sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Speaking TOEFL: Kenali Perbendaharaan Kata untuk Debat

Sudah matangkah persiapan kamu dalam menghadapi tes TOEFL? Untuk artikel kali ini, kita kembali akan membahas seputar tes speaking dan dinamika yang mewarnainya. Sebelumnya kita sudah pernah membahas cara untuk menyampaikan respon dalam speaking dengan runtut dan efektif.

Di lain waktu juga sudah pernah didiskusikan tentang kata pengantar saat sedang mengerjakan speaking tes TOEFL. Kali ini, kita akan fokus membahas tentang perbendaharaan kata atau vocabulary yang digunakan saat ada perbedaan pendapat saat berdiskusi.

Masih ingat kan, bahwa tes TOEFL pada dasarnya ada tidak hanya untuk menguji berapa skor kamu terhadap pemahaman bahasa Inggris? Sebenarnya ada manfaat yang jauh dari itu. Lewat serangkaian 4 tes TOEFL, kamu dilatih untuk siap terjun dalam lingkungan akademis atau pekerjaan yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama.

Bagaimana kamu bisa berperan aktif dalam sebuah lingkungan baru jika kamu tidak mengerti bahasa yang digunakan? Komunikasi lewat bahasa adalah kunci di setiap negara. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa kamu akan berada dalam situasi dengan perbedaan pendapat yang berujung pada perdebatan.

Misalnya saat kamu sedang diskusi tentang ide utama tugas kelompok, atau saat kamu perlu menyanggah ide yang dikemukakan oleh dosen di depan kelas. Bisa jadi juga kamu berada di lingkungan kerja dan sedang berdiskusi tentang langkah penting bagi kelangsungan perusahaan, dan ada ide yang menurut kamu sama sekali tidak efektif. Ada begitu banyak kemungkinan perdebatan bisa terjadi.

Perbendaharaan Kata Debat

Saat tidak semua orang setuju dengan opini yang kamu milik, itu adalah titik awal kemungkinan debat bisa terjadi. Kadangkala bahkan saat kamu memiliki argumen yang kuat dalam benak, namun kamu tidak bisa menuangkannya dalam bentuk pilihan kata yang tepat untuk mematahkan opini orang yang berseberangan dengan kamu.

Apa sebabnya? Karena tidak banyak pilihan kata meyakinkan yang kamu kuasai. Jangan khawatir, berikut ini kamu bisa melihat beberapa contoh cara menyampaikan pendapat setuju maupun tidak setuju lengkap dengan cara penyampaian argumen yang efektif:

Kalimat Persetujuan

Kalimat persetujuan selalu digunakan untuk mengekspresikan kesepahaman terhadap sudut pandang atau poin yang dikemukakan oleh seseorang. Setelah menggunakan kalimat tersebut, kamu bisa mulai menyatakan secara spesifik bagian mana yang membuat kamu setuju pada pendapat seseorang. Berikut beberapa contohnya:

  • I am in favour of your point
  • I totally agree with you
  • I couldn’t agree with you more
  • I have no doubt about what you have said
  • That’s exactly what I was thinking

Potongan kalimat di atas memiliki benang merah yang sama, yaitu setuju terhadap pendapat seseorang. Pilihan diksi yang digunakan menarik dan tidak pasaran. Ada kata kerja negatif yang terkesan tidak setuju padahal masih berada dalam makna yang sama atau persetujuan.

Dengan menggunakan contoh-contoh frasa di atas, artinya kamu berada dalam posisi sangat setuju terhadap sudut pandang orang lain.

Kalimat Tidak Setuju

Entah sering atau tidak, perbedaan pendapat dengan orang lain pasti pernah terjadi pada siapapun, termasuk kamu. Hanya saja levelnya berbeda. Bisa jadi kamu merasa sedikit tidak setuju terhadap ide seseorang, atau bisa juga kamu merasa sepenuhnya bertentangan dengan apa yang dikemukakan orang tersebut.

Ketika kamu berada dalam situasi ini, penting untuk tahu perbendaharaan kata apa yang harus digunakan. Berikut contohnya:

  • I beg to differ – I think that…
  • I am afraid I have to disagree with you because…
  • I completely disagree with that (kata that mengacu pada the opinion)
  • I think your point is very misleading…

Lewat pilihan kalimat di atas, jelas bahwa kamu berada di posisi yang berbeda dengan pendapat yang dikemukakan sebelumnya. Kamu bisa memilih kalimat mana yang digunakan tergantung pada konteks dan situasi saat kejadian.

Sebagai contoh, pilihan kalimat nomor 2 cukup sopan dan bisa digunakan saat kamu ingin menyanggah apa yang dikatakan oleh dosen, misalnya.

Kalimat Pernyataan Pendapat

Satu lagi perbendaharaan kata yang juga perlu diketahui adalah saat kamu ingin menyampaikan pendapat pribadimu. Ada banyak kalimat pembuka yang bisa kamu gunakan untuk memberi tanda pada lawan bicara bahwa ini adalah inti dari pendapat yang kamu miliki. Berikut ini beberapa contohnya:

  • I think that…
  • I don’t believe that
  • It is my belief that…
  • In my opinion…
  • I am of the opinion that…

Contoh di atas hanya beberapa frasa yang bisa digunakan untuk mulai menyatakan pendapat. Ingat, ada begitu banyak kalimat yang bisa kamu gunakan untuk menyampaikan pendapat, utamanya dalam speaking tes TOEFL.

Menyimak Film

Kamu bisa banyak belajar dengan menyimak serial film yang bertemakan criminal seperti White Collar, NCIS, Revenge, atau Criminal Minds. Mengapa film serial seperti itu layak jadi referensi? Karena dalam adegan di dalamnya ada begitu banyak diskusi yang melibatkan banyak orang.

Tentu saja semakin banyak kepala, akan semakin banyak ide yang kemungkinan besar bertentangan. Di situlah frasa-frasa seputar perdebatan akan muncul dan bisa masuk dalam tambahan perbendaharaan kata kamu. Menggunakan kalimat yang tidak biasa akan membuat jawaban speaking kamu menjadi lebih natural sekaligus sophisticated di saat bersamaan.

Untuk semakin mematangkan pemahaman tentang perbendaharaan kata atau vocabulary saat berdebat, kami rekomendasikan kamu untuk menyimak contoh-contoh soal yang mengandung perdebatan di dalamnya.

Dengan cara ini kamu bisa tahu beragam konteks dan situasi perdebatan, lengkap dengan kata-kata atau kalimat yang digunakan oleh subjek yang ada di dalamnya saat berdebat. Jika kamu telah menguasai kalimat-kalimat ini, pada akhirnya kamu bahkan bisa memformulasikan sendiri kalimat yang unik dan tidak berlebihan saat akan menyatakan pendapat maupun saat terlibat dalam perdebatan seru. Selamat mencoba!

Artikel Lainnya

Listening TOEFL: Asah Listening dan Pelafalan dengan “Minimal Pairs”
Speaking TOEFL: Latihan Soal Utarakan Pendapat
Speaking TOEFL: Formula “MEEM”
Speaking TOEFL: Formula Menjawab Speaking Task: “SEA”
Speaking TOEFL: Cara Pelafalan “W” dan “V” dan Tips “TLDNR”
Speaking TOEFL: Seni Diplomasi dalam Percakapan Bahasa Inggris
Speaking TOEFL: Tongue Twister, Berlatih Bicara Bahasa Inggris
Speaking TOEFL: Make it Simple, Jawab dengan Sederhana
Speaking TOEFL: Sampaikan Pendapat dalam Speaking
Speaking TOEFL: Kenali Kata Pengantar

 

Writing TOEFL: Contoh Essay Kurang Berdasar
Listening TOEFL: Belajar Listening dari Subtitles dan Transkrip
Writing TOEFL: Struktur dalam Menjawab Independent Essay
Tip TOEFL: Apa Manfaat Tes TOEFL? Berikut 7 Manfaat Tes TOEFL!
Tip TOEFL: Berapa Lama Waktu untuk Belajar TOEFL?
Reading TOEFL: Kata Kerja Ukur dalam Reading
Tip TOEFL: Mengenal Prefixes “OUT-“ dan “RE-“
Writing TOEFL: Etika Kutipan dan Parafrase
Kata, Kalimat, atau Ungkapan Bahasa Inggris untuk Mengekspresikan Kekaguman
Speaking TOEFL: Latihan Menulis 100 Kata Sebelum Speaking


 


Sederet Mobile

http://mobile.sederet.com


Tip TOEFL: Susunan String of Adjectives sebagai Penjelas Kata Benda
Tip TOEFL: Kamus Mini Phrasal Verbs
Tip TOEFL: “Text Insert” Asah Ketelitian dalam Menjawab Soal
Tip Writing TOEFL: Penggunaan “Koma” dalam Bahasa Inggris
Writing TOEFL: 4 Langkah Membuat Essay yang Terorganisir
Reading TOEFL: Jenis Pertanyaan dalam Reading, Kategorisasi
ReadingTOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 2)
Reading TOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 1)
Reading TOEFL: Konteks Reading dari Berita Entertainment
Reading TOEFL: Momen-momen Darurat dalam Reading