sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Percakapan Lewat Telepon: Kawan Lama Tidak Berjumpa

Berikut ini ada beberapa contoh percakapan bahasa Inggris lewat telepon di antara kawan yang sudah lama tidak berjumpa. Contoh percakapan ini mengandung frasa dan kata yang bisa kita pelajari untuk menambah pembendaharaan kosakata bahasa Inggris kita. Mari langsung saja kita lihat contoh percakapannya:

Percakapan 1

Andy: Hallo. This is Andy Smith speaking. Who is that speaking? (Halo dengan Andy Smith di sini. Siapa ini?)

Bella: Hallo, Andy. This is Bella Fox, your high school friend. (Halo, Andy. Ini dengan Bella Fox, teman SMA kamu)

Andy: Oh hi, Bella. It’s been a long time since the last time we talked. How are you? (Oh hai, Bella. Sudah lama semenjak kita terakhir berbicara. Apa kabar?)

Bella: I’m fine as always. How about you? (Aku baik saja seperti biasanya. Bagaimana denganmu?)

Andy: I’m fine too. So what’s up? (Aku juga baik-baik saja. Jadi, ada apa?)

Bella: Nothing. It’s just I miss you, and I just want to make sure that you haven’t changed your phone number. I’m glad that you haven’t. (Tidak ada. Hanya saja aku kangen, dan aku hanya ingin memastikan bahwa kamu belum mengganti nomor teleponmu. Aku senang kamu belum menggantinya)

Andy: Yeah. I miss you too. I’m happy to be able to hear your voice again. Anyway, how’s New York? You still live in New York, aren’t you? (Ya, aku juga kangen kamu. Aku senang bisa mendengarkan suaramu lagi. Omong-omong, bagaimana New York? Kamu masih tinggal di New York, kan?)

Bella: No. I’ve lived in Florida now since I graduated from college. (Tidak. Aku tinggal di Florida sekarang semenjak lulus dari perguruan tinggi)

Andy: Good for you. I think we should meet sometime. I mean it’s been a while. (Bagus untukmu. Menurutku kita harus bertemu. Maksudnya kita sudah lama tidak bertemu)

Bella: I know. I am also thinking that we should meet. We have a lot of catching up to do, and the best way to do it is not by taking via phone. (Aku tahu. Aku juga pikir kita harus bertemu. Kita punya banyak hal yang harus diceritakan, dan menceritakannya lewat telepon itu tidak enak)

Andy: All right. How about this Saturday we meet at the coffee shop near our high school? (Oke. Bagaimana kalau hari Sabtu ini kita bertemu di kedai kopi dekat SMA kita?)

Bella: That sounds good. (Kedengarannya bagus)

Andy: Okay then. Anyway, it is nice talking to you, but I’ve got to go now. (Oke. Omong-omong, senang mengobrol denganmu, tetapi aku harus pergi sekarang)

Bella: Okay, see you on Saturday. (Oke. Sampai jumpa di hari Sabtu)

Andy: See you. (Sampai jumpa)

Percakapan 2

Diana: Good afternoon. Can I talk to Rachel Adams, please? (Selamat siang. Bisa berbicara dengan Rachel Adams?)

Rachel: I’m Rachel Adams herself. May I ask who is calling, please? (Saya Rachel Adams. Boleh saya tahu ini siapa?)

Diana: Oh hi, Rachel. I’m Diana (Oh hai, Rachel. Aku Diana)

Rachel: Diana? Diana Santiago? (Diana? Diana Santiago?)

Diana: That’s right! (Benar!)

Rachel: Oh my God Diana! How are you? I miss you. (Ya Tuhan Diana! Apa kabar? Aku kangen)

Diana: I’m fine, Rach. I miss you too. How have you been? (Aku baik-baik saja, Rach. Aku juga kangen kamu. Bagaimana kabarmu?)

Rachel: I’m fine too. Where have you been? (Aku juga baik-baik saja. Kamu ke mana saja?)

Diana: I’ve been always here I guess. I’m so sorry I didn’t call you sooner. It’s just I was nervous and afraid that you already forgot about me. (Aku selalu ada di sini. Maaf sekali aku tidak meneleponmu segera. Aku sangat gugup dan takut bahwa kamu telah melupakan aku)

Rachel: I will never forget you. We are best friend, aren’t we? I’m so happy you call me. (Aku tidak akan pernah melupakanmu. Kita sahabat, kan? Aku sangat senang kamu meneleponku)

Diana: Ah you’re so sweet. I’m also happy to be able to hear your voice again. It’s been a long time since we talked. I am curious of what are you up to these days. (Ah kamu manis sekali. Aku juga senang bisa mendengar suaramu lagi. Sudah lama semenjak terakhir kita berbicara. Aku penasaran apa yang kamu lakukan akhir-akhir ini)

Rachel: Actually you are calling me at the right time because two weeks from now I’m getting married. (Sebenarnya kamu meneleponku di saat yang tepat karena dua minggu lagi aku akan menikah)

Diana: No way! Are you kidding, right? (Tidak mungkin! Kamu bercanda, kan?)

Rachel: I also feel that me getting married is unreal, but it’s really happening. (Aku juga merasa bahwa ini tidak nyata, tetapi ini benar-benar terjadi)

Diana: Congratulations! (Selamat!)

Rachel: Thank you. (Terima kasih)

Diana: So, who’s the lucky man? (Jadi, siapa pria beruntungnya?)

Rachel: His name is Jack. He’s my coworker. (Namanya Jack. Dia rekan kerjaku)

Diana: I want to know more about him. Rach, I think we should meet. (Aku ingin tahu lebih banyak tentangnya. Rach, menurutku kita harus bertemu)

Rachel: Of course. I’m free this Friday night. Let’s meet at Café X. (Tentu saja. Aku luang Jumat malam ini. Mari kita bertemu di Café X)

Diana: Okay. I can’t wait to see you. (Oke. Aku tidak sabar melihatmu)

Rachel: Me too. Anyway, I’ve got to pick my wedding dress now, so let’s catch up later. (Aku juga. Omong-omong, aku harus mengambil gaun pengantinku sekarang, jadi mari kita lanjutkan mengobrolnya nanti)

Diana: Sure. See you this Friday. (Tentu saja. Sampai jumpa di hari Jumat)

Rachel: See you. (Sampai jumpa)

 

Percakapan Tentang Penolakan dalam Bahasa Inggris
Kalimat Gombal Bahasa Inggris
Percakapan Saat Menjenguk Orang Sakit
Apa Tujuan Anda di Masa Depan (What Are Your Goals for the Future?)?
Percakapan Inggris: Keadaan Darurat Menelepon Pemadam Kebakaran
Mendeskripsikan Warna dalam Lisan & Tulisan
Cara Memanggil Taksi dalam Bahasa Inggris
Percakapan Tentang Kepastian (Asking and Giving Certainty)
Contoh Percakapan Membeli Tiket Pesawat di Agen Travel
Percakapan Asking And Giving Suggestion