sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Tip TOEFL: Berapa Lama Waktu untuk Belajar TOEFL?

Memasang target skor gemilang dalam tes TOEFL adalah hal yang sangat baik. Dengan motivasi tersebut, akan semakin kuat keinginan dan semangat untuk bekerja keras dan belajar demi mendapatkan skor TOEFL yang memenuhi syarat, bila perlu di atas rata-rata.

Tapi mungkin kadang kamu masih berpikir, berapa lama waktu ideal untuk mempersiapkan diri untuk tes TOEFL? Apakah perlu waktu berbulan-bulan? Atau justru setahun sebelumnya? Apakah hasil skor TOEFL yang dipersiapkan matang pasti akan lebih baik dibandingkan dengan mereka yang mempersiapkan diri secara mendadak dan tidak matang? Atau ada faktor X yang mempengaruhi semua itu?

Pertanyaan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mempersiapkan diri demi tes TOEFL adalah pertanyaan yang sangat sulit. Rentang waktu itu bisa menjadi sangat relatif. Untuk membedah dan memberi analisis tentang berapa lama waktu yang tepat untuk mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti tes TOEFL, artikel kali ini akan mengupasnya tuntas untuk kamu. Tentu untuk tahap awal, kamu harus tahu berapa skor TOEFL yang kamu targetkan, dan apa strategi yang akan kamu ambil untuk mencapainya.

Targetkan Skor TOEFL

Apapun dan ke manapun tujuanmu selanjutnya dengan skor TOEFL, pastikan bahwa kamu tahu betul berapa nilai skor minimum yang harus kamu capai. Hal ini akan sangat berpengaruh pada performa dan strategi yang akan kamu ambil. Lihat dan cermati berapa rekomendasi skor TOEFL yang ditetapkan oleh pihak Universitas.

Tentu saja kamu harus memasang target skor TOEFL di atas nilai minimum. Memang tidak semua Universitas memasang skor minimum, tapi sebisa mungkin cari tahu, ya! Setelah tahu berapa target skor TOEFL yang kamu ambil, kamu bisa tahu apa yang perlu dilakukan.

Jika kamu pernah melakukan tes TOEFL sebelumnya, hal ini bisa jadi salah satu pertimbangan utama. Kamu bisa melihat skor TOEFL kamu sebelumnya dan membandingkannya dengan skor rekomendasi pihak kampus. Ini bukan hanya tentang angka, berapa yang harus kamu perbaiki dari tes sebelumnya.

Untuk itu, kamu perlu tahu di titik mana kelemahanmu saat mengerjakan tes TOEFL sebelumnya. Cermati berapa banyak yang perlu kamu perbaiki. Bila perlu, kalkulasikan dengan baik semua jawaban benar dan salah saat berlatih.

Ada banyak modul pelatihan soal tes TOEFL yang bisa kamu akses secara cuma-cuma di Internet. Manfaatkan hal itu dengan baik agar kamu bisa memaksimalkan waktu dan sumber daya demi mendapat skor TOEFL yang lebih baik. Tidak mau, kan, sudah belajar dengan maksimal tapi skor TOEFL kamu tidak membaik atau justru menurun? Jangan sampai itu terjadi. Persiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Cari tahu titik kelemahanmu dan latih diri lebih baik dalam kategori itu.

Waktu Persiapan

Akan lain halnya jika kamu benar-benar asing dengan tes TOEFL. Terlebih jika kamu berasal dari negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi utama. Jika kondisi kamu seperti ini, lakukan persiapan sejauh mungkin dari waktu digelarnya tes. Waktu yang diperlukan mungkin lebih dari 3 bulan, untuk adaptasi dan membiasakan diri dengan tes TOEFL.

Akan berbeda halnya jika kamu telah paham tentang bahasa Inggris secara umum. Mungkin kamu belum pernah melakukan tes TOEFL sebelumnya, tapi kamu memiliki bekal pemahaman tentang bahasa Inggris dengan cukup baik. Luangkan waktu satu hingga tiga bulan jika kondisi kamu adalah seperti ini. Tiga bulan cukup untuk mengenal kembali format tes TOEFL lengkap dengan struktur dan detil yang ada dalam tes TOEFL. Fokus pada kategori yang kurang kamu pahami.

Satu lagi masa waktu persiapan tes TOEFL adalah kurang dari satu bulan. Siapa yang bisa melakukan ini? Mereka adalah yang telah memiliki pehamaman komperhensif tentang TOEFL. Rasa percaya diri yang besar dan sangat paham tentang format tes TOEFL. Waktu kurang dari satu bulan cukup bagi kamu yang telah terlatih dengan TOEFL.

Gunakan waktu beberapa minggu untuk melatih kecepatan dalam menjawab soal, berlatih membuat catatan dengan ringkas, dan maksimalkan potensi diri dalam menjawab reading, speaking, writing, dan listening. Cari tahu sebanyak mungkin strategi untuk menjawab soal-soal dalam tes TOEFL sehingga kamu bisa memaksimalkan waktu persiapan dengan efektif.

Konsisten Belajar

Terlepas dari berapa lama waktu yang kamu alokasikan untuk belajar menghadapi tes TOEFL, yang terpenting adalah konsisten belajar. Manfaatkan sebanyak mungkin waktu yang kamu punya demi mendapatkan skor tes TOEFL yang gemilang. Dan bagi kamu yang ingin masuk ke Universitas impian, jangan lupakan bahwa ada banyak tes lain yang menanti.

Pelajari tes lain yang berkaitan dengan syarat kelulusan diterima di Universitas, karena biasanya ada hal-hal berbahasa Inggris yang bisa dipahami dari situ. Jangan sepenuhnya mengalokasikan waktu belajar untuk tes TOEFL saja. Sebagai contoh, jika kamu punya waktu tiga bulan untuk persiapan, alokasikan dua bulan untuk tes lain yang lebih sulit, dan satu bulan untuk tes TOEFL. Lakukan persiapan dengan efektif agar kamu tahu berapa lama waktu yang diperlukan.

Setelah tahu berapa lama waktu yang sebaiknya kamu luangkan untuk mempersiapkan diri demi tes TOEFL, jangan lupa dengan kebutuhan dirimu untuk beristirahat, ya! Memforsir kemampuan diri untuk belajar bisa berakibat pada stres dan membuat kamu tidak kelelahan.

Jika kamu terlalu lelah, daya tahan tubuh menurun, bisa jadi justru di hari H digelarnya tes kondisi kesehatan kamu justru drop! Tidak mau hal ini terjadi, bukan? Untuk itu, yuk mari pintar-pintar mengatur waktu persiapan tes TOEFL dengan seimbang sesuai dengan kemampuan diri sendiri.

Tip Umum

Artikel Lainnya

Pertajam Kreativitas Lewat Kemampuan Parafrase
Tanda Baca Ellipsis dan Asterisk dalam Bahasa Inggris
Penggunaan Apostrophe dalam Kata Ganti Benda Kepemilikan
Berbagai Tanda Baca dalam Penulisan Bahasa Inggris Akademik
Tip TOEFL: Berapa Lama Masa Berlaku Skor TOEFL?
Tip TOEFL: Apakah Belajar TOEFL Bermanfaat di Kehidupan Nyata?
Tip TOEFL: Supaya Tidak Kehabisan Waktu saat Kerjakan Tes TOEFL
Tip TOEFL: Berapa Lama Waktu untuk Belajar TOEFL?
Tip TOEFL: Tip Taklukan TOEFL bagi Kamu yang Dari Indonesia
Tip TOEFL: Ketika Sistem Sebuah Negara Mempengaruhi Skor TOEFL

 

Speaking TOEFL: Strategi Speaking TOEFL, Jurus 100 Kata
Belajar Listening TOEFL: 8 Jurus Menguasai Listening Secara Cepat
Contoh Soal Listening TOEFL: Long Discussions
Tip TOEFL: Apa Beda Tes TOEFL, TOEIC, dan IELTS?
Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 2)
Tip TOEFL: Belajar TOEFL dari Komunitas Kekinian? Bisa!
Speaking TOEFL: Seni Diplomasi dalam Percakapan Bahasa Inggris
Verb Tenses: Berbeda Waktu, Berbeda Pula Kata Kerjanya
Speaking TOEFL: Mengenal Idiom
Reading TOEFL: Kata Kerja Ukur dalam Reading


 
Cara Menulis Surat Informal (Informal Letter) dalam Bahasa Inggris
Cara Menulis Surat Formal (Formal Letter) dalam Bahasa Inggris
Cara Mendeskripsikan Pekerjaan (Describe Your Job) dalam Bahasa Inggris
Cara Mendeskripsikan Keluarga (Describe your Family) dalam Bahasa Inggris
Cara Mendeskripsikan Hewan (Describe an Animal) dalam Bahasa Inggris
Cara Menjelaskan Peta (Describe a Map) dalam Bahasa Inggris
Cara Mendeskripsikan Diagram Proses (Process Chart) dalam Bahasa Inggris
Cara Mendeskripsikan Diagram Batang (Bar Chart) dalam Bahasa Inggris
Belajar Logika dalam Materi Speaking “Implicit Memory” (PART 1)
Contoh Revisi TOEFL Integrated Speaking (PART 2)