sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Grammar-Verb: Apa itu Linking Verb?

Kata Kerja Penghubung

Linking verb bukan sekadar kata penghubung seperti salah satu komponen namanya, yakni “linking” (penghubung).

Alih-alih, salah satu materi tutorial bahasa Inggris yang termasuk kategori verb ini juga memiliki pengertiannya tersendiri, membuatnya berbeda dengan materi tutorial bahasa Inggris yang lainnya.

Pengertian dari linking verb akan kita simak dalam poin selanjutnya pada artikel ini. Kemudian, kita akan bergerak pada contoh-contoh penerapan linking verb pada kalimat, percakapan, dan wujud kemunculan linking verb sebagai contoh soal dan pembahasan pada tes TOEFL atau tes-tes bahasa Inggris sejenis.

Penjelasan Mengenai Linking Verb

Seperti yang telah disinggung pada paragraf pertama artikel ini, linking verb memiliki fungsi utama menghubungkan, yakni antara subject dengan kata-kata yang memberi informasi mengenai subject tersebut.

Kategori linking verb terbagi atas verb of sensation dan verb of being.

Bermacam-macam contoh verb of sensation adalah “feel”, “look”, “smell”, “sound”, dan “taste”. S

ementara itu, kategori verb of being dibagi lagi menjadi yang mengandungi komponen “be” (yakni “am/is/are” atau “be” itu sendiri) atau selain “be” (misalnya “appear”, “become”, “remain”, “seem”, dan sebagainya).

Tergantung konteks kalimat tertulis maupun percakapan yang ada, linking verb dapat menjadi verb 1 hingga verb 3.

Contoh penerapan linking verb dalam kalimat dapat kita lihat lebih lanjut pada poin berikutnya dari artikel ini.

Contoh Penerapan Linking Verb Dalam Kalimat

Untuk memudahkan kita dalam memahami bagaimana linking verb diterapkan dalam kalimat, kita akan melihatnya dalam tiga contoh kalimat yang terdapat pada poin ini.

Masing-masing dari tiga contoh kalimat dalam poin ini memiliki arti bahasa Indonesia, tanda bold untuk linking verb-nya, dan garisbawah untuk subject dan kata-kata yang memberi informasi tentang subject tersebut.

Seperti biasa, penjelasan lebih lanjut tentang linking verb yang dapat memperkaya pengetahuan tentang linking verb juga tersedia setelah masing-masing dari contoh kalimat di bawah ini:

1. They look compatible together (Mereka bersama-sama terlihat cocok).

Penjelasan: Linking verb 1 look” ((ter)lihat) yang tergolong dalam verb of sensation dalam contoh kalimat ini menghubungkan subject they” (mereka) dengan kata yang memberi informasi tentang subject, yakni “compatible” (cocok).

2. Marie was enrolled in the same school as Kacung (Marie dulunya terdaftar di sekolah yang sama dengan Kacung).

Penjelasan:Was” (adalah, dari asal verb 1-nya, yakni “is”) merupakan linking verb 2 yang tergolong dalam verb of being dan kategori komponen “be” dalam contoh kalimat ini yang menghubungkan subject Marie dengan “enrolled” (terdaftar) sebagai kata yang memberi informasi tentang subject.

3. She had appeared in that newspaper several times (Dia sudah telah muncul di koran itu berkali-kali).

Penjelasan:Appeared” (muncul, dari asal verb 1appear” dan verb 2appeared”) merupakan linking verb 3 yang tergolong dalam verb of being dan bukan termasuk komponen “be” dalam kalimat ini. Linking verb 3 ini menghubungan “she” (dia) sebagai subject dengan “in that newspaper” (di (dalam) koran itu) sebagai kata-kata yang memberi informasi tentang subject.

Contoh Penerapan Linking Verb Dalam Percakapan

Contoh percakapan yang akan kita jadikan acuan pada poin ini memiliki panduan yang sama dengan poin sebelumnya tentang contoh penerapan linking verb dalam kalimat.

Panduan tersebut adalah arti bahasa Indonesia, tanda bold untuk linking verb, dan tanda garisbawah untuk subject dan kata-kata yang menginformasikan tentang subject.

Sebagaimana halnya dengan penjelasan lebih lanjut tentang materi linking verb yang tersedia setelah masing-masing contoh kalimat pada poin sebelumnya, penjelasan tentang materi linking verb juga tersedia di akhir contoh percakapan berikut ini:

Rina: The weather seems unfriendly today… Sis, do you have any umbrella?

(Rina: Cuacanya terlihat tidak ramah hari ini… Kak, apakah Kakak memiliki payung?)

Bell: Oh, dear, yes… Umbrella! I told you, Rika, the weather had been continued worsening since 5 hours ago!

(Bell: Oh, ya ampun, iya… Payung! Aku beritahu kamu, Rika, cuacanya sudah telah terus-terusan memburuk sejak 5 jam lalu!)

Rina: Whoa… That’s pretty scary!

(Rina: Wah, itu menyeramkan sekali!)

Rika: (Goodness, my aunt and I were forgetting to bring another umbrella…) *looks confused and slightly panicking*

(Rika: (Ya ampun, bibiku dan aku tadinya lupa untuk membawa payung lainnya lagi…) *terlihat bingung dan agak panik*)

Rina: Er, sis…? Are you okay?

(Rina: Ehm, Kak…? Kakak tidak apa-apa?)

Bila kita melihat baris pertama contoh percakapan di atas, maka kita menemui “seems” sebagai linking verb 1 yang berupa verb of sensation dan menghubungkan antara subject the weather” (cuacanya) dengan kata yang memberi informasi tentang subject, yakni “unfriendly” (tidak ramah).

Subject yang sama, yakni “the weather”, juga terhubung dengan linking verb 3 pada baris selanjunya pada contoh percakapan di atas.

Linking verb 3 tersebut berupa verb of being yang bukan termasuk kategori komponen “be”, yakni “continued” (terus-terusan, berasal dari verb 1 continue” dan verb 2 continued”).

Linking verb 3 continued” tersebut menghubungkan subject dengan kata yang memberi informasi tentang subject, yakni “worsening” (memburuk).

Kita pun belajar tentang linking verb 2 dalam contoh percakapan di atas, yang terdapat pada baris dialog keempat dalam contoh percakapan.

Linking verb 2 tersebut merupakan verb of being yang termasuk dalam kategori “be”, yakni “were”.

Were” pada baris dialog keempat tersebut menghubungkan subject my aunt and I” (bibiku dan aku) dengan kata yang memberikan informasi tentang subject yang bersangkutan, yakni “forgetting” (lupa atau melupakan).

Contoh Soal dan Pembahasan Linking Verb Dalam Tes TOEFL Maupun Tes-Tes Bahasa Inggris Sejenis

Sebagai soal-soal potensial dalam tes TOEFL maupun tes-tes serupa yang menguji kecakapan bahasa Inggris, linking verb merupakan materi yang sering muncul sebagai contoh soal yang mengharuskan kita melengkapi bagian kalimat yang rumpang dengan kata dalam kurung sebagai pemandu.

Alternatifnya, ada pula tipe lain dari contoh soal yang melibatkan linking verb, yakni soal-soal yang meminta kita menentukan benar-salahnya sebuah kalimat soal. Kedua alternatif kemunculan materi linking verb dalam tes-tes penguji kemampuan berbahasa Inggris demikian dapat terlihat dalam dua contoh soal yang terdapat pada poin ini.

Selain disertai dengan arti bahasa Indonesianya, kedua contoh soal di bawah ini juga memiliki jawaban yang benar dalam bold serta pembahasan jawaban benar yang dapat kita pelajari demi nilai tes kemampuan berbahasa Inggris yang lebih baik:

1. “This food _______ (taste) good!” she said.

a. taste      b. tastes     c. tasted     d. had tasted

(1. “Makanan ini ________ (rasanya) enak!” katanya dahulu.

a. rasanya     b. rasanya      c. dulunya berasa      d. sudah dulunya berasa)

Catatan: Meski kondisi keseluruhan kalimatnya memiliki setting waktu di masa lalu, namun yang terpenting, bagian yang rumpang menggambarkan kejadian di saat itu. Karena itu, pilihan c dan d dapat langsung kita eliminasi sebagai pilihan salah yang tidak dapat dipilih.

Karena subject this food” (makanan ini) setara dengan “it” dalam “he”, “she”, atau “it”, maka linking verb 1 apapun (termasuk “tastes” yang tergolong dalam verb of sensation) harus ditambahi dengan huruf s di belakangnya. Karena itu, pilihan jawaban yang benar adalah b. tastes.

2. Mark this statement as true (T) or false (F):

They are registering to that course today. Answer: T

(2. Tandai pernyataan ini sebagai benar (B) atau salah (S):

Mereka sedang mendaftar ke mata kuliah itu hari ini. Jawaban: B)

Catatan:Are”, linking verb 1 yang tergolong dalam verb of being berkomponen “be”, tepat bila digunakan untuk kondisi yang saat ini sedang terjadi. Bila menggambarkan sesuatu yang sedang terjadi, verb –ing seperti “registering” (mendaftar) pada contoh kalimat soal ini tepat diletakkan sesudah “are”. Karena itu, jawaban dari contoh soal nomor 2 ini adalah “T” atau “True”.

Jadi, learners, itu dia materi yang dapat kita pelajari tentang linking verb. Bagaimana dengan kelompok verb lainnya? Kita akan belajar lebih lengkap pada artikel tutorial bahasa Inggris selanjutnya, dan kita akan melanjutkan dengan modal verb.

Penasaran seperti apa pelajaran yang akan kita pelajari dalam modal verb? Ikuti dan baca terus, yuk, artikel tutorial bahasa Inggris dari kami!

Verbs

Artikel Lainnya

33 Irregular Verbs & Contoh Kalimatnya
Verb: Apa itu Present Participle?
Verb: Apa itu Main Verb + Auxiliary Verb?
Grammar-Verb: Apa itu Modal Verb?
Grammar-Verb: Apa itu Active Verb (Kalimat Aktif)?
Grammar-Verb: Apa itu Linking Verb?
Grammar-Verb: Apa itu Light Verb?
Grammar-Verb: Apa itu Irregular Verb (Kata Kerja tak Beraturan)?
Grammar-Verb: Apa itu Infinitive Verb?
Grammar-Verb: Apa itu Indicative Verb?

 

Phrases: Apa itu Verb Phrase?
Grammar-Verb: Perbedaan Auxiliary Verbs vs Light Verbs
Grammar-Adjective: Attributive Adjectives – Part 2
Quantifier: Perbedaan Many, Much dan A Lot Of
Grammar-Verb: Apa itu Intransitive Verb?
Grammar: Apa itu Phrase (Frasa)?
Grammar: Apa itu Preference?
Grammar-Pronoun: Apa itu Indefinite Pronoun?
Preposition (Preposisi dalam Bahasa Inggris)
Grammar-Verb: Apa itu Verbs?


 
Perbedaan Gerund After Prepositions vs Gerund as Subject vs Gerund as Object
Apa itu Compound Sentence dalam Bahasa Inggris?
Perbedaan Noun dan Pronoun
Apa itu Conditional Sentences?
Perbedaan Action Verb, Transitive vs Intransitive Verbs
List Kata Kerja yang Diikuti Gerund dan Infinitive
39 Regular Verbs & Contoh Kalimatnya
Apa itu Cause Effect?
Apa itu Conjunction? Coordinating, Correlative, Subordinating Conjunction?
Perbedaan Kalimat Imperative Vs Exclamatory