sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Apa itu Story Telling?

Semua orang, dari mulai anak-anak sampai orang dewasa, suka mendengarkan cerita. Kita semua pasti pernah mendengarkan dongeng-dongeng sewaktu kita masih kecil. Beranjak dewasa, kita mendapatkan cerita dari cara lain, seperti dari novel misalnya. Film, novel, komik, dan cerpen digemari banyak orang karena menyajikan cerita di dalamnya.

Cerita dapat ditemukan di mana-mana. Bahkan dunia bisnis pun menggunakan cerita sebagai alat untuk mempromosikan produk. Dari hal yang terlihat sepele saja, seperti logo sebuah perusahaan atau produk, harus mampu bercerita untuk menarik perhatian dan menangkap emosi orang-orang.

Di dalam dunia pendidikan, cerita bisa dipakai untuk membantu kita memahami suatu materi. Kita sebagai orang-orang yang sedang belajar Bahasa Inggris bisa menggunakan cerita untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris kita.

Karena cerita banyak manfaatnya, kemampuan bercerita adalah salah satu kemampuan public speaking (berbicara di depan umum) yang wajib dikuasai. Di dalam Bahasa Inggris, bercerita bisa disebut dengan storytelling. Apakah storytelling itu? Bagaimana cara kita melakukannya? Di bawah ini adalah pembahasan mengenai storytelling dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

What is Storytelling?

Storytelling terdiri dari dua kata, yaitu story (cerita) dan telling (penceritaan). Singkatnya, storytelling adalah kegiatan menyampaikan cerita. Orang yang melakukan storytelling disebut dengan storyteller (pencerita, pendongeng).

Secara tradisional, storytelling dilakukan secara lisan. Akan tetapi, storytelling juga bisa dilakukan dengan bantuan beberapa alat dan media. Seperti misalnya penulis novel. Mereka menggunakan buku untuk melakukan storytelling. Contoh lainnya adalah musisi yang menggunakan musik untuk menyampaikan cerita mereka. Contoh lainnya lagi adalah perancang busana yang menggunakan media pakaian untuk bercerita.

Storytelling sering digunakan dalam kegiatan belajar dan mengajar terutama pada anak-anak. Storytelling adalah cara yang menyenangkan yang bisa memotivasi mereka untuk belajar sekaligus bisa menstimulasi daya imajinasi dan kreativitas mereka. Storytelling di kelas bisa membuat murid-murid terlibat dan berpartisipasi dalam kegiatan storytelling-nya. Kegiatan storytelling utamanya sangat bermanfaat untuk para language learners karena bisa membantu mengasah kemampuan berbicara dan mendengarkan mereka.

What is Storytelling for?

Fungsi storytelling bisa berbeda tergantung konteksnya. Adapun beberapa fungsi storytelling dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris, di antaranya adalah:

  • Mengasah kemampuan berbicara dan mendengarkan dalam Bahasa Inggris
  • Melatih pronunciation (pelafalan)
  • Menambah pembendaharaan kosakata, frasa, dan idiom Bahasa Inggris
  • Meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan Bahasa Inggris
  • Memungkinkan learners mempelajari budaya English native speakers (penutur asli Bahasa Inggris) terutama jika cerita yang dipilih berasal dari negara penutur asli Bahasa Inggris

Sedangkan fungsi kegitaan storytelling di kelas di antaranya adalah:

  • Melahirkan suasana menyenangkan di kelas
  • Mendorong partisipasi aktif murid
  • Meningkatkan kreativitas dan daya imajinasi
  • Meningkatkan tingkat kemampuan komunikasi murid
  • Melatih konsentrasi
  • Menambah wawasan baru
  • Memetik dan menanamkan pesan moral yang disampaikan dalam cerita

How to be a good Storyteller?

Menjadi seorang storyteller yang handal memang tidak bisa diwujudkan dalam sekejap. Akan tetapi, terdapat cara-cara yang bisa dilakukan ketika kita menyampaikan storytelling. Cara-cara tersebut di antaranya, yakni:

  • Pahamilah cerita yang akan disampaikan

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum kita melakukan storytelling adalah mengenali cerita yang akan diceritakan. Kita harus benar-benar mengetahui alur ceritanya, tokoh-tokohnya, latar belakangnya, pesan moralnya, dan lain-lain. Dengan memahami ceritanya baik-baik, kita akan lebih mudah untuk menyampaikannya.

Apabila cerita yang ingin disampaikan adalah bukan cerita kita sendiri, kita juga bisa melakukan pencarian tentang ceritanya. Misalnya saja siapa pengarang aslinya, berasal dari negara mana, tahun berapa cerita itu muncul, dan sebagainya. Unsur ekstrinsik cerita bisa menjadi bahan diskusi kelas setelah kita selesai melakukan storytelling.

  • Merangkai cerita

Walaupun kita menggunakan cerita bukan karangan kita sendiri, kita tetap harus merangkai ulang ceritanya dengan kata-kata kita sendiri agar lebih mudah diingat. Kita disarankan untuk tidak menghafal kata per kata dari cerita aslinya tanpa menyusun ulang dengan bahasa kita sendiri.

Harus diingat bahwa cerita yang baik harus memiliki unsur berikut ini:

Orientation: Pengenalan cerita yang mana karakter, latar tempat, dan latar waktu dikenalkan

Complication: Menceritakan perkembangan konflik yang dimulai dari konflik itu muncul sampai anti klimaksnya

Resolution: Menceritakan penyelesaian konflik dan akhir dari cerita

  • Berlatih

Practice makes perfect. Dengan berlatih, kita bisa mengetahui apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkankan saat bercerita. Kita bisa meminta teman untuk membantu kita dalam berlatih. Jika tidak, kita juga bisa memanfaatkan cermin untuk berlatih sendiri. Dengan bantuan cermin, kita bisa melihat cara kita berbicara dan gestur kita sendiri sehingga kita akan tahu apa saja kesalahan kita.

  • Perhatikan suara, ekspresi wajah, dan gerak tubuh

Suara, ekspresi wajah, dan gerak tubuh adalah tiga hal penting saat melakukan storytelling. Itu karena tiga hal inilah yang bisa menentukan apakah cerita yang sedang disampaikan hidup atau tidak.

Tinggi rendahnya suara harus sangat diperhatikan karena bisa menyetel suasana cerita. Pendengar juga bisa merasakan situasi dalam cerita hanya dengan dari suara kita saja. Storyteller yang baik juga bisa mengubah-ubah suaranya berdasarkan karakter. Apabila karakternya adalah hewan, storyteller sebaiknya bisa menirukan suara karakter hewan tersebut.

Selain suara, ekspresi wajah juga harus diperhatikan. Intonasi suara yang tepat jika tidak ditunjang dnegan ekspresi wajah yang tepat akan membuat storytelling kita tidak menarik. Oleh karena itu, cobalah latih mimik wajah kita sebelum storytelling.

Gerak tubuh tak kalah pentingnya dengan suara dan ekspresi wajah ketika melakukan storytelling. Gerak tubuh bisa membuat cerita lebih menarik. Kita bisa menyesuaikan gerak tubuh kita dengan apa yang dilakukan oleh karakter di dalam cerita. Namun, jangan sampai kita berlebihan dengan gerak tubuh kita sebab itu bisa merusak fokus pendengar pada ceritanya.

  • Lakukanlah kontak mata

Kontak mata itu penting dalam storytelling. Pendengar akan merasa dilibatkan dalam ceritanya apabila kita sekali-kali menatap mata mereka. Dengan melakukan kontak mata juga kita bisa mengetahui reaksi pendengar terhadap cerita kita.

  • Gunakanlah alat peraga

Alat peraga dibutuhkan utamanya apabila pendengar kita adalah anak-anak. Alat peraga berfungsi untuk menarik minat dan rasa ingin tahu anak-anak ketika storytelling sedang berlangsung. Selain itu, alat peraga juga bisa membantu kita dalam penyampaian cerita dan membuat pendengar lebih paham akan ceritanya.

Some Short Stories for Storytelling

Kita bisa menceritakan apa saja ketika storytelling, baik itu dongeng fabel, cerita rakyat, atau bahkan cerita pengalaman kita sendiri. Di bawah ini ada beberapa contoh cerita pendek Bahasa Inggris yang bisa disampaikan dalam storytelling.

Contoh 1:

Funny Si Kabayan

Long ago, in Indonesia, Si Kabayan loved to play with words. Once, his father-in-law said, “Sing me a song.”

So Si Kabayan droned, “Sa-ri sa-r sari-”

“That’s no good, ” moaned his father-in-law. “I want something gentle on the ears.”

“Try chicken feathers.” Said Si Kabayan.

“Forget singing then, you fool,” said his father-in-law. “Tell me a story.”

“Something long?” asked Si Kabayan.

“Yes.”

“A road.”

“You useless fellow!” roared his father-in-law.

“Something short, then?” asked Si Kabayan.

“YES, YES. YES!”

“An ant,” grinned Si Kabayan. 

And that was the last time that his father-in-law asked him to do anything at all, which made Si Kabayan very very glad!

Source: teachingenglish.org.uk

Terjemahan:

Si Kabayan Lucu

Zaman dahulu kala di Indonesia, Si Kabayan suka bermain kata-kata. Suatu hari, mertuanya berkata, “Bernyanyilah untuk bapak.”

Jadi Si Kabayan bersenandung, “So-ri sa-r sari-“

“Itu tidak enak,” kata mertuanya. “Bapak ingin yang enak untuk telinga.”

“Coba bulu ayam.” Kata Si Kabayan.

“Sudah! Tidak usah menyanyi kalau begitu,” kata mertuanya. “Bercerita saja.”

“Yang panjang?” Tanya Si Kabayan.

“Ya.”

“Jalan.”

“Kamu ada-ada saja!” Deru mertuanya.

“Yang pendek saja, ya?” Tanya Si Kabayan.

“YA, YA, YA!”

“Semut” Kata Si Kabayan menyengir.

Dan itu adalah terakhir kali mertuanya menyuruh Si Kabayan, yang membuat Si Kabayan sangat senang!

Sumber: teacheningenglish.org.uk

Contoh 2:

The Boy who Cried Wolf

Once upon a time, there lived a shepherd boy who was bored watching his flock of sheep on the hill. To amuse himself, he shouted, “Wolf! Wolf! The sheep are being chased by the wolf!” The villagers came running to help the boy and save the sheep. However, they found nothing and the boy just laughed looking at their angry faces.

“Don’t cry ‘wolf’ when there’s no wolf boy!” they said angrily and left. The boy just laughed at them.

After a while, he got bored and cried ‘wolf!’ again, fooling the villagers a second time. The angry villagers warned the boy a second time and left.

The boy continued watching the flock. After a while, he saw a real wolf and cried loudly, “Wolf! Please help! The wolf is chasing the sheep. Help!”

But this time, no one turned up to help. By evening, when the boy didn’t return home, the villagers wondered what happened to him and went up the hill. The boy sat on the hill weeping. “Why didn’t you come when I called out that there was a wolf?” he asked angrily. “The flock is scattered now”, he said.

An old villager approached him and said, “People won’t believe liars even when they tell the truth. We’ll look for your sheep tomorrow morning. Let’s go home now”.

Source: mumjuction.com

Terjemahan:

Anak Gembala dan Serigala

Suatu hari, hiduplah anak gembala yang merasa bosan saat sedang menggembalakan domba-dombanya di bukit. Untuk menghibur dirinya, ia berteriak, “Serigala! Serigala! Domba-domba dikejar serigala!” Penduduk desa berlari datang untuk membantu anak itu menyelamatkan dombanya. Namun, mereka tidak melihat apa-apa dan anak itu hanya tertawa melihat wajah marah mereka.

“Jangan berteriak ada serigala ketika tidak ada serigala!” Kata mereka dengan marah, kemudian mereka pergi. Anak itu hanya tertawa kepada mereka.

Beberapa saat kemudian, ia merasa bosan dan berteriak ‘serigala!’ lagi untuk menipu penduduk desa yang kedua kalinya. Para penduduk desa yang marah memperingatkan anak itu untuk yang kedua kalinya dan pergi.

Anak itu terus menggembalakan dombanya. Beberapa saat kemudian, dia benar-benar melihat seekor serigala dan berteriak dengan kencang, “Serigala! Tolong! Serigala mengejar domba. Tolong!”

Namun kali ini tidak ada seorangpun yang datang membantu. Di malam hari, ketika anak itu tidak pulang, para penduduk desa penasaran apa yang terjadi padanya, dan mereka pergi ke bukit. Anak itu duduk di bukit menangis, “Mengapa kalian tidak datang ketika aku berteriak ada serigala? Kata dia marah. “Domba-dombanya sekarang kabur.” Ujarnya.

Sesepuh desa mendekatinya dan berkata, “Orang-orang tidak akan percaya pembohong bahkan ketika ia jujur. Kami akan mencari domba-dombamu besok. Sekarang mari kita pulang”.

Sumber: mumjunction.com

Contoh 3:

Elephant and Friends

One day an elephant wandered into a forest in search of friends. He saw a monkey on a tree. “Will you be my friend?” asked the elephant. The monkey replied, “You are too big. You cannot swing from trees like me.”

Next, the elephant met a rabbit. He asked him to be his friends. But the rabbit said, “You are too big to play in my burrow!”

Then the elephant met a frog. “Will you be my friend? He asked. “How can I?” asked the frog. “You are too big to leap about like me.”

The elephant was upset. He met a fox next. “Will you be my friend?” he asked the fox. The fox said, “Sorry, sir, you are too big.”

The next day, the elephant saw all the animals in the forest running for their lives. The elephant asked them what the matter was. The bear replied, “There is a tiger in the forest. He’s trying to gobble us all up!”

The animals all ran away to hide. The elephant wondered what he could do to save everyone in the forest. Meanwhile, the tiger kept eating up whoever he could find.

The elephant walked up to the tiger and said, “Please, Mr. Tiger, do not eat up these poor animals.”

“Mind your own business!” growled the tiger.

The elephant has a no choice but to give the tiger a hefty kick. The frightened tiger ran for his life. The elephant ambled back into the forest to announce the good news to everyone. All the animals thanked the elephant. They said, “You are just the right size to be our friend.”

Source: English-for-students.com

Terjemahan:

Gajah dan Teman

Suatu hari, seekor gajah berjalan ke hutan untuk mencari teman. Dia melihat monyet di atas pohon. “Maukah kau menjadi temanku?” Tanya si gajah. Monyet menjawab, “Kamu terlalu besar. Kamu tidak bisa berayun di pohon sepertiku.”

Kemudian gajah bertemu kelinci. Dia meminta kelinci tersebut untuk menjadi temannya. Namun, si kelinci berkata, “Kamu terlalu besar untuk bermain di rumahku.”

Kemudian gajah bertemu kodok. “Maukah kau menjadi temanku?” Dia bertanya. “Bagaimana bisa?” Tanya si kodok. “Kamu terlalu besar untuk melompat-lompat sepertiku.”

Si gajah marah. Dia kemudian bertemu rubah. “Maukah kau menjadi temanku?” tanyanya pada rubah. Si rubah bilang, “ Maaf, bung, kamu terlalu besar.”

Keesokan harinya, si gajah melihat semua binatang di hutan berlari menyelamatkan diri mereka. Si gajah bertanya kepada mereka apa yang terjadi. Beruang menjawab, “Ada seekor harimau di hutan. Dia ingin melahap kita semua!”

Semua binatang lari bersembunyi. Si gajah bertanya-tanya apa yang dapat ia lakukan untuk menyelamatkan semua binatang di hutan. Sementara itu, sang harimau terus memakan siapa saja yang dapat ia temukan. Si gajah menghampiri harimau dan berkata “Tolonglah, Tuan Harimau, jangan makan hewan-hewan kasian ini.”

“Urusi saja urusanmu!” Eram si harimau

SI gajah tidak apa pilihan lain selain menendang harimau. Harimau yang ketakutan berlari untuk menyelamatkan dirinya. Si gajah berjalan kembali ke hutan untuk memberi tahu kabar bagus kepada semuanya. Semua binatang berterima kasih kepada si gajah. Mereka berkata, “Kau hewan yang tepat untuk menjadi teman kami.”

Sumber: English-for-students.com

 

Apa itu Story Telling?