Konverter Satuan Tanah Adat (Tumbak/Bata/Ru/Anggar ke Meter)
🏡 Konversi Ukuran Tanah Adat ke Meter Adat ➔ Meter
ⓘ Nilai konversi bisa beda per desa, kami pakai nilai umum.
📖 Secarik cerita soal tumbak, bata, dan ru
Nggak cuma soal angka. Waktu saya kecil di Garut, Bapak bilang "tanah warisan 25 tumbak". Saya mengangguk, padahal bingung berapa meternya. Sampai sekarang pun, banyak tetangga yang jual tanah masih pakai ‘tumbak’ atau ‘bata’. Satu tumbak Sunda bisa 14 m², tapi di Jawa Tengah kadang 12 m², bahkan ada yang 16 m² di Sumatera. Nggak salah kalau pembeli dari Jakarta sering manggut-manggut sambil ngitung diam-diam.
Konverter ini mencoba menjembatani. Tapi ingat, di lapangan nilai bisa beda sedikit karena kesepakatan antarwarga. Saya pernah tanya ke sesepuh desa di Ciamis: “Mang, 1 ru berapa persisnya?” Beliau jawab, “Sakitar 14,4 meter, tapi geura hitung we ngarah genep.” Nah, itu dia, nilai yang kita pakai di sini adalah nilai yang paling sering dipakai biar tidak terlalu ruwet. Tapi alangkah bijaknya tanya tetangga dulu sebelum transaksi. Konverter ini alat bantu, bukan pengganti rembug warga.
Fitur harga per satuan adat juga sekadar gambaran - misal harga tanah Rp 2,5 juta per tumbak, tinggal kalikan. Tapi jangan lupa, harga pasar suka naik turun. Jadi angka yang muncul tolong dipakai dengan hati-hati ya. Yang penting, semoga tidak ada lagi rasa was-was saat mendengar kata “tumbak” atau “bata”.
🌀 Artikel ini ditulis oleh anak desa yang pernah kebingungan sendiri. Pakai aplikasi ini sambil ngopi, makin paham tanah adat.










