sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Tip TOEFL: Sudah Layakkah Tingkat Skor TOEFL IBT?

10 hari sudah berlalu usai kamu mengerahkan semua kemampuan terbaik untuk mengerjakan tes TOEFL. Saatnya kamu mengetahui hasil dari jerih payahmu. Tentu hal ini sangat penting karena akan menentukan langkahmu selanjutnya.

Ada begitu banyak alasan seseorang mengambil tes TOEFL, mulai dari keperluan pekerjaan, imigrasi, hingga pendidikan. Di artikel kali ini kita akan fokus membahas tes TOEFL untuk keperluan pendidikan, salah satu alasan yang paling populer.

Ada cara untuk membaca apakah skor TOEFL-mu sudah layak atau belum. Saat menerima angka dan performance feedback, ketahui apa makna di balik angka itu. Dengan cara demikian kamu bisa tahu seberapa kuat posisimu dalam membidik sebuah Universitas atau sekolah lanjutan.

Penasaran, bukan? Untuk itu mari kita mulai mengupas lebih dalam tentang skor TOEFL. Yang kita bicarakan kali ini adalah skor TOEFL berbasis Internet atau iBT ya, yang memasang batas maksimum di angka 120.

  • 80 ke bawah

Angka ini masuk dalam kategori not good. Pemahaman kamu akan bahasa Inggris secara umum masih kurang baik. Dengan modal skor TOEFL di angka 80 ke bawah, akan sulit untuk masuk ke sekolah yang kamu idam-idamkan.

Tidak banyak pilihan yang terbuka saat kamu membekali diri dengan skor 80 ke bawah. Kecuali ada kemampuan spesifik darimu yang menjadi pertimbangan sekolah tersebut, ada baiknya untuk mengulang kembali tes TOEFL dengan terlebih dahulu mengetahui sisi lemah dan kekuatanmu.

  • 80-90

Secara umum skor TOEFL 80-90 dikategorikan moderately good. Kemampuan rata-rata yang bisa membawa kamu menembus beberapa graduate school yang kamu incar.

Mungkin tidak banyak pilihannya, namun biasanya sekolah-sekolah yang tidak memprioritaskan bahasa Inggris tidak terlalu ambil pusing dengan skor dalam rentang ini.

  • 90-100

Selamat! Jika kamu memiliki skor TOEFL di rentang ini, kamu termasuk dalam kategori perfectly good. Sebagian besar Universitas bisa menerima skor TOEFL ini sebagai salah satu persyaratan untuk bergabung dengan mereka.

Lewat angka ini kamu sekaligus membuktikan pada pihak kampus bahwa kemampuan berbahasa Inggris di tataran akademismu bisa diakui. Tentu hal ini penting mengingat kamu akan terjun dalam lingkungan pendidikan yang sehari-hari berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Seluruh tugas yang kamu kerjakan juga akan berbentuk bahasa primer tersebut.

  • 100-110

Rentang skor TOEFL terakhir yang kita soroti ada di angka 100 hingga 110. Ini adalah angka dalam kategori very TOEFL scores. Dengan angka segemilang ini, kamu bisa masuk ke Universitas terkemuka dunia, Ivy League, dan bisa menjadi salah satu faktor pertimbangan dari keunggulan kamu. Dengan angka ini kamu membuktikan bahwa bahasa Inggris dan segala seluk beluknya telah kamu pahami secara matang, dan siap untuk berada di tengah lingkungan akademis berbahasa Inggris.

Setelah mengerti kategori dari tiap rentang skor TOEFL di atas, kamu juga perlu mengetahui beberapa hal. Ketahui secara pasti dan mendalam syarat yang ditetapkan sebuah kampus. Kadangkala ada sekolah yang menentukan nilai spesifik pada sebuah kategori soal. Biasanya hal ini terjadi karena sistem pendidikan mereka terkait erat dengan kemampuan kamu dalam mengerjakan soal di kategori tertentu. Kamu harus paham faktor apa yang berpengaruh besar di sebuah Universitas.

Beberapa Universitas memprioritaskan calon mahasiswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam kategori speaking. Hal ini bisa berbeda di tiap Universitas. Beda kampus, syarat yang mereka patok bisa jadi juga berbeda. Manfaatkan segala sumber daya yang ada, mulai dari yang paling umum seperti membaca di situs resmi Universitas, membaca review dari mereka yang sudah pernah mendaftar, bertanya pada guru atau dosen, hingga mengulik pengalaman dari para senior. Jangan sungkan untuk bertanya selagi kamu masih dalam proses melamar masuk ke kampus tersebut, ya!

Saat akan melamar masuk ke sebuah Universitas, kamu punya banyak waktu luang. Manfaatkan hal itu untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya. Kamu juga bisa mengirim surat elektronik pada pihak kampus. Pasti setiap Universitas memiliki alamat surat elektronik yang mereka gunakan untuk berkorespondensi mendiskusikan topik apapun.

Termasuk tentang peluang dan prioritas kampus tersebut terkait dengan kemampuan berbahasa Inggris. Sampaikan dengan jelas bahwa kamu sedang mempersiapkan skor TOEFL. Jangan ragu untuk mencari sebanyak-banyaknya informasi selagi kamu bisa. Luangnya waktu yang kamu miliki juga sebaiknya menjadi salah satu pertimbangan saat mengambil tes TOEFL.

Alokasikan waktu dan manfaatkan sebaik-baiknya sehingga kamu memiliki kesempatan jika perlu mengulang tes. Jangan sembrono memanfaatkan waktu yang kamu punya dengan melakukan segala hal last minute. Hal ini hanya akan membuang waktumu sekaligus menutup kesempatan untuk memperbaiki performa jika hasil TOEFL kamu kurang membahagiakan atau berada di kategori not good.

Memang kita akui, soal TOEFL tidak semudah soal yang pernah kamu temui saat kursus bahasa Inggris reguler. Atau bisa jadi soal yang kamu hadapi saat hari H jauh berbeda dengan yang kamu hadapi selama persiapan atau kursus. Kadangkala tingkat kesulitannya sangat meningkat.

Memang, hal ini sengaja dilakukan. Soal-soal dalam tes TOEFL sengaja dibuat sulit agar bisa mencakup kemampuan banyak orang. Seperti yang kita diskusikan di atas, ada 4 kategori yang secara umum bisa kita artikan saat membaca sebuah skor TOEFL.

Dengan tingkat kesulitan yang proporsional, tes TOEFL bisa benar-benar mengungkap kemampuan berbahasa Inggris seseorang dari 4 parameter yang berbeda. Hal ini bisa menjadi hambatan bagi kamu. Tapi di sisi lain, justru hal ini adalah kesempatan kamu untuk menaklukkan seluruh soal tes TOEFL dengan mudah. Caranya? Tentu dengan persiapan matang dan latihan yang tak mengenal lelah. Semua akan terbayar lunas saat kamu mengantongi skor TOEFL di angka mendekati batas maksimum. Siapa yang tidak bangga?

Tip Umum Lainnya

Artikel Lainnya

Tip TOEFL: Susunan String of Adjectives sebagai Penjelas Kata Benda
Tip TOEFL: Kamus Mini Phrasal Verbs
Tip TOEFL: “Text Insert” Asah Ketelitian dalam Menjawab Soal
Tip TOEFL: Mengenal Prefixes “OUT-“ dan “RE-“
Tip TOEFL: Mengulik Prefixes Bahasa Inggris: “CO-“ dan “MIS-“
Tip TOEFL: Preposisi Waktu dalam Bahasa Inggris
Tip TOEFL: Mengenal Prefixes (Imbuhan) OVER- dan BI-
Tip TOEFL: Aturan Penggunaan Kata Penentu “The”
Tip TOEFL: Pentingnya “Reading Out Loud”
Tip TOEFL: Frasa Sering Terucap: “Chances Are”

 

Writing: 15 Latihan Soal Independent Essay dalam Writing
Reading TOEFL: Momen-momen Darurat dalam Reading
Soal Listening TOEFL: Pertanyaan Menjebak Attitude Questions
Writing TOEFL: Etika Kutipan dan Parafrase
Reading TOEFL: Hati-hati Jebakan Jawaban Salah dalam Reading
Belajar Tes Reading TOEFL: Except Questions
Reading TOEFL: Contoh Pertanyaan Sinonim dan Kesimpulan
Reading TOEFL: Informasi Tambahan dan Kesimpulan
Reading TOEFL: Kata Kerja Ukur dalam Reading
Writing TOEFL: Struktur dalam Menjawab Independent Essay


 


Sederet Mobile

http://mobile.sederet.com


Tip Writing TOEFL: Penggunaan “Koma” dalam Bahasa Inggris
Writing TOEFL: 4 Langkah Membuat Essay yang Terorganisir
Reading TOEFL: Jenis Pertanyaan dalam Reading, Kategorisasi
ReadingTOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 2)
Reading TOEFL: Asah Reading dengan Baca Novel (Part 1)
Reading TOEFL: Konteks Reading dari Berita Entertainment
Reading TOEFL: Temukan Tokoh Utamanya untuk Mengetahui Maknanya
Listening TOEFL: Pertajam Kemampuan Listening Lewat Dialog Film
Listening TOEFL: Belajar Listening dari Subtitles dan Transkrip
Listening TOEFL: Asah Listening dan Pelafalan dengan “Minimal Pairs”