sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Tip TOEFL: Apakah Belajar TOEFL Bermanfaat di Kehidupan Nyata?

Mungkin bukan hanya sekali dua kali kamu terpikir apakah semua yang kamu pelajari mati-matian akan berguna di kehidupan nyata. Bukan hanya belajar untuk tes TOEFL, tapi bagi semua murid. Mungkin beberapa mahasiswa pernah berpikir untuk apa dia menekuni algoritma dan quantum matematika serta korelasinya dengan kehidupan nyata.

Toh nanti saat sudah selesai kuliah, porsi pengggunaan ilmu matematis hanya berkisar di hitung menghitung. Pernah terpikir semacam itu? Atau saat belajar persiapan tes TOEFL dan berpikir mengapa harus belajar sedetil ini? Toh orang-orang berkomunikasi tidak dengan cara sebaku seperti di textbook?

Tenang, hal ini sangatlah wajar. Biasanya terlintas saat kamu merasa apa yang kamu pelajari sangat banyak, bahkan melebihi kemampuan kamu. Atau saat kamu merasa jenuh dan lelah tapi masih harus memperbaiki kemampuan berbahasa Inggris. Jadi pertanyaan besarnya adalah: apakah belajar TOEFL bermanfaat di kehidupan nyata? Dan jawabannya adalah YA. Apa alasannya? Mari kita kupas lebih dalam.

Dunia Baru

Ketika kamu memutuskan untuk mengambil tes TOEFL, artinya ada hal besar yang kamu persiapkan. Utamanya adalah kamu perlu melanjutkan jenjang pendidikan atau karir ke tahap yang lebih tinggi. Lebih spesifik lagi, kamu akan pergi meninggalkan negara asal dan terjun ke negara yang benar-benar asing. Mulai dari budaya, cara interaksi, bahasa dan alat komunikasi, hingga karakter orang-orangnya. Di sinilah TOEFL diperlukan. Dengan belajar TOEFL, kamu tahu cara berkomunikasi dengan orang lain lewat bahasa yang diakui secara universal, yaitu bahasa Inggris.

Bila kelak kamu belajar atau bekerja di luar negeri, akan ada pengalaman baru yang bisa jadi tidak akan pernah kamu temui jika kamu masih berada di dalam negeri. Jangan bayangkan hal yang sama seperti di tanah air: duduk menghadiri kelas kuliah, mengikuti ujian, dan lulus diwisuda. Tidak sesederhana itu. Setiap hari kamu harus terlibat dalam diskusi bersama dosen dan teman-teman sekelas.

Kamu juga harus mengerjakan jurnal dan tugas dari bahan tebal berbahasa Inggris. Di luar kelas pun, bahasa Inggris yang digunakan saat akan bertanya hal-hal sesederhana di mana letak kantin. Tanpa bahasa Inggris dan pemahaman TOEFL yang komprehensif, kamu tidak akan bisa mengikuti segalanya. Ada begitu banyak hal yang harus kamu lakukan dengan berbahasa Inggris di lingkungan kampus. Terbayang kan, betapa pentingnya?

Berlatih Mendengar

Manusia adalah makhluk dengan rentang konsentrasi yang singkat. Seseorang tidak bisa berlama-lama mendengarkan satu hal tanpa kehilangan fokus. Pasti ada momen saat konsentrasi hilang dan melewatkan informasi yang ada di depan mata. Hal alamiah seperti ini yang kemudian diasah saat kamu berlatih mendengarkan soal-soal tes TOEFL di kategori listening dan reading.

Bisakah kamu bayangkan betapa besar konsentrasi yang harus kamu berikan saat mendengarkan speaker berbicara tanpa bisa kamu lihat gerakan bibirnya? Sama halnya saat kamu harus membaca narasi yang membosankan tapi menuntut ketelitian tinggi. Saat kamu berhasil membiasakan diri untuk berkonsentrasi dalam hal ini, sebenarnya manfaatnya tidak sampai di situ saja.

Kamu sebenarnya sedang berlatih untuk mendengarkan dosen di kelas dan menyimak bahan-bahan jurnal perkuliahan yang mungkin kalah menarik dibandingkan dengan novel dan komik yang kamu incar. Tapi dengan membiasakan diri untuk fokus, kamu bisa melewati proses belajar mengajar yang sebenarnya dengan baik.

Kamu bisa memilih kapan harus berkonsentrasi penuh dan kapan bisa rileks sejenak. Kamu perlu kemampuan ini untuk bisa menghadapi perkuliahan dengan baik, entah itu yang dilakukan secara tertulis atau lisan. Nanti seiring dengan bertambahnya semester, kamu akan terus dituntut untuk bisa berbicara di  depan publik tentang informasi yang sudah kamu serap dari sekitar.

Terjun ke Dunia Kerja

Siapa yang tidak ingin karir gemilang? Tapi ingat, karir gemilang tidak mudah didapat. Kamu harus menjadi orang yang standout, unggul dibandingkan dengan yang lain agar bisa mendapatkan karir yang bagus. Bagaimana caranya? Ternyata salah satu bekal sudah kamu tabung sejak kamu belajar sepanjang malam untuk persiapan tes TOEFL.

Saat itu, sebenarnya kamu sedang mempersiapkan diri untuk berkarir di dunia yang benar-benar baru. Kemampuan kamu untuk menyuguhkan presentasi di depan pimpinan, sangat mirip dengan yang sudah kamu alami selama perkuliahan. Teamwork bersama rekan kerja juga tidak berbeda dengan yang kamu lakukan saat mengerjakan tugas kelompok. Mengirim surat elektronik dalam format yang sopan, ringkas, adn jelas juga salah satu yang akan kamu kerjakan di dunia kerja. Dari mana semua ilmu itu kamu dapatkan? Seluruh proses itu akan berjalan dengan baik dan lancar jika kamu telah memiliki bekal belajar TOEFL yang maksimal.

Hidup Penuh “Ujian”

Pada dasarnya sejak kita masih kecil duduk di bangku sekolah dasar, ujian atau tes adalah hal yang selalu kita hadapi, bukan? Di jenjang sekolah selanjutnya pun hal itu masih terus dilakukan. Satu momen tes yang menentukan apa yang kita jalani selama bertahun-tahun. Hal itu terjadi sejak kamu masih kecil, dan akan terus ada hingga kamu tua kelak. Saat di bangku kuliah, tes juga yang akan menentukan nilaimu.

Saat akan masuk ke dunia kerja, tes pula yang bisa meloloskanmu dari saingan-saingan mentereng lainnya. Konsep ini kian familiar di benak kita, bukan? Dan ya, tes TOEFL salah satunya. Pilihan ganda, essay, hingga narasi yang ada dalam sebuah tes TOEFL menjadi salah satu hal yang akan terus kita hadapi di kehidupan nyata. Jadi, bangunlah kemampuan TOEFL yang bisa terus kamu manfaatkan dalam situasi apapun.

Dari pembahasan di atas bisa kita lihat betapa TOEFL sangat relevan dengan kehidupan nyata kita. Sebenarnya kembali ke prinsip yang sering kita dengar, bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Sama halnya dengan kamu. Jika kamu telah gigih berjuang memahami TOEFL, tak hanya skor gemilang saja yang akan kamu kantongi, tapi sebenarnya di saat bersamaan kamu sedang membekali diri dengan survival kit kelak di kehidupan nyata.

Tip Umum Lainnya

Artikel Lainnya

Tip TOEFL: Berapa Lama Masa Berlaku Skor TOEFL?
Tip TOEFL: Apakah Belajar TOEFL Bermanfaat di Kehidupan Nyata?
Tip TOEFL: Supaya Tidak Kehabisan Waktu saat Kerjakan Tes TOEFL
Tip TOEFL: Berapa Lama Waktu untuk Belajar TOEFL?
Tip TOEFL: Tip Taklukan TOEFL bagi Kamu yang Dari Indonesia
Tip TOEFL: Ketika Sistem Sebuah Negara Mempengaruhi Skor TOEFL
Tip TOEFL: Cara Interpretasi Skor TOEFL, Tahukah Kamu?
Tip Umum TOEFL: Cara Mempersiapkan Tes TOEFL bagi Orang Sibuk
Tip TOEFL: Kiat menghadapi Tes TOEFL, Persiapan Menentukan Prestasi!
Tip TOEFL: Belajar TOEFL dari Komunitas Kekinian? Bisa!

 

Tip TOEFL: Aturan Penggunaan Kata Penentu “The”
Listening TOEFL: Pertajam Kemampuan Listening Lewat Dialog Film
Tip TOEFL: Susunan String of Adjectives sebagai Penjelas Kata Benda
Speaking TOEFL: Cara Menjawab dengan Cermat
Speaking TOEFL: 8 Tip Speaking Tes TOEFL untuk Pemula
Tip TOEFL: Mengenal Prefixes “OUT-“ dan “RE-“
Speaking TOEFL: Mengenal Idiom
Tip TOEFL: Preposisi Waktu dalam Bahasa Inggris
Tip Writing TOEFL: Penggunaan “Koma” dalam Bahasa Inggris
Reading TOEFL: Momen-momen Darurat dalam Reading


 


Sederet Mobile

http://mobile.sederet.com


Tip TOEFL: Kamus Mini Phrasal Verbs
Tip TOEFL: “Text Insert” Asah Ketelitian dalam Menjawab Soal
Writing TOEFL: 4 Langkah Membuat Essay yang Terorganisir
Reading TOEFL: Jenis Pertanyaan dalam Reading, Kategorisasi
ReadingTOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 2)
Reading TOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 1)
Reading TOEFL: Konteks Reading dari Berita Entertainment
Reading TOEFL: Temukan Tokoh Utamanya untuk Mengetahui Maknanya
Listening TOEFL: Belajar Listening dari Subtitles dan Transkrip
Listening TOEFL: Asah Listening dan Pelafalan dengan “Minimal Pairs”