sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Sentences: Apa itu Declarative Sentence?

Kalimat Pernyataan

Declarative sentence, atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai kalimat pernyataan, merupakan bentuk yang paling umum dari suatu kalimat. Isi dari declarative sentence mencakup sebuah fakta atau opini dari penyampainya.

Declarative sentence juga bisa berisi sebuah informasi atau pemberitahuan. Ciri yang paling khas dari suatu declarative sentence adalah, kalimatnya berakhiran dengan tanda titik “.”.

Yang jelas, declarative sentence berisikan sebuah pernyataan. Sehari-hari, hidup kita penuh dengan penggunaan declarative sentence. Bahkan, artikel inipun juga hampir seluruhnya terdiri atas declarative sentence.

Namun, bukan berarti manusia hanya berkomunikasi dengan declarative sentence saja setiap waktunya.

Cara Menyusun Declarative Sentence

Suatu declarative sentence berfungsi untuk mendeklarasikan sesuatu. Adapun susunan dari declarative sentence yang paling sederhana adalah satu subyek dan predikat.

Subyek dalam declarative sentence merupakan pelaku atau yang diceritakan dalam kalimat. Subyek bisa berupa noun, pronoun, atau bahkan phrase. Dan dalam declarative sentence, subyek muncul di awal klausa utama.

Adapun predikat dalam declarative sentence meliputi kata kerja dan informasi lain dalam klausa atau kalimat. Pada dasarnya, predikat adalah penjelas atau laku dari subyek. Agar lebih jelas, mari simak contoh dari declarative sentence terlebih dahulu.

  • The class was exciting today. (Kelas hari ini menyenangkan.)
  • The sun rises in the east and sets in the west. (Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat.)
  • Ginny never comes late for she lives nearby the school. (Ginny tidak pernah datang terlambat sebab ia tinggal dekat dari sekolah.)

Dari contoh kalimat tersebut, kita bisa dengan mudah menduga manakah yang merupakan subyek (subject) dalam kalimat. Seperti dalam kalimat The class was exciting today;the class” berlaku sebagai subject dalam kalimat alias hal yang diceritakan. Sedangkan “was exciting today” merupakan predikat yang menjelaskan atau mendeklarasikan tentang subyek yang diceritakan.

Ciri-ciri Declarative Sentence

1. Diakhiri tanda titik

Seperti yang sudah dibahas di awal, ciri utama dari declarative sentence adalah, kalimatnya diakhiri dengan tanda titik. Tanda baca atau intonasi yang digunakan dalam suatu kalimat memang bisa menentukan jenis dari kalimat yang disampaikan.

Contohnya, ketika seseorang mengatakan “The baby is hungry.” (Bayi itu lapar), maka itu termasuk declarative sentence. Namun jika tanda bacanya berubah menjadi “The baby is hungry!” (Bayi itu lapar!), kalimat tersebut bisa berubah menjadi jenis kalimat lain, yakni exclamatory sentence atau kalimat seru. Kalimat ini menghadirkan emosi yang kuat sebagai salah satu unsurnya.

2. Berisikan informasi atau pernyataan

Meski tanda titik merupakan ciri umum dari sebuah declarative sentence, bukan berarti setiap kalimat yang diakhiri dengan tanda titik merupakan declarative sentence.

Contohnya kalimat “Please don’t touch the baby.” (Jangan sentuh bayinya.); yang merupakan sebuah kalimat perintah atau imperative sentence. Kalimat tersebut dihadirkan dengan tanda titik untuk memperhalus perintah.

Masih dengan ide yang sama; “We are told not to touch the baby.” (Kita disuruh untuk tidak menyentuh bayinya.) merupakan declarative sentence. Bagaimana cara membedakan keduanya?

Mudah saja, kita hanya perlu memahami makna kalimatnya. Imperative sentence pasti berisikan perintah; sedangkan declarative sentence berisikan informasi atau pernyataan.

3. Subject diletakkan sebelum verb

Salah satu ciri lain dari declarative sentence adalah, subject berada di depan verb. Hal ini untuk membedakan declarative sentence dari interrogative sentence.

Coba perhatikan dialog berikut:

A: Is the baby hungry?

B: Yes, the baby is hungry.

Dua kalimat tersebut memiliki unsur kata yang tidak berbeda satu sama lain; hanya saja pengurutannya yang sedikit tidak sama. Kalimat kedua, “Is the baby hungry?”, dengan letak subject di belakang be, merupakan interrogative sentence atau kalimat tanya. Perubahan penempatan subject menimbulkan pergeseran makna yang besar, hingga makna kalimat berubah menjadi “Apakah bayi itu lapar?”.

Namun, akan mudah sekali dijumpai perbedaannya sebab interrogative sentence juga selalu berakhiran dengan tanda tanya “?”. Oleh sebab itu, penggunaan tanda baca yang tepat dalam kalimat amat penting untuk menentukan jenis dan maksud dari suatu kalimat.

Sebab, dalam penggunaan bahasa Inggris secara informal, beberapa aturan dalam grammar seringkali dilalaikan sehingga agak menyulitkan para pembelajar dalam memahami maksud kalimat yang sesungguhnya.

Simak juga contoh dialog berikut.

A: Does the baby cry when he’s hungry?

B: Yes, the baby cries when he’s hungry.

A: Do they work here?

B: Yes, they (do) work here.

Kita bisa merubah sebuah interrogative sentence menjadi declarative sentence dengan merubah urutan kata atau merubah sedikit bentuk verb dalam kalimat.

Latihan Soal

Rewrite each of the following sentences, turning the question into a statement. Change the word order and (in some cases) the form of the verb as necessary.

  1. Was the girl calling from the bank?
  2. Does Mr. Ardi think that I will be seeing him tomorrow?
  3. Do the best students usually study at night?
  4. Does Anita believe that everybody is watching her?
  5. Am I the first person to cook this kind of lunch?
  6. Before eating the spaghetti, should we heat it again?
  7. When she was in college, did she take American studies?

Answers

  1. The girl was calling from the
  2. Ardi thinks that I will be seeing him tomorrow.
  3. The best students usually study at night.
  4. Anita believes that everybody is watching her.
  5. I am the first person to cook this kind of lunch.
  6. Before eating the spaghetti, we should heat it again.
  7. When she was in college, she took American studies.

 

Grammar: Apa itu Preference?
Contoh Soal TOEFL Reading Comprehension: “Asal Mula Grammar”
Clauses: Apa itu Adjective Clause?
Grammar-Adverb: Emphasizers, Amplifiers, Downtoners (Intensifier Adverbs)
Sentence: What is Subject?
Grammar-Verb: Apa itu Linking Verb?
Grammar-Clauses: Apa itu Adverb Clause?
Grammar-Noun: Concrete vs Abstract Noun
Grammar Tenses: Apa itu Past Future Perfect Tense?
Grammar-Adverb: Apa itu Comparative Adverb?


 
Apa itu Phrasal Verbs?
Kenali Perbedaan Prepositions & Conjunctions
Mencerna Perbedaan Infinitive dan Gerund
Perbedaan Simple Past & Past Participle
Daftar Phrasal Verbs yang Sering Dipakai
Perbedaan Gerund After Prepositions vs Gerund as Subject vs Gerund as Object
Apa itu Compound Sentence dalam Bahasa Inggris?
Perbedaan Noun dan Pronoun
Apa itu Conditional Sentences?
Perbedaan Action Verb, Transitive vs Intransitive Verbs