sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Writing TOEFL: 10 Kiat Menjawab Soal Writing

Masih seputar tes TOEFL, kali ini kita akan membahas salah satu kategori soal yang juga memerlukan ketelitian dan konsentrasi, yaitu writing. Berbeda dengan tiga kategori soal lainnya yaitu reading, listening, dan speaking, untuk yang satu ini kamu harus punya kemampuan memaparkan ide dan informasi dalam format tulisan.

Terkesan sepele? Tapi jangan salah, dari sebuah tulisan yang kamu rangkum dalam tes TOEFL, akan terlihat bagaimana kerangka berpikir kamu akan suatu masalah, juga cara kamu memilih diksi dan kata-kata hingga terangkai menjadi sebuah tulisan yang padat dan menarik.

Ya, padat dan menarik adalah dua kata kunci penting yang perlu kamu ingat-ingat dalam menjawab soal writing. Tentu bukan perkara mudah karena kamu harus menulis berdasarkan bacaan atau materi yang baru kamu dengar saat itu juga. Kamu dituntut untuk bisa fokus menyerap informasi sedetil mungkin, untuk kemudian menyampaikannya dalam bentuk tulisan yang mudah dipahami.

Biasanya pertanyaan dalam tes TOEFL akan berkisar tentang pendapatmu seputar suatu hal. Jika berbicara tentang pendapat, tidak ada kata benar dan salah. Yang penting adalah bagaimana kamu bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan struktur yang tepat.

Berikut ini ada 10 kiat mudah menjawab soal writing dalam tes TOEFL. Simak satu persatu ya tips di bawah ini untuk memudahkan kamu menjawab soal writing dengan mudah!

1. Kenali Format

Entah itu paper-based atau Internet-based TOEFL, kamu harus tahu betul format soal writing yang akan kamu hadapi. Dalam paper-based atau PBT, kamu diberi waktu 25 menit untuk menjawab 40 pertanyaan. Sementara dalam Internet-based atau iBT, ada 2 essay yang harus kamu tulis dalam waktu 50 menit.

Dengan tahu terlebih dahulu format yang akan kamu hadapi, tentu kamu bisa lebih siap dan sudah terbayang bagaimana strategi untuk menjawabnya.

2. Pahami Struktur

Pada dasarnya menulis essay terdiri dari 3 bagian utama: pengantar, inti, dan kesimpulan atau penutup. Berpeganglah pada susunan struktur itu untuk mendapatkan tulisan yang padat dan informatif.

Sampaikan konflik tentang apa yang ditanyakan pada bagian pengantar. Lalu masuk ke pendapatmu di bagian inti. Di bagian akhir, secara singkat paparkan kesimpulan versimu sendiri.

3. Perkaya Perbendaharaan Kata

Salah satu ciri tulisan yang bagus adalah pilihan diksi dan kata-kata yang kaya. Terlebih jika kamu bisa menggunakan diksi yang umum dalam bidang akademis atau kehidupan perkuliahan. Ini akan menjadi nilai tambah karena menjadi bukti bahwa kamu memiliki pengetahuan dan perbendaharaan kata yang banyak dibandingkan dengan orang lain.

4. Baca, Baca, dan Baca

Sebanyak mungkin baca contoh tulisan yang bisa memperkaya wawasanmu. Kamu bisa memilih untuk membaca opini dalam artikel majalah atau surat kabar berbahasa Inggris.

Membaca secara online juga bisa menjadi pilihan. Dengan banyak membaca kamu akan melihat pola tulisan yang umum digunakan. Ingat, apa yang dimuat di majalah atau surat kabar adalah tulisan yang sudah tersunting dan layak baca. Jadikan hal ini sebagai contoh.

5. Pembelajaran Online

Tak hanya membaca surat kabar dan majalah seperti tips nomor 4, kamu juga bisa memanfaatkan online lectures yang sangat banyak ragamnya. Kamu bisa akses dari iTunesU, TED, KhanAcademy, bahkan Podcast yang membahas tentang bahasa Inggris.

Lahap sebanyak mungkin topik yang berbeda-beda, karena saat menghadapi tes TOEFL nanti kamu akan mendapati soal yang sangat bervariasi.

6. Bandingkan Tulisan

Kadangkala, sebuah tulisan yang sedang menjadi trending atau headline news akan dibahas oleh semua media. Manfaatkan momentum ini untuk membandingkan tulisan editorial dari satu media dengan media lainnya. Jangan hanya berhenti sampai di situ.

Rumuskan bagaimana mereka menyampaikan pendapat editorial. Buat kerangka poinnya di kertas, sehingga kamu bisa melihat pola apa yang sama dan selalu digunakan oleh para penulis. Dengan demikian kamu bisa mendapat ilmu cara memaparkan pendapat yang diakui secara universal.

7. Menulis dalam Tenggat

Usai terbiasa melihat tulisan editorial dan mengadopsi cara pemaparan mereka, saatnya menambah tantangan dalam berlatih. Coba menulis dalam tenggat waktu. Siapkan stopwatch untuk mengukur lama waktumu menulis.

Pilih sebuah topik spesifik, dan set waktu sekitar 20 atau 25 menit. Menulislah selama 15 hingga 20 menit, dan manfaatkan 5 menit sisanya untuk evaluasi. Jangan ragu untuk meminta orang lain dengan kompetensi lebih di atasmu seperti dosen atau senior untuk memberi feedback tentang tulisanmu. Semakin sering kamu berlatih, akan semakin terbiasa kamu dalam memaparkan ide.

8. Perhatikan Grammar

Hal ini juga penting karena akan menjadi salah satu poin utama yang dinilai dalam tes TOEFL. Perhatikan perbendaharaan kata, juga kata hubung dan kata spesifik lainnya dalam bahasa Inggris.

Pastikan kamu paham betul tentang conditionals, gerunds, infinitives, hingga prepositions. Jika kamu punya teman orang asing dengan grammar yang bagus, belajarlah pada mereka.

9. Menulis dalam Bahasa Inggris

Setiap hari jelang saatnya tes TOEFL, menulislah dalam bahasa Inggris. Menulis di manapun, meski sesederhana membuat deskripsi foto di Instagram atau di Twitter.

Tetap gunakan standar jurnalistik dalam menulis untuk mengasah kemampuan menulismu. Meski kamu tidak sedang membahas tentang topik spesifik, tetap perhatikan bagaimana grammar yang kamu susun. Terus lakukan hal ini hingga kamu yakin tidak ada kesalahan.

10. Posisikan Diri Terlibat Langsung

Salah satu cara agar kamu bisa dengan cepat menemukan ide apa yang akan disampaikan, lengkap dengan detil bagiannya adalah dengan memposisikan diri terlibat langsung dengan pembicara di speaker atau orang yang ada dalam tulisan.

Anggap mereka adalah orang yang kamu kenal dan benar-benar memerlukan pendapatmu. Posisikan seakan-akan bahwa pendapat kamu sangat dinantikan oleh mereka sehingga kamu akan memberi pendapat sebaik dan sejelas mungkin dan tidak asal-asalan. Terapkan hal ini di tiap soal tapi jangan berlarut-larut, ya! Jika tiba saatnya soal berikutnya, segera fokus pada apa yang ada di hadapan.

Salah satu hal yang sering dianggap sulit adalah soal writing dalam tes TOEFL. Tidak semua orang bisa dengan gamblang memaparkan apa yang ada di pikiran mereka. Tapi yakin, dengan banyak berlatih seperti yang ada dalam 10 kiat di atas, kamu akan terbiasa menulis dan merumuskan ide dalam bentuk teks. Bonusnya, kemampuan grammar kamu juga akan meningkat!

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tip Writing TOEFL: Penggunaan “Koma” dalam Bahasa Inggris
Writing TOEFL: 4 Langkah Membuat Essay yang Terorganisir
Writing: 15 Latihan Soal Independent Essay dalam Writing
Writing TOEFL: Belajar Conditional Lewat Lagu Populer
Writing TOEFL: Membuat Jawaban Writing yang Runtut dan Mengalir
Writing TOEFL: Variasi Kalimat, Cara “Mempercantik” Essay Writing
Writing TOEFL: Etika Kutipan dan Parafrase
Writing TOEFL: Struktur Paralel Lanjutan dalam Bahasa Inggris
Writing TOEFL: Kenali Topik dalam Writing
Writing TOEFL: Contoh Essay Kurang Berdasar

 

Listening TOEFL: Masalah Psikologis yang Muncul saat Hadapi Tes Listening
Tip TOEFL: Besok Mau Tes TOEFL? Ini 10 Tips Jitu Buat Kamu
Tip Umum TOEFL: Cara Mempersiapkan Tes TOEFL bagi Orang Sibuk
Tip TOEFL: Mengenal Prefixes (Imbuhan) OVER- dan BI-
Tip TOEFL: Apa Manfaat Tes TOEFL? Berikut 7 Manfaat Tes TOEFL!
Belajar Reading TOEFL: Cara Gampang Jawab Reading Tes TOEFL
Writing Tip: Membuat Kalimat Bahasa Inggris yang Baik
Speaking TOEFL: Cara Pelafalan “W” dan “V” dan Tips “TLDNR”
Speaking TOEFL: Tongue Twister, Berlatih Bicara Bahasa Inggris
Tip TOEFL: Apa Beda Tes TOEFL, TOEIC, dan IELTS?


 


Sederet Mobile

http://mobile.sederet.com


Tip TOEFL: Susunan String of Adjectives sebagai Penjelas Kata Benda
Tip TOEFL: Kamus Mini Phrasal Verbs
Tip TOEFL: “Text Insert” Asah Ketelitian dalam Menjawab Soal
Reading TOEFL: Jenis Pertanyaan dalam Reading, Kategorisasi
ReadingTOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 2)
Reading TOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 1)
Reading TOEFL: Konteks Reading dari Berita Entertainment
Reading TOEFL: Momen-momen Darurat dalam Reading
Reading TOEFL: Temukan Tokoh Utamanya untuk Mengetahui Maknanya
Listening TOEFL: Pertajam Kemampuan Listening Lewat Dialog Film