sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Tip TOEFL: Cara Interpretasi Skor TOEFL, Tahukah Kamu?

Mempersiapkan diri menghadapi tes TOEFL dengan mengikuti kursus atau belajar sendiri adalah proses panjang. Tentu kamu berharap dengan persiapan matang, nanti kamu bisa memetik hasil yang bagus dalam bentuk skor gemilang tes TOEFL, bukan?

Ada banyak target yang dipasang oleh setiap orang saat mereka mengikuti tes TOEFL. Ada yang memerlukan skor TOEFL sebagai persyaratan masuk Universitas impian, ada juga yang mengerjakannya sebagai syarat untuk jenjang karir yang lebih baik. Tak sedikit yang melakukannya sebagai pembuktian diri atau keperluan imigrasi.

Apapun itu, dalam waktu 10 hari usai mengerjakan tes, kamu akan mendapatkan skor TOEFL dari kerja kerasmu. Tentu 10 hari itu menjadi waktu yang membuat kamu deg-degan, bukan? Kamu akan penasaran berapa skormu, apakah kamu telah mengerahkan yang terbaik demi mendapat skor gemilang, dan banyak hal lainnya. Tenang, 10 hari bukan waktu yang lama. Isi waktu itu untuk mengerjakan hal lain agar fokus perhatianmu tidak melulu ke skor TOEFL. Alihkan ke aktivitas yang juga produktif.

Setelah kamu mendapat skor TOEFL di tangan, lalu apa yang akan kamu lakukan? Sebenarnya ada cara untuk interpretasi skor TOEFL. Fungsinya apa? Untuk mengetahui nilai yang kamu peroleh telah mencukupi persyaratan atau belum. Sudah pernah dengar tentang hal ini sebelumnya? Yuk kita bahas lebih lanjut dengan membedahnya satu persatu.

1. Bandingkan dengan Persyaratan

Ada berjuta-juta persyaratan saat kamu akan masuk ke Universitas yang kamu idam-idamkan. Tentu salah satunya adalah skor TOEFL yang mumpuni. Hal ini penting karena merupakan salah satu indikator apakah kamu siap terjun ke dalam lingkungan akademis yang menggunakan bahasa Inggris sebagai alat utama berkomunikasi. Setelah melihat skor TOEFL, kamu perlu membandingkan dengan persyaratan dari tempat yang kamu tuju. Biasanya kampus menerapkan rentang angka yang perlu diraih, dari yang minimum hingga maksimum.

Rentang ini yang harus kamu pahami betul. Jika skormu ada di batas minimum, cari tahu apakah kamu perlu mengikuti tes ulang? Atau kampus yang kamu tuju tidak memprioritaskan hal itu, selama skormu memenuhi syarat, maka kamu bisa lolos? Cari tahu dengan detil agar kamu bisa tahu seberapa kuat posisimu sebagai kandidat di Universitas impian kamu. Jangan ragu untuk bertanya, double check, kepada orang-orang yang paham tentang hal ini. Pastikan orang yang kamu tanya memang punya otoritas, ya! Jangan sekadar bertanya opini saja tanpa sumber yang jelas.

2. Keuntungan Skor Maksimum?

Di sisi lain, kadangkala ada keuntungan mendapat skor TOEFL mendekati batas maksimum. Beberapa Universitas memberi special previlege bagi calon mahasiswa yang memiliki skor TOEFL gemilang. Mungkin hal ini bisa membawa keuntungan tersendiri bagi kamu. Cari tahu tentang hal ini karena bisa jadi berbeda-beda di tiap Universitas, bahkan di tiap jurusan.

Biasanya hal ini menjadi nilai plus saat kamu berminat masuk ke jurusan yang menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi dan prioritas dibandingkan dengan aspek lainnya. Tapi tak sedikit juga Universitas yang tidak mengabaikan hal ini dan lebih memperhitungkan dokumen kamu yang lain seperti CV dan deretan pengalaman. Terlepas dari itu semua, tak ada salahnya untuk aim the best! Targetkan dirimu untuk bisa mendapat skor yang terbaik dari rentang persyaratan yang ada.

3. Pengaruh Kondisi Badan

Jika hasil tes TOEFL kamu kurang memuaskan atau di bawah ekspektasi, ingat-ingatlah ke 10 hari sebelumnya. Apakah saat itu badanmu kurang fit? Jika iya, hal ini bisa menjadi salah satu faktor yang menentukan. Memang di setiap tes yang hanya dilakukan sekali untuk menentukan langkahmu ke depan, selalu ada faktor X. Sebut saja Ujian Akhir Sekolah, Ujian Nasional, hingga Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri.

Semua menentukan langkahmu ke depan, bukan? Tapi siapa yang bisa menghindar jika memang kondisimu tidak maksimal di hari H? Jika ini yang terjadi, artinya faktor ini menjadi salah satu hal yang membayangi saat kamu menginterpretasi tes TOEFL. Jangan ragu untuk melakukan tes ulang, dan pastikan kondisimu fit hingga hari H. Ingat, orang hanya akan tahu skor TOEFL akhirmu saja. Mereka tidak tahu berapa kali kamu mengambil tes TOEFL.

4. Cermati Performance Feedback

Saat kamu menerima hasil skor TOEFL, akan ada performance feedback, sebuah lampiran yang menjelaskan lebih detil tentang hasil perjuanganmu. Ya, cermati performance feedback ini dengan seksama, ya! Karena lewat surat keterangan ini, kamu bisa tahu seberapa batas kemampuanmu berbahasa Inggris. Secara umum ada tiga kategori kemampuan, yaitu high, intermediate, dan low. Kamu bisa tahu lebih detil lewat penjelasan di masing-masing kategori.

Bukan hanya dengan melihat angka skor saja, tapi kamu akan mengerti titik kelemahan dan kelebihan seputar TOEFL. Khusus untuk bagian reading, akan ada penilaian mulai dari good, fair, limited, hingga weak di batas terendah. Hal ini juga yang biasanya ditanyakan dalam formulir saat kamu akan melamar pekerjaan atau masuk ke Universitas yang kamu inginkan. Jangan berhenti sampai di sini saja, kamu juga bisa mendiskusikan hasil performance feedback dengan orang yang benar-benar paham. Misalnya kepada guru, tutor bahasa Inggris, teman atau senior, hingga mencari tahu secara online.

5. Aplikasi Lain Juga Ambil Peran

Saat kamu “menjual” diri agar bisa diperhitungkan sebagai kandidat yang layak masuk ke sebuah Universitas, ada banyak pertimbangan yang mereka terapkan. Selain skor TOEFL seperti yang kita bahas di atas, dokumen kamu yang lain juga memegang peran penting. Bisa jadi Curriculum Vitae yang kamu rancang dengan menarik justru yang menjadi bahan pertimbangan.

Atau admission letter dan korespondensi kamu dengan pihak kampus juga bisa menjadi hal yang disoroti. Tapi di sisi lain, skor TOEFL yang kamu raih juga tidak kalah penting. Mana yang menjadi prioritas? Cari tahu secara spesifik dan detil pada tempat yang kamu tuju. Jadi jangan ragu untuk mengerahkan kemampuan terbaikmu pada semua dokumen yang diperlukan saat melamar, ya!

Itu tadi cara interpretasi yang bisa kamu terapkan saat mendapatkan skor TOEFL. Jadi bukan hanya sekadar angka, jauh di luar itu semua ada banyak hal yang kamu bisa pahami. Intinya adalah jangan duduk diam, rajin melakukan riset untuk mengetahui betul posisimu sebagai orang yang berharap agar terpilih. Semangat, ya!

Tip Umum Lainnya

Artikel Lainnya

Tip TOEFL: Berapa Lama Masa Berlaku Skor TOEFL?
Tip TOEFL: Apakah Belajar TOEFL Bermanfaat di Kehidupan Nyata?
Tip TOEFL: Supaya Tidak Kehabisan Waktu saat Kerjakan Tes TOEFL
Tip TOEFL: Berapa Lama Waktu untuk Belajar TOEFL?
Tip TOEFL: Tip Taklukan TOEFL bagi Kamu yang Dari Indonesia
Tip TOEFL: Ketika Sistem Sebuah Negara Mempengaruhi Skor TOEFL
Tip TOEFL: Cara Interpretasi Skor TOEFL, Tahukah Kamu?
Tip Umum TOEFL: Cara Mempersiapkan Tes TOEFL bagi Orang Sibuk
Tip TOEFL: Kiat menghadapi Tes TOEFL, Persiapan Menentukan Prestasi!
Tip TOEFL: Belajar TOEFL dari Komunitas Kekinian? Bisa!

 

Belajar Reading TOEFL: Cara Gampang Jawab Reading Tes TOEFL
Reading TOEFL: Informasi Tambahan dan Kesimpulan
ReadingTOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 2)
Writing TOEFL: Contoh Essay Kurang Berdasar
Writing TOEFL: Mencari Ide Menulis
Soal Listening TOEFL: “Menjadi Dosen Sejarah”
Reading TOEFL: Jenis Pertanyaan dalam Reading, Kategorisasi
Tip TOEFL: Pentingnya “Reading Out Loud”
Reading TOEFL: Temukan Tokoh Utamanya untuk Mengetahui Maknanya
Writing TOEFL: 10 Kiat Menjawab Soal Writing


 


Sederet Mobile

http://mobile.sederet.com


Tip TOEFL: Susunan String of Adjectives sebagai Penjelas Kata Benda
Tip TOEFL: Kamus Mini Phrasal Verbs
Tip TOEFL: “Text Insert” Asah Ketelitian dalam Menjawab Soal
Tip Writing TOEFL: Penggunaan “Koma” dalam Bahasa Inggris
Writing TOEFL: 4 Langkah Membuat Essay yang Terorganisir
Reading TOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 1)
Reading TOEFL: Konteks Reading dari Berita Entertainment
Reading TOEFL: Momen-momen Darurat dalam Reading
Listening TOEFL: Pertajam Kemampuan Listening Lewat Dialog Film
Listening TOEFL: Belajar Listening dari Subtitles dan Transkrip