sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Mengenal Yes/No Question dalam Bahasa Inggris

Ada banyak jenis pertanyaan dalam bahasa Inggris, salah satunya adalah Yes/No Question. Seperti namanya, jenis pertanyaan ini membutuhkan jawaban antara “Yes” atau “No”. Meski terlihat sederhana, namun ada formulasi khusus yang menarik untuk dipahami dari jenis pertanyaan ini.

Dibandingkan dengan pertanyaan lain, biasanya Yes/No Question dilontarkan ketika seseorang membutuhkan jawaban yang jelas, tanpa diikuti keterangan selanjutnya. Bisa jadi juga seseorang akan memberikan pertanyaan lanjutan untuk mendapatkan penjelasan lebih jauh.

Sekarang, kita akan mengenal beberapa contoh bentuk Yes/No Question dalam format berikut ini:

Dengan Auxiliary Verb

Salah satu format yes-no questions menggunakan auxiliary verb yaitu:

Be/do/have + subject + main verb

Modal verb + subject + main verb

Contohnya dalam pertanyaan:

  • Is she working very hard? (Apakah dia bekerja terlalu keras?)
  • Were they traveling together? (Apakah mereka berlibur bersama?)
  • Does that taste okay? (Apakah rasanya enak?)
  • Did you go to the concert? (Apakah kamu datang ke konser itu?)
  • Have they eaten yet? (Sudahkah mereka makan?)
  • Had they visited Rome before? (Pernahkah mereka mengunjungi Roma sebelumnya?)
  • Could you help me lift this? (Bisakah kamu membantu saya mengangkat ini?)
  • Should I open the window? (Apakah sebaiknya saya membuka jendela?)

Ketika tidak ada auxiliary verb dalam bentuk “be”, “have”, atau modal verb dalam kalimat tersebut, bisa juga digunakan “do”, “does”, “did”. Contohnya adalah:

  • Do you usually walk to work? (Apakah kamu selalu berjalan ke kantor?)
  • Did you like disco music in the 70s? (Apakah kamu suka musik disko tahun 70an?)

Namun, formula di atas tidak bisa digunakan ketika auxiliary verb yang digunakan adalah “be”, seperti:

  • Is she your sister? (Apakah dia saudara perempuanmu?)
  • Does she be your sister? (salah)

Ketika ada lebih dari satu auxiliary verb atau modal verb diikuti dengan auxiliary verb, maka auxiliary atau modal verb ditempatkan sebelum subjek, dan sisanya diletakkan setelah subjek.

Formatnya adalah sebagai berikut:

Auxiliary + subject + auxiliary + verb

Contoh dalam subjek:

  • Is this phone call being recorded? (Apakah telepon ini direkam?)
  • Has the garden been looked after while you were away? (Apakah kebun ini dipantau selama kamu tidak di rumah?)
  • Should we have been writing this down? (Haruskah kita mencatat ini?)
  • Where did you find the keys? (Di mana kamu menemukan kunci itu?)

Format yang salah:

  • Is being this phone call recorded?
  • Is being recorded this phone call?
  • Has been the garden looked after while you were away?
  • Has been looked after the garden while you were away?
  • Should have we been writing this down?
  • Where did find you the keys?

Format Pertanyaan Tanpa Auxiliary Verb

Ketika melontarkan pertanyaan yes-no dengan kata kerja utama “be”, maka artinya auxiliary verb tak lagi diperlukan. Formatnya akan menjadi:

“Be + Subject”

Contohnya bisa disimak sebagai berikut:

  • Is the weather nice in Turkey in the winter? (Apakah udaranya menyenangkan di Turki saat musim dingin?)
  • Was she angry when you told her about the accident? (Apakah dia marah ketika kamu bercerita tentang kecelakaan itu?)
  • Do you have an identity card? (Apakah kamu punya kartu identitas?)

Namun perlu diingat, ketika melontarkan pertanyaan dengan kata kerja utama “have” yang mengacu pada sesuatu yang telah terjadi di masa lampau, sebaiknya gunakan “did” daripada had…got”. Contohnya:

  • Did you have your glasses with you when you left the car? (Apakah kamu membawa kacamatamu ketika meninggalkan mobil?)

Akan lebih baik dibandingkan dengan kalimat yang kurang umum seperti:

  • Had you got your glasses with you when you left the car?

Merespon Yes-No Question

Meski jawaban dari pertanyaan ini sudah jelas yaitu “yes” dan “no”, ada banyak cara untuk merespon dengan variasi yang lain. Beberapa contoh yang informal bisa dilihat dalam percakapan ini:

A: Would you like to play tennis with me later?

B: Okay.

A: Have you seen Greg?

B: Nope.

Selain itu, merespon pertanyaan yes-no juga bisa memberikan detil informasi tambahan, seperti:

A: Can I grow potatoes in a pot? (Bisakah aku menanam kentang di pot?)

B: Yeah. They grow really well in pots. (Yeah. Mereka bisa tumbuh baik di pot)

A: Will you be going to Ryan’s party? (Apakah kamu akan hadir di pesta Ryan?)

B: No. I’m actually going to be away on Friday night. (Tidak. Aku ada acara Jumat malam)

Bisa juga merespon dengan kalimat lain yang secara implisit memberikan afirmasi atau negasi, seperti:

A: Do you know Tina Gomez? (Apakah kamu tahu Tina Gomez?)

B: We’ve known each other for years. We went to the same school. (Kami mengenal satu sama lain selama bertahun-tahun. Kami pernah satu sekolah)

 

A: Do you have Thrills latest album? (Apakah kamu punya album terbaru Thrills?)

B: I’m afraid we’ve just sold the last one! (Sepertinya kami baru menjual stok terakhir!)

Kadang, respon dari pertanyaan yes-no menggunakan auxiliary verb dari pertanyaan dengan bentuk yang sama:

A: Hey Sam, did you go shopping today? (Hey Sam, apakah kamu berbelanja hari ini?)

B: I did. I went with Timmy. (Ya. Aku pergi dengan Timmy)

 

A: Has Jack had breakfast? (Apakah Jack sudah sarapan?)

B: He hasn’t. He is still jogging. (Belum. Dia masih lari pagi)

Pertanyaan Yes-No Negatif

Ada juga bentuk pertanyaan yes-no yang bertujuan untuk mengonfirmasi suatu hal yang masih menjadi dugaan. Tak hanya itu, jenis pertanyaan ini juga bisa menggambarkan komplain, undangan, atau penawaran.

Contohnya:

  • Isn’t that Pauline’s car? (Apakah itu mobil Pauline?)
  • Shouldn’t we be leaving? (Bukankah seharusnya kita sudah berangkat?)
  • Isn’t that the oldest building on this street? (Apakah itu gedung tertua di jalan ini?)
  • Won’t you stay for dinner? (Berkenankah kamu ikut makan malam di sini?)
  • Wouldn’t you like another coffee? (Maukah kamu segelas kopi tambahan?)
  • Can’t the manager do something about the noise? (Tidak bisakah sang manajer melakukan sesuatu untuk mengatasi suara bising ini?

Dengan memahami bentuk pertanyaan yes-no, maka kamu bisa kian fleksibel menggunakannya dalam percakapan sehari-hari, baik sebagai penanya maupun orang yang ditanya. Selamat mencoba!

 

Mengenal Yes/No Question dalam Bahasa Inggris
Apa itu Question Tags?
Cara Lain Mengatakan “Yes” dalam Bahasa Inggris
Pertanyaan atau Kalimat yang Sering Diucapkan di Kebun Binatang
Pertanyaan atau Kalimat yang Sering Diucapkan di Bioskop
Pertanyaan atau Kalimat yang Sering Diucapkan Seputar Angkutan Umum Bus Kota
Pertanyaan dan Kalimat yang Sering Diucapkan di Bandara
Pertanyaan dan Kalimat yang Sering Diucapkan di Stasiun Kereta Api
Pertanyaan atau Kalimat yang Sering Diucapkan di Tempat Hiburan Malam
Cara Lain Mengatakan No dalam Bahasa Inggris