sederet.com
Online Indonesian - English Dictionary
Sederet.com
separator

Dialog di Kantor dalam Bahasa Inggris

Suasana di kantor tentu berbeda dengan tempat kegiatan lainnya. Hal ini karena berbagai faktor. Mulai dari kondisi kantor hingga situasi didalamnya. Kehidupan sosialnya pun berbeda. Jika berada di luar kantor Anda dapat melakukan apa saja yang membuat Anda nyaman, hal yang berbeda saat berada di kantor.

Ada tata krama yang mesti diperhatikan. Bahkan meskipun suasana keakraban erat terasa di antara para karyawan, Anda tidak bisa serta merta melupakan aturan-aturan tidak tertulis dalam pergaulan di kantor.

Diskusi, rapat, dan pengambilan keputusan merupakan bagian dari kehidupan sosial di kantor. Walaupun tentu apa yang terjadi di kantor tidak melulu hal-hal serius. Bercerita atau bersenda gurau dengan sesama karyawan juga merupakan bagian dari aktivitas perkantoran. Sering terjadi di saat waktu istrahat yang mana memungkinkan para karyawan dari berbagai divisi berkumpul bersama.

Beragamnya aktivitas selama di perkantoran melahirkan berbagai macam percakapan, baik antara sesama karyawan maupun antara atasan dan bawahan. Mulai dari topik pembahasan yang serius hingga santai.  Untuk itu penting adanya mengetahui hal apa saja yang pantas dan perlu untuk dibicarakan atau dibahas. Pemahaman Anda mengenai hal ini akan membuat kehidupan di kantor sedikit lebih mudah.

Kali ini kami akan membahas tentang beberapa percakapan dalam bahasa Inggris yang terjadi di lingkungan kantor. Percakapan di bawah ini terjadi antara dua orang. Akan lebih baik jika Anda memiliki teman berlatih untuk membantu Anda. Berlatih bahasa Inggris dengan mempraktekkannya langsung akan lebih baik karena di waktu yang sama kemampuan mendengar dan berbicara Anda diasah.

Contoh Dialog di Kantor 1

Situasi : Seorang manajer menyarankan pada asisten manajernya untuk merekrut seorang staf untuk meringankan beban kerja asisten manajer.

Manajer: Good morning, how are you doing ? (Selamat pagi, bagaimana kabarmu ?)

Asisten Manajer: Good morning, I’m doing fine, thank you. How about you, sir ? (Selamat pagi, saya baik, terima kasih. Bagaimana dengan Bapak ?)

Manajer: I’m fine, too. Thank you. I have great news for you. (Saya baik, terima kasih. Saya punya berita baik untukmu)

Asisten Manajer: What is it, sir ? (Apa itu Pak ?)

Manajer: I have talked to human resources department a few days ago. I asked  them about recruiting new staff. I’m planning to hire a staff for you. New staff will be supervised by you and become your responsibility to manage his/her. I think you need someone helping you for you have so many things to handle right now. (Saya telah berbicara dengan departemen sumber daya manusia beberapa hari lalu. Saya bertanya pada mereka tentang merekrut staf baru. Saya berencana untuk merekrut seorang staf untukmu. Staf yang baru akan diawasi oleh kamu dan menjadi tanggung jawabmu. Saya pikir kamu membutuhkan seseorang untuk membantumu karena banyak hal yang harus kamu tangani saat ini)

Asisten Manajer: What did human resource department say about your plan, sir ? (Apa tanggapan departemen sumber daya manusia tentang rencana Bapak ?)

Manajer: They approved it after many considerations. I explained to them that there were so many things to handle for you. I’m afraid you are overwhelmed with all the works. (Mereka menyetujuinya setelah melewati banyak pertimbangan. Saya menjelaskan pada mereka bahwa ada banyak hal yang harus ditangani oleh kamu. Saya khawatir kamu kewalahan dengan semua pekerjaan itu)

Asisten Manajer: How many person do you want to hire, sir ? (Berapa orang yang akan Bapak rekrut ?)

Manajer: One person for now. Human resources department allowed me to recruit two people actually. But I think it’s ok with one staff for now. What do you think about  this ? I still need your thought about this since new staff will be supervised by you. (Satu orang untuk saat ini. Departemen sumber daya manusia mengizinkan saya untuk merekrut dua orang sebenarnya. Tapi menurutku tidak apa-apa hanya dengan satu orang staf saja saat ini. Bagaimana menurutmu ? Saya masih membutuhkan tanggapanmu tentang hal ini karena staf baru tersebut akan dipimpin oleh kamu)

Asisten Manajer: I personally don’t need staff to help me right now. I think I still can manage all the works without someone helping me out. Besides that, I realized that I’m not good enough supervising someone who works for me. (Saya pribadi tidak membutuhkan staf untuk membantu saya saat ini. Saya pikir saya masih bisa menangani semua pekerjaan tanpa seseorang yang membantu saya. Disamping itu, saya sadar bahwa saya tidak terlalu cakap memimpin seseorang yang bekerja untuk saya)

Manajer: Are you sure about that ? I just don’t want you being overwhelmed with workload. (Apakah kamu yakin tentang itu ? Saya hanya tidak ingin kamu kewalahan dengan beban kerja)

Asisten Manajer: Yes, I’m sure. I will let you know if I need help someday, sir. Thank you for your attention. I appreciate it so much. (Iya, saya yakin. Saya akan memberitahu Bapak jika suatu saat saya butuh bantuan. Terima kasih atas perhatiannya. Saya sangat menghargainya)

Manajer: You’re welcome. Just tell me if you need help. (Sama-sama. Katakan saja jika kamu butuh bantuan)

Asisten Manajer: Thank you, sir. (Terima kasih, pak)

Contoh Dialog di Kantor 2

Situasi : Seorang karyawan memberi selamat pada rekan kerjanya yang telah dipercaya sebagai ketua tim proyek yang baru.

Ardi: Hi, Bagus. Congratulation for your appointment. I just found out about your appointment  a moment ago. I’m glad for you being chosen as team leader of new project. It’s such a great news. (Hi, Bagus. Selamat atas penunjukkanmu. Saya baru saja mengetahui tentang penunjukkanmu beberapa saat yang lalu. Saya senang karena kamu terpilih sebagai ketua tim dari proyek yang baru. Ini berita yang yang menggembirakan)

Bagus:  Hi, Ardi. Thank you so much. It’s so nice of you. (Hi, Ardi. Terima kasih banyak. Kamu sangat baik)

Ardi: How are you feeling about your appointment ? (Bagaimana perasaanmu dengan penunjukkanmu ini ?)

Bagus: To tell you the truth is I’m having mixed feeling about my appointment right now. (Jujur saja perasaan saya campur aduk dengan penunjukanku saat ini)

Ardi: Why is it ? (Kenapa seperti itu ?)

Bagus: Being appointed as a team leader is a great thing for me.  But, I’m not that confident. (Ditunjuk sebagai ketua tim adalah hal yang hebat untukku. Tapi, saya tidak cukup percaya diri)

Ardi: Why are you not confident ? It’s absolutely true that appointed as team leader is a great thing for you. It means they trust you as someone who has capability in supervising others. I believe you have a lot of experiences in the company that will be very useful for your new position. (Kenapa kamu tidak percaya diri ? Memang benar bahwa ditunjuk sebagai ketua tim merupakan suatu hal yang baik untukmu. Itu artinya mereka percaya padamu yang memiliki kemampuan dalam memimpin orang lain. Saya percaya kamu memiliki banyak pengalaman di perusahaan yang akan sangat berguna untuk posisi barumu ini)

Bagus: That’s what I’m not confident in myself. I have never supervised people before.  It will be my first experience being in charge of people. I’m afraid couldn’t give my best performance since I have never experienced it before. (Itulah yang membuatku tidak percaya diri sendiri. Saya belum pernah memimpin orang-orang sebelumnya. Ini akan menjadi pengalaman pertama untuk saya bertanggung jawab atas orang lain. Saya khawatir tidak mampu memberikan kinerja yang terbaik karena saya belum pernah berada di posisi ini sebelumnya)

Ardi: You should not think like that. There will always be first time in everything. You just have to learn more and more. Don’t hesitate to ask for advices from someone else. Keep your relationship with your team mate closer. Discuss everything with your team mate. You will do fine. (Kamu seharusnya tidak berpikir seperti itu. Akan selalu ada kali pertama dalam segala hal. Kamu hanya perlu terus belajar dan belajar. Jangan ragu untuk meminta saran dari orang lain. Pererat hubunganmu dengan anggota timmu. Diskusikanlah semuanya dengan anggota timmu. Kamu pasti akan melakukannya dengan baik)

Bagus: You think so ? (Menurutmu begitu ?)

Ardi: I know so. We’ve been friends for several years. I know a lot about you. You’re so good in inspiring people. You just don’t realize it. Make something good from it. Inspire your team mate. Make them realize that you’re someone who can be trusted. So, they will work happily and have trust in you. It’s important as a team leader. You need to be trusted by your team mate. If you’re not, then how do you think they will perform good under your supervision ? (Iya, saya pikir begitu. Kita telah berteman beberapa tahun. Saya tahu banyak tentang kamu. Kamu sangat hebat dalam menginspirasi orang-orang. Kamu hanya tidak menyadarinya. Manfaatkanlah kemampuanmu itu. Berikanlah inspirasi pada anggota timmu. Buat mereka menyadari bahwa kamu adalah seseorang yang dapat dipercaya. Jadi, mereka akan bekerja dengan senang dan punya kepercayaan padamu. Ini hal yang penting untuk ketua tim. Kau seharusnya dapat dipercaya oleh anggota timmu. Jika tidak, lalu bagaimana menurutmu mereka akan bekerja dengan baik di bawah pengawasanmu ?)

Bagus: So, you’re trying to say that if I want to lead them, then I need to prove that I’m trusted ? (Jadi, kamu berusaha mengatakan padaku bahwa jika saya ingin memimpin mereka, maka saya harus membuktikan bahwa saya dapat dipercaya ?)

Ardi: Yes I am. One more thing, you should be flexible to fit in. It will help you so much if you could fit in well in new environment. (Iya. Satu hal lagi, kamu harus fleksibel untuk bisa berbaur. Hal ini akan sangat membantumu jika kamu dapat berbaur dengan baik di lingkungan yang baru)

Bagus: Well noted. Thank you so much for your advices, Ardi. (Akan saya ingat. Terima kasih banyak atas nasihatnya, Ardi)

Ardi: You’re welcome, Bagus. (Sama-sama, Bagus)

Itulah dua contoh dialog yang terjadi di lingkungan kantor. Ada yang sifatnya resmi karena situasinya mengharuskan demikian. Ada pula yang lebih santai seperti  percakapan hari-hari dengan rekan kerja. Selamat belajar.

 

Contoh Frase dan Percakapan Ajakan Kencan dalam Bahasa Inggris
Kalimat atau Frasa yang Sering Digunakan di Rumah Sakit/Klinik Dokter
Percakapan Singkat: Minta Naik Gaji
Percakapan Mengenalkan Teman dalam Bahasa Inggris
Pertanyaan atau Kalimat yang Sering Diucapkan Seputar Angkutan Umum Bus Kota
Contoh Percakapan Membicarakan Website dalam Bahasa Inggris
Percakapan Inggris tentang Kejutan
Percakapan Ketika Mengirim Paket dalam Bahasa Inggris
Percakapan Membeli Mobil Bekas dalam Bahasa Inggris
Cara Memulai Meeting Bisnis Dalam Bahasa Inggris