya dan mulai membaca serta mencentang daftar panjang hidangan pembuka, hidangan utama, hidangan penutup, minuman alkohol dan tidak beralkohol*)

Charlotte: Papa, who’s that person? *while pointing at Kacung’s in-flight monitor*

(Charlotte: Papa, siapa orang itu? *sambil menunjuk pada monitor dalam penerbangan milik Kacung*)

Kacung: An unknown stranger, Charlotte. It’s time to eat now, which of those meals would you choose? *while giving Charlotte the kid menu lists*

(Kacung: Orang tidak kenal, Charlotte. Waktunya makan sekarang, hidangan yang mana yang ingin kamu pilih? *sambil memberikan Charlotte daftar menu anak-anak*)

Selain mendapat cerita pengalaman “First Class seating” a la Kacung, kita pun akhirnya tahu siapa itu si misterius “Charlotte” yang berulang tahun. Sebagai tambahannya, 3 poin bahasa Inggris yang penting untuk kita pelajari dari contoh percakapan di atas dapat kita ambil, dengan penjabaran sebagai berikut:

1. Belajar Bahasa Inggris Lewat Fasilitas “First Class” yang Berbeda

Ada banyak fasilitas tempat duduk Kelas Satu atau “First Class” yang membuatnya berbeda dengan fasilitas pada tempat duduk di kelas ekonomi. Dalam contoh percakapan di atas, kita melihat adanya fasilitas yang ramah laptop dan makanan yang lebih lengkap dibanding kelas ekonomi.

Keramahan untuk pengguna laptop ditunjukkan dari adanya “seat’s socket” atau “soket pada kursi” untuk mengecas baterai laptop (atau “laptop’s battery” sebagaimana diungkapkan pada dialog aksi Kacung di bagian awal). Verb dari hal yang dapat dilakukan pada “seat’s socket” ini pun unik, yakni “plug” atau “plug-in”, yang penggunaannya dapat berubah menjadi “plug that in” tergantung konteks percakapannya.

Karena menu “First Class” ada banyak, maka tidak mungkin para “stewardess” atau pramugari menanyakan pilihan makanannya. Sebagai gantinya, kita lah yang “reading and ticking” atau “membaca dan mencentang” daftar makanan pilihan kita. Barulah setelah itu kita kumpulkan ke pramugari yang melayani kita.

2. Belajar Lebih Banyak Tentang Serba-Serbi Hidangan Dalam Bahasa Inggris

Ya, saya mengatakannya “hidangan”, atau yang dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan “meal”. Alasannya, seperti yang tercatat pada poin sebelumnya, pengalaman “First Class” menjanjikan pilihan “meal” yang lebih banyak dibanding sekadar “food” atau “makanan / sebagian kecil dari meal”.

Kendati demikian, mengingat dalam budaya Indonesia “meal” identik dengan “food”, maka ungkapan bahasa Inggris terkait “meal” menjadi “It’s time to eat now,” atau “Waktunya makan sekarang,” Ungkapan ini bisa berbeda-beda tergantung dari negara asal orang yang mengucapkannya, namun kurang lebih artinya sama bila menyangkut soal hidangan atau “meal”.

Yang lebih menarik, “meal” khusus semacam “the kid menu” atau menu hidangan untuk anak-anak juga tersedia dalam buku menu penumpang “First Class”. Sebagaimana orang dewasa yang memiliki daftar “appetizers, main courses, and desserts” untuk dipilah dan dipilih. Bedanya, anak-anak tidak akan menjumpai minuman beralkohol atau “alcoholic drinks” pada “kid menu”-nya.

3. Belajar Serba-Serbi Penyebutan Orang Tidak Dikenal

Kita akan banyak menjumpai orang-orang tak dikenal sepanjang berwisata, karena itu penting untuk mengenal cara menyebutkan orang-orang ini dalam bahasa Inggris. Secara umum, kita menggunakan kata “stranger” atau “strangers” saat menyebut orang(-orang) tak dikenal.

Ungkapan “a complete stranger” seperti yang ada pada contoh percakapan ini menambah variasi “stranger(s)” yang ada, di mana frasa “a complete” menandakan antara yang mengatakan (Kacung) dan “stranger” ini tidak pernah bertemu sebelumnya, apalagi saling kenal. Kata “unknown” pada bagian dialognya yang terakhir bersama dengan anaknya, Charlotte, memperjelas relasi Kacung dengan si “complete stranger”.

Bila si “complete / unknown stranger” ini mencoba berinteraksi secara “iseng-iseng” pada kita seperti si “stranger” yang tiba-tiba “pops out” atau “muncul sendiri” di layar monitor Kacung, maka kita dapat mengatakan semacam, “None of your business, lady / gents...” tergantung dari jenis kelaminnya (“lady” untuk “stranger” perempuan, dan “gents” untuk “stranger” laki-laki).

Ternyata, banyak juga yang dapat kita pelajari dari contoh percakapan “First Class seating” ini, ya! Selanjutnya, kita akan belajar serba-serbi tempat perhentian sementara di bandara, dengan asumsi Kacung, Charlotte, dan trio wisatawan sudah tiba di bandara “perhentian”.

Mungkin kita para learners penasaran, apa itu “tempat perhentian”, dan, bagaimana poin-poin bahasa Inggrisnya dapat kita pelajari? Untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, ada baiknya kita menyimak pembahasan pada artikel selanjutnya untuk hal-hal ini.

 

Percakapan Bahasa Inggris: Berakrab-Akraban dengan Makanan Dalam Pesawat
Percakapan Bahasa Inggris: Kacung dan Fasilitas First Classnya
Percakapan Bahasa Inggris: Keseruan Percakapan di Dalam Pesawat
Percakapan Bahasa Inggris: Pengalaman Terbang Kelas Ekonomi Trio Wisatawan


 
Contoh Percakapan Membeli Tiket Pesawat di Indomaret/Alfamart & Terjemahannya
Contoh Percakapan Membeli Tiket di Bioskop & Terjemahannya
Contoh Percakapan Membeli Obat di Apotek & Terjemahannya
Kalimat Percakapan Memberi dan Menerima Pujian (Giving & Receiving Compliment)
Kalimat Percakapan untuk Meminta, Memberi, Menolak Sesuatu (Asking, Giving, Refusing)
Percakapan Driver Taksi / Grab / Gocar dengan Penumpang Bule
Percakapan Negosiasi Gaji dalam Bahasa Inggris
Percakapan Bahasa Inggris antara Polisi dan Terduga Kriminal
Percakapan Nasabah yang Akan Berhutang di Bank dalam Bahasa Inggris
Conversation: Percakapan Supir Taksi dan Penumpang dalam Bahasa Inggris