sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Tip TOEFL: Berapa Lama Masa Berlaku Skor TOEFL?

Seberapa lama skor TOEFL kamu berlaku barangkali kerap menjadi pertanyaan besar yang membuat kamu penasaran. Pada dasarnya masa berlaku tes TOEFL bisa berbeda-beda. Tapi menurut Educational Testing Service atau ETS, masa berlaku tes TOEFL yang diakui secara internasional adalah dua tahun. Selama dua tahun itu, skor TOEFL yang kamu raih bisa menjadi bekal untuk melamar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, urusan pekerjaan, hingga imigrasi.

Beberapa sekolah mengizinkan skor TOEFL berlaku hingga tiga tahun. Namun hal ini hanya berlaku di beberapa institusi saja. Ketentuan ini pun hanya merupakan perkecualian dan tidak bisa dianggap sebagai aturan yang umum dan general.

Mungkin fakta bahwa masa berlaku skor TOEFL adalah dua tahun adalah hal yang sudah diketahui secara umum. Tapi apa alasan rentang waktu dua tahun dianggap sebagai standar yang berlaku universal?

Jawabannya adalah karena pemahaman seseorang akan bahasa asing, seperti bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, bisa membaik atau justru menurun. Skor dan performa TOEFL bisa membaik jika kamu terus mengasahnya dalam bidang akademis dan masih tekun berlatih.

Namun di sisi lain, skor TOEFL bisa menurun jika jarang diperbaharui dan tidak selalu dipraktikkan. Hal ini bisa berbeda-beda tergantung pada setiap individu.

Melamar ke Universitas

Lalu bagaimana jika skor TOEFL yang kamu miliki berada di batas akhir deadline jelang melamar ke Universitas yang kamu inginkan? Sebenarnya hal ini bisa menjadi suatu hal yang rumit. Itulah sebabnya banyak yang merekomendasikan untuk mengambil tes TOEFL dalam rentang waktu yang tidak terlalu jauh dengan saat tenggat waktu pendaftaran.

Jika skor TOEFL yang kamu miliki akan habis masa berlakunya jelang pendaftaran, tidak ada salahnya untuk melakukan tes ulang. Terlebih jika masa berlaku habisnya skor TOEFL kamu terjadi pada masa pendaftaran. Tidak ada salahnya melakukan tes ulang. Hal ini bisa mengakses lagi kemampuan yang kamu miliki. Retake is good. Dengan cara ini kamu bisa mengetahui bagaimana perbandingan kemampuan berbahasa Inggris kamu dua tahun lalu dibandingkan dengan sekarang.

Namun kamu tidak perlu melakukan tes TOEFL ulang jika masa berlaku skor yang kamu miliki masih ada hingga hari pertama tahun ajaran baru. Hal ini artinya selama proses pendaftaran skor TOEFL yang kamu miliki masih berlaku dan bisa menjadi dokumen sah untuk membuktikan kemampuan kamu berbahasa Inggris. Namun kamu juga perlu menyampaikan hal ini pada pihak Universitas. Jangan sampai anggapan sah ini hanya berlaku sepihak.

Pastikan pihak sekolah menyatakan menerima skor TOEFL milikmu yang sudah hampir habis masa berlakunya. Biasanya kampus kecil masih memberi toleransi atas tenggat waktu ini. Namun tidak jarang, beberapa Universitas lainnya menerapkan regulasi bahwa skor TOEFL harus berlaku hingga akhir semester berjalan. Itu sebabnya penting untuk mendiskusikan hal ini bersama dengan pihak kampus. Tanyakan segala hal agar kamu tidak ragu dan memiliki landasan sikap apa yang harus diambil terkait masa berlaku skor TOEFL yang kamu miliki.

Kembali Jalani Tes TOEFL

Dalam beberapa kondisi, menjalani kembali tes TOEFL adalah pilihan satu-satunya. Tidak ada ruginya, tentu saja. Siapapun bisa mengikuti tes TOEFL, terlepas dari batas usia, pekerjaan, atau kemampuan bahasa Inggrismu. Kamu bisa memperbaharui skor yang kamu punya dan mengetahui di titik mana kelemahan dan kelebihanmu.

Saat skor TOEFL kamu diterima, kamu juga akan mendapat performance feedback yang menjelaskan secara detil seberapa menguasainya kamu dengan bahasa Inggris. Lewat cara ini kamu tahu seberapa siap kamu untuk terjun ke dalam dunia akademis yang menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi utama.

Tapi ingat, jika kamu akan menjalani kembali tes TOEFL, perhatikan tenggat waktu yang ditentukan oleh pihak Universitas. Jangan sampai terlalu mepet dengan waktu pendaftaran yang kamu buka. Ingat, skor TOEFL tidak bisa kamu akses secara instan. Perlu waktu 10 hari hingga skor TOEFL bisa kamu terima. Siapkan segala dokumen yang kamu miliki, sebagai syarat untuk mengikuti tes TOEFL. Jangan lupa kartu identitas, foto, dan juga dokumen dengan tanda tangan.

Akses Skor TOEFL Lewat Pihak Universitas

Selain menunggu hasil skor TOEFL secara manual selama 10 hari, pihak kampus atau Universitas yang kamu tuju bisa mengetahui skor TOEFL kamu secara langsung. Hal ini bisa dilakukan jika kampus yang ingin kamu masuki bekerjasama dengan pihak Educational Testing Service atau ETS sebagai organisasi yang menaungi tes TOEFL.

Pihak sekolah bisa mengetahui terlebih dahulu skor TOEFL yang kamu miliki, tanpa harus menunggu 10 hari. Namun hal ini tidak bisa kamu lakukan. Kamu tidak bisa meminta akses skor TOEFL untuk dikirim langsung ke sekolah secara elektronik. Hanya pihak kampus yang bisa melakukan hal ini.

Teliti Ketahui Batas Waktu

Penting bagi kamu untuk tahu batas waktu berlakunya tes TOEFL dan apa yang akan kamu lakukan dengan hasil tes TOEFL itu. Kuncinya adalah lewat perencanaan matang. Kamu perlu tahu apa yang akan kamu lakukan setelah mengikuti tes TOEFL.

Apakah kamu akan segera melamar ke kampus yang kamu idam-idamkan, atau kamu akan menggunakannya untuk bekal di dunia kerja. Jangan sampai persiapan lama yang telah kamu lakukan, skor TOEFL memuaskan sudah di tangan, tapi masa berlaku habis tanpa kamu sadari. Bahkan bisa jadi kamu belum memanfaatkan skor TOEFL kamu secara maksimal. Oleh karena itu, selalu rencanakan dengan matang apa yang akan kamu lakukan.

Kalkulasikan waktu untuk melakukan persiapan tes TOEFL, mengerjakan tes TOEFL, hingga mendapat skor dan mengikuti proses pendaftaran. Semakin matang perencanaanmu, akan semakin baik dan kerja kerasmu bisa kamu manfaatkan secara maksimal.

Tip Umum Lainnya

Artikel Lainnya

Tip TOEFL: Berapa Lama Masa Berlaku Skor TOEFL?
Tip TOEFL: Apakah Belajar TOEFL Bermanfaat di Kehidupan Nyata?
Tip TOEFL: Supaya Tidak Kehabisan Waktu saat Kerjakan Tes TOEFL
Tip TOEFL: Berapa Lama Waktu untuk Belajar TOEFL?
Tip TOEFL: Tip Taklukan TOEFL bagi Kamu yang Dari Indonesia
Tip TOEFL: Ketika Sistem Sebuah Negara Mempengaruhi Skor TOEFL
Tip TOEFL: Cara Interpretasi Skor TOEFL, Tahukah Kamu?
Tip Umum TOEFL: Cara Mempersiapkan Tes TOEFL bagi Orang Sibuk
Tip TOEFL: Kiat menghadapi Tes TOEFL, Persiapan Menentukan Prestasi!
Tip TOEFL: Belajar TOEFL dari Komunitas Kekinian? Bisa!

 

Speaking TOEFL: Formula Menjawab Speaking Task: “SEA”
Writing TOEFL: 10 Kiat Menjawab Soal Writing
Soal Listening TOEFL: Pertanyaan Menjebak Attitude Questions
Speaking TOEFL: Cara Menjawab dengan Cermat
Tip TOEFL: Mengenal Prefixes “OUT-“ dan “RE-“
Tip TOEFL: Mungkinkah Kita “Berbohong” dalam Tes TOEFL?
Writing TOEFL: 4 Langkah Membuat Essay yang Terorganisir
Reading TOEFL: Contoh Pertanyaan Sinonim dan Kesimpulan
English Idiom: Idiom Tentang Waktu
Tip TOEFL: Mengulik Prefixes Bahasa Inggris: “CO-“ dan “MIS-“


 


Sederet Mobile

http://mobile.sederet.com


Tip TOEFL: Susunan String of Adjectives sebagai Penjelas Kata Benda
Tip TOEFL: Kamus Mini Phrasal Verbs
Tip TOEFL: “Text Insert” Asah Ketelitian dalam Menjawab Soal
Tip Writing TOEFL: Penggunaan “Koma” dalam Bahasa Inggris
Reading TOEFL: Jenis Pertanyaan dalam Reading, Kategorisasi
ReadingTOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 2)
Reading TOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 1)
Reading TOEFL: Konteks Reading dari Berita Entertainment
Reading TOEFL: Momen-momen Darurat dalam Reading
Reading TOEFL: Temukan Tokoh Utamanya untuk Mengetahui Maknanya